
tak terasa kami sudah sampai di depan rumahku,,,
sepanjang perjalanan kami tak bicara, hanya genggaman tangan nya yang membuatku nyaman...
felix terlihat berbeda,dia terlihat tak murung, bahkan dia tersenyum lebar saat dia menatap mataku,aku tak tersenyum,,,dia memegang tanganku di kecupnya tanganku,, dia mengusak puncuk kepalaku yang tehalang hijab ku...dia berubah drastis,seperti Tenga lega akan keputusan uang dia ambil..
"hmmzz kamu mau nampung aku dulu kann di rumah kamu..." sambil menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal...
" aku pengangguran loh sekarang,,,km tahu alasannya kan"
clara tak menjawab,dia langsung berhambur memeluk felix yang hendak membuka pintu mobilnya...
"maafin aku fel,,kamu ga perlu gini demi aku.."
"heiii..... jngan bilang gitu,, aku sayang sama kamu,,"
"tp papah kamu..."
"ga perlu fikirin papah dulu,, papah akan berubah nanti, dy cuma sedikit syok ajah,kita istrhat ya, besok kita akan langsung nikah..."
"haaahh...besok...???? "
"iya.. besok,,,aku udah nyiapin semuanya,kamu cuma tinggal nunggu perias pengantin ke sini besok pagi pagi ya sayang"
__ADS_1
aku tak habis fikir, bagaimana felix memikirkan semua secara matang seperti ini...
tanpa ada kata pacaran, kit melalui semua seperti seorang teman, sahabat, kaka adik, dan dia tiba tiba menikahiku...
clara... yaaa. clara.... ini nasibmu,, entah nasib buruk yang menimpahku atau nasib baik karna aku beruntung mendapatkan calon suami seperti felix....yang pasti,sepertinya aku akan melewatkan hari hari yang berat setelah menikah dengannya,namun aku berdoa semoga aku akan menjalani hari hari bahagia dengannya...
*******
hari sudah mulai larut....
"kamu tidur di kamar aku ajah, biar aku tidur di kamar bekas ibu dan ayah"...
ucapku yang melihat felix asik memainkan laptopnya...
"kaacaaanggg gariiinggggggg...."
aku melenggang pergi ke kamar,namun felix menarik ku sampai aku jatuh di pelukannya...
deg... felix menatapku,,,
" kamu cantik.... mana kacang garingnya,, aku mau donk...heheh "
' iihh km kok gtu sih.,, dr td asik main laptop,,aku di cuekin,yaudh aku bilang ajah kacang garing omongan aku ga di saut sama kmu...."
__ADS_1
aku cemberut sambil mendorong tubuh felix agar melepas pelukannya,,
" asslamualiku." dion membuka pintu rumah, sontak aku langsung ngibrit kabur,,hampir ajah kepergok.. aduhh.... bisa gawat ini..
aku melihat felix yang tertawa karna tingkah ku,yaudah aku julurin ajah lidah ku sambil melototin dy " weeeeee!!!" aku ledek dia...
"awas ya kamu tunggu besok hahaha"... ucapannya membuat aku bergidik ngeri... iihh kok felix serem amat ya...
"kenapa sih ka,," tanya dion kepo lalu duduk di samping felix,,
" engga kaka kmu tuh ngejek mulu..'
" hahah.. kaka emang gitu,, guru tapi jiwanya anak anak" hahaha
felix yang mendengar itu langsung tertawa...
felix dan dion sudah akrab seperti seorang kaka dan adik..mereka kadang bersabda gurau,,aku senang melihat mereka berdua seakrab itu... dion juga anaknya sopan... ga banyak maunya.,,,mengerti kondisi kakanya...
"ion,,, setahun lagi kamu sekolah, belajar yang rajin,, jangan buat kk mu kecewa ya,,, lihat dia contoh yang baik... tegar, kuat, pekerja keras...besok kita akan menikah ion, kamu wali buat kaka kamu, krn ayah km udah ga ada., kaka minta kamu merestui kita ya ion" ucpan felix di dengar clara di dapur, clara yang sibuk memasak mie rebus mendengar percakapan mereka,,
"iya ka... aku akan berusaha na jadi anak yang baik dan membanggakan kaka,aku ngerestuin kalian ka,, aku beruntung ka felix datang di kehidupan kami.. maksih ka"
mereka berpelukan, entah kenapa aku meneteskan air mata melihat mereka berdua seperti itu....
__ADS_1