
Pagi ini semua berjalan seperti biyasa Tiara yang disibukan dengan pekerjaan rumah dan mengurus si cantik Zee sebelum berangkat bekerja.
Tapi ada yang menggangu pikirannya tentang percakapannya dengan Zee kemaren sebelum tidur
flash back
''Mah Zee boleh tanya gak???'' tanya Zee saat mereka akan tidur
''Tanya apa Sayang???''
''Ayah Zee kapan pulang Mah??'' tanya Zee sambil mendongakan kepalaelihat wajah Tiara
''Nanti ya kalo Ayah sudah punya banyak uang untuk beli mainan Zee'' jawaban Tiara seperti biyasanya.
''Zee gak jadi beli mainan deh Mah, Zee mau Ayah aja biar cepet pulang. Bilangin Ayah ya Mah'' pinta Zee dengan wajah memelas.
Tiara mengangguk sambil menciumi kening putrinya dengan mata yang berkaca kaca menahan tangis.
Sungguh hati tiara merasa sakit mendengar permintaan Zee apalagi dirinya tau bahwa itu tak pernah terjadi.
Entah kebohongan apa lagi yang harus dikatakan Tiara nantinya.
__ADS_1
Lama Zee bercerita hingga ahirnya terlelap sendiri.
Tiara segera bangun dan keluar kamar entah lah hatinya tak menentu saat ini dia bingung mencari jawaban atas setiap pertanyaan Zee bahkan yang belum di tanyakan olehnya.
''Kaka belum tidur ??'' tanya Indah yang melihat Tiara sedang duduk dimeja makan sambil memegang gelas air putih
''Belum menganguk Dek''
''Kaka habis menangis??'' tanya Indah yang dapat melihat mata memerah pada Tiara bekas keluarnya air mata.
''Enggak kok '' bohong Tiara
''Kaka jangan bohong , aku bisa lihat dari mata kaka itu'' Kata Indah yang langsung duduk disambing kakanya.
''Zee selalu menanyakan soal Ayahnya, Kaka sampai bingung buat jawabnya gimana lagi'' kata Tiara yang ahirnya memilih bercerita kepada adiknya.
''Ka apa gak sebaiknya kita temuin aja Zee sama ayahnya'' saran Indah
Langsung mendapat gelengan kepala dari Tiara
''Itu gak mungkin Dek, dia sudah bahagia bersama keluarganya gak mungkin tiba tiba kita datang terus memperkenalkan Zee sebagai anaknya''
__ADS_1
''Kaka gak mau merusak hubungan orang, dan juga belum tentu keluarga mereka menerima Zee kan. Yang ada malah membuat Zee sakit hati nantinya'' jelas Tiara
''Benar juga ya, apalahi dia juga punya anak perempuan'' ujar Indah dalam hati
Karena sebenarnya Indah pernah menyelidiki tentang kehidupan Kevin berharap bahwa dia tak bahagia atau bahkan sudah berpisah dari istrinya. Tapi ternyata tidak bahkan kenyataan lain membuatnya geram ketika Kevin terlihat bahagia bersama anak dan istrinya berbeda jauh dengan kehidupan sang kaka saat ini.
Indah tak pernah menceritakan semua itu karena takut jika kakanya akan semakin sedih nantinya.
Tidak tau saja Indah bahwa yang dia lihat dari kehidupan Kevin adalah kebohongan belaka, karena memang dari luar Kevin selalu menjaga nama baiknya untuk terlihat harmonis dan bagaia tapi dibalik itu semua hanya ada kehiduan sendiri yang dirasakannya hampir sama seperti yang Tiara rasakan.
''Sudah jangan terlalu dipikirkan Ka, nanti kita hadapi si cerewet itu sama sama'' ujar Indah mencoba menghibur Tiara
''Hahaha baiklah, kamu memang selalu pintar membujuknya dari pada kaka''
''Tentu saja aku kan tante nya yang terbaik'' ujar Indah dengan bangganya
merekapun berpelukan untuk mengutakan satu sama lain.
''Terimakasih Dek, sudah selalu ada buat Kaka'' kata Tiara dalam pelukannya
''Sama sama Kak, Indah juga sayang Kaka''
__ADS_1
Untunglah ketiga saudara itu selalu menguatkan satu sama lain. Hingga badai menerjang mereka tetap kuat dan kokoh.
Flashbak off