Ciuman Pertamaku

Ciuman Pertamaku
Episode - 11.


__ADS_3

Episode Sebelumnya..


"Maksud kamu apa Alexa? Kenapa kamu malah kesal sama Dimas?" tanya Rudy yang tiba-tiba ikut menyahut akibat mendengar perkataan gadis itu.


Dimas pun mengangguk kecil dan kembali menatap ke arah Alexa. "Iya, memangnya aku ada salah ya sama kamu?"


Alexa yang melihat ke arah kedua temannya itu hanya menghembuskan nafas panjang. Lalu, memajukan wajahnya agar terlihat oleh kedua laki-laki di hadapannya itu. "Aku kesal karena setiap kali kamu datang ke sini. Kamu selalu menampakkan wajah diam mu itu dan itu membuat kesal!"


"Owalah! Cuma diam doang Al," ucap Rudy sembari melirik ke arah sahabatnya itu, kemudian laki-laki itu berucap kembali. "Dimas mah memang begitu. Selalu diam kalau di tempat ramai coba kalau di rumah atau di tempat yang tidak terjangkau orang. Ia mah bobrok parah."


"Auh! Aku geplak juga pala lu!!" ucap Dimas kemudian setelah laki-laki itu mendengar perkataan sahabatnya yang selalu mengejeknya.


"Hehehe. Ampun!" ujar Rudy dengan menangkup kedua tangannya ke depan supaya sahabatnya tidak benar-benar memukul kepalanya.


Sedangkan, Alexa yang melihat kelakuan kedua temannya itu justru tersenyum. Dan pandangannya terfokus kepada Dimas yang sudah menarik lengan Rudy dan mengapit tangannya di leher sahabatnya.

__ADS_1


Entah apa yang ada dipikiran gadis itu saat tatapannya tertuju pada laki-laki yang kini sedang tertawa lepas dengan Rudy yang sudah memukul-mukul lengannya minta di lepaskan.


...****...


"Sudah ah berhenti berantemnya! Kalian kaya anak kecil tau nggak! Lihat tuh orang-orang sekarang pada melihat ke arah kita," ucap Alexa mencoba melerai mereka berdua yang masih bergelut.


Dimas dan Rudy langsung menatap ke arah sekeliling dan benar saja dengan apa yang dikatakan oleh gadis itu bahwa orang-orang yang ada di kafe itu menatap ke arah mereka dengan berbagai tatapan. Ada yang menatap mereka seperti anak kecil dan juga yang menatap mereka dengan tatapan sinis dan berbagai tatapan lainnya.


Keduanya pun langsung buru-buru melepaskan diri dan duduk dengan posisi mereka masing-masing. Sembari membuka buku menu untuk memilih menu yang akan mereka berdua pesan.


"Alexa aku mau pesan orange jus dan red Velvet cake-nya." ucap Rudy dengan suara pelan. Karena laki-laki itu sudah nampak malu karena kelakuannya tadi.


Alexa pun langsung mengambil daftar menu tersebut dari tangan Dimas. Kemudian, gadis itu bangkit dari tempatnya dan pergi meninggalkan keduanya menuju ke arah pelayan untuk menyiapkan pesanan kedua temannya itu.


"Tolong siapkan pesanannya temanku ya. Terus jika sudah kamu tolong antarkan ke meja depan itu ya," ucap Alexa kepada pelayan yang bekerja di tempatnya. Sembari menyerahkan daftar menu tersebut kepada pelayan nya itu.

__ADS_1


"Baik kak." ucap sang pelayan. Lalu, pelayan itu langsung menyiapkan pesanan teman sang bos dan langsung mengantarkannya kepada dua laki-laki yang duduk di meja depan seperti yang dikatakan oleh bosnya itu.


"Silahkan di nikmati," ucap pelayan itu dengan ramah kepada kedua laki-laki yang merupakan teman bosnya.


"Terimakasih."


"Terimakasih, cantik." Rudy mengedipkan matanya kepada pelayan itu. Dan itu membuat pelayan tersebut menjadi salting dan wajahnya langsung berubah menjadi merah seperti kepiting rebus.


Dimas yang melihat itu. Hanya geleng-geleng kepala melihat sahabatnya yang suka menggoda seseorang yang dilihatnya. Sehingga laki-laki itu hafal akan sifat sahabatnya yang dikenal sebagai seorang buaya cap gajah itu.


.


.


.

__ADS_1


...Terimakasih buat kalian semua atas sempatnya sudah mampir ke novel aku yang amburadul ini. Maaf, Jika novel ini masih gak jelas ya! Mohon Dimaafkan, karena saya juga masih pemula untuk belajar membuat novel. Meskipun novelku sangatlah membosankan! Sekali lagi mohon dimaafkan ya....


...Untuk itu jangan lupa untuk tinggalkan like ya, bagi yang berbaik hati. Sekali lagi terimakasih banyak sudah mampir. 🙏...


__ADS_2