
jam istirahat pun telah usai bersamaan kami sudah menyelesaikan makan. aku dan sahabat ku bergegas membayar makanan yang telah kami makan......... kami bergegas kembali ke kelas.
tak menyangka karena terlalu terburu-buru aku menabrak seseorang. ku lihat korban yang aku tabrak.... jreng,,,jreng ternyata orang itu Pandu. namun, ku lihat wajahnya yang tampak masam dengan alis yang Mengernyitkan sebelah...... pandu pun mendekatkan wajah nya ke arah ku "kalau jalan pakai Mata" ucapnya di depan wajah ku. aku pun terbelenggu diam mendengar ucapan nya dan wajah nya yang sangat dekat dengan wajah ku. beruntung sahabat ku sudah jauh di depan sehingga tidak ada yang melihat kejadian tadi, karena memang keadaan kantin sudah sepi. setelah tersadar dari lamunan ku, aku pun bergegas meninggalkan kantin dengan wajah malu.
"hey tu wajah merah banget, kamu sakit?" tanya aryani. "eh, nggak kok. ayo buruan, nanti di kelas sudah ada guru" jawab ku..
jam pelajaran hari ini pun usai, kami pun bersiap untuk pulang, karena hari ini giliran ku piket jadi aku belum bisa pulang, sebelum menyelesaikan tugas bersih-bersih kelas ku.
tapi yang lebih mengejutkan ku aku dan pandu mempunyai jadwal yang sama untuk piket bersih-bersih kelas yaitu hari ini, hari senin. aku berinisiatif untuk mengambil air untuk mengepel lantai, ya supaya bisa melihat pandu karena jalan menuju toilet harus melewati kelas pandu dahulu.
sesampai di toilet dan sangat tak menyangka Pandu pun ke toilet untuk mengambil air juga. eits tempat mengambil air untuk mengepel itu berada di samping toilet dan berdekatan dengan mushola bukan berarti pandu masuk ke toilet cewek.
tanpa menghiraukan ku pandu langsung mengambil air nya dan begitu pula dengan ku. yang lebih gila lagi, pandu melihat ke arah ku dan Mengernyitkan alisnya kembali. aku pun menjadi gelisah karena pandu melihat dengan ekspresi yang sulit aku artikan. "hey, ada apa?" tanya ku pandanya.
tanpa menjawab ku pandu mendekatkan wajah nya dengan wajah ku, aku menjadi semakin gelisah. "hey, wajah mu merah.?" tanya pandu.
tanpa menjawab aku pun langsung melangkah kan kaki ku menjauh dari pandu.
"ah, gila apa yang dilakukan pandu'' ucap ku dalam hati.
ku langkah kan kaki ku dengan kecepatan yang cukup, meninggalkan kelas ku karena tugas bersih-bersih kelas ku sudah usai.
harapan ku tidak bertemu dengan pandu, tanpa ku sadari dari tadi pandu sudah berada di belakang ku. "apakah dia mengikuti ku" tanya ku dalam hati.
__ADS_1
pandu semakin mendekat, namun tak ku sangka di hanya melewati ku tanpa sedikit pun menegur ku. "aduh, apa sih yang aku fikir" tanya ku dalam hati.
setibanya di angkutan umum, tak ku sangka aku bisa melihat pandu yang sedang mengendarai motornya namun aku sangat kaget dia membonceng cewek paling cantik dan kaya di sekolah.
"sakit hati ku. ternyata dia sudah punya pacar" ucapku dalam hati. dia melihat kearah ku yng kebetulan aku duduk di dalam angkutan sebelah kanan dan hal itu yang membuat kami bisa bertatapan sekilas.
namun, tak pernah aku melihat dia bisa tersenyum senang. "manis", kata itulah cocok untuk pandu ucap ku dalam hati. "sakin sayangnya dia dengan cewek yang pandu bonceng sampai-sampai pandu bisa tersenyum senang" ungkap ku dalam hati. sesampai di rumah aku langsung tidur.
waktu berganti dengan cepat, matahari pun sudah terbenam. aku melihat layar hp ku, ternyata ada sms masuk dari sahabat ku.
