Cintaku Milikmu

Cintaku Milikmu
Penyataan 2


__ADS_3

sebelumnya


"maaf, ini tanda kau milik ku" kata nya.


ku lirik sekilas leher ku sudah penuh dengan kemerahan.


"aku belum menjawab" kata ku.


"aku tidak butuh jawaban mu yang aku tahu sekarang dan selama nya kau milik ku" ungkap aidil dengan wajah serius.


terdiam membisu dengan penuturan aidil yang sangat memaksa. terjadi keheningan di dalam mobil sampai bapak sopir datang membawa makanan yang aidil pesan tadi.


"terima kasih pak" tutur aidil.


terlihat bapak tadi hanya tersenyum sambil mengangguk tanda dia mengiyakan perkataan aidil. "bapak makan nya di restoran saja ya" tambah aidil dan bapak tadi kembali mengangguk.


aku menjadi sangat penasaran "aidil apa bapak tadi memang penurut ya, tanpa menjawab apa yang kamu lakukan atau jangan-jangan kamu sering memaksanya ya.?" tanya ku


"dia bisu" jawab aidil sambil melihat ke arah ku.


"oh, aku kira kmu sering memaksanya" selidik ku.


"aku hanya memaksa apa yang aku ingin kan" jawab aidil


"termasuk jawaban ku" gumam ku sangat pelan.


"iya ku tahu aku egois, tapi aku mencintaimu dengan sangat" kata aidil.


aku terdiam dan keadaan kembali hening "sudah ayo makan" tambah aidil.


kami pun segera memakan apa yang sudah bapak sopir tadi pesan kan. "enak, kenyang nya" tutur ku. ku lirik aidil hanya tersenyum melihat ku.


"ke depan nya jauhi pandu dan jangan terlalu dekat berteman dengan laki-laki lain. kamu hanya boleh dekat dengan ku" kata aidil sambil masih menyantap makanan nya.


"ingin sekali ku 'sentil' kepala nya dan mengatakan tidak" ungkap ku dalam hati. baru mengangkat tangan ku dan bersiap menyentil kepala nya. ke dengar


"apa yang mau kamu lakukan april, kamu mau aku mengulangi apa yang kita lakukan tadi. atau ku buat bibir mu yang sudah normal itu menjadi bengkak kembali" tutup aidil sambil menyeringai

__ADS_1


aku hanya terdiam tidak ingin mengatakan tidak dan membantah nya lagi.


"dapat senyata untuk mengancam dan memiliki mu april. akhirnya setelah sekian lama." ungkap aidil dalam hati.


ku lihat aidil melirik ku tepatnya ke arah seragam ku "aku lupa memasang kancing nya" sesal ku dalam hati


"indah sekali, tanda itu jangan sampai hilang" kata aidil "aku sengaja memilih area yang mudah terlihat mata agar tandanya terlihat jelas" tambah ku dalam hati.


aku hanya mampu memalingkan wajah ku yang memerah akibat penuturan aidil yang tidak di cerna otak nya dahulu.


"sudah sore, ayo pulang." ajak ku


"iya tuan putri setelah bapak sopir kembali ya" jawab nya.


tak lama setelah itu sopir kembali dan memberikan permintaan maaf dengan membungkuk sedikit badan nya karena dia terlalu lama.


"kita antar april dulu pak" kata aidil.


bapak sopir pun mengangguk dan mobil yang aku tumpangi pun berjalan membelah jalan.


"sudah sampai" kata ku .


"belum saatnya" jawab ku sambil tersenyum


ku lirik ke arah bapak sopir yang masih fokus ke depan "bapak terima kasih tumpangan nya" kata ku


ku lihat bapak sopir hanya mengangguk aku anggap dia menjawab iya. ku lambaikan tangan ku dan bergegas meninggalkan mobil aidil.


