Crazy System Mutation ZOOPLANKTON

Crazy System Mutation ZOOPLANKTON
15. mutasi pertemuan tak terduga


__ADS_3

hutan


"seperti nya, sudah tidak ada yang akan datang lagi sudah ku tunggu 2 jam baiklah biar ku lihat status ku saat ini," ia sambil memastikan sekiranya sudah aman.


...[Ding]...


[level : mutasi 3]


[exp : 650 - 1.000]


[umur maks : 10 tahun]


[nama : reynal / liyeh]


[spesies : zooplankton]


[HP : 3.500]


[SP : 2.500]


[MP :140]


[strg : 510]


[def : 510]


[agi : 510]


[𝘀𝗸𝗶𝗹𝗹 𝗮𝗸𝘁𝗶𝗳]


[racun kematian D-]


[pendorong D+]


[kabut gelap D-]


[void C-]


[membelah diri D-]


[menyerap C-]


[mengeras E-]


[𝘀𝗸𝗶𝗹𝗹 𝗽𝗮𝘀𝗶𝗳]


[regenerasi F-]


[menipu kematian F-]


[manipulasi sulur/tentakel E+]


[manipulasi ukuran G+]


[penglihatan C-]

__ADS_1


[sensor C-]


[berenang C-]


[tahan asam B-]


"hoo sepertinya...status kekuatan ku banyak bertambah tapi liyeh?, seperti nya itu nama baru ku sekarang," ia dengan senang.


"benar juga ai sistem belum ada tanda - tanda aktif bagaimana?, cara ku tahu ya," ia sambil mempertanyakan dirinya.


...[Ding]...


[24.00 cooldoown]


"hmm?, apa maksud nya? ," ia sambil bertanya tanya.


"oh!, apa maksudnya? Cooldoown? nya 24 jam lagi!. ah! begi.. ,tunggu sebentar sistem jangan berbohong kenapa kau bisa menjawab?, apa kau sudah on kembali?," ia sambil melihat layar kosong sistem.


"tidak ada jawaban?, berarti benar dia masih off ya kukira dia hanya mengerjai ku?," ia dengan sedih.


"ya sudahlah yang ku ingin tanyakan nanti saja yang penting sudah dapat petunjuk ai sistem on kembali," ia kembali semangat.


"selanjutnya yang akan kulakukan adalah hmm!?," ia menengok kearah depannya karna tiba tiba merasakan sesuatu dari sensornya.


seekor ular raksasa seberat 230 kilogram 15 meter, dengan diameter 5 meter berwarna merah gelap memiliki tanduk iblis muncul didepan nya dengan cepat ia melihat anita masih tertidur lelap mengeluarkan taring tajamnya ingin memakannya.


tak lama 20 ular berwarna agak merah berukuran 1/4 dari ular itu muncul dari belakang ular besar itu.


"itu?, ular yang besar sepertinya..ingin memakan anita?, ah!! jadi begitu alasan kenapa jumlah hewan berkurang karna ada yang lebih kuat muncul yang lemah menjauh?, ''begitu ya," ia dengan marah tampa sadar mengeluarkan niat membunuh nya kearah ular ular tersebut.


"juga kebetulan ada yang ingin kucoba," ia memikirkan dengan licik.


ular besar itu menengok sekitar mencari asal aura mengerikan itu tetapi tidak menemukan nya karna ia masih ingin memakan gadis kecil yang tertidur itu dia langsung merayap ke arah nya dengan mulut terbuka memperlihatkan taring setajam pedang..


Seketika lubang hitam muncul bersamaan dengan sulur yang langsung masuk ke dalam mulut ular yang menerjang. ular itu langsung menutup mulut dan memutuskan kan sulur yang masuk kedalam mulut nya akan tetapi sudah tertelan.


"heeh", senyum sinis dalam batin.


seketika tubuh ular itu berlubang oleh sulur yang banyak keluar dari tubuh nya lalu menusuk ular semua kecil di bawahnya hingga tembus.


"hiiis grraaa ," jeritan mengerikan menggema di seluruh hutan yang masih gelap jeritan keputusan kesakitan keluar dari mulut ular besar itu dan akhirnya jatuh mati dengan mengenaskan tampa perlawananan sedikit pun.


karna jeritan mengerikan itu anita langsung terbangun dari tidurnya melihat ular mati berlubang berlumuran darah dan mayat hewan kecil mengering di sekitar nya.


ia gemetar ketakutan mengeluarkan air mata ingin menangis.


"ah!, aduh sial karna gerakan ular itu cepat dan juga aku tidak sempat merespon karna kukira sudah aman," ia dengan panik melihat anita.