"ada yang mau minta nomor hp mu" kata aryani. aku pun binggung mau membalas apa, "sudah lah mungkin harus melupakan pandu" ucap ku. "siapa" balas ku pada aryani. tak lama setelah balasan ku aryani pun membalas sms ku. "kakak sepupu ku dan adik kelas kita" jawabnya. aku menjadi tidak enak, membaca sms aryani "ya sudah, kasih saja" balas ku.
tak lama setelah itu,, hp ku kembali berbunyi "hai, ini aku rian kakak sepupunya aryani" katanya. "ah, iya" jawab ku. "lagi apa.?, sudah sarapan.?" tanyanya. "berbaring di kamar, sudah" jawab ku
matahari pun kembali menampakkan wajahnya, menandakan hari sudah mulai pagi .
aku bersiap berangkat ke sekolah dengan tekad harus melupakan pandu. sesampai di sekolah, aku bertemu dengan sahabat ku aryani.
"kamu lihat kemarin" tanya aryani. "apa" jawab ku. "pandu membonceng cewek" jawab aryani .
aryani memang tahu kalau aku menyukai pandu. "iya" jawab ku. "sudah, lupakan pandu. dunia kita berbeda dengan nya" ucap aryani. "iya aku tahu kok" jawab ku dengan nada sedih. "iya semangat, gimana udah ada sms atau menelfon, kakak ku atau adik kelas" ucap aryani. " eh iya kemarin sempat aku balas sms nya namun setelah itu aku tertidur tanpa mendengar dering hp ku bunyi beberapa kali" jawab ku sambil tersenyum. "eh dasar kebo" ucap aryani.
sambil berbincang dan berjalan menuju ke kelas, tanpa ku sadari ternyata ada pandu di belakang kami.
__ADS_1
jam pelajaran pun di telah usai dan saat nya istirahat. "sudah istirahat, ayo ke kantin'' kata aryani. " aduh, aku nggak lapar nih" jawab ku. "ya sudah, kami ke kanti dulu ya. ada yang mau di titip" tanya aryani. " nggak deh, oh iya aku nanti duduk di depan kelas di bawah pohon ya" ucap ku.
disinilah sekarang aku duduk, di bawah pohon di depan kelas. suasananya sepi dan sejuk, karena kebanyakan siswa memilih ke kantin untuk mengisi perut mereka. hanya ada beberapa yang memilih di kelas.
"jangan melamun" ucap orang yang sudah duduk di samping ku. aku Mengernyitkan alis ku karena aku nggak tahu siapa tepatnya aku lupa. "aku aidil, adik kelas waktu SMP dan sekarang adik kelas kami SMA". ucapnya
"eh iya ingat kok" ucap ku. iya aku ingat kamu kan yang selalu melihat ku dan itu membuat aku risih, karena waktu SMP aku harus menunggu kakak ku dahulu baru bisa pulang. karena kakak ku membawa motor dan sekaLian biasa numpang heheheh.
"kamu tahu dahulu aku sangat menyukai mu, aku selalu memperhatikan mu, setiap gerak-gerik, hobi mu dan kebiasaan baik buruk mu" ucapnya. aku bingung mau merespon seperti apa. "namun kamu sama sekali tak pernah melihat ke arah ku, kamu selalu sibuk dengan pandu" ucap nya lagi. aku semakin gelisah dengan apa yang diucapkan nya karena di satu sisi aku merasa bersalah namun di sisi lain hati ku menjerit mengucapkan "aku tidak tahu dan takut nanti aku yang terlalu pd mengartikan sikapmu" ucap ku dalam hati. entah bagaimana aku harus mersponnya.....
apa yang harus direspon april
pura-pura tidak tahu
menerima penyataan cinta
menjauh/membencinya.
Tbc
__ADS_1