CLARA

CLARA
19.MASA LALU LAURA (7)


__ADS_3

#19.camp (1)


Hahahaha!.Rehan tak habis fikir dengan pernyataan jian yang licik.


Ia tersenyum sinis.


Ia memandang jian lagi. Lalu berkata,


''hei,lakukan sesuatu untuk ku dong?''.


Rehan berbisik di telinga jian.


Xxxxxxxxxx . bola mata jian membesar ketika mendengar ucapan rehan .


''tidak mungkin''.ucap jian lirih.


...****************...


Di sekolah


olif memandang laura."apa kau tidak sehat ra?".tanya olif pada laura yang termenung.


"em? ah tidak kok".jawab laura.


olif menyipitkan mata, curiga pada temannya.


"ya sudah kalau begitu". olif murung melihat temannya yang tidak ingin bercerita sama sekali dengan nya.


Aku meliriknya.


"kau kenapa begitu?",tanya ku pada olif yang ber ekpresi aneh.(seperti setengah sedih).


''huaaa laura! kau ini membuat ku cemas tau! dari sejak pagi kau termenung seperti orang sakit , aku kan khawatir hiks''. Olif memelukku.


''aku benar-benar tidak apa tahu! Aku baik baik saja''.tutur ku meyakinkan olif sambil mengelus punggung nya.


Beberapa saat ketua kelas masuk dan memberi pengumuman kecil seputar masalah kemping yang acara nya akan dilaksanakan saat akhir pekan ini, serta hal-hal yang perlu di siapkan.


Setelah itu ia membagikan secarik kertas kepada semua teman-teman.


Kertas yang berisikan hal-hal penting mengenai persiapan kemping.


Lalu rehan membagikan kelompok tenda.setiap kelompok terdiri dari 3 orang dan pembagian tata letak tempat secara ber urutan.


''jadi sistem tenda nya acak ya''.aku bergumam.


olif melirik.


''hei laura lihat , kita satu tenda!''.ia menunjuk papan tulis dan terlihat senang.


''iya,kita akan bersenang senang!''.ujar ku tersenyum.


...****************...


Akhir pekan tiba.


setelah membereskan perlengkapan ku. Aku melangkah pergi menuju ruang tamu tempat dimana ibu ku berada.aku berpamintaan pada ibu.


''ibu aku berangkat ya''.aku mencium pipi ibu.

__ADS_1


''hati-hati ya, ibu bakal rindu padamu''.ibu balas mencium kening ku.


''hahaha ibu, aku kan cuma pergi 2 hari''.


aku berbalik sambil tertawa kecil. tertawa karena ibu berbicara seolah aku bakap pergi lama.


''tentu saja ibukan menyayangi mu!''.jawab ibu sedikit teriak.


Aku tersenyum dan melambaikan tangan pada ibu dan ibu pun tersenyum.


lalu aku beranjak keluar.


Aku memejamkan mata sesaat dan menghirup udara pagi . cuaca hari ini cerah. "Damai sekali".


''HUAAAA!!" olif mengagetkan laura.


"Astaga!" laura terkejut.


''hahahaha''.olif tertawa kencang.lalu pergi berlari meninggalkan laura.


''kau menghacurkan pagi ku yang damai!''.aku berlari mengejar olif yang telah jauh berlari meninggalkan laura sambil tertawa.


''dasar bocah itu''. Sejak kapan dia menunggu ku.


Aku berlari bengejar.


''heiii!!''.


...****************...


Kami sampai di sekolah dengan nafas yang ngos ngosan.


''hah hah aku capek ''.olif melirik ku dan tertawa.


Hap


''hiyaa kena kau!''.aku mengelitik perut nya.


''ini karena kau jahil padaku''.


''hah hah cukup ini geli hahahaha!''.


''Hei Kalian sedang apa di sana?!''


Wali kelas berteriak dari kejauhan.


Aku dan Olive saling menatap.


''Haduh! tamat riwayat kita''ujar Olif.


Lalu kami pergi berlari dan menghampiri bapak wali kelas.


''Bisa-bisanya kalian bercanda di saat mobil kita hampir berangkat!''ucapnya tegas dan menggerutu.


Aku dan Olive saling melirik.


lalu menjawab dengan serempak


''Ya! maafkan kami!''.

__ADS_1


'Baiklah-baiklah bereskan barang-barang kalian di belakang dan duduk sesuai nomor urutan. Pak guru memberikan sacarik kertas berisikan nomor.


Kami mengangguk lalu masuk ke dalam mobil.


''Laura!''


Rehan memanggil Laura sembari melambai-lambaikan tangannya dan menepuk nepuk kursi yang ada di sebelahnya.


''Hmm'' aku keheranan.


Aku melihat nomor urut ku.


Nomor 10 tepat di samping Rehan.


Aku menghampiri dan duduk.


Rehan tersenyum padaku.


Aku melihat sekeliling.


Ada beberapa teman Kelasku dan beberapa dari kelas sebelah.


Aku berbisik pada rehan.


''Apa tempat duduk kelas sebelah diacak juga?'' aku bertanya .


Iya jawab Rehan Dengan berbisik juga.


Hei bisik seseorang dari belakang dan menyentuh dengan jari telinga laura.


Olive tersenyum .


''Hai! aku berada tepat di sebelahmu''. Hehe.


Aku Tersenyum.''syukurlah kalau begitu''.


Aku melihat ke arah samping olif.terkejut.


Bisa-bisanya Jian duduk di samping Olif,


Sungguh kebetulan yang luar biasa.


Aku Menatap Nya tak senang.


tubuh Jian nampak membiru dan tak berani menatapku.


''Oh! Laura kau juga heran kan kenapa Jian seperti ini?''.aku kembali melihat olif.


''Katanya Dia ada kecelakaan kecil dua malam yang lalu,Aku sempat khawatir karena dia sama sekali tidak menghubungiku tapi syukurlah dia tidak apa-apa''. ujar Olif menerangkan.


''syukurlah'' ucap ku dengan nada yang datar.


Jian tersenyum tipis.


Aku menghela nafas dan berbalik


2 malam yang lalu, malam dimana dia mecoba berbuat jahat padaku.


Beberapa saat kemudian Wali kelas pun memberikan beberapa patah kata dan Tak lama kemudian mobilpun akhirnya berangkat.

__ADS_1


Aku pun terlelap dalam tidurku.


...****************...


__ADS_2