Cintaku Lebih Besar Dari Cintamu

Cintaku Lebih Besar Dari Cintamu
pura pura tak tau


__ADS_3

''Sayang sudah siang yuk berangkat nanti terlambat lagi'' kata Indah yang mengalihkan pembicaraan karena dia sendiri tak bisa menjawabnya.


''Tante jawab dulu pertanyaan Zee, kali ini aja tante Zee cuma ingin tau aja'' ucap Zee dengan memohon


Indah yang melihatnyapun jadi tak tega tapi dia juga tak bisa menceritakan yang sebenarnya karena itu bukan kewajibannya dan juga usia Zee yang masih sangat kecil untuk tau urusan orang dewasa.


''Nanti aja ya kapan kapan Tante bakalan cerita sama Zee, tapi sekarang kita berangkat sekolah dulu oke??'' bujuk Indah


''Iya deh Tante'' pasrah Zee dia tau pasti akan selalu seperti ini tak pernah mendapat jawaban dari pertanyaannya tapi Zee tak akan menyerah dia pastu bisa mengetahui tentang Ayahnya.


.


.


''Tiara ...''panggilan seseorang menghentikan langkah kaki Tiara saat baru sampai di kantor tempatnya bekerja


''Pak Damar'' kata Tiara


''Ada apa pak ???''


''Ckk kamu ini sudah berapa kali aku bilang jangan panggil aku Pak aku ini bukan bapak kamu panggil aja Damar'' kata Damar setelah sampai di depan Tiara


Tiara tersenyum sebelum menjawab


''Tapi rasanya gak sopan aja, masa sama atasan cuma panggil nama''


''Yaudah panggil nama aja kalo kita cuma berdua oke ??''

__ADS_1


Hanya diangguki oleh Tiara


''Ya udah yuk masuk??'' ajak Damar


''Sudah siap hari ini??'' Damar memulai obrolan sambil berjalan


''Harus siap dong'' jawab Tiara semangat


''Bagus, karena atasan baru kita ini lebih menantang jadi harus siap mental juga''


''Oyaa siapa nama atasan baru kita pak??''


''Kalo gak salah namanya Pak Ke......''


''Pak Damar..??'' panggil Lidya


''Pak saya permisi dulu keruangan saya'' ijin Tiara yang melihat Lidya akan menghampiri Damar.


Entah mengapa Tiara kurang suka saat Lidya menatapnya seakan penuh permusuhan untuk itu Tiara lebih memilih menghindar saja. Padahal menurutnya dia tak pernah cari masalah dengan siapapun.


''Pagi Mamah Zee'' panggil Sintia saat Tiara melewati mejanya.


Tak banyak yang tau jika Tiara telah memiliki anak bukan maksud untuk menyembunyikan status dan anaknya tapi memang kebetulan tak pernah ada yang menanyakannya.


''Pagi juga Cia'' balasnya dengan ramah


''Sudah siap untuk hari ini??''

__ADS_1


''Siap dong''


''Gw denger Bos baru kita cakep lo cuma dia dingin dan sombong gitu'' kata Sintia yang pagi pagi mulai ngerumpi.


'' Gak kaya mantan bos kita yang udah tua gendut mesum lagi, kena karma kan dia jadi bangkrut deh'' lanjut sintia sedikit mengumpat mantan Bosnya


''Iya untung aja pembeli yang baru gak mecat kita ya??'' ujar Tiara


''Udah udah kerja kalo ketauan bisa berabe''


''Gak bakal dimarahin kan ada pak Damar yang pasti belain lo''


''Apa hubungannya coba??''


''Duhh Tiara lo itu bego apa pura pura bego si pak Damar itu suka sama lo'' jelas Sintia


''Gak usah ngada ngada deh, mending sekarang kerja aja yang bener biar cepet naik gajinya'' ujar Tiara


''Gaji naik, mimpi .....!!'' setelah mengatakan itu Sintia kembali kemeja kerjanya


Tiara bukanya tak tau jika Damar menyukainya bahkan bukan hanya Damar saja sudah banyak laki laki yang dia tolak cintanya.


Luka dimasa lalu yang begitu dalam dan membekas membuatnya trauma dan enggan untuk membuka hati lagi.


Apalagi sekarang dia memiliki anak jika ada yang menyukainya belum tentu bisa menerima anaknya juga kan??


Tujuan hidup Tiara saat ini hanya Zeandra tak ada yang lain bahkan tak pernah terpikir untuk menikah .

__ADS_1


__ADS_2