
Seharian itu Tiara hanya dapat melamun dan melamun memikirkan seandainya sumua ini tidak terjadi dan bagaimana dia melewati semua ini.
Semua itu berputar putar dipikirannya hingga Tiara pingsan dengan posisi duduk dibawah ranjang.
Diki kaka Tiara yang baru pulang kerja mendapat aduan dari adik bungsunya bahwa Tiara mengurung diri dikamar membuatnya cemas.
Ketukan demi ketukan pintu tak ada jawaban hingga dengan terpaksa pintu didobrak.
Braakkkkk
"Tiara !!!"pekik sang kaka bergegas lari dan membopong Tiara yang tergletak dikatai.
Dengan perasaan cemas Diki membawa sang adik menuju Rumah Sakit terdekat.
Di rumah Sakit Diki dan Indah hanya dapat menunggu denga gelisah didepan ruang IGD.
ckleekkk
Pintu IGD terbuka menampikan Dokter yang memeriksa adiknya
''Bagiamana keadaan adik saya Dok??'' tanya Diki dengan tak sabaran
''Bisa bicara diruangan saya??'
Diki hanya mengguk lalu mengikuti langkah sang Dokter.
''Begini Pa, sebelumnya apa adik anda sudah menikah??'' tanya Dokter dengan hati hati
''Belum dok''
Dokter hanya bisa menghela nafas sebelum melanjutkan pembicaraannya.
''Begini pak pasien saat ini sedang hamil''
Duarrrr
pernyataan Dokterr membuat jantungnya berhenti berdedak sesaat dan meruntuhkan dunianya
''Pasien mengalami depresi ringan dan itu sangat tidak baik untuk ibu dan janinnya. Saya usulkan adik anda untuk dibawa ke Dokter Obsigyn agar mengetahui dengan pasti kondisi Ibu dan janinya saat ini'' jelas Dokter.
Diki hanya diam mendengarkan apa yang dokter katakan tanpa ekspresi lagi. Hanya ada perasaan kecewa pada dirinya sendiri yang telah gagal menjaga adik sulungnya.
Diki keluar dari ruang Dokter menuju ruang IGD dimana adiknya berada.
Dengan langkah yang lemah Diki mendudukan dirinya dikursi pengunjung.
Indah yang melihat kaka nya begitu jadi merasa khawati. Berkali kali dia memanggil kakanya talu tak ada jawaban Diki seolah tuli dengan panggilan sang adik, hingga kedatangan suster dari ruang IGD membuyarkan segala lamunanny.
''Keluarga pasien ??'' tanya Suster
''Kami Sus''jawab Indah sementara Diki hanya bisa mengkat kepalanya saja tanpa menjawab.
''Pasien sudah siuman dan bisa dijenguk'' jelas Suster
__ADS_1
''Baik Sus'' lagi lagi Indah yang menjawabnya.
''Ayo kak'' ajak Indah
Mereka memasuki ruangan dengan Diki yang di belakang Indah.
Tiara yang sudah sadar dari pingsannya melihat raut muka kakanya dapat pastikan bahwa kakanya sudah tau semua yang terjadi padanya.
Melihat itu Tiara hanya dapat menangis dan menangis merasa bersalah pada kaka dan adiknya.
Hikkksssss
Hikksssss
Indah yang belum tau apa apa hanya diam saja karena dirinya juga bingung dengan yang terjadi saat ini.
''Siapa pelakunya ??'' tanya Diki terus terang
Tiara masih diam dengan tangisannya
''Jawab Kaka Tiara siapa yang melakukannya?? kata Dikin dengan menaikan satu oktaf nadanya.
''Apa Kevin??'' tanya lagi
''Jawab !!!!'' geram Diki yang melihat Tiara hanya menangis.
''Sebenarnya ada apa ini kak??'' tanya Indah pada kakanya
Diki diam sejenak menatap Tiara yang masih menangis.
''Apa ???'' pekik Indah tak percaya kemudian menatap kakanya sambil menggeleng.
Rasanya tak percaya kaka yang menjadi panutan dan selalu bertingkah baik kini hamil diluar nikah.
Air mata Tiara mengalir semakin deras mendengar pernyataan Kakanya. Meski dirinya tau tengah hamil tapi mendengar langsung dari mulut kakanya rasanya menyakitkan.
