
2 minggu sudah ruang serba putih itu di isi oleh seorang gadis korban tabrak lari.
sepi ya suasana nya sepi tak ada seorang pun kecuali dia gadis itu, Alice.
entah tidak ada yang tahu kalau dia kecelakaan atau pura-pura tidak tahu.
baik sadar atau tidak sadar tetap saja dia merasa kesepian.
cklek
ah itu dia Alvaro, dokter keceh badai yang selalu menjaga Alice.
Alvaro hanya bisa menghembuskan nafas lelah nya. sungguh dia merasa kasihan melihat Alice, tak ada seorang pun yang datang menjenguk Alice selama Alice di rumah sakit.
Alvaro mendekat duduk di kursi di samping brangkar. Digoyang nya badan Alice membangun kan Alice.
"Alice, ayo bangun kita makan siang dulu"
sepi masih tak ada respon.
lama Alvaro menunggu, sekali lagi di ulanginya.
"Alice ayo makan dulu, biar cepet sembuh"
sedikit kesadaran Alice mulai muncul.
"hmm iya kak bentar lagi, nanti Alice makan sendiri aja"kata Alice tapi matanya masih terpejam. pusing di kepalanya masih kuat terasa tapi dia pura-pura tidak sakit di depan Alvaro.
takut Alvaro khawatir terhadap dirinya. sudah banyak hal yang Alice lakukan merepotkan alvaro, Alice tak mau lebih banyak merepotkan orang lain.
apalagi ini Alvaro yang sudah sangat baik kepada dirinya.
"yaudah nanti dimakan ya jangan lupa obat nya juga dimakan, jangan dibuang. nanti kakak periksa. kakak keluar dulu lihat pasien yang lain"
Alvaro keluar dari ruangan.
tak lama menjelang Alvaro keluar ada yang membuka pintu lagi.
cklek.
Alice masih terbaring di brangkar dengan mata tertutup.
pikir Alice mungkin itu Alvaro balik lagi, ada yang ketinggalan. Alvaro memang begitu suka pelupa orangnya.
"ada yang ketinggalan kak? "
orang itu terkejut, langsung saja menundukan badan nya takut terlihat Alice.
lama menunggu tak ada respon dari Alice. dilihat nya perlahan masih tak ada pergerakan dari Alice.
"huh hampir saja ketahuan"
segera dikeluarkan nya barang, seperti suntikan dari kantong baju nya.
__ADS_1
senyuman sinis tercetak dibibir nya.
langsung saja dia menyuntikkan nya di selang infus yang di pakai Alice.
setelah siap di buangnya suntikan itu di dalam tong sampah yang ada di dalan ruangan itu.
Alice masih saja baring di atas brangkar nya, tak ada sedikitpun rasa curiga yang dirasakan nya.
5 menit Alice menunggu tapi tak ada respon dari kakak nya Alvaro.
"yaudahlah mungkin kakak sibuk, gue pun masih pusing malas mau buka mata"pikir Alice.
cklek.
bunyi pintu tertutup agak keras.
"ngak biasanya kakak keluar ngak ngomong dulu sama gue, biasanya dia paling cerewet, apalagi ini gue belum makan"
Alice mulai curiga.
di buka matanya perlahan,
"akhhh"
tiba-tiba kepala Alice rasanya seperti di hentam sama batu besar.
sakit sekali.
"akhh siapapun tolongin gue, sumpah ini sakit banget" batin Alice
mau bergerak rasanya seluruh tubuh Alice di kunci dan diikat.
mau gerakkan tangan saja susah, posisi Alice masih seperti awal tadi, baring di atas brangkar.
Lama kelamaan Alice makin lemah, dan mata nya tertutup perlahan. air mata Alice menetes mengalir dipipi nya jatuh.
semuanya gelap.
disisi lain ada seseorang di balik pintu menyaksikan kesakitan Alice.
"ah cepat juga reaksi obat nya"
dia berlalu pergi dengan senyum penuh kemenangan.
