
Dari kejauhan terlihat dua orang bertatapan dingin, ternyata aidil dan pandu.
"sudahlah mungkin kebetulan" akupun dengan cuek dan tak peduli memanggil angkutan umum dan langsung naik.
Aidil pov
"jauhi april, dia milikku." ucapku dengan rasa bangga. Namun tak ku sangka pandu tidak terima dan langsung memukul ku. "wah hanya sebegitu kekuatanmu" ejek ku.
"kamu bodoh april sudah menolak mu dan kamu masih menganggapnya pacar" jawab pandu
"kamu yang bodoh kemarin sepulang sekolah, aku memberikan tanda kepemilikan pada april, ah iya manis dan kenyal rasa bibir april, kamu belum mencobanya kan" ejek ku.
"beraninya kau!!!! Bentak pandu
Namun aku melihat dari kejauhan ternyata april sudah menaiki angkutan umum.
"sudahlah dia milikku. gara-gara kamu kami tidak bisa ke sekolah bareng." ucapku sambil menutup mobil dan berlalu meniggalkan pandu.
Akhir pov aidil
Pandu pov
"kau milikku akan ku buat kau menjadi milikku" geram pandu dalam hati
Kembali ke angkutan umum "*april pov
Perasaan dua orang tadi memakai seragam sekolah ku deh. Tapi sudahlah mungkin kakak kelas
Tak berapa lama ada mobil sedan hitam menghadang angkutan umum. "ish dasar orang kaya" gerutuku dalam hati. Namun ternyata aidil yang keluar dari mobil
"maafkan saya pak sopir, saya hanya mau mengajak pacar saya berangkat sekolah bareng" ucap aidil. "lain kali neng tidak usah naik angkutan hampir semua penumpang didalam angkutan kecelakaan" nasihat sopir
"maafkan kami pak" ucapku sesal
akupun turun dari angkutan sebelum aku membayar ternyata aidil sudah membayarnya dan menarik tangan ku.
"aidil sakit lepaskan tanganku" ucapku sambil berusaha memberontak melepaskan tangan ku.
__ADS_1
"masuk" hanya satu kata yang aidil ucapkan.
Mobilnya melaju cukup kencang membuat aku ketakutan. Hanya keheningan yang terjadi sampai suara terdengar "april aku sangat mencintaimu, terserah kamu suka atau tidak yang jelas kamu milikku"ucap aidil yang tidak terasa ternyata mobilnya berhenti di tepi jalan. aku masih termenung dengan ucapan aidil, sehingga tanpa sadar ternyata aidil kembali menggigit dan menghisap leher ku kembali. Sehingga membuat ku tersadar "sakit, perih berhenti terlalu banyak bekas gigitan bagaimana aku bisa menutupinya" ucapku sambil menarik-narik kepala aidil. Namun saya kekuatan laki-laki sangat besar. sehingga kedua tanganku di angkat dan dipegang ke atas hanya dengan satu tangannya. terlebih lagi tangan aidil yang satu lagi sudah berpindah kebawah rok ku yang berhasil membuatku merasa aneh. "tidak ini tidak benar, kami masih terlalu kecil" ucapku dalam hati.
Akupun terus memberontak "akan ku jadikan kau sekarang milikku."ucap aidil. seragamku sudah berhasil dilepaskan aidil. "berhenti aidil ini salah, kita terlalu kecil, seingat ku kamu bukan orang yang seperti ini aidil"ucapku sambil menangis. "aku terlalu mencintaimu, maafkan aku april hanya ini yang bisa kulakukan untuk membuatmu menjadi milikku" ucap aidil masih dengan kegiatannya tadi. "baiklah aidil aku bersedia menjadi milik mu tapi aku mohon kita jangan melakukannya sekarang, tunggu saatnya kita sudah dewasa dan menikah" ucapku
Mendengar perkataanku "aidilpun menghentikan kegiatannya "baiklah kamu milikku jauhi pandu, atau kubuat kau merasakan akibatnya seperti tadi. Aku hanya mengangguk
.
Akupun langsung membenahi bajuku kembali, dan kamipun melanjutkan perjalanan ke sekolah lagi.
