
Lautan
Di atas permukaan laut terlihat pohon besar tanpa daun. di salah satu ranting tersebut terdapat buah mirip apel merah sedang tumbuh tak lama.
Ctaas!
Buah tersebut terputus dari ranting jatuh ke laut buah mirip apel tersebut berubah warna menjadi putih pucat menggumpal membentuk seperti jamur lalu menumbuhkan tentakel di bawahnya.
[ Ding ~ Selamat host telah melewati mutasi level ke 4]
''hmm, huaam, ? gelap?, apa sudah malam?,'' ucap dalam batin.
''Apa? jadi? aku sudah bermutasi kenapa bentuk ku masih sama? ukuran juga masih sama seperti sebelumnya?'', ia mengecek seluruh tubuhnya merasa tidak ada yang berbeda.
''Lalu pohon besar apaan nih!?, kok tiba tiba muncul?, sistem jelaskan!'', ia kaget melihat sebuah pohon entah dari mana muncul
[ Ding ~sebaiknya host periksa status nya host]
''Kau benar tetapi ternyata ada beberapa hewan mutasi dengan rank berbeda dan mutasi dari sumber berbeda ya?'' ia tiba tiba-tiba mengingat apa yang ada di mimpinya saat tertidur melakukan mutasi level.
''Kukira...cuman ada rank biasa dan rare, ternyata ada yang unik ya lalu semakin tinggi level mereka makin susah di lawan terutama dengan rank rare dan unik!'', ia memikirkan langkah apa yang harus dilakukan bila bertemu salah satu dari mereka.
''Sudah lah!, kupikirkan nanti saja juga jangan berpikir sesuatu yang belum tentu terjadi!,'' ia berhenti berpikir.
''Yang terpenting sistem kita lihat status ku!,'' ia melihat layar biru sistem.
[Ding ~ Kenapa tidak dari tadi host]
Rei melihat layar sistem berkata, ''Orang butuh waktu untuk mengumpulkan kesadaran saat baru bangun kau tahu sistem?''
[Ding ~ tapi host bukan orang]
Dengan cepat Rei mengelak pertanyaan ''sudahlah, tunjukan saja!''
...[Ding]...
[level : mutasi 4 ]
[exp : 0 - 10.000]
[umur maks : 30 tahun]
[nama : reynal / liyeh]
[spesies : zooplankton]
[HP : 7.000]
[SP : 0/4.000]
[MP :0/300]
[strg : 800]
[def : 800]
[agi : 800]
[𝘀𝗸𝗶𝗹𝗹 𝗮𝗸𝘁𝗶𝗳]
[racun kematian C+]
[pendorong B+]
[menyerap B-]
[mengeras D+]
[Telekinesis F-] baru
[telepati F-] baru
[𝘀𝗸𝗶𝗹𝗹 𝗽𝗮𝘀𝗶𝗳]
[regenerasi D-]
[menipu kematian D-]
[manipulasi bentuk C] baru
[penglihatan D-]
[sensor B-]
[berenang C-]
[adaptasi E+] baru
[translate G+] baru
[Pendengar G-] baru
{𝙖𝙗𝙞𝙡𝙞𝙩𝙮 𝙢𝙚𝙩𝙚𝙤𝙧}
[Bloodflme F-]
[void B-]
''Wah!'', ia berbinar.
Saat Rei melihat menemukan hal yang membuatnya kesal berkata, ''Tapi Apa- Apaan Itu Exp Selanjutnya Jumlah Tidak Masuk Akal!''
''Sp dan mp ku habis? kenapa bisa gitu?''
__ADS_1
''Yah!...lupakan saja yang penting beberapa yang baru dan sepertinya ada yang hilang?''' ia dengan senang dan bingung.
''hmm? sistem apa itu pendengar? manipulasi bentuk? apa itu meteor ability?,'' ia melihat ke arah layar biru sistem dan bertanya.
[Ding ~ Pendengar memungkin kan host untuk mendeteksi suara lewat getaran frekuensi rendah yang sulit di dengar]
''Apa begitu? kenapa aku tidak mendengar suara apa apa?'' ia dengan bingung.
...[Ding]...
[Fungsi nya hampir mirip dengan ability pasif tetapi berbeda karena tidak membutuhkan biaya apapun host hanya perlu berpikir ingin menggunakan nya]
''Ah! begitu rupanya baiklah akan ku gunakan, ia berpikir menggunakan ability pendengar.
''whusss... kuaaa... srrrr.... bluurr,'' seketika suara demburan ombak hewan kecil di sekitar terdengar lebih jelas.
''Waah! jadi terdengar sangat jelas,'' ia dengan senang.
''Baiklah!, aku mulai mengerti lalu kenapa ada ability yang hilang?'' ia bertanya pada sistem.
