
Rai duduk di dalam toples yang saat ini berada di atas tanah meyakinkan mereka tentang niat aslinya yang tidak jahat.
"Baik Anita ini aku teman mu! dan yang ada di toples itu juga aku, lebih tepatnya pecahan ku! serius aku tak punya niat buruk apapun!"
Rai menjelaskan hal tersebut yang seharusnya tidak bisa menggunakan terlalu banyak kata serta banyak orang sekaligus, tetapi itu bisa di lakukan karena tampak di punggung nya ada batang dari pohon pucat menempel menembus melalui Void.
Dia menggunakan itu untuk cadangan energi nya yang memenang sudah menipis karena terlalu banyak menggunakan Telekinesis.
Mendengar transmisi perkataan Rai mereka agak terdiam, mereka masih merasa cukup curiga dengan Rai itu disebabkan semua bencana kepunahan di sebabkan oleh mahluk seperti dia.
...
"Guys?" Ucap Rai.
Menarik lengan baju Risa tampak Anita ingin membicarakan sesuatu namun dia tidak mau di dengar orang banyak. "Kakak bisa dekat kan telinga mu?"
"Baik!"
Risa mendekatkan telinga nya dia mendengar apa yang mau adiknya katakan hingga meras itu begitu penting.
"Menurut ku mahluk itu tidak bohong dan sepertinya benar dia Lieh! bisa tolong percaya padanya?"
Risa menghela nafas kemudian dia mengelus kepala Adiknya setelah melakukan itu dia mengarahkan pandangannya pada Rai yang di dalam toples, tepatnya yang di bawa Anita. Setelah itu dia mengarahkan pandangan tajam pada Rai yang berada di depan nya.
"Baiklah, aku sedikit percaya!"
Rai tahu bahwa Risa tidak akan mudah percaya dengan mudah, itu bisa dimengerti. Karena kota tempat dia lahir baru di hancur kan oleh gelombang monster dan di tambah dia juga kehilangan keluarga serta teman nya karena hal tersebut.
"Baiklah! karena aku sudah menunjukkan aku tidak memiliki niat Buruk dan benar-benar peliharaan seorang gadis kecil di sana. Apa kau percaya Cloud?"
Rai berkomunikasi secara pribadi lewat telepati dengan Cloud karena dia tidak ingin di dengar oleh yang lain. Mendengar itu Cloud mengerti maksudnya karena melihat respon yang lain tampak tidak berkomunikasi dengan Rai dia mengangguk ringan agar yang lain tidak curiga.
Setelah mendapatkan beberapa kepercayaan Cloud Rai diam diam menggunakan void dia mengirim sulurnya pada belahan yang berada dalam toples Anita. Dia berniat karena sudah bertemu kenapa tidak memperkuat belahan
Itu karena walaupun dia berevolusi sebelum nya seperti kata sistem, bila belahan terlalu jauh dari tubuh utama saat melakukan mutasi itu tidak akan mendapatkan peningkatan.
Seperti yang di lalui oleh Rai sebelum nya. Belahan tubuh nya membentuk kepompong di dalam toples, Anita yang menyadari nya terkejut dia takut Lieh terjadi sesuatu.
__ADS_1
Rai menyadari Anita tampak ketakutan, dia langsung menggunakan telepati langsung ke pikiran Anita di sana. "Jangan takut! Anita belahan ku tidak akan kenapa kenapa hanya mendapat beberapa peningkatan agar lebih kuat!" Ucap Rai dengan telepati.
"Apa begitu?"
"Benar! jangan takut karena belahan ku akan selalu melindungi mu dari monster jahat di luar sana."
Setelah berbincang begitu Anita pergi menghampiri kakak nya, saat ini Risa tampak telah kembali ke kelompok nya.
Risa melakukan itu karena mendapatkan panggilan akan menyusun beberapa rencana nanti sebelum berangkat ke kota selanjutnya.
....
"Baiklah karena tidak ada lagi yang ku lakukan di sini sebaiknya aku kembali berpetualang. Meningkatkan kemampuan ku lagi!"
Rai membuka kembali portal Void nya. Tujuan nya kali ini adalah laut terbuka, dia merasa tujuan nya sudah selesai dan hendak kembali berpetualang.