Setibanya disekolah aku merasa malu dan tidak ingin pergi ke sekolah. Namun jika tidak ke sekolah orangtua ku akan marah besar. "ah aku akan memakai jaket untuk menutupi tanda kemerahan ini "ucapku dalam hari
"sebegitu nya tidak ingin orang lain tahu kau milikku" ucap aidil. "bukan begitu aku hanya malu kita masih SMA namun sudah berbuat yang tidak-tidak" ucapku menenangkan aidil. "iya baiklah" jawab aidil.
Kamipun tiba dikelas masing-masing. "sana masuk" ucap aidil. "iya" jawabku singkat. dari kejauhan kelas sebelah ada sepasang mata elang menatapku tajam tanpa ku sadari.
Pandu pov
"berengsek" ucapku kesal
"akhir pandu pov
bel sekolah berbunyi pelajaran pun dimulai "hei april apa kamu kedinginan.?" tanya aryani dengan penasaran memasang wajah khawatirnya 'iyanih' jawabku singkat "eh bukannya kamu berkeringat ya" ucap rita yang mendengarkan percakapan kami.
" eh iya mungkin karena demam panas kemarin " ucapku berbohong lagi. Namun jika ku jawab jujur nanti apa yang akan difikirkan teman temanku.
Kami pun kembali memperhatikan pelajaran. Sehingga tak terasa bel sekolah pun berbunyi menandakan jam istirahat. Entah karena karma aku berbohong sehingga badanku terasa panas dan pusing. "pucat sekali kau april" ucap rita sambil melihat wajahku. "ayo ke UKS" ajak aryani. "baiklah,' jawabku pasrah. Setibanya di UKS langsung di beri obat dan aryani kekantin mau membelikan makanan supaya ada tenaga dan menghentikan demamku "mungkin lapar, aku belu makanan dlu ya kata aryani. "april maaf aku dipanggil guru, ada sesuatu yang harus dikerjakan" "iya baiklah, aku sudah enakan kok, nih buktinya sudah tidak pucat lagi kan" ucapku sambil tersenyum.
baiklah coba istirahat tidur ya "kata aryani sambil berlalu pergi.
Sekarang hanya aku didalam Uks Ini. Akupun memposisikan badanku untuk tidur. Namun belum terlalu lelap aku sayup sayup mendengar suara pintu terkunci. Namun mungkin aku salah dengar.
"kau tertidur" suara bariton yang cukup keras dengan nada sedikit membentak. Membuatku menjadi terbangun. Alangkah terkejutnya aku saat membuka mata wajah pandu sudah ada di depanku dan sudah menindih ku. "apa yang kau lakukan" ucapku takut. "diam, atau kau akan malu." bentak pandu sambil membuka seragamku dan melihat leher ku. "wah, wah wah berapa, berapa kamu dapat uang dari orang yang memberikan bekas gigitan ini" tanyanya dengan wajah mengejek. "maksudmu" tanyaku. "tidak usah sok suci, kamu gadis miskin pasti menjual tubuhmu" ejek pandu. "teganya kau berfikiran seperti itu padaku" jawabku sambil menangis. Melihatku yang menangis pandu menjadi lebih gila lagi, "berhenti menangis kenapa saat bersamaku kau menangis, saat bersama aidil kau tersenyum. Bukankah kau menyukaiku april" kata aidil. Aku hanya terdiam, namun kediamanku membuat pandu lebih nekat lagi. sekarang seluruh seragam atas ku sudah terbuka. Membuat akses pandu untuk menciumku mulai dari bibir, pipi leher hingga ke dadaku. "berhenti pandu" bentak ku.
Namun tetap pandu melanjutkan aksinya tanpa menghiraukan ku. "apa aku barang yang tak bernilai, kenapa baik kamu maupun pandu menjadikan ku wanita murahan, ucapku pada pandu yang tetap melanjutkan aksinya bahkan semakin mengganas. "gila manis sekali, dan indahnya badanmu april." ucap pandu dalam hati
__ADS_1
Ayolah pandu kumohon berhenti kita masih terlalu kecil untuk melakukannya. "pintaku pada pandu. Sambil memohon dan menangis. "baiklah aku akan melakukannya lebih lembut" jawab pandu.
pandupun menciumku dengan lembut bibirnya sudah menempel dengan bibirku tanpa kasar lagi, terus menciumku sampai pada saat lidahnya menjilati bibirku yang menjadi penanda dia ingin akses lebih lagi. Sehingga tanpa sadar aku membuka mulut untuk memberikan aksesnya. Tangan pandu tak tinggal diam mulai membuka celana ku menelusuri bagian sensitifku. kutarik tangannya namun hal itu membuatnya tambah marah sekarang kedua tanganku diikat dengan dasi seragamnya. "maaf april, aku akan membuat penyatuan kita sekarang" tutur pandu. Setelah mengikat tanganku sekarang mulutku ditutup menggunakan dasiku, sehingga aku tak bisa bersuara hanya air mata yang keluar .