Indah yang melihat Tiara tak kuasa menahan tangis dia tak bisa berkata kata rasa marah dan kasihan menjadi satu hanya dapat memeluk sang kaka untuk memberikan kekuatan padanya.
Diki juga ikut menangis melihat kekacauan pada keluarganya dia yang menjadi pemimpin keluarga merasa gagal melihat adiknya kini.
Tak terasa air matanya menetes,Diki berjalan mendekati Tiara yang masih menangis dalam pelukan adiknya digenggamnya tangan Tiara dan ditatapnya dengan intes
''Jawab kaka Tiara siapa yang melakukannya ??? apa Kevin ???'' tanya lagi kali ini lebih lembut
Tiara hanya dapat mengguk lemah.
''Brengsekkkk'' umpat Diki
''Dia harus bertanggung jawab'' kata Diki gendak pergi menemui Kevin namun dicegah oleh Tiara dengan memegang tangan Diki dan gelengan kepalanga.
''Kenapa??'' tanya Diki heran bukannya mereka pacaran jadi tam masalah bukan jika menikah apalagi sekarang Tiara sedang hamil.
Dengan suara tertatih Tiara meceritakan semuanya pada kedua saudaranya itu percumah saja menutupi apapun toh juga tidak ada gunanya lagi.
__ADS_1
''Brrngsekkkkkk !!!!'' umpat Diki kemudian bergegas pergi tanpa menghiraukan teriakan Tiara.
''Kaka tunggu'' pekik Tiara kemudian mencabut selang infus dan mengejar sang kaka.
Dengan kecepatan tinggi Diki melajukan mobilnya menuju rumah Kevin.
Setelah Sampai dengan langkah lebar Diki memasuki rumah Kevin namun dihadang oleh Satapam.
''Dimana Kevin ??'' tanyanya pada pak Satpam
''Anda siapa?? Tuan Kevin sedang ada acara keluarga'' kata pak Satpam
''Jangan berbohong aku tau Kevin ada didalam'' ujar Diki lalu memaksa menerobos masuk namun dihadang oleh dua orang berbadan kekar yang diyakini pengawal dari rumah ini.
''Ada apa ini, kenapa dia??'' tanya pengawal pada pak satpam
''Dia mau menemui Tuan Kevin dan mencoba menerobos masuk''
''Maaf saat ini Tuan Kevin sedang ada acara keluarga datang saja lain waktu'' kata Bodygoard pada Diki
''Gak bisa inu penting jadi harus bertemu Kevin sekarang. Katakan padanga bahwa Diki kakanya Tiara ingin bertemu''
para pengawal saling pandang hingga salah satu mencoba menghubungi tuannya yaitu mamanya Kevin.
Tak lama kemudian datanglah seorang wanita yang sudah berumur namun masih nampak cantik apalagi dengan pakaian kebaya yang ia kenakan saat ini.
''Nyonya ijinkan saya bertemu Kevin'' pinta Diki
''Ada perlu apa??'' tannya dengan nada sombongnya
''Nyonya adik saya hamil dan itu adalah anak Kevin'' jelas Diki
Mama Kevin tertawa mengejek sebelum melanjutkan kata katanya
''Apa kau yakin itu adalah anaknya Kevin???''
''Apa maksud anda Nyonya??''
''Hehh bukankah wanita seperti dia sudah biyasa begati ganti pasangan. Kamu pikir saya tidak tau trik busuk kalian yang mengincar orang kaya sebagai mangsanya'' cecar mama Diana
''Jaga bicara anda Nyonya !!!!'' kata Diki yang tak terima dengan penghinaan mamanya Kevin
''****** seperti adik kamu itu tak pantas jadi bagian keluarga Bagaskara'' Tegasnya dengan sombong
''Dan asal kamu tau bahwa hari ini Kevin akan menikah dengan wanita dari keluarga terhormat dan tentunya setara dengan keluarga kami''
Deg
''Dan kedatangan kamu itu mengganggu urusan kami, sekarang pergi dan jangan pernah datang lagi karena sampai kapanpun sampah tetaplah sampah'' Ucap mamah Kevin lantas pergi meninggalkan Diki yang masih mematung ditempat.
......................
Minta dukungannya buat kaya baruku ini dengan like comen dan vote ya.
__ADS_1
biar author semangat updatenya ππ