
Camp(4)
novi melirik ke samping.
''Oh tenda kalian tepat berada di sebelah
kami!''. ujar Novi.
''Ya kami mendapatkan nomor 7 A2''.ucap vino.
''Wow keren!'' olive bertepuk tangan.
''Jika kalian ada kesulitan Panggil kami saja''. ujar Vino.
lalu ia kembali membereskan tendanya.
'''Wow wow! Dia terlihat sangat dingin''. bisik Olive di telinga Laura.
mata mereka melihat pungung vino yang kembali.
''Dia tidak sedingin itu kok!''.terang laura dan tersenyum pada Olif.
''High kau ini!''.
Mata olif kembali melihat sekeliling.
'' oh Pacarku! di sana''. Olif menunjuk ke seberang tenda.
Tepat di depan Kami.
''Wah aku tak sangka ini Kebetulan yang luar biasa'' ujar Olif lagi.
Iya kegirangan.
''Tenda pacar kita begitu dekat, luar biasa! hihi olif tersenyum sumringah.
''betapa senangnya kita dapat melihat yang kita sukai hehe'' Olif merayu laura dan memasang senyuman aneh.
''Kau ini malah memikirkan pacaran, bukan kah kita disini untuk refrensi dan pengalaman, fokus lah walau pun sedikit''.ucap ku sedikit serius.
__ADS_1
''Hei ayo lah! Kau sama sekali tidak seru huh!Bukankah bakal lebih menyenangkan jika bersama orang yang kita sukai?'' ujar Olif menyahut.
''Hei hei!'' menarik lengan novi.Olif berbicara pelan ke arah Novi.
''Bagaimana menurutmu? Jika bersama orang yang kita sukai bakal lebih menyenangkan ya kan?''.Olif beralih bertanya pada Novi.
Novi melirik,diam tak menjawab.
Matanya tetap fokus pada sesuatu.
''hei Nov apa ada orang yang Kau sukai di sini?''. bisik Olif.
laura penasaran.menoleh ke samping mendengar ucapan olif.
Olif memperhatikan arah pandang mata Novi.
Matanya tertuju pada sang ketua kelas Rehan.
''hakk!''
Sontak Olif kaget dan menutup mulut nya.sedikit bercanda ia mulai mengoda novi.
Tidak ada jawaban sesaat. Novi dingin tak memperhatikan.
novi Merapikan kacamatanya.
''Tidak '' jawab nya singkat. lalu berbalik masuk tenda.
'haisz! jangan begitu dong? aku sudah tahu loooh! ucap Olive menggoda Novi.
''Hah? apa? siapa?''.aku bertanya dengan bisikan kecil.aku bingung dengan ucapan olif.
Novi tidak menjawab sama sekali.
Olif menyenggol badan laura dengan sikunya.
''Hei Masa sih kamu nggak tahu? Bukan kah tadi sudah jelas?''.bisik olif.
''Apa sih aku penasaran''.bisik laura.
__ADS_1
Olif kembali berbisik.
''Kau lihat matanya? Tidak? Ya sudah kuduga dasar tidak peka keaadaan!, kau tidak lihat? novi dari tadi memandang ketua kelas''.olif Menerangkan.
''tatapan nya ke ketua kelas sungguh berarti dan dengan sebuah ketulusan dari hati,
dari mata turun ke sini''. sambil memegang dadanya.
''Hati laura!''.ucap olif. jawabnya tegas semabri mengangguk-angguk yakin.
''Sepertinya kau kambuh! Kau dari tadi hanya bergurau saja, mungkin itu hanya asumsimu saja. ujarku pada Olif. Dia sepertinya yakin sekali.
''Sepertinya iya kok!''ujar Olif tampak kaku.
Aku memandang rehan dari kejauhan.
''yah!Tapi bisa saja sih ketua kelas kan idaman banyak wanita''.Ucapku.
'' Ya! sepertinya begitu!''. Olive kembali yakin dengan asumsi nya 99%.
''Sudah sudah, Ayo kita membantu membereskan barang-barang kita.
Oke.
...****************...
Malam hari tiba.
malam yang di penuhi bintang- bintang.
kami makan malam bersama dan sembari duduk melingkar mengelilingi api unggun.susunan tenda kami merupakan 2 baris lingkaran besar dan luas. membuat sebuah lapangan besar yang berbentuk bulat dengan api unggun berada di tengah nya.
merah nya api bergejolak membakar habis kayu yang di susun satu persatu.
Aku menatap langit. menghirup nafas.
dingin nya malam serta suasana yg jarang ku temui membuat hati merasa damai dan tentram.
semoga aku masih bisa merasakan camping bersama dengan teman2 ku.
__ADS_1