
"udah siap". tanya felix pda clara....
clara sangat cantik dengan style ala ala dy,, walaupun dia seorang guru... guru muda.. itu yang terbesit dalam fikiran felix,cantik. pintar, masih muda lagi dan yang terpenting dia berakhlak baik...
" udah.. ayo pergi"
****
sepanjang perjalanan menuju rumah felix, clara merasa deg degan, dia sedikit panik,, takut,,, bagaimana ini.. ini kali pertama aku pergi ke rumah felix memang felix banyak ber cerita tentang keluarganya,, dia anak satu satunya,, dia bekerja di perusahaan yang di bangun orangtuanya, dia pengusaha muda yang banyak sekali wanita yang berusaha menarik hatinya, dia tidak sungkan bercerita itu, namun dia tidak pernah tertarik dengan mereka..
felix yang melihat clara gelisah lalu memegang tangan clara,,
"ga perlu takut, kita hadapi bersama sama,jika kemungkinan buruk terjadi, aku akan mempertahankan kamu"
clara menyerenyit,,, " apa maksud kamu"
qfelix hanya mengangkat bahunya.. dia sadar,akan sulit mendapatkan restu dari ayahnya,,dia pernah membahas maslah ini sebelumnya,ayah ya tidak menyetujui jika felix menikah dengan wanita yang menurutnya ha ya seorang guru biasa,, dia harus menikah dengan wanita dari kalangan pengusaha...dan felix tau akibat dari tekad yang ia akan lakukan sekarang. dis sudah mempertimbangkan dengan matang,,tekadnya benar benar bulat untuk menikahi clara saat ini,,
felix sudah mengurus segala keperluan pernikahannya dengan clara tanpa clara ketahuai,diam diam dia mengurus semuanya, hanya tinggal ijab kabul besok saja yang harus di laksanakan, tidak perlu pesta meriah, felix sudah mengatur semuanya...sedangkan ibunya,,, hati seorang ibu tidak bisa di bohongi,, dia tau bahwa anak semata wayangnya akan bertekad membawa clara ke rumahnya dan meminta restu,, ibunya hanya mengikuti kemauan anaknya,,ibunya tidak bisa mencegah, bahkan melarang felix karna dia sudah dewasa akan pilihannya sendiri,dia tahu yang terbaik untuknya...
*****
tak terasa sampailah mereka di depan gerbang besar dan rumah mewah,,,pintu gerbang terbuka otomatis. di iringi anggukan satpam yanh sedang berjaga..
rumah sebesar ini,, mereka hanya bertiga...?? fikir clara..apa semua akan baik baik sja, kok clara ga yakin ya....aah mungkin persaan dia saja...cla mencoba meyakinkam diri ya sendiri..
felix membuka pintu,,,
" assalamualaikum.."
felix menarik tanganku masuk ke dalam rumahnya,di cari nya kedua orangtuanya yang sedang duduk di ruang keluarga...
aku menyalami kedua orangtuanya..
ibunya tersenyum ramah berbeda dengan ayaknya yang tak memandangku sama sekali ,,
__ADS_1
bagaimana aku tidak menciut...sepertinya ayahnya ga suka sama aku...
" kami ingin bicara pah,mah..."
felix membuka pembicaraan dahulu..
"nak
.minumlah dulu,mamah buatkan minum untuk kalian"
"ga perlu mah...aku meminta restu mamah dan papah, aku harap mamah dan papah merestui aku dan clara untuk menikah,,, maaf pah, felix tidak bermaksud membangkang,, tp felix tidak ingin menikah dengan orang yang papah pilih, karna felix mencintai clara"
deeggg ssreeeettttt...
seperti tersayat silet jantung clara terasa bergelesir..nyatanya felix akan di nikahkan dengan wanita pilihan papahnya...clara hanya menunduk,menahan air matanya,,,terpaksa felix berbicara seperti itu di depan clara... sebenarnya dia ingin skali menutupi semua dari clara, tapi bagaimana clara akan bertanya tanya tentang oragtuanya jika mereka melangsungkan akad nikah tanpa orangtua felix,namun kali ini clara memahami,jika orgtua felix tidak datang inilah alasannya....
orgtua felix hanya diam, mamahnya tak kuasa menahan air matanya...
