CLARA

CLARA
MASA LALU LAURA (8)


__ADS_3

20.camp (2)


Tidak terasa mobil yang di tumpangi pun akhirnya sampai.


''Laura bangun''.ucap Rehan dengan nada lembut dan pelan-pelan membangunkanku dari tidurku.


Aku menggeliat di sekitar.


Rupanya kami sudah sampai.pemamdangan yang penuh dengan perpohonan.


Tidak terasa mobil yang kami tumpangi pun akhirnya sampai, rasanya tidak terlalu jauh. mungkin karena aku terlelap dalam perjalan kemari.


Kami pun segera berkemas membawa barang-barang kami lalu turun.


kami tiba di sebuah kaki bukit dengan suasana yang Asri. pepohonan yang begitu lebat dan rimbun membuat suasana terasa sejuk dan damai. Ini alam bebas.


''Aduh capeknya'' ucap Olif sambil merenggangkan tubuhnya. Menggeliat.


Aku tersenyum Melihat tingkahnya.


''Tidur mu nyenyak?'' ucap Rehan padaku.


Aku melihat ke arahnya.


''em,ya''. jawabku singkat sembari tersenyum ke arahnya.


Deg.


''Laura!'' seseorang memanggil dari arah belakang.


Aku berbalik dan ku dapati vino disana.


''Oh Vino!'' aku tersenyum ke arahnya.


ia menghampiriku dan memberikan sebotol air mineral.


''Bagaimana perjalanannya?'' tanya Vino padaku.


''Ya begitulah, Aku tertidur dengan nyenyak''.jawabku.


Aku membuka botol minumanku dan meminumnya.


Segar!


Olif di samping laura pun hanya bisa melihat.


''Wah apa ini? kau Perhatian sekali sama pacarmu ya? aku iri banget hiks ''.olif merengek berpura-pura menangis,dan menutup matanya.


''Pacarku sama sekali tidak peka padaku huh!''. Olif menggerutu kesal.


Jian yang ingin minum, seketika tersontak dan saat itu juga botol yang ada di genggamannya langsung diberikanya kepada Olif.


''hup, terimakasih pacarku''. Ucap olif sambil tersenyum sinis.


''Wah sepertinya pacar olif lebih peka dari pada pacar laura ya dia sampai membuka minumannya khusus untuk olif''. ucap Rehan dengan nada yg sedikit menekan dan memandang ke arah jian.


Jian menunduk. suasana tiba-tiba canggung. Rehan berbalik meninggalkan mereka.


''dia kenapa sih?''.gerutu olif.


Olif tampak tersenyum senang ketika melihat air pemberian jian kepadanya.


Lalu meminum minuman yang diberikan pacarnya.


Para wali kelas berkumpul.


Lalu mengumpulkan seluruh siswa dalam satu kumpulan lalu menyuruh mereka untuk berbaris sesuai kelas dan kelompok mereka.


Semua berbaris dengan tertib mengikuti perintah yang diinstruksikan oleh wali kelas masing-masing.


Kami mulai mendaki bukit perjalanan memakan waktu 1 jam 30 menit dari kaki bukit menuju tempat camp.


Setelah beberapa saat kami pun tiba di atas bukit yang luas dengan sebuah pemandangan yang luar biasa. Angin kencang menerpa wajahku.


''sejuk''.ucapku.


rasa lelah yang aku rasakan seketika sirna.


Aku duduk disamping Olif.


''Aku lelah sekali!'' lagi lagi Olif menggerutu. Iya berbaring di rerumputan.


Aku Tertawa kecil Melihat tingkahnya.

__ADS_1


''Tapi kau lihat dong pemandangannya, Bukankah ini luar biasa?'' ucapku padanya dengan nada senang.


Olif bangkit dan duduk seketika wajahnya termenung sesaat.


''Wah!! benar-benar luar biasa!'' ujarnya kegirangan.


Rehan menghampiri kami.


''Pemandangannya bagus ya! rasanya lelah yang aku rasakan tadi sepadan dengan apa yang aku lihat sekarang, Pemandangannya benar-benar luar biasa kan!''


Ia berkata seperti itu sambil melihatku. lagi-lagi ia tersenyum dan menatapku kuat.


Rasanya aneh,Yah Mungkin hanya prasaaan ku saja.


''Kau juga berpikiran seperti itu? aku juga memikirkan hal yang sama sepertimu,


Pemandangannya benar-benar indah rasa lelah pun rasanya sirna''.ucap ku.


'' benarkah!?''.jawanya sontak.


Aku heran dan hanya mengangguk.


Setelah beristirahat sesaat


Wali kelas Mulai memberi isyarat untuk berkumpul lagi.


''Pak guru yang Killer itu benar-benar deh! tidak peka sekali, Padahal aku lelah seperti ini'' pekik olif kesal.


''Sudah sudah, ayo kita ke sana''.ucapku cepat dan menarik lengan olif.


