
Pantai tampa pasir. Terlihat ubur ubur di sekitar laut di sana bolak balik melihat keadaan sekitar. Hingga memutuskan diam setelah beberapa saat.
Sistem apa ini kepompong mutasi ku?
Rei melihat sebuah batu berwarna merah mirip chaos meteor tergeletak dalam air laut tetapi tampa ada aura maupun hewan gila di sekitar. Melihat dengan heran ia menanyakan pada layar sistem.
[Ding ~ Dari data dan gelombang nya bisa dipastikan 1000% itu benar]
"Kau bilang 1000% gak tuh sangat yakin ya?"
Rei menatap dengan curiga pada layar sistem ia merasa pernah, bukan sering di tipu dan di bodoh kan hingga sulit mempercayai sistem.
[Ding ~ Mohon dipercaya host sistem tidak bercanda ]
Rai menghela panjang berkata, ''Baiklah aku percaya padamu lagi kali ini!"
Rai memutari nya melihat sekitar batu tersebut berhenti lalu memikirkan, ''Jadi apa yang harus kulakukan?''
[Ding ~ Sistem menggunakan sensor, dan mendeteksi adanya sebuah kehidupan sekitar dari perkiraan itu sangat lemah]
''Apa kehidupan sekitar apa itu hewan chaos?''
[Ding ~ Berdasarkan jumlah energi nya sepertinya bukan, apa host ingin memeriksa?]
''Niatnya tetapi kayak nya akan berbahaya, '' ucap ia melihat kearah batu itu memikirkan apa yang harus kulakukan dengan benda ini
[Ding ~ Host jangan takut sepertinya keadaan nya melemah, mungkin host bisa menyerapnya? atau mendapatkan beberapa barang penting]
''Baiklah aku akan ke sana untuk melihat!''
Rei bergegas kearah tempat yang di beritahu sistem. Berenang menyusuri laut pantai tampa pasir.
Setelah berenang beberapa saat tiba dia melihat seorang pria berambut hijau tergeletak secara tiarap berpenampilan baju pesta tidak sadarkan diri.
Rai melihat dengan agak sedikit terkejut, ''Eh? kenapa ada orang disini apa dia pemabuk dan malah hanyut, atau mungkin nyasar?''
''Eh apa itu darah?'' ucap dia saat memperhatikan keadaan nya menemukan bahwa pria itu terluka di bagian punggung.
Rai mendekati nya melihat kondisi apa mungkin masih bisa di tolong. Mengeluarkan sulur menyentuh lukanya dan menjahit menggunakan tentakel yang sudah dikeraskan pada bagian ujung.
Dengan terampil menjahit luka nya menutup pendarahan dengan cara seadanya. Mungkin ini tidak boleh di lakukan secara medis korban luka sayat langsung dijahit saja bisa menyebabkan infeksi pada luka.
Tetapi Rei sudah lebih ahli memanipulasi tubuhnya membuat agar tentakel nya tidak hanya untuk menutupi luka tetapi juga menghilang kan bakteri penyebab infeksi secara bersamaan.
Setelah beberapa saat terlihat sekitar 6 jahitan punggung dengan rapi. Memutuskan tentakel nya Rei menggunakan membelah diri menaruh sedikit kesadaran perintah agar tetap menutup sampai sembuh.
''Oke sudah selesai tinggal menunggu bangun saja semoga tidak mati sih soalnya kulihat banyak darah keluar saat menjahit tadi!''
"Berarti tinggal batu tadi ya sebaiknya ku taruh dalam pohon dahulu untuk ku teliti nanti!"
__ADS_1
Rei mengaktifkan void dari jarak jauh menggunakan pohon pucat untuk mengambil nya dan memasukan kedalam rongga di dalam pohon sebagai tempat penyimpanan.
Rai melihat pria itu masih tertidur pulas tidak sadarkan diri dan berfikir, "Oke 1 lagi urusan kelar, sebaiknya aku cari makan mungkin pria ini butuh makan saat bangun"
Bergegas sebelum pria tersebut bangun Rai langsung meninggalkan nya sementara mencari makan di sekitar pantai tersebut.
Masuk kedalam tanah di daratan mencari apakah ada suatu yang bisa dimakan. Mungkin kalian bingung kenapa bisa Rai bergerak di daratan itu karena sekarang Dia memiliki ability adaptasi dan Telekinesis sehingga memungkinkan nya bergerak di tempat tampa air sekalipun.
Namun itu masih memiliki beberapa kekurangan Sp nya terserap cukup cepat. Rai tidak terlalu memikirkan nya Dia menggunakan penyerapan dan menyerap tanah dan udara sekitar karena memiliki sedikit energi meteor.
