Cukup, Aku Saja Yang Sakit

Cukup, Aku Saja Yang Sakit
prolog


__ADS_3

Aku ingin Dia pergi jauh, Aku bahkan tak menganggap Dia Ada walaupun Dia berusaha meng-adakan dirinya.


Bukannya Aku egois, tapi keadaan yang mengharuskan Aku seperti ini.


Alicia Keys


Sejauh apapun Dia pergi Aku akan selalu dibelakangnya. Walaupun Dia membenciku,aku tak masalah.


Dari orang terkasih.


Hidup mungkin harapan orang menginginkan bahagia  walaupun terkadang ada memang sudah bahagia, tapi kita tidak tahu apakah memang bahagia atau pura-pura bahagia.


Mengharapkan orang sayang pada kita suatu hal yang wajar, tapi dengan semua hal yang telah terjadi pada ku, apakah Aku pantas berharap lebih?


Untaian kataku mungkin sekarang tak berarti bagimu, tapi ingat satu hal penyesalan memang awal kebaikan, tapi tak seindah yang awalan. Aku ingin kamu selalu bahagia.


Bagimu semua telah berakhir tapi bagiku ini permulaan yang berawal keakhiran.


Sungguh sulit menyakinkan  seseorang yang bahkan Dia tidak tahu siapa kita, tapi mau bagaimana lagi ini memang sudah takdir.


Bagi orang ini hal biasa tapi bagiku ini hal yang luar biasa.


Kekerasan bukanlah hal yang luar biasa lagi bagiku, apalagi dilakukan Sama orang yang sangat Aku sayang.


Mungkin dengan ini membuatnya bahagia, Aku tak masalah.


Aku remuk Kala Dia berkata "apa gunanya Aku melahirkan kamu,  Aku Sungguh menyesal telah melahirkanmu Dari rahimku, Aku membencimu sialan "


Air muka ku berubah Kala Aku melihat Dan mendengar dengan Mata kepala ku sendiri bahwa Aku telah kehilangan segalanya.


........


Instead of complaining that the rosebush is full of thorns, be happy that the thorn bush has roses.


"hai, what are doing here? "


Alice mendengar Samar-samar suara seseorang yang menanyakan mengapa dia disini. Tanpa respon alice memejamkan mata merasakan hembusan angin menerpa wajahnya. alice Merasakan ketenangan disini, tempat dimana ia berpijak sekarang.


Alice sangat suka udara dingin ini. Seakan akan dinginnya menerbangkannya menuju rumah impian, tempat angan-angan nya berada.


***


Seseorang kesal Karna pertanyaannya tak digubris sedikit pun oleh gadis didepannya, tak kehilangan akal Dia mulai mendekatkan wajahnya ke wajah gadis Itu. Merasakan wangi yang memabukkan baginya. Di hembuskan nafasnya ke wajah gadis Itu, sontak gadis Itu membuka mata, menaikkan kedua alisnya Seakan berkata "ada apa? "


Melihat tak ada respon Dari seseorang Di depannya, gadis Itu melanjutkan kegiatan nya yang tertunda beberapa detik tadi. Memejamkan mata membayangkan kehidupan yang sempurna, meski Dia tahu bahwa tak ada yang sempurna di dunia ini.


:::::::::: :::::::::: :::::::::: :::::


Pov someone


Aku merasakan aroma yang menenangkan ku, baru Kali ini Aku Merasa terbang dibawa wangi yang memabukkan.


Aku semakin dekat Dan menghembuskan nafasku kewajahnya tiba-tiba Dia membuka mata Aku terpaku melihat betapa indahnya mata Itu, berwarna air laut biru bening Sungguh indah.


Dia menaikkan kedua alisnya Seakan berkata "ada apa? "


Saking terpesonanya Aku dengan mata nya Aku diam tak berkutik, Aku gugup melihat mata Itu. Entah mengapa Aku melihat ada beban meliputinya, Aku dapat merasakan keadaan nya,tapi Entah mengapa Aku tak percaya bahwa Dia memiliki beban.


Seorang gadis cantik jelita, lembut, baik memiliki beban berat? Sungguh tidak mungkin. Tapi siapa yang tahu? .


Tiba-tiba Dia kembali ke dunia nya lagi, meme


bbb bjamkan mata seolah-olah dengan Itu Dia merasa lebih baik.


Tapi keadaan yang seperti ini tidak bagus Bagi Dia. Bagaimana tidak Dia duduk Di sebelah gundukan tanah yang berada Di tepi Bukit disampingnya dipenuhi pohon pohon besar.


Apalagi sekarang hari sudah mulai pagi, kalian bayangkan Seorang gadis berambut panjang memakai baju hitam, celana jeans rambut dibiarkan tergerai duduk Disamping gundukan tanah mendongakkan kepala Menghadap langit memejamkan mata.


Aku tak tau apa yang dipikirkan oleh gadis ini. Pagi-pagi buta telah ada di tempat pemakaman umum.