Kami berbaris sesuai kelas lalu wali kelas mulai membagikan makanan dan minuman ke masing-masing siswa.


Tiba giliran kami mendapatkan jatah makanan.


''Wah, Pak Guru ini memang benar-benar peka sekali ya!'' dia tahu sekali Aku sangat lapar''.hemm, olif tersenyum ke arah wali kelas.


''ya''.jawab wali kelas tersenyum bangga.


Setelah kami berdua mendapat jatah makanan, kami kembali.


''Padahal Belum lama kau menyebut pak guru tidak peka gara-gara menyuruh kita berkumpul terus''.ujarku pelan.


Aku Tersenyum menggodanya.


Olive tanpak sebal.


Beberapa saat kemudian semua


Telah mendapatkan jatah makan siang nya


Aku dan Olive melahap makanan kami.


Olive benar-benar tampak lapar.lagi- lagi aku tersenyum oleh tingkah konyol nya.


Sembari melahap makanan,


Pak guru yang bertugas menjadi ketua Camp memberikan beberapa patah kata.


''Semua yang hadir di sini harap mengikuti semua instruksi yang telah disampaikan dan tetap disiplin, menjaga kebersihan lingkungan dan jangan pernah berpergian sendirian! paham semuanya!''.


Ujar pak guru dengan tegas.


Semua bilang paham dan mengangguk-angguk mengerti.


''Setelah selesai makan kita akan segera siap membangun camp kita jadi


Silakan dinikmati makanannya''!.ucap wali kelas.


****************


Rehan dan Jian pergi ke arah yang berlawanan sambil membawa makanan mereka. Pergi jauh meninggalkan kelompok lainnya.


Rehan memimpin jalan.


Selang beberapa saat mereka tiba di tepi bukit yang curam. Lalu berdiri di tepi bukit itu.


Nampak sebuah jurang yang begitu curam di sebelahnya.


''Bukankah ini tempat yang bagus?!'' ujar Rehan sambil menatap Jian.


tubuh Jihan mulai gemetar.


''Bagaimana menurutmu?!'' Rehan tersenyum sinis.

__ADS_1


Jian hanya diam.


Rehan menekan bahu Jian kuat membuat Jian berlutut tak berdaya.


takut. itu yang dirasakan oleh jian sekarang.


''Hei tenang Bung! tidak Mungkin kan aku mendorongmu sekarang?'' reham berbicara menekan lalu,Meraih kerah baju Jian.


Bibir Jian nampak pucat.


''Kau tahu kan maksud ku breng**k!'' sura rehan meninggi.


jian mengangguk seperti anjing.


''Ah! tidak seru kau nampak penakut dan seperti pengecut!'' dan Bukk!!


Ohokk! Ohok! Jian terbatuk setelah menerima pukulan keras dari rehan.


''HAHAHAHA!'' rehan tertawa keras.


''Ah, sudahlah semuanya nampak membosankan''.


''Makan lalu kembalilah nanti!''.


''Kau tahu kan maksudku hari itu!''.


''i iya''.jawab jian terbata-bata.


Rehan tersenyum puas dan berbalik meninggalkan Jian seorang diri.


...****************...


''Sepertinya ini tempat kita!''. Olif menunjuk ke sebuah lapangan dengan nomor 7A1 di sebuah papan kecil.


''Ya kau benar''.ucapku.


Kami mengelurkan tenda dan mulai merakit .


''Hei apakah benar memasangnya seperti ini!?'' aku bertanya pada teman satu tendaku


Novi.


Aku satu tenda dengan Olive dan Novi.satu tenda 3 orang siswi.


Iya menoleh ke arahku lalu berkata


''Ya! seperti itu, kau tinggal mengencangkan talinya saja''.ucapnya dari seberang.


''baiklah kalau begitu!''.


Dengan susah payah kami merakitnya.


''Hei Tolong! pegang bagian yang itu,


Nanti bisa roboh!''.Teriak Olif.


''Vino berlari dari arah samping, lalu segera memegang kerangka tenda yg oleng.


''Ya! seperti itu, tolong tahan sebentar ya!''.ujar olif.


Setelah Memperbaiki beberapa bagian, kami pun selesai.


''Terima kasih.'' ucap Olif pada vino.


''Wah akhirnya! sudah selesai''. ucapku kegirangan.


''Hohoho Siapa dulu yang merakitnya?'' ucap Olif dengan nada sombong.


''Ehem ehem!'' Novi berdehem.


Memberikan sebuah kode morse.


''Hahaha semuanya berkat Novi juga kok''. ucap Olif. tersenyum dan memperlihatkan Gigi ratanya.


''Olive dan Novi memang hebat!''. ujarku bangga dan bertepuk tangan.


Aku melirik ke arah Vino.


''Terima kasih sudah membantu kami!''.ujar ku dan Tersenyum pada vino.


Ia balas tersenyum dan mengangguk pada laura.


''imutnya , pekik vino dalam hati''.

__ADS_1


__ADS_2