
sudut pandang anita
hutan
sudut pandang anita ( gadis kecil )
anita melihat mahluk mirip jelly itu mencoba menyentuh mayat serigala yang dikalahkan tadi
"hmm tuan jelly ini mau apa??, oh! apa mungkin ingin menyentuh itu baik lah akan ku coba dekatkan walaupun aku masih agak takut tapi entah kenapa ada kau rasa takut sedih cemas ku berkurang,''ia mengangkat akuarium hias bulatnya mendekatkan nya pada mayat ke empat serigala itu.
"apa ini cukup??....,dekat? oh!, sepertinya sampai," ia dengan senang.
"eh?, apa ini!?, kenapa aku merasa dia ingin mengucapkan terimakasih baiklah kalau begitu sama sama juga terima kasih karna kau menyelamatkan hidup ku dan tidak mati dan kau juga tidak mati karna menyelamatkan ku," ia dengan senyum cerah.
"oooh!, apa itu cara mu memakan nya?? ,"anita melihat mayat serigala itu mengering. agak seram ya, ia sambil melihat mahluk mirip jelly itu menyerapnya.
"sepertinya masih lama ia makannya mungkin?," ia bertanya tanya dengan bingung.
"hmm ada batu yang bagus sebaiknya ku susun coba seperti ini lalu ini!," ia memainkan susun saat dia memperhatikan sekitar mahluk mirip jelly itu.
"waah!, cukup tinggi, kyaa!," ia kaget terkejut.
"eh ada apa??," ia terkejut melihat ada yang menyetuh bahunya saat sedang asik bermain dan langsung berbalik ia melihat sulur yang menyentuhnya berasal dari mahluk mirip jelly itu ia terkejut karena asik bermain dengan batu.
"apa?...yang ingin dilakukan?, tuan jelly?, oooh! keren!!, apa ini tuan jelly biasa menggambar dia sangat pintar tapi apa maksudnya??," ia dengan bingung sambil melihat gambar yang di buat nya.
"lalu apa ini gambar akuarium lalu botol hmmm?, apa maksudnya? ," ia dengan bingung.
"ah!, aku mengerti apa maksudmu!,"ia bangun mngambil botol air minum kosong nya dan mengisinya dengan air akuarium jelly itu berada.
"aku sudah melakukan nya lalu apa?? yang kau mau," ia bertanya tanya.
"oooh!...,keren! dia juga bisa berpindah! ," ia sambil kagum melihat tiba tiba berpindah ke kedalam botol minumnya.
"bagai mana bisa mahluk kecil ini punya banyak kemampuan sedangkan aku tidak," ia sambil melihat dengan kagum jelly tersebut.
kruuu,bunyi perut.
"uuh, perut ku sakit aku lapar belum makan apa apa tetapi aku tidak membawa tas berisi makanan di tas ini juga tidak ada makanan!," ia sambil memegang perutnya.
"apa yang harus kumakan!," ia dengan merenung dan sedih.
"hmm?, ada ada apa?, kenapa menyentuh bahu ku dan kenapa kau menunjuk salah satu sulur mu ke sana apa mungkin ada sesuatu di sana atau kau ingin aku ke sana?," ia bangun membawa botol berisi jelly itu mengikuti instruksi dan menuju ke jalan yang jelly itu tunjuk.
setelah beberapa menit berjalan.
"hwaah!, apa silang??, apa maksudnya berhenti!," ia terkejut sambil melihat jelly itu membentuk silang di depannya.
cratt, suara tusukan dari semak semak.
kaing, rintihan serigala.
"eh! apa jadi kau menghentikanku karna merasakan ada bahaya kau sangat hebat berbeda dengan ku," ia sedih merenung sedikit.
"kyaa!, apa itu?," ia berhenti diam melihat sesuatu didepan yang tiba tiba muncul sesuatu yang mengerikan dia tidak bisa bergerak dan gemetar ketakutan tidak tidak bisa lari hanya diam disana.
__ADS_1
"sraat , suara batang dipotong.
"bruk, pohon jatuh.
"eh!...,apa yang terjadi?, aku tadi merasakan ketakutan yang mengerikan, eh! pohon kenapa ada pohon tumbang?," ia saat melihat sekitar dan bingung apa yang baru terjadi.
sebuah sulur memanjang mengambil sebuah apel dan memberikan nya.
"apa ini untuk ku? makasih!," ia dengan sangat senang dengan pemberian mahluk mirip jelly tersebut.
"haap!...manis!...segar!..berair!," ia langsung memakan nya dengan senang hingga habis.
"eh!...,habis?, aku ingin berbagi pada kakak," ia dengan sedikit sedih karna merasa terlalu rakus.
"ah!, masih banyak akan ku ambil!," ia melihat sekitar pohon tumbang langsung berjalan ke arah pohon tumbang itu mengambil banyak buah nya dan memasukkan nya ke dalam tasnya hingga penuh.
"kenapa tidak mau masuk lagi?," ia dengan heran.
"apa mungkin Kepenuhan?, sebaik ku kumpulkan saja di dekat tuan jelly!," ia dengan senang mengambil apel yang masih tersisa dan mengumpulkan nya dekat botol jelly itu.
waktu cukup cepat berlalu tanpa sadar matahari mulai terbenam.
"hmm?..apa?, sudah mau malam?," ia bertanya tanya.
