Cukup, Aku Saja Yang Sakit

Cukup, Aku Saja Yang Sakit
3


__ADS_3

Perdebatan mereka masih panjang, meskipun Adam sudah melerai. Namanya juga cewek habis satu tumbuh dua, mati dua tumbuh tiga.


Adam saja yang melihat nya saja pusing, kepalanya kekiri kekanan.


Mengikuti siapa yang ngomong.


Karna kesal Adam cabut tanpa sepengetahuan mereka. "biar aja lah mereka, ntar capek berenti sendiri"


***


"kok lo jadi nyolot sih" Alice menunjuk kearah Gia.


"kok gue, lo lah"


"eh lo duluan lah"


"Adam liat, dia nyalahin gue"


Tak ada sahutan


"Dam, Adam lo mana? " alice mengedarkan sekeliling mencari adam. Tapi nihil


Gia sudah ketawa jahat.


"dasar cupu, gitu aja ngadu ke Adam, liat Adam nya aja pergi ninggalin lo, sebentar lagi lo bakalan sendirian selamanya disini. Oh atau lo bakalan sendirian di alam sana"


Alice sudah memerah menahan amarah, ingin rasanya tangan nya sekarang gatal ini memukul Dempul didepannya ini.


Malas alice memanggil Gia dengan sebutan nama. Jijik.


"ups, gue ngak sabar menanti itu semua"


"Sebentar lagi Adam akan jadi milik gue, lo akan sendiri tanpa seorang pun. "


"kematian lo, menjadi harapan gue, gue usahakan semampu gue untuk hidup lo hancur"


"dasar pembawa sial"


Dengan semua amarah yang sudah berkumpul di kepala, hati dan tangan. Segera Alice melangkah kan kaki mungilnya secepatnya.


Ingin melampiaskan amarah, tapi bukan ke orang lain.


"gue benci lo dam, dan gue lebih benci kalian yang kenal dengan gue"ucap lirih alice.


Alice Bersandar di pintu mobil, mengenggam erat tangan nya yang sekarang tiba tiba bergetar tanpa sebab.


Setitik air mata tak mampu menutup kesedihan yang sekarang dialaminya.


"gue kira lo selalu untuk gue, lo tau gimana benci nya gue ke dia, dan dia benci ke gue"


"lo tinggalin gue melawan dia sendiri, yang lo tahu dia punya segala cara buat gue jatuh"


"lo pikir ini sepele tapi hati gue ngak sesepele itu"


Monolog Alice, alice kecewa dengan Adam, Alice marah sama Adam, Alice takut Adam juga pergi tinggalin alice sendiri lagi.


***

__ADS_1


Tadi di koridor, Adam janji pulang bersama.


Sekarang disinilah alice, di parkiran nunggu Adam. Kecewanya Alice terhadap Adam tak membuat Alice bener-bener benci dan menjauh dari Adam.


Alice sadar, dia butuh Adam.


15 menit berlalu, tapi Adam sedikitpun tak memunculkan batang hidung nya.


Parkiran masih banyak siswa,masing-masing mengambil kendaraannya.


Banyak yang menyapa Alice.


Tapi karena kekalutan alice, dari kejadian di koridor tadi sampai menunggu Adam, tak sedikitpun dihiraukan kepada siswa lain yang menyapanya.


"Mungkin Alice lagi ada masalah" pikir mereka.


Sudah biasa mereka melihat mood Alice yang naik turun.


"mana sih Adam, jauh-jauh gue balik kesini lagi cuma mau nepatin janjinya,malah dia ngak muncul"


Bolak balik Alice melihat Hp dan koridor, mana tau Adam keluar dari koridor secepat mungkin.


Dari tadi Alice mencoba hubungi Adam tapi tak ada jawaban.


Karna terlalu panas, Alice menuduh di taman tak jauh dari parkiran.


Dengan perasaan yang kacau Alice berjalan menunduk dan meremas tangannya sendiri.


Dari arah depan ada seorang laki-laki menggunakan hoodie abu-abu, memandang sinis Alice, berjalan cepat menabrak Alice, sampai Alice terjatuh kebelakang, dengan tangan kanan sebagai tumpuan. Tapi sayang tangan lemah alice tak mampu menopang tubuh mungil alice.


Alice terjatuh, tangan kanan nya terkilir.


Dari samping Gia tersenyum sinis, berjalan menghampiri Alice meringis menahan sakit di tangan kanannya.


"akkhhh, lepasin "


Gia menginjak tangan Alice tepat di tangan kanan.


