Cintaku Milikmu

Cintaku Milikmu
Pilihan Ku..


__ADS_3

"lagi apa" singkat pesan tersebut berbunyi namun nama pengirimnya membuat ku terkejut, pandu mengirimi aku sms seperti itu. "sungguh tak bisa dipercaya, mungkin orang iseng saja yang mengaku-ngaku" kata ku berusaha berfikir positif .


tanpa menghiraukan sms itu aku melanjutkan acara makan ku sampai habis. setelah selesai makan aku langsung mencuci piring ku, tidak enak meninggalkan piring yang sudah ku pakai makan namun tidak ku cuci apalagi aku makan yang terakhir sekali.


"ibu" panggil ku manja "iya kenapa nak" tanya ibu ku. "menonton apa" tanya ku kembali. "sinetron seru" jawab ibu.


aku hanya membalas dengan senyuman, dan ikut menonton juga. "membosankan filmnya bu" gerutu ku. "kamu masih kecil nggak bakal ngerti" sindir kakak ku. "bu aku ngantuk, mau tidur dulu" kataku. "iya sudah malam, sana tidur" kata ibu ku.


aku langsung menuju kamar ku, untuk berbaring di tempat tidur ku. "ah ngantuk" kataku. baru mau ku pejamkan mata ku, benda sialan itu berdering. ku lihat dan aku mengangkat sebelah alis ku, "nomor siapa" tanya ku. karena aku tidak mengetahui nomornya jadi tidak aku pedulikan. siapa sangka hp ku tetap berdering terus "aduh ini sudah yang ke berapa, sudah lah angkat saja. mungkin penting" kataku.


"kenapa tidak membalas sms dan mengangkat telfon ku" bentak orang di seberang telfon .


"maaf siapa,? mungkin kamu salah sambung" kata ku.


"april, jangan membuat aku semakin marah" bentaknya kembali.


ku tutup hp ku dan berbicara "siapa sih bentak-bentak orang nggak kenal juga" berharap unek-unek ku tak terdengar oleh orang di sebelah telfon ku.


"suara mu nyata terdengar april" kata nya, namun sudah tidak membentak lagi.


"kamu siapa" tanya ku


"orang yang mengirimi mu sms" jawab nya


"siapa aidil.?" tanya ku


"bodoh" bentaknya kembali.


"eh" jawab ku


"aku pandu" suara helaan nafas nya


aku terdiam membatu mendengar ucapan orang di seberang telfon.


"kenapa diam, apa yang sedang kamu lakukan" jawab nya


"aku,,,,,, aku" kataku dengan gugup


"jangan bilang kau sedang memikirkan sipengacau itu!!!" kata pandu

__ADS_1


"sipengacau" tanya ku


"aidil" jawab nya singkat


"tidak" jawab ku


"lalu" balasnya


"aku baru selesai makan dan sekarang sudah mengerjakan tugas rencana nya mau tidur" penjelasan ku. "kenapa aku secara rinci memberitahu nya" gerutu ku dalam hati.


"oh ok, lain kali kalo aku sms harus di balas dan kalo aku nelfon harus diangkat dengan segera" kata nya dengan suara tegas.


"siapa kamu mau mengatur ku" kata ku dengan menantang.


"jangan kamu melewati batas april" kata nya


"batas, kamu yang melewati batas, jelas-jelas kita nggak saling kenal tapi kamu sudah mau mengatur dan mengontrol hidup ku" kata ku. "padahal kamu sudah memiliki sibunga sekolah kenapa masih mau mengatur dan memberi ku harapan palsu" sambung ku dalam hati.


"lakukan yang aku katakan atau kau akan menerima hukuman nya" katanya dengan nada mengancam.


"apa maumu" tanya ku kembali. "jauhi aidil" jawabnya "salahnya dimana" tanya ku kembali.


lama aku mencerna perkataan nya. sampai ku baru tersadar "lucu" jawab ku.


