
Episode Sebelumnya.
Rudy yang sambil mengusap tengkuknya yang tidak gatal harus mencari alasan yang tepat untuk pertanyaan mamanya itu. Kemudian, laki-laki itu menampilkan senyumannya sembari berkata. "Iya nih ma. Tadi si Dimas tiba-tiba ada urusan penting sama orang. Jadi... mau tidak mau Rudy harus pulang karena kan Rudy gak mungkin mengganggu urusannya dia juga kan."
Sang mama juga terlihat manggut-manggut saja saat anaknya memberikan penjelasan. Meskipun penjelasan tersebut bukanlah benar melainkan laki-laki itu telah membohonginya. "Oh, jadi begitu rupanya. Yaudah! Kalau begitu kamu istirahat saja di kamar gak usah kemana-mana lagi."
"Iya, ma. Rudy gak akan kemana-mana kok. Rudy akan stay di rumah." ucap Rudy dengan tersenyum. "Yaudah ya ma. Rudy mau ke kamar dulu."
Sang mama pun mengangguk. "Iya, sayang."
Rudy pun langsung melangkahkan kakinya menuju ke arah kamarnya saat mendapatkan anggukan kepala dari sang mama. Kemudian, laki-laki itu mengunci pintu kamarnya dan langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjangnya.
"Hagh! Enaknya," ucap laki-laki itu dengan memejamkan matanya merasakan betapa nyamannya saat menjatuhkan tubuhnya di kasur yang begitu empuknya.
Kemudian, Rudy mengambil ponselnya yang ada di dalam saku celananya. Dan melihat ada sebuah notifikasi pesan masuk dari Dimas. Laki-laki itu tidak membukanya hanya saja melihatnya dari notifikasi tersebut. Dan laki-laki itu melemparkan ponselnya ke sembarang tempat, lalu ia pun menutup kedua matanya hingga laki-laki itu pun terlelap dalam tidurnya.
... ****...
Tok!! Tok!! Tok!!
__ADS_1
Devina membuka pintu kamar sahabatnya saat mendengar suara ketukan pintu dari arah luar. Gadis itu tersenyum saat melihat bibi Darma dengan nampan yang berisi jus jeruk yang dibuatnya sendiri tadi.
"Ayo, masuk aja bibi. Tapi jangan berisik ya soalnya Tamara sudah tidur." bisik gadis itu dengan melebarkan pintu itu agar bibi Darma dapat masuk dengan leluasa.
Bibi Darma pun mengangguk dan masuk ke dalam kamar majikannya. Lalu, meletakkan nampan yang berisi jus jeruk tersebut di atas meja samping tempat tidur sang majikan. Wanita paruh baya itu melihat ke arah sang majikan yang sedang tertidur pulas, tapi wanita itu dapat melihat dari raut wajah majikannya terlihat sembab.
Bibi Darma pun langsung membalikkan badannya menatap ke arah Devina yang ada di belakangnya. "Non Devina...,"
Gadis itu menoleh ke arah wanita paruh baya. "Iya bibi Darma, kenapa?"
"Itu non. Maaf jika saya lancang bertanya. Tapi, itu non Tamara kenapa ya non Dev kok wajahnya terlihat sembab?"
"Non Tamara habis nangis ya non Dev?" tanya kembali wanita paruh baya itu.
Devina yang melihat ke arah sang sahabat. Kembali menatap ke arah wanita yang telah bekerja di rumah sahabatnya sejak dirinya dan Tamara masih kecil. Wanita itu sudah ada di tempat itu sudah sangat lama sehingga membuat di keluarga ini bibi Darma sudah dianggap seperti keluarga kedua mereka. Termasuk dirinya.
"Iya bibi Darma. Tamara habis menangis tadi, itu sebabnya mata terlihat sembab sekarang." ucap Devina jujur.
"Maaf non kalau saya lancang bertanya lagi. Kalau boleh saya tau, non Tamara menangis karena apa ya non Devina?" tanya bibi Darma dengan suara yang kecil karena takut sang majikan akan bangun dari tidurnya.
__ADS_1
Gadis itu kemudian terlihat menghembuskan nafasnya panjang dan menatap ke arah wanita paruh baya itu. Kemudian, Devina pun langsung menceritakan semua tentang apa yang terjadi tadi saat mereka berdua ada di luar. Bibi Darma yang mendengarkan semua yang dikatakan oleh sahabat sang majikan menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
Wanita paruh baya itu nampak tidak percaya dengan apa yang terjadi kepada majikannya itu. Wanita itu juga terlihat mulai berkaca-kaca saat Devina sudah selesai dengan penjelasannya.
"Ja-jadi.. non Tamara."
Devina menganggukkan kepalanya. "Iya, bibi Darma. Itulah yang sebenarnya terjadi."
"Astaga!! Non Tamara. Hiks! Kenapa ini semua harus terjadi kepada non Tamara," ucap bibi Darma dengan Isak tangisnya yang terdengar pedih.
.
.
.
...Terimakasih buat kalian semua atas sempatnya sudah mampir ke novel aku yang amburadul ini. Maaf, Jika novel ini masih gak jelas ya! Mohon Dimaafkan, karena saya juga masih pemula untuk belajar membuat novel. Meskipun novelku sangatlah membosankan! Sekali lagi mohon dimaafkan ya....
...Untuk itu jangan lupa untuk tinggalkan like ya, bagi yang berbaik hati. Sekali lagi terimakasih banyak sudah mampir. 🙏...
__ADS_1