[Ding ~ Dikarenakan beberapa ability host di gabung kan menjadi 1 contoh manipulasi bentuk itu gabungan dari manipulasi sulur - manipulasi ukuran - membelah diri hal itu terjadi karena mutasi host]
''Lalu apa itu meteor ability?,'' ia dengan bingung.
[Ding ~ Itu adalah ability milik host yang menggunakan mp dan host bisa mendapatkan nya lewat menyerap baru meteor tertentu]
''Oh begitu! aku paham! berikutnya apa itu blood flame?'' ia dengan bingung.
[Ding ~ itu adalah ability yang host dapatkan setelah menyerap chaos meteor yang ada pada penyu waktu itu memiliki fungsi menciptakan api semerah darah dapat bertahan di tempat yang tidak ada oksigen sekalipun]
''waktu itu? ah! apa teman lama sialan itu?'', ia mengingat.
[Ding ~ Benar]
''Lalu maksudmu dapat bertahan tampa oksigen apa mungkin aku bisa membuat api di air maupun zona hampa?''.
[ Ding ~ Benar]
''Oh ya benar! aku hampir melupakan nya kenapa sp dan mp ku habis bukan kah sebelum nya,'' ia bertanya pada layar sistem di depannya.
[Ding ~ Itu karna semuanya di gunakan untuk membuat pohon besar di dekat host]
''Jadi, pohon ini? ada karna aku?'' ia sambil melihat pohon putih pucat di dekatnya.
''Tapi kena... hmm!?'' ia tiba tiba merasakan bahaya memasuki daerah sensor nya dengan cepat
[Ding ~ Host hati-hati ada yang mendekat dengan cepat]
''Sial ada hewan chaos yang mendekat kukira disini aman ternyata sama saja lalu jumlahnya satuan? tidak puluhan? bukan ini ratusan?,sialan! aku belum memulihkan sp dan mp ku sialan! apa yang harus ku lakukan,'' ia dengan panik mencari solusi masalahnya.
[Ding ~ Host bisa menggunakan pohon besar ini untuk berlindung atau menyerang]
''loh? kenapa bisa gitu?'' ia bingung dengan saran sistem.
''Jadi begitu kenapa bisa sangat besar! lalu gimana cara aku menggunakan nya?'' ia dengan panik.
[Ding ~ Host tinggal menyentuhnya dan mengaktifkan manipulasi tubuh saja itu akan bergerak sesuai keinginan]
''begitu!, baiklah akan ku lakukan!,'' ia dengan secepat mungkin berenang ke arah pohon besar berwarna pucat untuk menyentuhnya menggunakan salah satu sulur nya.
''Oke aku sampai! pertama akan ku gunakan untuk pertahanan!,'' ia sampai dan menyetuh pohon pucat tersebut.
Craak...craaak!, pergerakan batang pohon.
Seketika ranting batang pohon pucat itu terbuka dan menutupi tubuh zooplankton Reinal
''Oh!, walupun di dalam sini aku tetap bisa melihat keadaan luar keren!'' ia dengan senang.
tak lama dengan cepat ratusan ikan yang hidup berkelompok yang tidak di ketahui tujuan nya sampai tempat reynal
''ikan apa itu?''
Melihat dengan bingung melihat Ratusan ekor ikan berbentuk panjang bergigi tajam.
''akan ku coba cek,'' ia memfokuskan penglihatan nya pada salah satu ikan tersebut.
[Spesies : Barracuda chaos]
[Nama : ...]
[Atribut : Hive mind]
[Level : E]
[Rank: Biasa]
''Eh! hive mind? apaan tuh?'' ia dengan bingung.
[Ding ~ Menurut sistem Hie mind adalah kesadaran kolektif yaitu pikiran mereka saling terhubung]
''Apa bi...'' belum sempat berkata ia telah di serang.
Braaak.... craaak!, kawanan baracuda menggila menabrak menggigit pohon pucat Rainal.
''Wah? ini agak berguncang tidak bisa di biarkan waktunya penyerangan!'' ia senyum dengan sebuah rencana.
''Craaak.... swisss!'', reynal mengendalikan ranting pohon pucat menusuk salah satu Barakuda.
Craaat!, tertusuk
Tetapi hal itu tidak membuat para baracuda gentar dan lebih menggila pada serangannya
''Apa? belum cukup kah baiklah coba ini,'' Rainal menggerakkan pohon pucat membentuk banyak ranting menyerang Barakuda.
__ADS_1
Craaak...Swiss.
tetapi para baracuda sudah menyadari serangan dan menghindari secara kompak.
''Hah? kok bisa kompak menghindari nya bukan kah seharusnya ada yang ken- tunggu apa karena hive mind,'' ia menebaknya.
''Begitu ya kalo gitu coba yang lebih gila tetapi sebelum itu sistem apa ini bisa dilakukan?,'' ia bertanya pendapat sistem.
