Cintaku Milikmu

Cintaku Milikmu
Terjebak


__ADS_3

"jauhi dia" hanya itu yang pandu katakan.


ku lihat wajah nya yang serius menatap ke depan, membuat ku tidak ingin mengeluarkan jawaban atau pun pertanyaan "apa hak mu melarang ku. sedangkan kamu sudah memiliki bunga sekolah" tanya ku dalam hati karena lidah ku menjadi keluh.


hanya terdiam dengan susana hening. sampai kami sudah tiba di tempat parkir rumah yang pandu bilang rumah sepupu nya. setelah kami keluar dari mobil tak lama setelah itu si bunga sekolah Bella keluar dari rumah nya yang berseberangan di depan rumah sepupu nya Pandu


"pandu" terdengar suara perempuan memanggil nama pandu


pandu pun menoleh mencari sumber suara


"bella" sambil melambaikan tangan nya pada bella.


sakit melihat pandu bisa tersenyum pada bunga sekolah. aku pun mempercepat langkah kaki ku, merasa tidak enak di antara mereka.


pandu pow


aku mendengar nama ku di panggil, ku cari sumber suara yang memanggil ku ternyata Bella memanggil ku. ku lambaikan tangan ku dan ku sungging kan senyum ku ke arah bella. aki sampai tak menyadari ada kehadiran april di samping ku hingga ku lihat dan mencari keberadaan april ternyata sudah hilang dari pandangan ku. "kemana dia" tanya ku dalam hati


akhir pandu pow


sangat kesal rasa nya aku, "dia yang memaksa ku untuk pergi ke sekolah bareng, tapi dia malah dikacangin aku" gurutu ku dalam hati. hingga tak terasa ku sudah tak jauh dari gerbang sekolah ku.


"april, tunggu aku" sayup-sayup terdengar seseorang memanggil nama ku. aku mencari sumber suara, "ternyata aidil" kata ku. aku menunggu nya

__ADS_1


"maaf hari ini kita nggak bisa berangkat bareng" ungkap nya penuh sesal. "ini kita bareng kan" kata ku. "iya juga ya" kata aidil.


sambil menjajarkan langkah kaki ku, tak disangka tangan ku di gengam aidil. ingin ku lepas, namun melihat ekspresi aidil yang tersenyum membuat ku menjadi tidak enak untuk melepas kan nya.


"kecil, sekali tangan mu" melihat tangan ku yang di gengam nya. aku mengerucutkan bibir ku "itu kan tangan mu yang besar" balas ku menghina tangan nya juga.


"iya, tangan ku yang besar" hiburnya sambil mengalah. aku dengan cepat melangkah menuju kelas masing-masing. jangan tanya kenapa aidil berani menggenggam tangan ku karena suasana sekolah yang sepi karena sudah berada di kelas masing-masing dan kebanyakan siswa di sekolah memang cuek.


"sudah sampai di kelas ku" kata ku. "iya sana masuk" ucap aidil. ku lihat dia berjalan melewati kelas ku, selang tak berapa lama aidil berlalu menuju kelas nya. pandu sudah berada di samping ku dengan wajah muram nya. aku memilih untuk masuk ke kelas namun dia menarik tangan ku menuju UKS ya karena UKS ruang yang sepi di sana dia bisa dengan puas memarahi ku seperti sekarang.