"kaca nya hitam artinya tidak terlihat orang lain apa yang kami lakukan" ungkap ku dalam hati.


sesampai di rumah, "ayah, ibu, kakak aku pulang" jerit ku dengan suara cukup keras namun suasana rumah masih sepi tak ada yang menjawab. jangan tanya kenapa aku bisa masuk sendiri karena kami sudah memegang kunci masing-masing satu orang satu.


ku lihat ada kertas di atas meja "ayah dan ibu pergi ke tempat sepupu mu dan kakak mu dapat jadwal dinas sore, makanan sudah ada di atas meja"


untung tidak ada orang di rumah kalau tidak habis aku di marahi karena pulang telat dan keadaan bibir dan leher ku yang masih berantakan..


baru ku langkah kan kaki mau mandi dan membersihkan tubuh ku yang lengket karena keringat. dering hp ku berbunyi dan di sana sudah tertulis 'myboy' alis ku terangkat mempertanyakan nama kontak siapa ini. langsung ku angkat telfon nya.

__ADS_1


"sedang apa" tanya nya.


"kamu, siapa?" balik ku bertanya.


"kamu lupa siapa yang membuat tanda di leher mu" tanya nya balik.


"ah kamu, kenapa nama nya di hp ku berbeda ya" sindir ku.


"aku yang mengubah nya, masalah?" tanya aidil dengan nada penuh penekanan.


"iya terserah dengan mu tuan pemaksa" sindir ku. ku dengar aidil tertawa mendengar penuturan ku.


"sudah aku mau mandi, lengket keringat" jawab ku


"iya kalau sudah selesai kabari aku" katanya.


ku tutup telfon aidil dan langsung menuju toilet. "banyak sekali, bagaimana aku menutupi nya nanti" tutur ku sambil melihat keadaan leher ku.


aidil pow


"akhirnya april kau jadi milik ku" kata ku sambil melihat foto yang terpajang di dinding cukup besar. iya di sana foto april terpajang dengan rapi.


mata ku sangat berat hingga langsung terpejam. tak sadar aku tertidur dengan perut kenyang dan hati yang berbunga. "jam 2 dini hari" tutur ku. ku lihat hp ku ternyata ada sms dari April "aku sudah mandi, langsung mau buat pr jangan ganggu aku" sms dari april sama sekali tidak ada romantis nya tapi setidaknya dia mau sms aku.


ingin ku balas sms nya namun ku batalkan niat ku melihat jam sudah menunjukkan pukul 2 dini hari. "besok saja deh, sekalian menjemput pacar baru ku". gumam ku pada diri sendiri


akhir aidil pow


disisi lain seorang gadis yang masih mengerjakan tugas nya "sedikit lagi selesai, inilah akibat mengerjakan tugas di malam hari" sesal ku.


hari berganti dengan cepat, matahari pun sudah menampakkan dirinya menandakan semua mahkluk harus memulai aktivitas nya kembali. tok...tok...tok.... terdengar suara ketukan pintu..... "april bangun, kesiangan sekolah baru tahu rasa" teriak seseorang dibalik pintu. "iya, huh masih ngantuk" jawab ku sambil menggerutu.


ku langkah kan kaki ku dengan gontai menuju ruang makan "begadang" tanya ayah. "iya ayah tugas ku harus di kumpulkan hari ini padahal baru kemarin guru memberikan tugasnya" jawab ku. "sekarang bagaimana" tanya ayah singkat. "sudah selesai semua ayah" jawab ku.


"ya sudah sarapan dan cepat berangkat nanti terlambat" sambung ibu ku.


kami pun menyantap sarapan kami dengan diam, setelah selesai "ayah, ibu kakak aku berangkat ya" aku berpamitan dengan orang rumah.

__ADS_1


"hati-hati" jawab ibu dan kakak ku bersamaan


pagi yang cerah, "semoga hari ini, hari yang indah" ucap ku. sesampai di depan komplek. ku lihat ada dua orang yang saling berhadapan dengan mata menatap masing-masing sangat tajam....


__ADS_2