"hei, are you okay? " tanyaku padanya. Dia tetap memejamkan mata seolah-olah Aku tak ada disini.


"maaf menganggu mu, tapi sebaiknya kau Pulang. Udara saat ini tidak baik bagimu, Aku tau kau sedih tapi Bukan begini caranya. Kau bisa kembali sore nanti " Aku menasehatinya dengan kata-kata yang tiba-tiba keluar Dari mulut ku.


"begitu juga denganmu, udara saat ini juga tidak baik bagimu "


Dia merespon ucapanku, Aku senang Dia mau membalas perkataanku.


"Aku hanya berkunjung" kataku


"begitu juga denganku " jawabnya.


"tapi ini tidak baik untukmu, disini Sungguh dingin "


"begitu juga denganmu " jawabnya


Aku mulai kesal melihat responnya yang begitu-begitu saja.


"apa kau tak ada kata-kata yang lain selain begitu juga denganmu?"


"begitu juga denganmu "


"arrggh, kau ini " kesalku padanya bertambah Kala Dia menjawab lagi dengan Kata begitu juga denganmu , Aku menjambak rambut frustasi karnanya.

__ADS_1


Sedetik setelah Itu Aku melihat Dia terkekeh Dan tersenyum.


"wah kau bisa tersenyum juga ternyata, Aku kira kau hanya bisa berkata begitu juga denganmu "


Sindirku kepadanya sambil menekankan Kata begitu juga denganmu.


Dia terkekeh lagi, Bukannya merasa tersindir Dia hanya tersenyum memamerkan Gigi putihnya Itu.


"kau lucu " katanya.


HAH!!! Lucu? Lucu Dari mana nya coba,.


"lucu katamu? " tanyaku agak berteriak "yang benar saja"


"hmm " Dia menganggukkan kepala.


"kau kesambet penghuni komplek kuburan ini ya? "tanyaku.


Kalian tahu responnya bagaimana? Sungguh menyebalkan.


Dia hanya mengangkat kedua bahu nya,


"siapa namamu? "tanyaku padanya, tapi dia hanya memandangku sekilas selanjutnya mengalihkan lagi pandangannya.


Sepertinya aku hanya angin saja disini baginya, sedikitpun tak ada respon yang bagus untukku.


***


Alice beranjak dari tempat ternyamannya selama 3 tahun belakangan ini.


Alice merasa saat disini bebannya hilang. Tempat dia mencurahkan semua keluh kesah nya kepada orang yang dulu selalu menjaganya. Namun sekarang dia merasa sendiri, tidak ada lagi yang dia rasa ada yang membuatnya lebih hidup.


"huft melelahkan " batinnya berkata.


Tapi apa daya, alice tak bisa berbuat apa-apa, jika alice berbelok maka ibu akan sedih. alice hanya ingin dia bahagia. Hanya itu.


"oke alice, kamu harus semangat tampilkan senyum terindahmu. Lalui hari ini dengan senyum " semangat alice pada dirinya sendiri.


Alice tersenyum kecut kala mengingat tak ada yang memberinya semangat lagi.


:::::::::: :::::::::: :::::::::: :::::


"hai alice,,, lo kemana aja? Lama gue nunggu tau? "


"sorry ya ra,, gue tadi kebelet " alice baru saja tiba di tempat perjanjiannya dan zira, zira itu sahabat alice dari kecil. Tapi mereka baru ketemu lagi 1 tahun yang lalu, soalnya mereka sempat terpisah karena alice dulu harus pindah.


"yaudah ngak papa,,,, kita mulai sekarang aja? "


"lo aja, gue ngak berani jadi yang pertama, lo kan tau gue lice"


"lo mah selalu gitu,, yaudah deh,, nanti lo masuk kalo gue panggil "


"iye,,, iye,, "


hembusan nafas alice terlihat agak keras untuk menghilangkan rasa gugup nya.


Alice mulai langkahkan kaki memasuki sebuah ruangan yang bernuansa hitam putih itu.


Cek cek


"hai semua,,, kakak balik lagi nih,,, ada yang kangen ngak sama kakak? "


"hallo kak alice,,, kangen banget sama kak alice" serempak anak-anak disana penuh kegembiraan


Alice tersenyum melihat respon mereka seperti itu, sungguh sederhana kebahagiaan itu, cukup melihat mereka bahagia.


"kakak punya sesuatu untuk kalian"


"apaan kak"


"penasaran ya?? Coba kalian tebak oke? "


"okeeee kakak alice " serempak mereka menjawab, terlihat dari raut muka mereka yang menunjukkan antusias..


"clue yang pertama manis,, ayo ada yang tahu ngak? "


Seorang gadis kecil mengangkat tangan"aku tau kak,, pasti gulali ya kak? "


"em em" alice mengoyangkan jari telunjuk nya, kekiri kekanan,"salah meisya, ada yang tahu lagi? "


"gulaaaaa"


"coklat""


"permen karet ya kak? "


"salah lagi"


"aku tau yang manis-manis itu kan selalu kebayang-bayang nih, pasti kak alice lah yang manis soalnya kak alice selalu aku ingat " jawab anak kecil laki-laki dengan wajah polos lucunya itu.


