Ciuman Pertamaku

Ciuman Pertamaku
Episode - 10.


__ADS_3

Episode Sebelumnya..


"Benarkah?" tanya Dimas saat mendengar penuturan sahabatnya.


"Maaf den Dimas. Habisnya tadi suara pintunya keras sekali. Jadi saya pikir den Dimas sama den Rudy berantem." balas bibi Darma jujur.


Dimas tersenyum menanggapi perkataan wanita paruh baya itu. "Enggak kok bibi. Jangan khawatir ya."


"Iya den."


"Yaudah, kalau begitu. Aku sama Rudy keluar dulu ya bibi dan mungkin nanti aku juga pulangnya malem. Jadi bibi Darma gak usah masakin aku, karena nanti kita juga akan makan malam di luar." ucap Dimas dan mendapat anggukan kepala dari sahabatnya.


"Baik, den." balas bibi Darma dengan membungkukkan badannya. Lalu, wanita itu pun pergi.


Setelah itu keduanya pun pergi menuju ke arah mobil milik Rudy. Dan keduanya pun sudah masuk ke dalam mobil berwarna hitam milik Ruby.


"Kita sebenarnya mau kemana sih Rud? Ini juga masih siang loh!" ucap Dimas bertanya kepada Rudy yang sudah menjalankan mobilnya dan meninggalkan pekarangan rumah Dimas.


"Kan aku sudah bilang tadi, nggak tau." sahut Rudy tanpa mengalihkan pandangannya ke arah depan.


"Terus, kalau kita gak ada tujuannya. Kenapa kita harus keluar sih!"


"Cerewet deh kamu Dim! Bisa diem nggak sih! Kita jalan-jalan aja telusuri jalanan dulu, siapa tau ketemu arahnya mau kemana." ucap Rudy dengan fokus pada mengemudinya.


"Jadi kita gak jadi nih ke kafe nya?" tanya Dimas lagi.

__ADS_1


"Astaga!! Dimas. Yaudah! Oke! Kita ke kafe sekarang! Jadi kok!" ucap Rudy yang mulai geram terhadap sahabatnya yang terus mengoceh.


...****...


Akhirnya keduanya pun sampai di kafe Alexa. Kafe yang sering kedua laki-laki itu kunjung akhir-akhir ini. Keduanya pun masuk ke dalam kafe tersebut dan langsung di sambut oleh sang pemilik Kafe-nya.


"Hai, cantik!" sapa Rudy kepada seorang gadis yang terlihat sangat cantik dengan balutan pakaian yang serba panjang itu membuat kesan girly pada gadis di hadapan kedua laki-laki itu.


"Oh! Rudy, Dimas. Hai!" balas gadis itu dengan ramah menyambut kedatangan mereka berdua dan langsung mempersilahkan kedua laki-laki itu ke kursi yang sudah ia siapkan untuk mereka.


"Ayo silahkan duduk bro!" ucap gadis itu dengan embel-embel bro kepada mereka berdua. Dan membuat Rudy yang mendengarnya mengerutkan keningnya.


"Bro!! Bro!! Emang kamu pikir, kamu cowok kaya kita?" ucap Rudy dengan kekehan kecil.


Dimas yang melihat keduanya, hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sembari membuka buku menu minuman dan dessert yang ada di atas mejanya. Laki-laki itu pun mulai membuka, menu tersebut untuk mencari minuman dan cake yang ingin di makannya.


"Dimas..," panggil gadis pemilik kafe itu saat melihat laki-laki yang sudah di kenalnya sejak SMP itu nampak tak bersuara sejak masuk ke dalam Kafe-nya.


Dimas yang mendengar panggilan dari gadis itu hanya mengangkat kedua alisnya. "Kenapa Alexa?"


"Sumpil deh! Aku tuh kesal banget sama kamu yak!" ucap gadis yang di panggil dengan nama Alexa itu kesal nada kesal.


Pemilik kafe itu bernama Alexa dan gadis itu juga menamakan kafe miliknya juga dengan nama aslinya. Karena menurutnya jika namanya terpampang jelas di depan Kafe-nya, orang-orang akan mengingatnya dengan nama itu. Apalagi saat kafe tersebut belum dibuka. Gadis itu sudah berdiskusi dengan kedua temannya yang saat ini berada di hadapannya. Siapa lagi kalau bukan Rudy dan Dimas.


Dimas yang mendengar itu hanya mengernyitkan dahinya bingung. Kemudian, laki-laki itu menutup buku menu yang ada di genggamannya dan menatap ke arah gadis itu.

__ADS_1


"Maksud kamu apa Alexa? Kenapa kamu malah kesal sama Dimas?" tanya Rudy yang tiba-tiba ikut menyahut akibat mendengar perkataan gadis itu.


Dimas pun mengangguk kecil dan kembali menatap ke arah Alexa. "Iya, memangnya aku ada salah ya sama kamu?"


Alexa yang melihat ke arah kedua temannya itu hanya menghembuskan nafas panjang. Lalu, memajukan wajahnya agar terlihat oleh kedua laki-laki di hadapannya itu. "Aku kesal karena setiap kali kamu datang ke sini. Kamu selalu menampakkan wajah diam mu itu dan itu membuat kesal!"


"Owalah! Cuma diam doang Al," ucap Rudy sembari melirik ke arah sahabatnya itu, kemudian laki-laki itu berucap kembali. "Dimas mah memang begitu. Selalu diam kalau di tempat ramai coba kalau di rumah atau di tempat yang tidak terjangkau orang. Ia mah bobrok parah."


"Auh! Aku geplak juga pala lu!!" ucap Dimas kemudian setelah laki-laki itu mendengar perkataan sahabatnya yang selalu mengejeknya.


"Hehehe. Ampun!" ujar Rudy dengan menangkup kedua tangannya ke depan supaya sahabatnya tidak benar-benar memukul kepalanya.


Sedangkan, Alexa yang melihat kelakuan kedua temannya itu justru tersenyum. Dan pandangannya terfokus kepada Dimas yang sudah menarik lengan Rudy dan mengapit tangannya di leher sahabatnya.


Entah apa yang ada dipikiran gadis itu saat tatapannya tertuju pada laki-laki yang kini sedang tertawa lepas dengan Rudy yang sudah memukul-mukul lengannya minta di lepaskan.


.


.


.


...Terimakasih buat kalian semua atas sempatnya sudah mampir ke novel aku yang amburadul ini. Maaf, Jika novel ini masih gak jelas ya! Mohon Dimaafkan, karena saya juga masih pemula untuk belajar membuat novel. Meskipun novelku sangatlah membosankan! Sekali lagi mohon dimaafkan ya....


...Untuk itu jangan lupa untuk tinggalkan like ya, bagi yang berbaik hati. Sekali lagi terimakasih banyak sudah mampir. 🙏...

__ADS_1


__ADS_2