
"Alice, gue minta maaf" maaf Adam karena Adam tau dirinya salah, bahkan sangat sangat bersalah.
Alice tersenyum menanggapi Adam.
"kenapa minta maaf? lo ngak ada salah sama gue"
Kini Adam makin merasa sangat bersalah. dia tau apa yang selama ini dia lakukan sangat tidak termaaf kan.
"Ngak lice, gue salah sama lo bahkan banyak"
"Apa sih lo dam, sok dramatis tau ngak? lo ngak lucu tau? "
"Oh ya dam, thanks ya kemarin lo udah nolongin gue,..gue duluan" Alice membalikkan badannya dan pergi meninggalkan adam disana masih terdiam.
Saat ini mereka ada di sekolah, sudah jam 14:00 waktu mereka pulang sekolah.
Tadi Adam buru-buru pergi mencari Alice, untung saja Alice pergi belum terlalu jauh masih berada di sekitar parkiran.
Alice melangkah keluar gerbang sekolah. sekarang sekolah sudah sepi, Alice lama itu karena Adam memanggil nya tadi.
Alice berjalan kaki menuju halte terdekat, karena tadi saat Alice pergi ke sekolah mobil yang dia gunakan mogok. terpaksa harus menggunakan angkutan umum.
Brak
Satu buah mobil melaju kencang menghantam tubuh Alice. banyak darah mengalir di aspal.
Pening yang Alice rasakan, tubuh nya kaku tak bisa di gerakkan. banyak orang berdatangan sekedar melihat,mengerubungi tapi tak ada seorang pun berinisiatif datang menolong alice.
Semua buram di pandangan Alice, bayang bayang orang-orang itu semakin lama semakin gelap.
Di sudut jalan seseorang tersenyum melihat kejadian tersebut, seakan semua ini hanya lelucon. padahal ini menyangkut nyawa seseorang.
Dari gerbang sekolah adam melihat semua kejadian tersebut, jantung nya seakan berhenti mendadak.
Seluruh tubuh nya kaku, semua ini seperti mimpi, tepat di depan matanya orang yang dia sayang di tabrak dan dia tak bisa berbuat apa-apa.
__ADS_1
"Lo tentu tau ini resikonya kalau lo ngebantah" bisik seseorang di belakangnya dan orang tersebut langsung pergi.
Adam tau betul siapa itu, bahkan dia tak menyangka ada seseorang bisa melakukan hal kejam hanya untuk rasa dendam.
Sungguh hati orang itu sangat kejam.
Maafin Gue Lice, karena Gue lo jadi korban. gue janji bakalan lindungi Lo walaupun itu dengan nyawa Gue sendiri, Gue janji Lice. pegang kata Gue.
Adam mengambil handphone nya menghubungi seseorang yang dapat membantu Alice.
"halo kak, ini Gue adam. tolong cepat datang ke sekolah bawa ambulance sekalian. "
"Kenapa perasaan Gue ngak enak? apa yang terjadi sama Alice? "sambar orang di balik telepon tersebut. seolah tau kalau Alice mengalami musibah.
"Alice di tabrak kak, Gue cuma mau ngasi tau itu aja"
"Sialan lo Dam, bangsat heii awas lo kalau Alice kenapa-napa"
"Hei dam jawab Gue, ADAM "
Maafin gue kak, ngak bisa jagain Alice, Gue pun di buntuti juga kak. cuma ini yang bisa Gue lakuin*.
***
Di seberang Alvaro kalang kabut mendengar kabar tentang Alice.
Ya yang di hubungi adam tadi adalah Alvaro. karena adam tau hubungan antara Alice dan varo. Alice sering cerita ke Adam.
Segera Alvaro langsung bergegas menuju lokasi dimana Alice berada. dia tak tau bagaimana sekarang kondisi Alice. apakah baik-baik saja atau jauh dari kata baik
Setelah sampai di lokasi Alvaro langsung keluar mobil berlari menuju ke arah ramai nya orang seperti mengerubungi sesuatu.
Betapa terkejutnya Alvaro melihat kondisi Alice yang sangat parah.
"Alice bangun lice ini kakak "
__ADS_1
"KENAPA KALIAN SEMUA DIAM,TIDAK ADA SATU ORANG PUN YANG MENOLONG DIA"
teriak Alvaro kepada setiap orang yang ada di sana dan menunjuk Alice.
"KALAU TERJADI SESUATU SAMA DIA, GUE BAKALAN LAPORIN KALIAN SEMUA, BANGSAT"
Segera Alvaro mengangkat Alice membawa Alice menuju mobil ambulance di bantu oleh tim medis lainya.
jantung alvaro seperti musik jedag jedug saking takutnya melihat kondisi Alice yang lumayan parah, oh tidak atau mungkin sangat parah?.
Semua belom tahu sebelum di periksa. bagaimana kondisi Alice.
Di dalam Ambulance tidak berhenti Alvaro mamanjatkan doa untuk keselamatan Alice, Alvaro menggenggam tangan Alice seolah memberi power untuk Alice supaya bertahan.
Semenjak kehadiran Alice dalam hidup nya, semua nya berubah. Alvaro dikenal sebagai sosok yang dingin, pendiam, dan profeksionis, Tetapi tidak jika didepan Alice, Alvaro lebih banyak tertawa, dan sifat kejailan nya entah dari mana muncul, tidak pernah kehabisan ide untuk menjaili Alice.
Seolah Tuhan mendengarkan doa nya, yang menginginkan seorang adik yang mengisi hidup nya yang kosong. dan semua itu dia dapatkan dari sosok Alice.
Tapi semua itu tidak berlangsung lama, setelah Alvaro tahu kondisi dan situasi yang di hadapi Alice. Bukan nya Alvaro sudah tidak menginginkan Alice setelah tahu yang terjadi pada hidup Alice, tetapi lebih kepada rasa khawatir terhadap Alice, apalagi dengan semua yang terjadi tidak menjadi kemungkinan kondisi psikis Alice juga perlahan di gerogoti.
Alvaro takut kehilangan Alice yang ceria, yang selali menghibur Alvaro, oh tidak atau selama ini Alice hanya berpura pura bahagia untuk membuat Alvaro bahagia.
Tidak, Alvaro tidak bisa hanya diam dan membiarkan segala kemungkinan buruk terjadi. Ia harus melakukan sesuatu, paling tidak Alice tidak akan merasa kesepian.
Masih ada orang yang menyayangi Alice, tidak menginginkan kepergian Alice dengan ribuan tusukan duri yang masih menancap di hati dan pikiran Alice.
Alvaro akan menjauhkan Alice dari keluarga yang hanya bisa memberi Alice luka.
Dalam keterdiaman Alvaro selama perjalanan didalam Ambulance, pikiran masih memikirkan ide untuk menjauhkan Alice dari keluarga nya.
Bukannya niat jahat yang Alvaro inginkan dengan memisahkan Alice dengan keluarga, tetapi demi keselamatan Alice sendiri.
Keluarga Alice sungguh berbahaya, bagaikan ular yang menyimpan bisa nya, kapan pun bisa membunuh.
Alvaro rela melakukan apapun untuk Alice. demi Alice, ia sudah menganggap Alice sebagai adik, keluarga nya sendiri.
__ADS_1
takemegone-@anira_satia