
Episode Sebelumnya..
"Jadi benar! Kalau laki-laki itu yang sudah-"
"Itu benar!" ucap Tamara dengan cepat. Gadis itu kini sudah meneteskan air matanya dan menatap sahabatnya dengan air mata yang mengalir ke pipinya. "Itu benar! Laki-laki itu yang aku temui di klub dan laki-laki itu juga yang membawaku ke rumah itu."
Devina yang mendengar penuturan sahabatnya itu hanya menganga tak percaya. Namun, sesaat kemudian Devina langsung memeluk tubuh sang sahabat yang kini sudah menundukkan kepalanya dengan deraian air mata.
"Maafkan aku Tam. Maafkan aku." ucap Devina dengan memeluk erat tubuh sang sahabat. Tamara pun terlihat membalas pelukan tersebut dengan tak kalah eratnya.
"Hiks!" isak Tamara terdengar di telinga Devina yang memeluknya. Gadis itu juga ingin ikut menangis, tapi di satu sisi dirinya harus menguatkan hati sahabatnya yang kini sudah terluka kembali karena ingatannya tentang kemarin diingatnya lagi.
"Kamu jangan khawatir ya Tam. Ada aku di sini yang akan tetap menemani kamu di segala apapun yang terjadi. Aku akan tetap menemanimu." ucap Devina mencoba menenangkan sang sahabat yang kini sudah terlihat rapuh itu.
"Terimakasih Dev. Kamu memang sahabat terbaikku. Terimakasih." ucap Tamara dengan suara parau-nya akibat tangisnya itu.
__ADS_1
Devina pun hanya mengangguk dan terus mempererat pelukannya agar sahabatnya bisa lebih tenang di dalam pelukannya. Karena gadis itu ingin berguna untuk sahabatnya yang rapuh itu.
...****...
Rudy sampai di rumahnya. Laki-laki itu turun dari mobil dan hendak melangkah masuk ke dalam rumahnya. Namun, saat menginjakkan kakinya hampir di depan pintu, laki-laki itu pun menghentikan langkahnya. Saat mengingat bahwa sahabatnya yang ia tinggalkan di kafe sendirian akan pulang dengan apa.
"Ah! Paling juga dia bisa memesan taksi online." ucap Rudy. Kemudian, laki-laki itu pun melanjutkan kembali langkah masuk ke dalam rumahnya dan langsung menuju ke dalam kamarnya.
"Rudy, kamu sudah pulang sayang?" ucap seorang wanita yang terlihat sangat cantik dengan balutan dress berwarna putih itu yang sedang berada di depan tv.
Rudy yang memang tidak melihat-lihat area ruangan itu langsung menolehkan kepalanya saat mendengar ucapan wanita itu. "Iya nih ma."
Rudy yang sambil mengusap tengkuknya yang tidak gatal harus mencari alasan yang tepat untuk pertanyaan mamanya itu. Kemudian, laki-laki itu menampilkan senyumannya sembari berkata. "Iya nih ma. Tadi si Dimas tiba-tiba ada urusan penting sama orang. Jadi... mau tidak mau Rudy harus pulang karena kan Rudy gak mungkin mengganggu urusannya dia juga kan."
Sang mama juga terlihat manggut-manggut saja saat anaknya memberikan penjelasan. Meskipun penjelasan tersebut bukanlah benar melainkan laki-laki itu telah membohonginya. "Oh, jadi begitu rupanya. Yaudah! Kalau begitu kamu istirahat saja di kamar gak usah kemana-mana lagi."
__ADS_1
"Iya, ma. Rudy gak akan kemana-mana kok. Rudy akan stay di rumah." ucap Rudy dengan tersenyum. "Yaudah ya ma. Rudy mau ke kamar dulu."
Sang mama pun mengangguk. "Iya, sayang."
Rudy pun langsung melangkahkan kakinya menuju ke arah kamarnya saat mendapatkan anggukan kepala dari sang mama. Kemudian, laki-laki itu mengunci pintu kamarnya dan langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjangnya.
"Hagh! Enaknya," ucap laki-laki itu dengan memejamkan matanya merasakan betapa nyamannya saat menjatuhkan tubuhnya di kasur yang begitu empuknya.
Kemudian, Rudy mengambil ponselnya yang ada di dalam saku celananya. Dan melihat ada sebuah notifikasi pesan masuk dari Dimas. Laki-laki itu tidak membukanya hanya saja melihatnya dari notifikasi tersebut. Dan laki-laki itu melemparkan ponselnya ke sembarang tempat, lalu ia pun menutup kedua matanya hingga laki-laki itu pun terlelap dalam tidurnya.
.
.
.
__ADS_1
...Terimakasih buat kalian semua atas sempatnya sudah mampir ke novel aku yang amburadul ini. Maaf, Jika novel ini masih gak jelas ya! Mohon Dimaafkan, karena saya juga masih pemula untuk belajar membuat novel. Meskipun novelku sangatlah membosankan! Sekali lagi mohon dimaafkan ya....
... Untuk itu jangan lupa untuk tinggalkan like ya, bagi yang berbaik hati. Sekali lagi terimakasih banyak sudah mampir. 🙏...