"aku tidak main-main, dengar ini 'kau milikku'. jauhi aidil ah tidak semua laki-laki yang mendekati mu. jika kau melanggar itu. aku akan melakukan hal kemarin di samping toilet itu di depan semua siswa sekolah kita" katanya dengan penuh nada ancaman.


hal yang terjadi di toilet kemarin apa ya. "ah iya kemarin dia mencium ku dengan sangat kasar" ingat ku dalam hati.


"bagaimana sudah teringat, ciuman kemarin menjadi pertanda bahwa kau milikku" dia kembali mempertegas nya


tanpa menunggu jawaban dan respon dari ku, pandu langsung mematikan telfon nya. "selalu seenaknya saja" gerutu ku. ku letak kan hp ku di samping tempat tidur ku mencoba memejamkan mata dan melupakan ucapan br*ngsek nya.


hari berganti dengan sangat cepat. sekarang sudah pagi kembali dan sialnya aku kesiangan. "omg kesiangan, ibu kenapa tidak membangun kan ku" tanya ku sambil membenarkan seragam ku. "salah kau sendiri tidur seperti mayat saja" sindir kakak.


"kakak mu sudah berulang kali membangunkan mu" kata ibu ku.


"iya sudah ibu, ayah aku berangkat ya"jerit ku sambil tangan ku memasang tali sepatu dan mulut ku memakan roti yang dimasukkan oleh ibu ku.


aku langsung bergegas berlari "hari sudah cukup siang, apa masih ada angkutan umum ya".? tanya ku pada diri sendiri. 😣

__ADS_1


sesampai di depan komplek sudah bertengger mobil sedan hitam yang terparkir di tepi jalan. tanpa menghiraukan nya aku berjalan melewati mobil tersebut guna mencari angkutan umum.


"april" panggil seseorang yang berada di dalam mobil. terlihat dari kaca yang perlahan di turunkan pandu ya yang berada di dalam mobil itu pandu.


aku hanya bisa menautkan alis ku sebagai ekpresi yang mewakili pertanyaan ku.


"ayo masuk, berangkat bareng" katanya.


"nggak deh, terima kasih ya" jawab ku.


"masuk atau ku cium di tengah keramaian ini" ancaman pandu.


"iya" jawab ku sambil ku langkah kan kaki menuju pintu mobilnya sambil menendang batu kecil.


setelah masuk di dalam mobil, pandu pun mencondongkan wajahnya ke arah wajah ku. tentu hal ini membuat ku takut dan menutup wajah, "ekspresi apa itu, mau dicium" goda nya. tenyata pandu hanya memasang sabuk pengaman safety belt ku..


di dalam mobil kami hanya terdiam dan suasana sangat canggung. jangan heran pandu memang anak orang kaya seperti yang di jelaskan di episode sebelumnya. jadi kalau dia sekolah mengendarai mobil wajar saja, namun mobilnya tidak pandu parkir kan di sekolah, melainkan di rumah saudaranya di perumahan yang ada di depan sekolah ku. ya aku tahu semua informasi tentangnya karena sudah lama aku menyukainya.


"pacaran" tanya pandu. aku hanya mencerna ucapan nya dengan ekspresi penuh tanya. "siapa" tanya ku balik.


"sipengacau dan kamu" jawab pandu. seingat ku sipengacau yang diucapkan pandu kemarin itu sebutan untuk 'aidil'


"tidak" kata ku singkat.


"bohong, kata kan dengan jujur" ucap pandu


"iya, beberapa hari yang lalu, aidil mengatakan perasaan nya pada ku" kata ku


"lalu" tanya pandu kembali


"apanya" tanya ku balik


"bodoh, apa jawaban mu" tanya pandu dengan nada tinggi.


"entah, untuk sekarang aku belum menyukai nya tapi aidil bilang dia akan menunggu jawaban ku, sampai aku berkata 'iya'." tutur ku.


tanpa ku sadari kecepatan mobil pandu semakin bertambah. suasana kembali hening setelah pembicaraan itu, sampai pandu kembali membuka topik yang memerintah ku.


"jauhi dia" hanya itu yang pandu katakan.

__ADS_1


tbc


__ADS_2