
Pesisir pantai yang berbatu. Terlihat seorang pria dengan baju pesta yang sudah rusak dengan banyak mayat hewan beberapa yang telah kering yang lainnya masih normal dengan sebuah luka tusukan.
pria Itu adalah Cloud sedang menunggu Rai si ubur-ubur yang telah menyelamatkan nya membuktikan bahwa kata kata yang sebelumnya itu benar, tentang sebelum nya dia adalah peliharaan seseorang.
...
Tak berselang lama menunggu sebuah lubang hitam berukuran cukup besar muncul, itu lubang void dengan kordinat Anita teman atau majikan Rai.
Cloud terkejut secara tiba tiba sebuah benda berwarna hitam menggumpal mirip sebuah lubang muncul entah dari mana.
Melihat Cloud terkejut Ken menggunakan telepati : "Hei, kawan! jangan terkejut ini kemampuan ku bukan kah kau sudah pernah lihat?"
Mendengar sebuah suara di pikiran nya Cloud menjawab dengan jujur : "Bukan begitu hanya saja belum terbiasa, kau mahluk sekecil ini memiliki banyak ability sebenarnya kau ini apa?"
Dengan heran Ken bertanya apa maksud perkataan Cloud : "Maksud mu apa?"
"Kok malah bertanya balik, bukan kah sudah jelas biasanya monster seperti mu yang banyak ability dia tipe rank Legendry, apa mengerti?"
"Baiklah baik aku udah paham," ucap Rai dengan telepati tidak acuh.
"Apa kau mau masuk ke portal di sana akan membuktikan aku benar!"
Mendengar tantangan itu Cloud berkata "Oke! tapi kau juga ikut!"
"Ayo!"
Rai dan Cloud masuk kedalam portal yang akan membawa mereka ke tempat Anita, seorang gadis yang menjadi dermawan penolong Rai saat sekarat dan berjanji akan melindungi Anita bila dalam bahaya.
......................
Kejauhan tempat Rai dan Cloud terlihat sekelompok orang sedang beristirahat setelah perjalanan cukup panjang, setelah perjalanan yang berbahaya melewati banyak sergapan monster chaos mereka tiba di sebuah kota terbengkalai banyak gedung dengan cat mengelupas serta kaca yang pecah juga jalan yang menjadi penuh rumput tidak diurus.
Mereka memutuskan istirahat di sana karena energi meteor relatif rendah untuk monster kelas lebih tinggi, mereka menggunakan sebuah alat spiritual instrumen untuk mengukur jumlah energi meteor sekitar.
Tetapi diantara mereka ada yang terlihat sedang memperhatikan sebuah toples berisi hewan ubur ubur, itu adalah Anita lilia dia duduk di tempat agak jauh dari kelompok.
__ADS_1
Tak lama memandang toples Anita di kejutan dengan tepukan dari belakang, saat menengok seorang wanita berwajah sedikit mirip dengan Anita dengan potongan rambut pendek serta sebuah pedang di pinggangnya.
Nama wanita itu Risa lilia kakak kandung dan keluarga terakhir Anita setelah bencana yang di lalunya.
Melihat Anita adik nya dengan wajah muram Risa menanyainya : "Anita ada apa? kenapa kau melihat mahluk itu?"
"Ah! kakak maaf, aku hanya bingung kenapa teman ku ini tidak aktif apa mati?"
~Mendecakan lidah.
"Mahluk itu tidak akan mati mudah mungkin hanya berpura pura, kocok saja toples itu atau biarkan dia di udara terbuka!"
Dengan wajah terang berbinar Anita berkata: "Apa akan ada respon kakak!"
"Tentu saja dia akan mati!"
"Hmp! kakak jahat!"
~Hahaha.
Secara tiba tiba sebuah lubang hitam muncul didekat Risa dan Anita yang sedang bersama, Risa terlihat panik menyuruh Anita kebelakang nya mempersiapkan senjata hendak melawan sesuatu yang buruk terjadi.
"Anita, cepat! ke belakang kakak sepertinya ada mahluk di luar nalar menghampiri kita!"
"Apa? kakak bisa melawannya?"