[Ding ~ Tentu saja host]
''Begitu baiklah kita coba!'' ia dengan sinis.
Craak... craaak.... craaak, dahan pohon pucat bergerak menusuk kawanan baracuda.
Reinal menggerakkan keseluruhan dahan atas pohon pucat membuatnya menyerang secara keseluruhan penjuru membentuk pemandangan hutan duri
''hahahahahaha, berhasil!'' ia tertawa senang.
[Ding~ Host tertawa begitu mirip psikopat]
''hah!?heh sorry terbawa suasana,'' ia dengan malu.
Ratusan Barakuda tertusuk tidak ada yang terlewat semuanya mati karena ratusan dari darah Barakuda lautan tempat nya berada tercampur darah merah.
''Waduh? darahnya! gawat! nanti bisa menarik predator lain!'' ia dengan bingung dan panik.
''Ah! benar! akan ku angkat ke atas dulu,'' ia menggerakkan dahan yang menusuk ratusan baracuda ke atas permukaan.
''Lalu bagai mana? dengan darahnya? masih ada kalau menyebar terlalu jauh? bisa gawat untuk predator sensitif!,'' ia dengan bingung.
[Ding ~ Host bisa menggerakkan akar pohon pucat untuk menyerap darah nya]
''Beegitu kah?'' ia menggerakkan akar pohon pucat menyerap darah yang masih ada di sekitarnya.
Craaak..... sruut, seketika darah yang tercampur pada lautan terserap menyaring energinya mentransfer nya pada Reinal.
''Hmm? kenapa aku merasa seperti ada yang memasuki tubuhku,'' ia dengan bingung tidak tahu apa yang terjadi.
[Ding ~ darah yang diserap di saring energinya lalu di kirim ke host lewat kontrak fisik]
''Hooo begitu, ya cukup bagus lalu apa ranting nya juga bisa melakukan hal serupa?'' ia bertanya pada sistem.
[Ding ~Seperti nya tidak]
''baiklah coba begini,'' ia menjatuhkan Barakuda yang tertancap pada dahan pohon pucat lalu menggerakkan akarnya menusuk baracuda yang jatuh.
Craaak.... sruuuut.
''Hooh! berhasil!,'' ia dengan senang.
''Oh ya! ngomong ngomong sistem saat aku bermutasi apa kau ikut meningkat?,'' ia bertanya pada sistem.
[Ding ~ Tentu saja]
''Lalu gimana cara ku melihat peningkatan nya sistem?'' ia bertanya dengan semangat.
[Ding ~ Menampilkan peningkatan sistem
-pencarian data low
-bertukar dengan host very mid
-meminjam ability host mid]
''Hooh! begitu, ternyata bisa kenapa tidak dari sebelumnya!'' ia bertanya pada sistem.
[Ding ~Sebelumnya tidak memungkinkan karna level host sangat sangat rendah]
''Uwaaah, serendah itukah, ia tidak bisa menyangkal
''Sistem aku ingin tetap di sini tetapi aku juga ingin menjelajah apa kau punya saran?'' ia meminta saran pada sistem.
[Ding ~Hsost bisa meninggalkan klon host di sini]
''Loh!? bukan nya sudah tidak bisa membelah diri karena ability hilang tercampur oleh yang baru,'' ia dengan bingung.
[Ding ~ Lebih tepatnya hanya bergabung host masih bisa menggunakan nya]
''Begitu ya baiklah ku belah diri!'' ia mengaktifkan ability manipulasi bentuk.
Crack, tubuh nya terbagi dua secara sempurna.
''hmm? loh kok tidak sakit?'' ia dengan bingung.
[Ding ~ Itu karna sekarang hoat lebih bisa mengendalikan tubuh host]
''begitu! jadi lebih efisien ya apa saat nanti mutasi selanjutnya tidak akan sakit?'' ia bertanya pada sistem.
[Ding ~ Tidak itu mustahil malah akan tambah sakit]
''hiks...sial,'' ia dengan sedih
''untuk mutasi selanjutnya masih lama sebaiknya kupikir nanti Baiklah waktunya travelling lagi!,'' ia dengan semangat
Swiss, lubang void.
''Oke waktunya keluar,'' ia mengaktifkan void membawanya keluar dari pohon pucat di ruang yang buatnya.
''Ah ! sebelum itu karena terlalu mencolok akan ku atur masuk kedalam laut!'' ia mengendalikan pohon pucat yang tidak di sentuh namun masih ada kontrak fisik belahan nya di ruang pohon pucat.
''Hmm? sesuai dugaan ku aku lebih bisa mengendalikan belahan tubuh,'' ia dengan senang.
''Oke!, waktunya memulai perjalanan baru entah kemana!'' ia dengan senang.
__ADS_1
𝘽𝙀𝙍𝙎𝘼𝙈𝘽𝙐𝙉𝙂..