"apa yang di lakukan tuan jelly itu," ia melihat jelly tersebut mengumpulkan beberapa bahan dan membangun sebuah tenda primitif sederhana
''wuah! hebat sangat kreatif," ia terkejut.
"tapi apa ini tenda untuk ku? Terima kasih! ," ia berterima kasih.
"apa mungkin kau?," ia mencoba menebak.
"hahaha, apa kau ingin membuat api unggun untuk menghangatkan tubuh kau hebat tetapi soal api aku bisa membantu sedikit ," ia mengangkat jari telunjuk dan api agak besar keluar.
flaaaar, api membakar
"eh!?, kenapa api ku lebih besar dari sebelumnya?," ia dengan bingung sambil menggunakan untuk membakar ranting yang di kumpulkan jelly itu.
"brrr, ia gemeter.
"ini makin dingin sebaiknya aku duduk dan menghangatkan diri di depan api tentu saja sambil memakan apel enak ini," ia duduk dalam tenda primitif di depan api unggun dan memakan apel tersebut.
...auuuuuu woof woof auuu....
"haah!, apa a-apa tadi apa mungkin serigala?? ," ia langsung bangun dan menyiapkan diri untuk kemungkinan terburuk.
"craaat", suara tusukan.
ngaing.. ngaing, rintihan serigala.
"haah!, itu apa jelly ini yang melakukan nya??," ia dengan bertanya pada diri.
auuu woof grrrrr, geraman serigala.
serigala berukuran 3 kali lebih besar dari serigala biasa berwarna merah gelap muncul dengan mulut meneteskan liur cakar besar berjalan keluar dari pepohonan sedikit berjalan lalu melompat ke arah gadis itu.
__ADS_1
"uaah!," anita melompat ke arah kanan nya berhasil menghindari terkaman serigala itu akan tetapi jaraknya dengan serigala itu menjadi dekat.
"tendanya rusak!," ia melirik tenda primitif yang dibuat jelly itu rusak dengan agak sedih.
serigala itu tiba tiba terdiam dan seperti ingin muntah.
"kenapa?.. serigala itu bertingkah aneh dia seperti habis menelan sesuatu dan berusaha memuntahkan nya tadi yang kulihat sebelum melompat dia tidak apa-apa ah!! itu tidak penting!," ia sambil berjalan mundur perlahan berharap bisa menjauh dari serigala itu.
"woof grrrrr ," seriga itu menyadari nya melihat mangsanya sudah dekat dan mengabaikan hal yang ingin dia muntah kan.
hiii!!..,a-apa aku kali ini akan benar benar mati??," ia dengan benar benar ketakutan.
"woof grrrrr," tiba tiba serigala itu berhenti.
"ehh?, apa yang terjadi kenapa serigala itu berhenti lalu kenapa ia seperti merasa sakit??, apa salah makan??, tidak aku harus fokos untuk menghindari nya sebisa ku jangan patah semangat!," ia sambil meyakinkan diri.
craaat, banyak sulur keluar dari tubuh serigala itu.
"apa!...apa yang terjadi??, apa serigala itu akan ber evoluasi??, tapi kenapa sekarang?? eh ada yang aneh kenapa sulurnya terlihat ingin melilitkan," ia bertanya tanya sambil memperhatikan kejadian aneh di depan nya.
sruut, sulur yang keluar dari tubuh serigala itu melilit tubuh kaki badan leher mencekiknya hingga sekarat akhirnya mati.
"hiii!, a-apa yang baru terjadi tadi seram sekali sebuah sulur keluar dari tubuh serigala lalu melilit nya," ia dengan shook dan agak takut.
"ah sulur??, apa itu perbuatan jelly ini," ia menebaknya dengan yakin.
tapi bagaimana bisa? , ia sambil memikirkan nya.
brrrr, menggigil
"dingin ah apinya masih nyala baguslah," gadis melihat sekitar dan menemukan api unggun nya masih menyala lalu mendekati api unggun yang masih menyala lalu mengeluarkan selimut dari tas penyimpanan ruangnya dan memakainya.
"walaupun tasku kapasitas nya tidak besar tapi ini cukup muat banyak, tapi aku dari tadi siang hanya berkata jelly ini jelly itu
dia kan pintar seharusnya punya nama tapi apa?..,namanya??," ia memikirkan namanya.
"apa mungkin belum punya nama?, sebaiknya ku namakan saja sekalian memperkenalkan diri!," ia mengangkat botolnya berisi jelly itu ke hadapan nya.
"a-n-i-t-a L-i-l-i-e anita lilie !," ia sambil menujuk ke arah diri sendiri.
"apa dia mengerti?,ah!....dia paham bagus!," ia dengan senyum.
"selanjutnya, hmm? bagai mana dengan nama lieh itu diambil dari pelesetan nama belakang ku," ia dengan ceria.
"baiklah!, akan ku eja l-i-e-h sekali lagi l-i-e-h," ia sambil menunjuk ke arah botol berisi jelly itu dan menamainya
lieh namamu sekarang lieh, ia dengan senang
"huaaam, aku ngantuk!," ia mengusap matanya yang mengantuknya.
"hehehe , "ia tertawa setengah ingin tidur.
"sekarang kau punya na..m... aaah," ia dengan menguap.
"selamat malam lieh," ia langsung tertidur memeluk botol berisi jelly yang dia beri nama lieh.
__ADS_1
π½ππππΌππ½πππ,.......