Saat hendak melayang masuk ke dalam Void dia tiba-tiba di hentikan oleh seorang. Melihat nya dia ternyata di hentikan Cloud.
"Ada apa? kau tidak ikut bersama mereka?"
"Hahaha... Gurita kau pikir aku tidak tahu tujuan mu? jangan anggap aku bodoh! aku tau kau ingin meninggalkan ku bersama meraka kan?"
"Baik Lieh. Aku punya tujuan juga, aku tidak bisa bersama mereka saat ini. Kau tahu aku masih memiliki beberapa dendam dengan penghianat yang menikam ku."
"Jadi begitu... Lalu sekarang apa tujuan mu?"
Tentu saja kembali berpetualang, kali ini aku akan bersama mu. Ku pikir sangat menguntungkan nanti nya."
"Dasar sialan! baik kalo itu mau mu persiapkan saja akan ada kesulitan nantinya!"
Setelah mendengar perkataan Cloud Rai memformat data tujuan. Kali ini dia memilih dataran, karena tahu Cloud bukan ikan dia tidak memiliki insang.
Setelah Merubah tujuan Void Rai memperbesar ukuran nya agar bisa di lewati Cloud juga. Melihat itu Cloud membawa Rai dalam toples, tetapi sebelum mereka masuk Rai meminta Cloud melihat ke arah tempat Kamp Anita dan Risa.
"Good bye Anita. Akan ku pastikan saat bertemu nanti, aku akan menjadi sesuatu yang tidak akan di curiga kakakmu. mungkin?"
"Apa sudah selesai?" Tanya Cloud.
__ADS_1
"Ya, ayo berangkat!"
Mereka berdua akhirnya masuk ke dalam Void berpindah ke suatu tempat yang cukup jauh. Cloud memiliki tujuan mengembalikan kekuatan untuk membalas dendam kepada penghianat, sedangkan Rai melanjutkan tahap evolusi nya.
Mereka punya maksud berbeda namun memiliki 1 tujuan sama. Yaitu menjadi lebih kuat dari sebelumnya.
...
Dari tempat agak jauh dengan portal. Anita melihat ke arah mereka sebelum nya, dia tersenyum pahit melihat tempat itu sudah tidak melihat Lieh maupun Cloud.
'Sampai jumpa Lieh... Semoga perjalanan mu menyenangkan, dan kau juga Kak Cloud tolong jaga Lieh!'
"Anita ada apa kenapa kau kesini begitu cepat, kita masih punya waktu sebelum perjalanan berangkat!" Tanya Risa.
"Tidak apa Kak... Akun hanya ingin membantu, itu saja!" Jawab Anita.
Mendengar Jawaban Anita, Risa dia menengok ke tempat sebelum nya, dia lebih paham adiknya dari siapapun. Dia juga paham perasaan adiknya.
"Begitu, mereka pergi. Tidak apa, Belahan mahluk tersebut ada di sini. Itu bisa cukup berguna untuk menjadi body guard untuk kita yang kekurangan seseorang Awaken!"
"Kakak!" Bentak Anita menggembung kan pipinya, tampak seperti anak kecil marah.
"Hahaha, sudah Kakak bercanda, jangan di bawa serius." Kata Risa mengerjai adiknya.
"Hmp, aku benci Kakak!" Jawab Dengan marah.
Risa kembali masuk tidak menghiraukan kemarahan adiknya, dia terlihat masih menggoda adiknya karena walaupun terlihat seperti tidak kenapa kenapa sebenar nya dia merasa sedih.
Sedangkan Anita mengikuti kakaknya dengan wajah yang menunjukkan ekspresi marah.
.
End!
............,...........................
{Halo pembaca sekalian mohon maaf Karena tidak update 1 tahun lalu, karena Karya ini hanya untuk latihan ku, jadi Mohon jangan terlalu berharap akan sering ada perbaruan.}
__ADS_1
{Saya selalu author berjanji akan membuat karya tentang sistem lebih baik lagi, dan juga saya pernah menyebutkan memiliki karya lain. Silakan kunjungi karya saya. "Tolong jangan Takut" itu juga punya beberapa bumbu sistem di dalamnya}
{Sekali lagi maaf dan Terima kasih karena pernah membaca karya ku ini...}