
pagi hari mulai menyapa kembali, aku pun terbangun cukup pagi hari ini. bukan karena rajin, lebih karena perut ku lapar, kemarin lupa jam makan malam karena tertidur.
"wah.... wah tumben si kebo ini sudah bangun" sindir kakak. "kakak bangun pagi salah kah.?" tanya ku. "iya enggak sih, tapi cukup aneh. si kebo yang biasanya di bangunin sekarang bangun sendiri" ucap kakak. "iya aku lupa makan malam kak, jadi sekarang aku kelaparan" jawab ku jujur. "tuh kan benar, nggak mungkin nih kebo rajin bangun pagi" kata kakak ku.
tanpa menghiraukan sindiran kakak ku, aku lebih mementingkan mengisi perut ku yang keroncongan. "sudah makan, kenyang kan," tanya kakak. "iya" jawab ku. "sekarang bantu kakak cuci piring ya adik ku yang manis" kata kakak ku. "siap bos" jawab ku pura-pura antusias
setelah membantu kakak mencuci piring, aku masuk kembali ke kamar. bersih-bersih kamar , ku lirik hp ku. ternyata ada sms dari aidil "sudah bangun" tanya aidil. "iya" balas ku.
selesai bersih-bersih kamar aku langsung menuju kamar mandi. "sudah rapi, buku sudah di beresin, tugas ada. semua selesai berangkat" ucap ku dengan riang.
aku turun ke bawah untuk pamitan berangkat ke sekolah "ayah, ibu aku berangkat ya" kata ku "iya" jawab ayah. "eh ini bekal dan ongkos angkutan umumnya" kata ibu sambil berlari kecil keluar dari dapur. "iya ibu terima kasih, aku pergi" kata ku sambil melambaikan tangan.
belum sampai kaki ku keluar komplek rumah guna mencari angkutan umum, ku lihat ada siswa yang berseragam sama dengan sekolah ku datang ke arah ku. "ayo berangkat bareng" kata nya. ah rupa nya adik kelas ku aidil. teringat ku pesan ayah dan mengingat ini di lingkungan rumah ku jika ada tetangga yang melihat habis aku di laporin ke ayah. "nggak deh terima kasih ya" ucap ku dengan hati-hari. "cepat naik" titah nya. karena takut aidil sudah mulai membentak ku aku pun bergegas naik ke motor nya.
kami berangkat ke sekolah tanpa berbincang melainkan hanya suara deru mesin motor nya lah. sesampainya di depan gerbang sekolah, ku lihat ada pandu yang baru turun dari mobilnya. "tumben dia diantar" tanya ku dalam hati. pandu melirik kami dengan mata elangnya. "huh tatapan yang menakutkan" ratap ku dalam hati. karena aku sibuk dengan dunia ku tanpa ku sadari sudah berada di tempat parkir. "sudah sampai" ucap aidil sambil mengibas-ibas kan tangan nya di depan wajah ku. "eh iya ya" ucap ku.
kami melangkah ke kelas dengan beriringan. "tunggu aku di sini, nanti pulang bareng ya" ucap aidil sambil meninggalkan ku, karena aku sudah berada di kelas ku.
__ADS_1
sesampai di depan kelas "pacaran" tanya aryani dengan wajah penasarannya. aku hanya menggelengkan kepala ku. aryani hanya diam tak melanjutkan pertanyaannya "memang sahabat yang pengertian" ucap ku dalam hati iya aku malas dan aku salah satu orang yang moody-an untuk bercerita masalah pribadi......
bel sekolah berbunyi. jam pelajaran pun dimulai. "sudah mengerjakan tugas belum" tanya rita "sudah" jawab ku dan aryani bersamaan.
aduh aku merasa perutku bermasalah. "aku ke toilet ya sebentar" kata ku "mau di bareng?" tanya aryani. "nggak usah" jawab ku.
aku pun izin sebentar, lumayan lewat di depan kelas nya pandu bisa melihat wajah nya yang sedang serius belajar "memang tampan dan manis" ucap ku tentunya dalam hati.
tersenyum sambil melamun melihat pandu yang begitu serius tanpa sadar, pandu melihat ke arah ku. aku menjadi salah tingkah dan mempercepat langkah ku. setelah dari toilet aku tak langsung ke kelas melainkan ke arah mushola mau mencuci wajah ku, terasa sangat mengantuk. saat mencuci wajah ku tak ku sangka siswa yang berdiri di samping ku pandu, yang menatap ku dengan mata elang nya.
aku yang gelisah di tatap seperti itu mempercepat urusan mencuci wajah ku dan berusaha melewati pandu yang bertengger di dinding dengan tangan meletakkan kedua tangan di dadanya. baru sempat aku melangkah kan kaki ku dan tepat berada di depan nya. ia pun menghadang ku dengan badan nya yang sudah tepat di depan ku. "ada hubungan apa" tanya nya. "apa" hanya itu yang mampu keluar dari mulut ku. "tak usah berpura-pura tak tahu" kata nya. "eh".? kataku. "aidil" kata pandu. aku mengernyit alis ku. "cepat jawab" bentak nya pada ku. "adik kelas" jawab ku "bodoh kenapa harus di jawab" gerutu ku dalam hati. "jangan berani kau berbohong" bentaknya lagi "untuk apa, itu urusan ku bukan urusan mu" bentak ku balik. "kau" katanya sambil mendekatkan wajahnya pada ku. "sudah, sebentar lagi mau jam istirahat aku lapar. lagian kita bukan siapa-si".. belum selesai aku berbicara bibir ku sudah di bungkam dengan bibir pandu yang dingin. "kenyal, dingin. tunggu ini tidak benar, dia sudah punya kekasih. untuk apa mencium ku. ini ciuman pertama ku" ucap ku penuh sesal dalam hati. ku dorong dadanya berharap pandu melepaskan ciumannya namun, sayang semakin ku menolah semakin pandu dalam pandu mencium ku..
"sudahlah mungkin bercanda" hibur ku dalam hati, ku langkah kan kaki menuju kelas dan ternyata sudah jam istirahat.
"dari mana," tanya aryani "apa masih sakit, mau ke UKS" tanya rita. "eh enggak lagi kok" jawab ku. "kok lama" tanya aryani. "iya sakit perut jadi bolak-balik ke toiletnya" jawab ku. maaf aku berbohong" sambung ku dalam hati.
"ayo ke UKS" ucap aidil yang entah kapan sudah berada di antara kami. "sudah mendingan" jawab ku. "iya tolong dijaga ya sahabat kami" ucap aryani.
__ADS_1
aryani dan rita bergegas meninggalkan kami. aidil pun langsung menarik tangan ku menuju UKS. Tanpa disadari pandu sudah berdiri di balik jendela kelas nya mengamati kami.
pandu pov
entah kenapa aku menjadi malas sekali keluar kelas, lebih memilih duduk di bangku ku yang berada di dekat jendela, sehingga bisa mengamati keadaan diluar. tak berapa lama aku memandang kel luar kelas ku. aku melihat sekelompok siswa, namun yang lebih membuat ku naik pitam april masih bersama aidil
"kau berani sekali april, mengabaikan ancaman ku. tunggu saja kau" geram ku
akhir pandu pov
.
apa yang akan dilakukan pandu.?
a. melabrak dan memukul aidil
b. membiarkan dan menghukum april.
__ADS_1
c. tidak perduli
Tbc😆