Mendengar suara anita ketakutan Risa memilih berbohong karena di level nya saat ini mustahil melawan mahluk dengan penguasaan void dia berkata : "Iya... bisa"
Anita menyadari kakak nya berbohong dengan tegas berbicara, "Tidak! kakak bohong ayo lari! kalau tidak bisa melawan!"
"Sudah cukup aku kehilangan keluarga di depan mata ku!" ucap Anita dengan sedih.
Risa melihat Anita yang menangis dia paham kesedihan nya untuk umur yang belum belasan tahun sudah melihat begitu banyak hal yang menyayat hati kecilnya, tetapi tepat saat Risa menyentuh kepala Anita yang hendak menenangkan sebuah tangan muncul dari sana.
Sial Anita sepertinya kita terlambat untuk lari itu yang ada di dalam pikiran Risa yang melihat sebuah tangan keluar, dengan nekat karena keadaan Risa langsung menerobos sekuat tenaga, di serta muncul nya seorang pria dari lubang itu.
__ADS_1
Saat hendak menyerangnya pria itu dengan reflek menghindari nya, berguling ke ke kanan dan langsung memeluk kaki Risa. Walupun dia kehilangan Kemampuan nya Cloud masih bisa menggunakan mutiara waktu untuk melihat gerakan lambat sekilas ditambah tubuh nya masih mengingat menggunakan kemampuan secara efesien.
"Siapa kau!" Ucap Risa melindungi adik kecilnya.
Percayalah nona aku bukan untuk menyakiti mu, aku hanya melihat kebenaran yang di beri tahu mahluk itu!" Jawab Cloud.
Tak berselang lama sebuah toples melayang keluar dari sebuah void, di dalam toples tersebut terdapat sebuah mahluk biru pucat bertentakel panjang wujud nya hampir sama dengan ubur-ubur namun bukan.
"Apa yang kalian lakukan?" Ucap dengan suara transmisi pikiran kepada Risa, Cloud, dan Anita.
Itu adalah Rai yang telah sampai dan hendak mengunjungi Anita, dari belakang punggung Risa Anita melihat toples melayang di dalam terdapat mahluk yang mirip dengan temannya tetapi berbeda dia bisa berbicara.
"Huh? Lieh?"
Rai mendengar perkataan Anita dan dia saat ini hendak menghampiri nya, ingin berbicara lebih dekat. Namun sebuah pedang putih di Arahkan oleh Risa melihat mahluk tersebut yang tampak mendekati adiknya.
"Hei, mahluk sialan berani mendekati adiku? walaupun aku mati itu tidak akan ku biarkan!" Ucap ancaman Risa.
Dalam pikiran Rai dia tidak menyangka akan terjadi seperti ini, padahal niatnya hanya ingin berbicara secara baik baik.
"Bisa kalian dengar penjelasan ku dahulu?" Ucap dengan transmisi suara.
Mendengar transmisi suara itu lagi Risa lebih menjadi waspada, saat ini dia juga mengaktifkan kemampuan nya. Dia menyelimuti pedang di tangan dengan api miliknya.
"Untuk mendengar ucapan sesat dari monster yang tidak tahu asalnya, adalah kebodohan!"
Mendengar ucapan Risa, Cloud mengangguk setuju dia memang belum mempercayai maksud baik dari Rai.
"Sial kenapa jadi runyam begini, ayolah aku tidak punya niat buruk dan Anita aku ini Lieh mu bisa ku jelas kan kenapa jadi begini adalah tolong dengar kan aku sekali!" Ucap Rai dengan transmisi suara tersebut.
Risa terdiam dia berpikir lalu tiba-tiba tangan nya di tarik oleh tarikan kecil, dia melihat ke arah nya itu adalah Anita yang tampak hendak memberi tahu sesuatu.
"Kakak, kupikir tidak ada salahnya mendengar mahluk yang mirip Lieh!"
Menghela nafas seperti dia tidak tahu apa lagi nantinya, Risa melihat mahluk tersebut tetapi melihat nya dengan tatapan tajam.
__ADS_1
"Baik, aku dengar celoteh mu!"