Alice menangis, "adam gue butuh lo"lirih alice.


Adam mendengar. Alice butuh dia.


Tapi sedikit pun Adam tak bergerak. Memandang datar kearah Alice dan Gia.


Lagi dia melihat Alice di siksa oleh Gia, saudara kandung nya sendiri. Lebih tepat nya kembaran tak serupa nya.


Bukannya Adam tak peduli, setelah bertahun dia mengenal Alice, segala masalah alice ceritakan ke Adam.


Tapi Adam tak bisa berbuat banyak, dia hanya butuh uang untuk adiknya. Dia terpaksa pura-pura baik kepada Alice.


Hanya karna disuruh, dan Ancaman telak membuat dia hanya mengikuti apa kata orang itu.


Disuruh baik kepada Alice, dia baik. Ketika di suruh tinggalkan Alice di tempat ini sendiri, dia lakukan.


Mengajak Alice jalan-jalan, tiba-tiba dia ada keperluan penting terpaksa meninggalkan Alice disana sendiri, padahal semua itu sudah direncanakan. Setelah itu pasti ada kejadian pilu yang akan membekas di jiwa maupun raga Alice.


Betapa pelik hidup Alice, begitu banyak kebohongan Adam kepada Alice.

__ADS_1


"gue benci lo al" tekan Gia kuat-kuat di tangan Alice. Kemudian pergi seolah tak terjadi apa-apa. Menoleh sebentar ke arah Adam, kemudian pergi.


Alice masih menangis, meratapi hidup kacaunya. Berusaha bangun tapi kembali terjatuh karna kuatnya injakan Gia, membuat seluruh fungsi ototnya seketika kaku.


Sekali lagi Alice coba tak ada hasilnya. Langsung Adam datang berlari kearah Alice membantu Alice berdiri. seolah olah baru datang dan tidak melihat kejadian yang baru saja terjadi.


"yaampun, lo kenapa lice? Siapa yang berani jahatin lo ha"marah Adam melihat kondisi Alice yang sebenarnya hanya akting seperti sebelumnya.


"kenapa ngak lo lawan? Kalau gue tau orangnya, gue ngak akan biarin dia hidup tenang"


"udah dam, biarin aja"


"gue ngak papa kok"


"ngak papa gimana liat tangan lo ngak bisa di gerakkan. Ayo kita kerumah sakit"


"Ngak ngak ngak, gue ngak mau kerumah sakit, antar gue pulang dam"


"kenapa setiap gue mau antar lo kerumah sakit, lo selalu nolak, ini untuk kesehatan lo lice"


"gue ngak papa dam, serius. Gue udah baikan"


"liat ni"alice mencoba menggerakkan tangan nya supaya adam percaya bahwa dia baik-baik aja. Alice berusaha menyembunyikan rasa sakitnya.


Adam tahu, Alice berusaha sekuat tenaganya supaya tangannya bisa digerakkan agar adam tak membawa alice ke rumah sakit.


Alice tak mau Adam khawatir.


"yaudah, tapi lo harus janji kalau ada apa-apa hubungi gue langsung"


"iya Adam bawel"


Adam memapah Alice ke mobilnya, menduduki alice di kursi depan samping pengemudi.


"Thanks dam, untung ada lo, kalau ngak gue ngak tau bagaimana nasib gue, mungkin gue akan bermalam di sekolah hehehe"


Tulus Alice ucapkan dari hati nya. Hanya Adam yang peduli kepada Alice.


Adam hanya tersenyum menjawab Alice.


***


Mobil Adam berhenti di depan pagar rumah Alice.


"gue sayang lo dam, jangan tinggalin gue"


Ucap Alice sebelum keluar dari mobil.


Langkah pelannya tak luput dari penglihatan Adam.


Adam paham maksud Alice, Alice pasti merasa Adam akan pergi. Adam tak sebodoh itu untuk tau Alice orangnya peka terhadap sekitar. Alice sudah curiga kepada Adam.


Tapi yang masih dipikirkan Adam, kenapa Alice masa bodoh terhadap kejadian yang terjadi belakangan ini.


Alice pasti tau semua kejadian ada sangkut pautnya dengan Adam. Kenapa Alice diam? Kenapa alice tidak menjauhi Adam, kalau dia tau Adam itu berbahaya.


Pikiran-pikiran itu selalu mengusik adam, bahkan setelah seminggu berlalu.

__ADS_1


Takemegone-@anira_satia


__ADS_2