"huuuu huuu "


Sorak anak-anak lain.

__ADS_1


"unch,,, kakak terharu deh, rasanya pengen nangis "


Tiba-tiba ada yang memeluk alice dan mengelus punggung nya "kakak jangan nangis dong, nanti kita nangis juga loh"


"iya kak" semua anak-anak mendekat memeluk alice sama-sama.


Alice merasa bahagia melihat perhatian mereka padanya. ...


Alice merasa nyaman bersama mereka, mereka mampu membuat nya merasa bersyukur apa arti kehidupan yang sebenarnya.


Alice merasa dia bukanlah apa apa dibanding mereka. Mereka dapat tertawa bersama keluarga yang mereka miliki sekarang.


Semua takdir telah ditentukan tuhan alice hanya mampu menjalankan semua ini. Bagaimana pun proses menuju kehidupan yang baik mampu membuat nya merasa telah hilang dari segalanya, alice tau mereka pernah merasakan apa yang dia rasakan, tapi mungkin kronologi nya berbeda.


Mereka bisa bangkit kenapa alice tidak?, pikir alice,


Alice mampu seperti mereka walau keinginannya lebih besar dari usaha yang dia lakukan selama ini.


Buru-buru alice hapuskan airmata,


Dia berdiri "oke adik-adik kakak lanjutin yang tadi ya? "


"ya kak alice" semangat anak-anak yang antusias dengan permainan yang aku buat.


"baik, clue yang kedua adalah cantik,


Ada yang tau? Selain manis juga cantik"


"bunga ya kak? "


"bunga mana manis bodoh "sahut aldi salah satu anak-anak di sana.


"aldi bahasanya kok gitu?, aldi kan anak baik, ngak boleh ngomong kayak gitu"tegurnya lembut, agar dia tidak merasa sedih.


"maaf kak aldi salah" maaf aldi padaku.


"yaudah, ngak papa, jangan di ulangi lagi ya di, lihat alya dia jadi sedih karna ucapan aldi tadi. Aldi ngak mau kan liat teman-teman aldi sedih?"


"iya kak, aldi janji ngak bakal ngulangin lagi, alya maafin aldi ya, aldi janji manis nih.hehehe" aldi menunjukkan kelingkingnya bertanda bahwa ia tidak akan lagi mengulangi ucapan dia tadi.


"yaudah kakak lanjut ya, dia juga baik"


"wah pasti itu teman kakak ya? Yang dipojok belakang, yang pake baju putih rambut panjang? "


Sontak semua yang ada di ruangan ini menoleh kan kepala kearah yang ditunjuk salah satu anak disana.


Ish, ngapain zira disana sih, bikin jantung mau copot aja, kirain ada hantu, batinku.


"eh, zira ngapain lo kesitu hah,, kan belom gua panggil ngapain main masuk aja sih? "omel alice pada zira, kesel deh liat zira belum dipanggil juga, udah main masuk aja, tiba-tiba ada di pojok lagi..


Zira hanya neyengir dengan tampang yang tak berdosa..


"yaaaah, gagal deh suprise kak alice" sahut aldi.


"ya, maaf ya adik-adik suprise udah gagal" maafku dengan wajah sedih.


"yaaaah, "kecewa mereka.


"ngak papa kok kak" semangat mereka tiba-tiba.


"yaudah selagi teman kakak ada disini kakak perkenalkan ya,, dia ini sahabat kakak terbawel "


Mereka tertawa karna aku mengatakan zira bawel didukung dengan ekspresi zira yang cemberut memanyunkan bibirnya. Tampak lucu zira seperti itu.


"namanya kak azira layna putri, adek-adek bisa panggil kak..." ucapanku terpotong karena zira.


"panggil kak lala aja oke? "


"oke kak lala"


"sok imut lo ra "


"biarin aja, mereka kan pada cadel, dari pada mereka manggil gua kak zila, lo pikir gue gila apa, yaudah mendingan lala, kan imut kaya orangnya "


Aku mengekspresikan wajah ku seperti orang muntah.


"kresek mana kresek,, gue mau muntah " aktingku.


"kresek ngak ada lagi, kresek udah ganti sama yang biobag" ketus zira,, wiih, si zira pintar ngambek juga.


"gitu aja udah ngambek, gimana nanti digombal doi coba, masa ketus terus sih" rayu alice, sambil mencolek kan jari nya ke dagunya.


"hahahahahhaha" ketawa Mereka,, kenapa? Ada yang lucu ya? Perasaan ngak ada yang lucu deh..


"kak alice sama kak lala lucu deh " kata randi tapi tawa nya masih ada.


"kakak lucu? Kalian pinter banget sih,, kakak kan memang lucu, unyu imut"


"kaya marmut" sambarku ketus pada nya..


Sekali lagi tawa mereka pecah, sungguh aku bahagia melihat mereka tertawa lepas.


Take me to gone

__ADS_1


__ADS_2