Cintaku Lebih Besar Dari Cintamu

Cintaku Lebih Besar Dari Cintamu
Teman julid


__ADS_3

Rutinitas Tiara yang mungkin bagi beberapa orang sangat membosankan bahkan dirinya tak pernah sekalipun me time atau sekedar hangout bersama teman temannya.


Tapi untuk Tiara ini adalah sebuah tantangan, sebuah amanah, sebuah kewajiban, dan kebahagiaannya bisa bekerja untuk menghidupi anaknya dan melihat setiap senyuman dari putri cercinta.


Adakah yang lebih baik dari itu, rasanya tidak.


Seperti pagi ini Tiara Datang ke Kantor sedikit siang karena hatus mengantar cintanya kesekolah dulu.


Dengan tergesa gesa dia memasuki kantor dan duduk dibangku kerjanya sambil mengatur nafas


Hoosss hosss hosss


''Nihh minum dulu'' kata Sintia sambil menyodorkan air minum pada Tiara


''Thanks..'' dengan tak sabarnya Tiara sampai meneguk habis minuman itu


''Lagin lo kenapa lari lari gitu ??''


''Udah siang gw berangkatnya, takut telat sampe sini untung aja masih ada waktu lima menit'' kata tiara setelah lebih tenang.


''Yaelahhh gitu aja ribet, kan ada ayank Damar gak bakalan juga dimarahin'' ujar Sintia dengan entengnya


''Ngaco lo, gak ada ya hubungan gw sama Pak Damar''


''Masa sii??'' Sintia yang masih tak percaya juga

__ADS_1


''Gak percaya ya udah''


''Tapi ya Ra, sayang lo cakep cakep dianggurin gitu''


Tiara hanya melirik sekilas pada sintia, memang Sintia ini pecinta cowok tampan (tampan dan mapan tentunya)


''Kerja sono, mau lo makan gaji buta'' usir Tiara yang sudah bosan mendengar ocehan sintia tentang cowo tampan itu.


''Iyaa iyaa galak banget kaya Mak gw aja'' Tiara hanya geleng geleng saja mendengar setiap gumaman Sintia


Temannya itu memang selalu berisik dan heboh tapi dibalik itu dia sosok teman yang baik pendengar yang baik dan asik juga. Cuma kadang kadang mulutnya itu tak bisa direm kalo sudah ngomong


''Ehhh ehh Ra liat nohh, adjudannya Pak Damar makin seksi aja yaa'' jiwa julid Sinti mulai tak tenang melihat Lidya


Tapi karena etos kerjanya yang epik jadi membuatnya tetap bertahan diperusahaan.


''Cihhh sombong amat jadi orang, kesandung nyungsep baru nyahoo '' umpat Sintia


''Udahh si ngapain ngurusin hidup orang'' yang gemas sendiri mendengar umpatan gumamam teman ruangannya itu


''Abiss kesel gw kalo liat mukanya tu lampir kenapa yaa??''


''Itu karena hati lo yang kotor penuh dengki sama orang''


''Yaelahh Ra, Lo udah kaya ustazah aja ngomongnya ngeri gw''

__ADS_1


''Ehh mau kemana lo Ra??'' tanya Sintia karena tiba tiba Tiara berdiri


''Ke pentry, mau bikin kopi ngantuk gw denger lo ngomong mulu'' Sintia hanya mencebikan bibirnya dengar perkataan Tiara


Tak ada yang tersinggung antara candaan mereka, karena sudah biyasa atau mungkin karena sama sama nyaman.


''Dasar Sintia mentang mentang punya mulut gak ada berhentinya kalo udah ngomong'' gerutu Tiara sambil berjalan di pentry


Bugghh


tiba tiba dari arah depan ada seseorang yang menabraknya.


''Maaf Pak, saya gak sengaja'' ucap Tiara karena meski bukan salah Tiara karena yang menabrak sedang asik bermain ponsel tapi tetap saja Tiara yang meminta maaf dulu.


''Iya gak papa, saya juga salah kok'' ucapnya sambil mengambil ponsel setelah itu bergegas pergi meninggalkan Tiara yang mematung.


''Anehh dehh'' gumam Tiara


Hingga baru beberapa langkah sang penambak membalikan badannya


''Aneh banget, kok rasanya ada yang aneh yaa???'' kemudian dia menggelengkan kepalanya dan bergegas pergi karena seseorang sudah menunggunya dari tadi.


Kira kira siapa yaa yang ditabrak Tiara...


Tetap stayy yaa.....

__ADS_1


__ADS_2