CLARA

CLARA
bab 4


__ADS_3

aku menyusuri jalan dengan motor matic yang sudah setia bersamaku dalam keadaan baik maupun sulit, hari ini entah mengapa rasanya seperti ada yang mengganjal,,


persaan aneh, bukan karna kedatangan felix dalam hidupku,,bahkan beberapa bulan berlalu kita lebih sering untuk bertemu,,


ku parkir kan motor di halaman rumah,membuka helm rasanya malas, penat, setengah hari mengajar, sisanya aku habis kan untuk kuliahku,aku baik baik saja walaupun letih menerpaku walaupun gajih yang ku terima dari bekerja sebagai guru honor tidak seberapa besar,tapi Insyallah mencukupi aku untuk biaya kuliah dan sehari hari, di bantu Ibuku berjualan keliling,,


aku membuka knop pintu, kenapa rasanya sepi sekali, biasanya suara televisi menggema menandakan ibuku sudah pulang, ini hampir pukul 4 sore..


adik ku kemana dia,,oooh dia masih bersekolah karna hari ini dia harus masuk siang,


ku langkahkan kaki menulusuri setiap sudut rumah,


"ayaaaahhhh...." aku berhamburan pergi,entah aku sudah tidak memikirkan apa apa, ayahku tergeletak di dapur tepat dekat dengan dispenser,mungkin dia ingin minum,namun kesulitan, sampai akhirny tubuhnya terkurai lemas,,


ayah tidak sadarkan diri,,


"ayah... ayah bangun....ayah..."


aku pergi keluar mencari bantuan,, meminta tolong tetanggaku untuk menggotong ayah,, aku membuka pintu,tak henti nya air mataku mengalir,mengingat kondisi ayah saat pertama kali aku temukan,,


"felix......".


******


"mba kondisi ayah mba kritis".. salah satu dokter berkata, dokter itu masih muda..sampai dia menyadari...memperhatikan wajahku,menerka nerka seperti aku ini orang yang dia kenal...


" clara..???"


aku mengerenyitkan dahi ku,, 'siapa' batinku....


aku serasa tidak mengenali nya, dan aku tidak memikirkan itu untuk saat ini,,


aku fokus kepada kondisi ayahku..


" aku... naffi,,muhamad hanaffi..teman sd mu..? kamu masih ingat...


maaf kondisi ayahmu koma..km harus bnyak berdoa meminta yang terbaik,,""


aku diam sesaat, aku tak menanggapi ucapa dokter itu, aku terlalu memikirkan ayahku,,


sampai aku sadar karna tepukan dari sang dokter,

__ADS_1


"clara..."


felix berusaha memberiku ketenangan, dia merangkulku, sampai aku tak kuasa menahan air mataku,, dan dokter hanafffi itu masih bertahan denga posisinya,melihatku,seolah merasakan apa yang aku rasakan,dan saat itu handphone ku berbunyi, aku sadar sudah puluhan kali hp ku berbunyi,,,,aku mengabaikannya sampai ku lihat panggilan dari adikku dion


" ka.. kaka kemana ajah,,, ayah dimana,,, ibu ka.. aku dari tadi telfon kaka,, ibu kecelakaan, kondisinya parah,,,"


jantungku terasa berhenti berdetak, bagaimana bisa,, kejadian naas dalam keluargaku secara bersamaan terjadi, aku diam namun air mataku mengalir tak henti,,,


felix merebut hp yang ku pegang


" hallo... "


"ka, ka clara dimana, ibu kecelakaan,"


felix tak banyak bicara, dia menyuruh seseorang segera dtang ke rumah sakit,bagaimana bisa clara pergi ke tempat ibunya, sedangkan ayahnya juga di sini butuh pertolongan,sampai suara felix terdengar kembali


" km pergi temuin ibumu,biar aku yg di sini menjaga ayahmu,"


felix mengantarku pergi sampai ke depan rumah sakit, tak lupa aku berterimakasih kepada dokter hanafi,,, dy dokter yg bertugas di IDG,,


"ayo pergi"


"mang diman, tolong anter ke rs xxxxx hati hati mang"


"iya den..."


supir itu terlihat patuh pda felix,,


aku hanya menuruti tanpa banyak berkata, sampai mobil yang ku tuju tiba d rmh sakit...


felix membantu mengurus semua keperluan ayahku,administrasi,dll


sampai aku melihat dion duduk di depan IGD dengan air mata tak kalah hebat dari ku,,


aku menghampirinya,memeluknya erat,


"telat ka....ibu....."


aku tak bicara,, aku berlari mencari sosok yang slama ini menjagaku...mengayomiku,memberiku segalanya,,, termasuk ayah.. ayah dengan kondisi seperti itu,ibu slalu sabar,,,dia wanita hebat,,aku menciumnya...


" kaaa ayah ka...ka felix menelfon"

__ADS_1


dion hampir berteriak histeris,, ku peluk dia erat, sampai dia terlihat tenang,,


aku sudah berfikir hal terburuk yang akan terjadi,,


*********


berseling 1 minggu, dari sepeninggalan kedua orang tua kami,,


kenpa mereka bisa pergi secara bersamaan,,ibu sebelumnya berpesan,


agar aku tetap menjadi seorang guru, menjaga adikku, sewaktu beliau sehat...


ibu mengalami kecelakaan, dion bilang ibu di antar oleh warga,,orang orang menemukan ibu tergeletak di pinggir jalan,


ada mobil mewah menabrak ibu saat itu,namun pemilik mobil sedang di cari,karna dia melarikan diri,,,


kondisi ibu mengenaskan,ibu banyak kehabisan darah saat perjalanan menuju rumah sakit, semoga polisi berhasil menemukan si pelaku yang menabrak ibuku,,sampai akhirnya ibuku meninggal...


islama ini felix tak berhenti setiap hari menjengukku,,membawakan makanan, menguatkan ku..


tok tok tok..


'felix...' dalam hatiku sedikit senang..entah kenapa sampai saat ibuku dan ayah meninggal, sosok felix yang hangat itu seolah menggantikan posisi ayahku dalam keluargaku,,.aku membuka pintu, ini masih pagi di hari minggu..


aku sedikit heran, sosok asing bertamu kerumahku sepagi ini,


"assalamualaikum clara"


"walaikumsalam,,, " aku mengingat ngingat.,,siapa dia..


"aahh dokter hanafi, silahkan duduk"


aku mempersilahkan dokter hanafi duduk, dia memberi ucapa bela sungkawa, namun tidak dapat hadir dalam pemakaman ibu dan ayah, dia terlihat sangat peduli terhadapku,,


"km ga berubah dr sd sampai sekarang,,,"


" sd...?". aku heran, dokter hanafi mengenalku saat sd..??


ternyata dokter hanafi menjelaskan ketika di rumah sakit, namun aku tidak memperhatikan pembicaraannya saat itu....


dia teman sd ku, sekarang profesinya sebagai dokter... aku senang bertemu teman lama,,.ha afi membawa makanan dan kita memakannya bersama dengan dion di pagi hari,,

__ADS_1


__ADS_2