Crazy System Mutation ZOOPLANKTON

Crazy System Mutation ZOOPLANKTON
16. mutasi dan anita's sister


__ADS_3

hutan.


ditempat yang cukup jauh dari reynal dan anita sebuah kelompok terlihat kelelahan sedih meratapi kematian orang terdekat mereka karna pertempuran sedang istirahat terlihat seorang wanita berambut putih pendek memegang pedang berlumuran darah dan hewan chaos berserakan di sekitar sedang bersandar pada sebuah pohon terlihat sedih seperti kehilangan sesuatu tetapi ia merasa tidak kehilangan seketika...


''hissss groaaa'', raungan seekor monster menggema.


terdengar oleh kelompok itu semua orang langsung bersiaga termasuk wanita berambut putih pendek itu sesaat ia merasa bila mengikuti arah suara itu ia akan menemukan apa yang dia inginkan dan tidak akan menyesal bila tidak dia akan menyesalinya seumur hidup.


wanita itu mengikuti kata hatinya berpamitan pada kelompok nya untuk mengikuti asal suara itu awalnya kelompok itu tidak mengizinkan akan tetapi sesaat melihat tatapan penuh rasa bersalah wanita itu memberikan izin selama 1/2 hari untuk pergi.


wanita itu berlari mengikuti asal suara itu menemukan banyak bangkai hewan chaos mengering ia mengobservasi tempat itu menemukan bangkai hewan besar, bekas pembakaran api unggun dengan bara menyala dan jejak kaki kecil mengarah tempat lain.


setelah mengobservasi sekitarnya ia melihat jejak kaki kecil.


wanita itu merasa mengenali jejak tersebut dan langsung mengikuti nya.


...----------------...


"sudut padang reynal, hilir sungai.


"seriusan?, apa yang terjadi kenapa anita jadi 2 satu besar tetapi rambut pendek dan satunya masih kecil rambut panjang?," ia tercengang dengan apa yang dilihat.


''tu-tunggu, tungu apa? mungkin dia sodara perempuan? atau ibu dan anak?, sial aku ingin mengetahui pembicaraan mereka!," reynal melihat pembicaraan mereka berdua namun tidak tahu apa yang di bicarakan.


tak lama kemudian wanita itu melihat ke arahnya mengeluarkan aura api putih dan menodong pedang pada botol yang setengah terpotong berisi reynal.


"e-eh?, h-hei ,tante? ,nona?,mba? tolong turunkan pedang aku monster yang baik mencari teman. tunggu kenapa kata kata tadi serasa familiar?," ia bingung.


"tidak bukan itu tidak penting sekarang gimana?, cara menjelaskan aku tidak berbahaya," sambil reynal menggerakkan sulurnya keatas dan bergoyang.


wanita itu merasa terancam dan langsung berlari ke arahnya ingin menebasnya menggunakan aura pedang api putih.


"a-apa?, tidak jangan!," ia dengan panik tidak ingin menyakiti nya.


sesaat pedang itu berhenti dengan jarak 1 inci dari botolnya ia melihat anita memegang tubuh wanita rambut putih pendek itu dengan tubuh kecilnya dan memeluk setengah tubuhnya itu cukup membuat nya berhenti.


"hampir saja!" , ia dengan lega karna tebasan pedang itu hampir saja mengenainya.


"hmm?, apa yang dibicarakan mereka," ia melihat anita menjelaskan sesuatu pada wanita rambut putih pendek itu


"waduh!, anita menangis tapi aku tidak bisa melakukan apa -apa mungkin nanti akan dicurigai melakukan hal berbahaya malah tambah panjang urusan nya!," ia melihat anita menangis di depan wanita itu saat menjelaskan sesuatu dan melihat wanita itu tampak panik melihat nya menangis.


"serius apa yang di bicarakan?," ia dengan bingung melihat apa yang terjadi.


"eh?, berhenti anita berhenti menangis?," ia dengan bingung melihat wanita itu menghela nafas berjalan mendekati nya melihat gelang berwana gelap nya bercahaya mengeluarkan sebuah toples makanan berwarna transparan.

__ADS_1


itu?, apa gelang penyimpanan?, keren juga jadi pengen punya 1 tapi serius kenapa dia juga bawa hal tidak terlalu di perlukan," ia dengan bingung.


wanita itu mengangkat dan menuangkan botol berisi reynal ke dalam toples transparan itu karna airnya terlihat agak berkurang jadi dia mengisinya dengan air sungai hingga setengah penuh menggunakan botol rusak nya tadi.


anita mendekat dengan senang menutup toples sedikit melubangi tutup toples nya menggunakan api merah yang keluar dari ujung jarinya lalu mengangkat membawa nya berjalan bersama wanita itu.


"anita mau di bawa kemana dengan wanita ini?," ia dengan bingung dan merasa tatapan tajam ke arahnya.


tatapan tajam itu berasa Dari wanita berambut putih pendek ia masih belum bisa menerima keberadaan reynal dan terlihat ingin menebas reynal menjadi beberapa bagian.


"uuuh!, tatapan tajam banget deh," ia dengan perasaan tertekan.


"iya-iya sih aku masih sejenis monster baginya," ia sambil melihat ke arah wanita itu sambil mengaktifkan penglihatan di fokuskan.