"april, aku mohon menjauh lah dari aidil" ungkap nya sambil membentak ku. "itu urusan ku" jawab ku. "menjauh lah, ini peringatan terakhir ku atau kau menyesali nya" bentak nya dengan keras. "kenapa, kita bukan pasangan. kau tidak mengenal ku. kau juga sudah punya bella tapi masih mau mencampuri urusan ku" bentak ku juga. 😶😌


air mata ku menetes karena perlakuan pandu, melihat ku yang menangis pandu menjadi diam mematung. segera aku hapus air mata ku dan meninggalkan pandu yang masih diam mematung.


aidil pow


karena aku merupakan ketua kelas di kelas aku harus mempersiapkan peralatan untuk guru mengajar setiap pagi. kebetulan hari ini spidol kelas sudah habis, sekarang aku harus ke kantor untuk mengambil spidol. saat berada di depan ruang UKS aku melihat dua orang yang bertengkar lebih tepat nya si laki-laki yang membentak perempuan di depan nya. mata ku membulat sempurna melihat perempuan yang di bentak itu April. ingin ku langkah kan kaki ku ke dalam UKs dan menarik tangan april ke luar. namun baru satu langkah kaki ku masuk UKS, april sudah keluar berlari dari UKS. ingin mengejar april tapi keinginan ku untuk menghajar si br*ngsek itu.


langsung ku langkah kan kaki ku ke dalam UKS dan menghajar wajah pandu, dia tak membalas sama sekali. sampai aku mengatakan "jangan menggangu april, dia milikku" ungkap ku. mendengar itu pandu berubah ekspresi menjadi semakin marah dan sekarang dia membalas menghajar ku. "aku dengar dari april kau yang tidak tahu malu dia ingin menjawab 'tidak' namun kau yang tidak mau mendengar kata 'tidak' dari april, sekarang april belum menjawab 'iya ataupun tidak'. balas pandu dengan ekspresi marah. mendengar penuturan pandu membuat ku menjadi terdiam.


setelah terjadi insiden hajar menghajar kami masih di ruang UKS karena keadaan kami yang berantakan dan penuh luka. kami berbaring di tempat tidur UKS. "apa kamu menyukai april" tanya ku pada pandu


akhir pow

__ADS_1


suasana menjadi hening setelah aidil mengatakan itu.


pandu pow


aku bingung juga dengan perasaan yang aku milikki, di satu sisi aku menyayangi Bella tapi di sisi lain aku menyukai april. "apakah aku egois" tanya ku dalam hati.


akhir pandu pow


"aku kembali ke kelas" ucap aidil. pandu hanya melihat aidil sekilas, dan aidil pun meninggalkan UKS.


jam istirahat di mulai aku merasakan lapar "aryani, buruan ke kantin. aku lapar" tutur ku pada aryani. "iya tunggu beresin buku dulu ya" kata aryani. lama sekali dia membereskan buku nya, aku menjadi semakin lapar. "semua beres, ayo buruan ke kantin nanti ramai" seru rita. aku dan aryani hanya mengatakan iya sambil langsung berjalan bertiga bersamaan.


aku berpapasan dengan pandu, ku lihat wajah nya ada bekas luka. "seingat ku pagi tadi nggak ada" tanya ku dalam hati. pandu memalingkan wajah nya dan langsung melangkah pergi menuju kantin.


aryani menyenggol bahu ku dan bertanya "ada apa dengan wajah pandu" tanya aryani. "aku juga nggak tahu" jawab ku. "ya sudah buruan ke kekantin" kata rita langsung menarik tangan ku dan aryani.


perut sudah terisi rasanya hidup kembali jika sudah seperti ini. jam istirahat pun usai. kami bergegas ke kelas kembali.


"siapa yang persentasi hari ini" tanya ku. "kalau nggak salah kelompok kamu kan rita" tanya aryani "iya, malas sekali aku sama sekali nggak ngerti sama materi nya" keluh rita. "kamu jadi moderator saja" usul ku. "benar juga" kata rita.


persentasi dari kelompok rita pun sudah usai berbarengan dengan jam pelajaran hari ini sudah usai.


kami membereskan buku-buku dan segera bersiap pulang. kulihat di depan kelas sudah berdiri di depan pintu kelas. wajah nya ada penuh luka juga. "ada apa sebenarnya dengan wajah aidil dan pandu" tanya ku dalam hati

__ADS_1


tbc


__ADS_2