"fel..." ucap mamahnya sambil mengelus mengelus lengan felix...
"mah,,, felix minta maaf.. felix sayang sama clara mah,,," felix pun tak kuasa menahan air matanya..mamahnya hanya mengangguk seraya meneteskan air mata tiada hentinya...
jeeedeeerrrrrr... seperti ada kilatan petir di antara kami...
felix hanya tersenyum sedih melihat mamahnya yang benar benar tersedu sedu...
" silahkan angkat kaki dari sini,, kamu tahu apa yang kamu ucapkan,, kamu tahu kamu tidak akan mendapatkan apa apa,bawa pakaian mu,, tidak perlu lagi menginjakkan kaki kamu di rumah ini,, ini bukan rumah mu..."
kata kata itu seolah Sambaran petir di hatiku,,aku ya g bukan anaknya saja sangat sakit mendengarnya, bagaimana dengan felix yang terlihat tegar,, namun air mata itu tidak bisa membohongi kesedihannya...
"mah aku pergi,,aku akan menikah besok, maafkan felix mah...."felix mencium tangan mamahnya,memeluk erat mamahnya, mencium kening mamahnya...
namun papanya hanya diam duduk tanpa menoleh kepada kamu sedikitpun,
aku berusaha mencium tangan papanya..
__ADS_1
namun felix mencegaku..
" tak perlu..." dia menggeleng dan menuntunku menuju kamarnya,membantunya mengemas barang,,di ikuti mamahnya...
air mata kami tak henti menetes, aku kehabisan bisa kata kata...melihat mamahnya memasuki kamar felix dan hendak melihat kami..
"tan....." aku menggenggam tangan tante mira...
"panggil aku mamah sayang"
aku berhambur memeluknya...
"mah.... " aku menangis tersedu sedu...
"mamah merestui kalian,,,menikahlah....jangan pernah berhenti untuk menjaga felix, mamah menitipkan dia padamu nak.."
aku menggeleng geleng..
" tapi mah.... "
"nak,, kalian menikah tak perlu kehadiran kami,, kamu hanya membutuhkan walimu nak..."
aku kembali memeluk tante mira,,
felix memandangi ku dan mamahnya,,,
" tak perlu menghawatirkan mamah nak,, mamah baik baik sja,,kalian pergilah,,jangan membuat papah kehabisan kesabaran dan berbuat yang tidak tidak"..
felix kembali mencium mamahnya. kembali menatap kamar tempat dia tinggal slama ini,, dia meyakini tidak salah memilih aku menjadi istrinya,aku menyadari banyak sekali foto fotoku terpampang di kamarnya, di meja dekat lampu kamar tidurnya,,,foto fotoku saat aku kuliah, mengajar,, saat aku berkumpul bersama teman teman ku, entah kapan dia mengambil potret itu semua...yang membuat ku merasa *** hati,aku merasa bersalah telah hadir dalam hidupnya, aku merasa aku memisahkan felix dengan orangtuanya..bagaimana bisa kami menikah dalam keadaan seperti ini,, setelah di tinggal oragtuaku ,aku akan menikah tanpa restu dari papahnya..aku merasa sangat berslah...
sampai suara lembut dari wanita paruh baya itu menyadarkan lamunanku..
"nak ambil ini,, simpan atau jual bila perlu,jika kalian membutuhkan uang" ucapan sendu dari seorang ibu yang memberikan aku kotak yang lumayan besar, entah apa itu isinya aku tidak peduli...aku menyimpannya dan memasukan ke dalam tas yang felix bawa..
"kami pamit mah,,,".
__ADS_1
kami melewati rumah besar, ruangan dimana papahnya duduk sudah kosong,, entah kemana papahnya pergi
******