[spesies : manusia evolusi]


[nama : risa lilie]


[atribut : api putih pembakaran segala]


[level : D]


"gara-gara kepanikan tadi hampir lupa aku memiliki ini. penjelasan agak beda ya dengan hewan dan tumbuhan," ia sambil mengobservasi kemampuan nya.


"tapi risa lilie? nama belakang nya mirip anita apa mungkin masih satu keluarga ya?," ia dengan asik memikirkan hal yang menurut nya agak bingung.


setelah berjalan agak lama tiba reynal anita dan risa di kamp sementara mereka.


anita dan risa di sambut dengan baik oleh mereka.


"oh!, tak terasa ternyata agak dekat ya dengan hilir sungai dan juga mereka juga disambut dengan baik bagus lah aku bisa agak tenang kukira semua manusia akan sama saja seperti yang kulihat saat mutasi ku!, "ia sambil melihat sekitar dari dalam botolnya.


anita dipandu saudari nya menuju tenda miliknya lalu pergi dengan tergesa-gesa.


lalu anita menaruh toples berisi reynal lalu mencari saudarinya terlihat ingin bicara soal penting hingga meninggalkan reynal di dalam tenda saudarinya.


"aku akan istirahat sejenak lalu aku tinggal kan anita dengan risa pasti lebih bagus dengan keluarga nya karna nama belakang nya juga lilie," ia dengan sedih.


"aku juga ingin menaikan level ku dan juga aku tidak mengerti bahasa mereka lalu aku juga belum cukup kuat untuk bertahan hidup di dunia ini," ia men introspeksi diri dengan sedih.


tapi suatu hari bila aku sudah sangat kuat dan mengerti bahasa mereka aku akan kembali ke anita untuk mengunjungi nya dan mengobrol dan berbincang , ia dengan memantapkan hatinya.


"tapi sebelum pergi aku akan disini dahulu untuk menunggu ai sistem on karna berbahaya bila aku sendiri," ia sambil memikirkan sebuah rencana pada kepalanya


tak lama kemudian....

__ADS_1


groooaaaaaaa, raungan monster.


suara raungan monster menggema semua orang di kamp langsung bersiap untuk menghadapi serangan.


"hm?, sepertinya kita kedatangan tamu tak diundang dan sepertinya akan panjang, ia mempersiapkan sulurnya dan voidnya menempatkan di depan barisan para monster yang akan menyerang.


"kebetulan yang pas ada trik baru ku temukan saat memikirkan sesuatu tadi tapi apa bisa ya," ia memikirkan trik barunya.


"coba saja lah!," ia dengan sinis.


reynal menggunakan void menteleport sulut nya ke depan barisan monster menusuk salah satunya lalu memotong sulurnya.


cratt, tusakan.


seketika keluar banyak sulur dari tubuh monster yang di tusuknya tadi sulur itu menjalar ke sekitar menusuk hingga tembus lalu menyangkut kanya dan menariknya ke monster yang awalnya dia tusuk lalu ia menyerap nya.


''sip ternyata berh...eh!? cepat sekali datang nya kesini," ia menggunakan sensor merasakan para monster sudah sampai di depan base kamp.


"dari jarak yang ku perhitungan seharusnya benar sudah di depan base kamp risa", ia memperhitungkan dengan sensor nya.


"baik akan ku bantu lagi," ia menggunakan voidnya menteleport sulurnya di barisan belakang monster tersebut dan menggunakan cara yang sama sebanyak yang dia bisa


1 jam pertemuan kemudian..masih berlanjut memanas.


3 jam kemudian..pertempuran masih berlanjut para evo mulai terlihat lelah.


4 jam berikut nya... para evo sudah kelelahan.


"Sial!, Tidak Bisa Begini Kenapa Pada Banyak Yang Datang?, Apa Karna Banyak Manusia Evo Masih Hidup?,"ia dengan kesal dan bingung


"meski yang datang saat ini cuma level e rank rendah tapi kalau bergelombol pasti akan sangat sulit langkah apa yang harus kulakukan bila tidak kamp anita dan risa akan hancur," ia dengan sangat kesal.


"dan juga dimana anita sial kenapa dia malah menghilang," ia dengan cemas terjadi hal buru


blaaar buuum, suara ledakan energi


"eh! hmm?, gejolak energi ini level E rank rare monster?, tidak ini dari manusia aneh apa manusia bisa mengeluarkan energi seperti itu akan kucoba intip keluar eh?, itu risa menggendong anita lalu mereka terbakar dan kenapa ada ada dinding api berwarna emas di sekitar base kamp," ia keluar menggunakan void dan menteleport dirinya di dekat tenda bersamaan dengan toples beningnya dengan bingung melihat apa yang terjadi.


...[Ding.... DING..... Ding.... Ding]...


"suara notif menyebalkan ini sudah pasti ai sistem! hei sialan kau sudah bangun!," ia dengan senang.


...[Ding]...


[selamat pagi host walau terlihat sore]

__ADS_1


"sudah agak lama tapi tidak apa apa, bagus lah sudah bangun dan tepat waktu", ia dengan senang.


BERSAMBUNG.....


__ADS_2