Permainan yang diberikan pandu terkesan kasar dan membuatkutak nyaman. badan ku sudah kotor hina saat usia remaja. Ciuman pandu terus turun keleher, memberikan tanda kepemilikan, cium, gigit hisap entah sudah yang keberapa kalinya. Hal tersebut terulang dan terjadi lagi baik pay*,daraku maupun area sensitifku. Sangat geli lidah pandu sudah masuk ke area sensitifku. Membuatku menggelinjang geli. Tak ku sangka pandu yang terlihat polos sangat pandai dalam hal seperti ini. Aku merasakan ingin buang air kecil yang sudah tak tertahan lagi. tanpa sadar aku membuang air kencing saat wajah pandu masih mencium dan menghisap area sensitifku. "maafkan aku pandu, aku sudah tidak tahan ingin sekali buang air kecil" ucap ku dalam hati. Namun pandu justru tersenyum "baiklah ternyata sudah siap ya" kata pandu sambil tersenyum penuh arti tak lama setelah mengucapkan hal tersebut pandu memasukkan jarinya ke area sensitifku, satu, dua hingga akhirnya tiga jari dengan tetap mencium dan menghisap pay*daraku tanpa henti dan mengigitnya seperti bayi. Kemudian pandu melepaskan celana nya dan tampak sesuatu berdiri dengan tegak dan besar. Aku hanya bisa terdiam sambil menangis. "sakit sekali apa yang dilakukan pandu padaku" jeritku dalam hati "maafkan aku april inilah caraku mencintaimu, tak ku sangka ini pengalaman pertamamu april terima kasih" ucap pandu dalam hati. setelah berhasil memasukan 'adik kecil'nya pandu diam sejenak. Namun tak lama kemudian dia mengerakkan 'adikya yang awalnya pelan lama kelamaan menjadi semakin keras dan cepat. "sakit sekali, maafkan aku. Aku kotor tidak cocok untuk siapapun" sesalku dalam hati. Entah sudah berapa lama pandu melakukan itu sampai tidak ada lagi tenaga untuk aku melawan ataupun menangis lagi. Sampai pada waktunya pandu hampir berteriak.
"april sempit sekali kau" bersamaan dengan teriakan pandu diapun langsung melepaskan 'adiknya dariku. Sambil berkata "kau milik ku akan ku lakukan kembali hal ini jika kau berani membantahku. Terima kasih april aku menjadi yang pertama bagimu. maaf dan tenang saja kau tidak akan hamil. Aku membuangnya diluar ucap pandu sambil memasang bajunya kembali dan melepaskan ikatan tangan serta mulutku.
Pandu memeluk ku "jadikan ini pelajaran dan jangan pernah membantahku lagi" kata pandu dengan penuh penekanan. Aku hanya diam mematung sampai pandu kembali berucap "cepat pakai kembali bajumu, atau akan ku lakukan lagi, ucap pandu membuatku tersadar.
Setelah memakai baju seragam kami masing-masing pandu membuka Uks yang sudah dikuncinya dari tadi.
"april ingat perkataanku" katanya dan langsung pergi meninggalkanku. "aku kotor" sesalku dalam hati sambil melihat badanku.
Selang beberapa saat pandu pergi. Aidilpun datang dan menghampiriku yang masih termenung
"hey april, apa yang kamu fikirkan,.?tanya aidil
Eh, iya sudah berapa lama kamu duduk disana" tanyaku balik.
"hey yang bertanya aku jawab dlu,. Ucap aidil
Aku hanya terdiam sampai sesaat kemudian aidil melirik rok seragamku dan sprei tempat ku tidur ada bercak darah .
April kau berdarah ucap aidil penuh khawatir
Apa yang akan april jawab
Darah sakit
Darah datang bulan
Darah perawannya
__ADS_1