Cintaku Lebih Besar Dari Cintamu

Cintaku Lebih Besar Dari Cintamu
keinginan Zee


__ADS_3

Sore menjelang motor Tiara terparkir dihalaman rumah seperti biasa sudah ada yang menunggunya pulang.


Zee selalu menunggu Tiara pulang diteras depan rumahnya sudah seperti securiti saja dia.


''Hallo peri cantik Mamah, sudah lama menunggunya??'' tanya Tiara sambil menggendong Zee


''Cukup lama, Mamah cape hari ini??'' tanya Zee seperti orang dewasa saja.


''Lumangyan Sayank, tapi kalo sudah lihat Zee yang cantik ini lelah mama jadi hilang''


''Mamah ihhh'' Zee dengan malu malu atas pujian dari Tiara.


Memang lelah dalam bekerja saat melihat orang yang dicinta terlebih anaknya sendiri lelah itu menjadi hilang seketika, seperti ada sihir didalamnya.


''Kaka sudah pulang??'' Tanya Indah yang melihat Tiara sedang menyiapkan makan malam


''Iya belum lama''


''Gimana Bos barunya, galak gak Kak??''

__ADS_1


''Bos nya gak dateng katanya sedang sibuk, mungkin besok atau lusa soalnya kan perlu pengenalan kepemilikan perusahaan baru'' jelas Tiara


''Bagaimana kuliahmu??'' tanya Tiara


''Ya seperti biyasa, semua berjalan baik Kak''


''Ingat selalu pesan Kakak jaga diri jangan berbuat bodoh seperti Kaka dulu'' wejangan Tiara


''Iya kak, Indah bakal selalu ingat kok pesan Kaka sama Kak Diki''


''Oya kapan Kak Diki akan berkunjung kesini sudah lama gak bertemu jadi kangen''


Diki memang masih berada dikuar kota. Tiara setelah empat tahun berada dikota orang memutuskan kembali ke kota asal untuk memulai hidup mandirinya, bukan karena kakanya yang keberatan atau terbebani dengan adanya dua adiknya tapi memang mereka yang tak mau merepotkan kakanya apalagi sekarang sudah memiliki keluarga baru bersama istri dan anaknya. Dan kebetulan Indah juga mendapat beasiswa kuliah dikota asal jadi mereka hanya hidup berdua disini.


''Ya sudah kita doakan saja semoga selalu sehat'' kata Tiara diamini oleh Indah


''Makan sudah siap, biar kaka panggil Zee dulu'' kata Tiara kemudian bergegas pergi ke kamar pugri kecilnya


''Zee sayang sedang menggambar apa hmmm??'' tanya Tiara yang melihat Ze sedang menggambar

__ADS_1


''Zee sedang bikin gambar keluarga kita Mah, ini ada Mamah ada Tante Indah dan yang kecil ini Zee cantik kan mah ??'' tanya Zee


''Cantik sayang'' ucap Tiara mencoba tersenyum dia tau apa yang sedang dipikirkan oleh anaknya itu. Sesuatu yang tak bisa di penuhi olehnya meskipun Zee diam dan terlihat ceria tapi dia juga anak anak yang menginginkan dan rindu sosok Ayah. Bermain dan belajar bersma Ayah seperti yang lainnya


''Mah kata ketem Zee kemaren dia ulang tahun dan dikasih banyak hadiah sama papanya, Zee juga pengin kaya temen Zee mah diberi banyak hadiah sama Ayah'' ucap Zee penuh harap


''Menangnya hadiah dari mamah masih kurang??'' kata Tiara mencoba menghibur Zee


Zee menggeleng dalan diamnya


''Dengar sayang, nanti saat Ayah Zee sudah pulang pasti akan memberikan hadiah yang banyak untuk Ze seperti temannya Zee tadi'' ucap Tiara dengan senyum mirisnya


''Beneran Mah??'' tanya Zee antusias


''Iya Sayang tapi sekarang kita makan dulu ya, Mamah sudah siapkan makanan kesukanaan putri Mamah ini''


''Iya Mahh ayooo ....!!!'' kata Zee bersemangat setelah mendapat janji dari Tiara


Tiara hanya dapat memberikan harapan palsu pada Zee. Berharap suatu saat anaknya akan mengerti dengan keadan mereka yang tak sama dengan keluarga yang lainnya.

__ADS_1


Tapi dia berjanji akan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk Zee putri tercintanya.


......................


__ADS_2