"selamat istirahat Alice ku sayang, hahaha"
"selama nya" lanjutnya
***
BREAKING NEWS
" kembali lagi bersama kami di jNews, datang dari keluarga tuan Josh keys, berita duka yang menggemparkan. Anak pertama tuan josh telah meninggal dunia, di sebabkan karena tabrak lari yang saat ini polisi masih menyelidiki dan menelusuri alasan kenapa pelaku tega membahayakan salah satu anggota keluarga keys, yang cukup terpandang di negeri ini"
__ADS_1
Tuan Josh nampak menundukkan kepala nya, terlihat sedih tatkala kamera menyoroti dirinya yang saat ini berada di rumah duka, banyak wartawan berdatangan karena tuan Josh termasuk keluarga terpandang.
tidak ingin melewatkan berita hangat, mereka berbondong bondong mencari berita.
Terlihat seluruh keluarga berkumpul, dengan mimik wajah yang sedih karena kehilangan salah satu anggota keluarga.
banyak orang merasakan kesedihan yang mereka alami juga.
Dari kejauhan Adam melihat, raut kesedihan tergambar di muka Adam.
penyesalan sangat besar yang adam rasakan sekarang ini.
Tak terasa Air mata jatuh menetes di muka putih Adam, mata memerah mengenang semua yang dia lalui bersama Alice.
Rasa bersalah sangat besar kepada Alice, semua perbuatan jahat nya yang dia lakukan, tidak bisa dia lupakan betapa jahat nya dia kepada Alice.
Seribu kata maaf pun tak bisa membuat rasa bersalah nya berkurang sedikit pun.
" see, lo gak mau ikutin apa kata gue, dan ini yang lo dapatkan " bisik seseorang di balik telinga nya.
Adam tersentak dan langsung berbalik badan melihat ada gia di belakang nya.
Gia tersenyum sinis melihat Adam didepan nya.
" kenapa lo bisa setega ini Gia?" lirih Adam bertanya kepada Gia, dia tidak habis pikir kenapa Gia tega kepada kembarannya sendiri.
" lo salah kalau mikir Alice itu baik dam, Alice ngerebut keinginan gue, orang yang Gue sayang lebih memilih Alice dari pada Gue, Gue benci Alice lebih bahagia daripada Gue" jelas Gia
"lo salah Gia, Alice gak pernah bahagia " Adam membantah perkataan Gia
"sok tau lo dam, gue lebih tau dari lo dam" keras Gia
" gue tanya lo Sekali ini aja Gia, kalau iya Alice bahagia kenapa tak ada seorang pun keluarga kalian peduli kepada Alice? saat Alice kecelakaan tak seorang pun datang menjenguk Alice, apa ini maksud lo Alice bahagia? lo mau merebut kembali kebahagiaan seperti itu? kalo lo mau mungkin Alice dengan senang hati memberikan posisi itu pada lo dan sekarang lo puas? tidak ada lagi yang bakalan rebutan sama lo, semua yang lo inginkan bisa lo dapatkan dari sekarang" jelas panjang lebar Adam menggebu, kesal melihat Gia
Gia diam termanggu, mencerna perkataan Adam. Apa ia dia bahagia sekarang? salah satu penghalang nya sudah tidak ada lagi?
ia, seharusnya Gia bahagia, "ya, gue emang harus bahagia, gak ada lagi si pembawa sial"
Tanpa banyak kata, Gia langsung membalik badan pergi menjauhi Adam.
Adam hanya melihat kepergian Gia menjauhi nya. ia tak tau apa yang dipikirkan Gia sekarang.
Setelah acara pemakaman selesai Adam beranjak dari sana, pergi menjauhi area pemakaman.
Perlahan satu per satu orang pergi meninggalkan pemakaman. hanya tertinggal Alice oh tidak hanya makam Alice.
Tak lama tiba-tiba Hujan mengguyur deras, seolah tau kepedihan Alice. Seseorang di balik pohon tak berhenti nya menangis, melihat kondisi yang ia alami sekarang.
kenapa harus Ia yang merasakan semua ini, dari awal ia mengamati semua keadaan disekitar dan melihat bagaimana orang orang datang berkunjung ke makam nya.
Entah datang karena memang tulus hati dan merasakan kehilangan atau hanya karena ingin terlihat peduli saja dikarenakan banyak wartawan yang meliput.
takemegone-@anira_satia
__ADS_1