"apa yang harus kulakukan?, aku tidak tau mendiamkan anak menangis!, ah! coba ku elus Kepalanya dulu," ia mengeluarkan sulur nya dari lubang hitam dan menyentuh kepala anita dengan harapan bisa menenangkan nya.


setelah beberapa tepukan dan usapan ringan akhirnya anita kembali tenang walaupun masih gemetar lihat ular raksasa.


"huu!," nafas lega


"dia sudah tenang tapi masih gemetar apa yang harus kulakukan?," ia melihat arah mata anita ketakutan melihat ular besar itu.

__ADS_1


"apa dia ketakutan dengan ular ini biar ku kering kan dia dulu mungkin anita akan tenang ah!, yang kecilnya juga," ia mengeluarkan sulur dari voidnya yang masih terbuka dan menyerapnya hingga kering.


"fuuuh!, akhirnya dia kembali ceria, ia dengan lega melihat anita mulai ceria.


"aku takut dia menangis lama kalo tiba tiba ai sistem on bisa saja dia mendapatkan ejekan baru dengan sebutan laki laki sampah membuat gadis menangis!, dia akan menggunakan sebutan itu dengan lama aku yakin pasti itu!," ia dengan yakin.


"tadi ingin apa ya?, ah! benar sudah sehari aku ingin ganti air ku dan aku juga ingin menggantikan air minum yang anita gunakan aku merasa tidak enak tapi dimana aku mendapatkan nya?, lalu gimana cara mencarinya," i sambil mempertanyakan diri sendiri.


"ini aneh dari kemarin bila aku berjalan kearah belakang anita aku akan menemukan air yang ku mau, ia dengan heran.


"apa karna aku mahluk air makanya begitu?," ia bingung.


"aku ingin mencobanya tapi ini masih gelap tapi ini layak di coba," ia dengan yakin.


reynal menguarkan sulur nya dari void menunjukkan arah untuk anita.


karna hal yang terjadi barusan membuat anita tidak mengantuk ia sudah cukup tidur ditambah suasana hutan sudah hampir mau pagi.


anita melihat jalan yang di tunjuk lieh dan memikirkan apa yang di maksud.


"apa?, anita mengerti?," ia dengan panik.


gadis itu bangun melipat memasukkan selimut nya ke tasnya lalu berjalan menuju arah yang di maksud.


ah dia mengerti bagus..sebentar sepertinya aku lupa sesuatu "benar" ini masih gelap nanti dia tersandung bagai mana, ia dengan pikiran panik.


anita mengangkat tangan dan jari telunjuk nya mengeluarkan api untuk penerangan jalan nya.


"ah!, benar juga anita kan seorang evo bodoh sekali aku melupakan itu," ia sambil mengejek dirinya.


15 menit kemudian...


tak anita berjalan membawa botol berisi reynal di tangan kanannya dan tangan kirinya mengeluarkan api penerangan terdengar gemericik air sungai anita langsung lari mendekati nya dan melihat air sungai arus rendah mengalir air jernih bersih.


anita langsung menaruh tas dan botol reynal di bawah pohon tepi sungai berlari kearah lain bersembunyi di semak pohon besar dekat sungai.


"dia kenapa?, benar! pasti mau pipis dari kemarin ku lihat dia belum pipis di tambah karna ular kurang ajar tadi kalau tidak kenapa dia menaruh ku disini dan tasnya," ia dengan yakin.


sesaat kemudian gadis mirip anita berambut putih bermata merah terlihat tidak ada perban di tubuhnya dengan potongan pendek terlihat lebih dewasa muncul dari arah sebaliknya nya anita pergi.


"ehh!, cepatnya?, hmm? kukira akan lama kenapa rambut mu pendek lalu bajumu berbeda dan kemana perban mu dan juga apa yang terjadi pada tubuh mu kenapa lebih be...," belum selesai berkata tiba tiba gadis mirip anita itu mengeluarkan pedang entah dari mana.


slass, tebasan pedang.


ia ingin menebas reynal namum ia berhasil menghindari nya namun itu masih memotong setengah botol itu dan pohon di belakang nya.


"void!," sebuah portal muncul di bawah botol reynal berpindah ke arah 5 langkah di belakang gadis mirip anita.


gadis mirip anita itu menyadari nya lalu mengeluarkan aura pada pedang nya dan memasang kuda kuda.


"ehh!, apa yang terjadi anita ini aku," ia menggerakkan sulur nya keatas.


"slasss", tebasan pedang.


belum sampai pedang itu mengenai botol reynal reynal seorang gadis cilik berambut putih panjang memeluk punggung gadis berambut putih pendek itu seketika menghentikan nya menjatuhkan pedang nya dan langsung memeluknya secara erat dengan mata berkaca kaca.

__ADS_1


"eeeh!?, serius? " apa yang terjadi disini?, ada yang bisa jelaskan?," ia dengan panik bingung khawatir bercampur aduk memahami situasi tak terduga.


BERSAMBUNG.....


__ADS_2