Setelah beberapa berkeliaran di daratan tidak menemukan apapun.
''Pada kemana hewan nya?''
[Ding ~ Mungkin sudah hilang]
''Hilang? kemana aku menggunakan sensor tetapi tidak ada yang terlacak''
[Ding~Tidak tahu ]
Dengan kesal melihat layar sistem berkata, "Dasar sialan. Sudah lupakan saja aku cari di lautan saja makan ikan bakar aja tuh orang!"
Rei menggunakan Void langsung bergegas kelautan mencari beberapa ikan dengan cukup cepat. Selesai mendapatkan apa yang diperlukan Rai kembali ke orang pingsan tersebut
Di sebelah nya Rai terlihat memanggang ikan menggunakan Blood flame bau harum ikan panggang menyebar tampa sengaja tercium oleh orang tersebut.
Merasa ada yang salah bangun melihat sekitar, ''Tunggu ikan? apa mungkin aku tertangkap!''
Melihat sekitar Cloud tidak melihat apa-apa hanya ada ikan panggang di samping nya dan luka nya tidak terlalu sakit.
Apa yang terjadi aneh seharusnya aku loncat kelaut pingsan dan akhirnya mati kelelahan!
Sebuah transmisi pikiran memasuki pikiran Cloud, ''Hei sudah sadar? kalau iya jangan langsung bergerak luka mu nanti terbuka''
[Ding~ Menggunakan 2.000 sp, 20 untuk setiap 1 kata]
''Hei apa apaan tuh kukira gratis! '' ucap Rai dengan marah.
[ Ding ~ Tidak ada yang murah di dunia ini Host ]
Rai mengacungkan tentakelnya ke layar sistem dengan marah berkata, "Sialan.. tunjukkan status nya sekarang!"
[ Ding ~ Baik menunjukkan informasi saat ini >Level : mutasi 4
>Exp : 60 - 10.000
>Umur maks : 30 tahun
>Nama : Reinal { Liyeh }
__ADS_1
>Spesies : Zooplankton
>HP : 7.000
>SP : 1.500/4.000
>MP :250/300 ]
''Tuh kan banyak yang hilang kok bisa?''
[ Ding ~ Tidak ada yang tidak bisa di dunia ini host ]
Menghela panjang Rai berkata, ''Sepertinya bila tanya lagi akan di jawab asal!''
[ Ding ~ Jadi apa yang akan host lakukan pada orang ini?]
Rai mengalihkan pandangan nya ke orang terluka itu yang sedang terlihat waspada sekitar. Mendekatinya kemudian bertahan menggunakan telepati.
''Hei siapa nama mu dan kenapa bisa begitu?''
Lalu menambah kata, ''Kalau kau mencari sumber nya aku di sini di bawah!''
Pria terluka itu melihat ke bawahnya melihat hewan chaos cukup pintar bertanya dan menolong nya. Selama ini hewan jenis apapun yang di temui memang bisa bicara namun mereka sangat ganas.
"Ha... hewan chaos kau cukup pintar ya?'' ucap pria terluka itu
...
Pria itu berpikir sejenak, memutuskan mengenalkan dirinya, dan memberi tahu kondisinya berkata : "Cloud Rainheart seorang evo level B aku begini karena di khianati teman ku! "
Kemudian menambahkan "Kau sangat pintar tidak menyerang manusia, dan juga aku tidak merasakan aura berbahaya"
"Aku berterima kasih!"
Rai menjawab dengan telepati "sama sama lalu apa yang akan kau lakukan selanjutnya?"
"Tidak tahu aku hampir kehilangan semua energi kehidupan ku, mungkin akan mati besok, atau beberapa hari lagi" ucap Cloud membalas perkataan nya.
"hampir mati kah? baik lah ku tolong"
Rai menggunakan Void dari kejauhan pohon pucat tampa di perintah sudah menumbuhkan 2 apel. Rai mendapatkan informasi itu dari belahannya baru baru ini
Mengambil salah satu buah itu Rai memberikan nya kepada Cloud yang melihat nya mengeluarkan Lubang Void.
Cloud terlihat bingung teryata hewan ini bisa menggunakan Void apa level tinggi sempat terpikir dari benaknya.
Cloud melihat nya mengeluarkan apel dan memberikan nya pada nya bingung apa yang di lihat, "kenapa dia memberi apel, untuk apa?"
Kemudian mengambil apel tersebut lalu melihat lihat mengeceknya.
__ADS_1