Cukup, Aku Saja Yang Sakit

Cukup, Aku Saja Yang Sakit
2


__ADS_3

Langkah kaki menggema di rumah yang terlihat sepi, kepalanya memutar melihat ke sekeliling memastikan apakah ada orang apa tidak.


Setelah memastikan bahwa di rumah tidak ada orang, alice melangkah keluar.


Seragam yang di kenakan alice terlihat seperti preman, bagaimana tidak baju yang keluar, rok pendek di atas lutut, lengan baju di gulung hingga sikut, fyi-seragam di sekolah alice menggunakan lengan panjang.


Dasi melingkar di leher tidak terikat rapi, rambut di cepol keatas,menyisakan beberapa helai rambut yang terjatuh disekitar samping wajahnya.


Dan topi sekolah yang diarahkan kebelakang kepala.


Tampak seperti preman, tapi siapa sangka alice yang terlihat sangar diluar rapuh didalam.


Okey hentikan tentang kerapuhan alice.


Jarak dari rumah kesekolah alice tidak terlalu jauh, jalan kaki sekitar tiga puluh menit sampai di gerbang sekolah.


Lagu teenage dream-katty perry menggema di telinga seorang gadis yang berjalan menuju sekolah, hanya dia yang bisa mendengar dikarenakan headphone yang tersambung ke handphone nya.


"alice hoi alice" panggil seorang cowok yang terlihat urakan berlari mengejar alice yang berjalan santai.


Tepukan tangan seseorang di bahu mengejutkan alice dalam lamunan nya.


"hosh....hosh...alice dipanggil juga dari tadi, ngak ada nyautnya lo, budeg ya?"


"berisik lo dam"


"udah di panggil juga, ngak ngehargai banget sih lo lice, untung aja gue mau manggil lo"


Alice menoleh melihat seseorang yang di panggil dam, ya dia temannya, oh bukan tapi sahabat? Alice tidak yakin atau agak ragu dengan kata sahabat di antara dirinya dengan adam.


Adam mengatur nafasnya yang tak beraturan karena berteriak sambil memanggil alice tadi.


Mereka berjalan beriringan, disepanjang koridor banyak yang memandang mereka, bergosip salah satu yang di lakukan siswa-siswi kala melihat alice dan adam.


Bagaimana tidak si badgirl dan badboy berjalan bersama, dimana ada mereka di situ ada masalah.


Bukan masalah besar, hanya masalah sepele bagi mereka membuat sang dewi api murka.


Siapa dewi api? Dia salah satu guru yang mengajar di pelajaran fisika, bu fireana, biasa di panggil bu api.


Bukan guru BK juga bukan guru kedisiplinan, hanya seorang guru di mata pelajaran fisika.


Kenapa bu api terlihat marah kepada alice dan adam? Itu karena masalah yang di buat mereka, membuat si bu api tak bisa memaafkan mereka, rasa marahnya seakan membesar dikala dia melihat alice dan adam bersamaan, membuat kenangan memalukannya terkuak menjadi urutan pertama yang ingin di hapusnya bahkan ingin di block dari otak nya, tapi apa daya, kenangan malu nya lebih besar bahkan sangat besar dari niatnya ingin menghapus nya.


Terlihat sangat besarkan masalah nya? Tapi bagi alice dan adam itu hanya secuil ide mereka untuk membuat teman sekelas nya tertawa.


Penasaran apa masalahnya?


Flashback mode on


Masalahnya cuma saat pelajaran fisika dimulai, hening. Hanya suara bu fire menggema di kelas menjelaskan tentang induksi elektromagnetik.


Alice mengangkat tangan "buk, ibuk pasti capek berdiri terus jelasin materi yang saya yakin ngak bakalan ada yang paham sedikit pun, ya ngak guys? " alice berdiri menghampiri bu fire dan mendudukkan buk fire ke kursinya.


"ya bener tu lice, kita ngak paham sedikitpun, apalagi tentang listrik, nnti kalau kesentrum kan berabe" celetuk salah seorang dari penghuni kelas XI IPA 1


"tuh denger kan bu, dari pada ibu penat-penat jelasin berdiri didepan, mending ibuk duduk aja"


Buk fire memicingkan mata tanda curiga pada salah satu muridnya ini, alice yang menyadari arah mata buk fire tepat kearahnya, membuat nyali nya sedikit ciut.


Ingat!! Hanya sedikit.


Alice menoleh ke adam memandang adam yang tengah cekikikan di bangku belakang, dia tau apa yang akan terjadi.


Adam sadar saat memandang alice, "dam, bantuin gue" begitulah yang adam baca dari sorot mata tajam alice kearahnya.


"iya,,,,iya,,,"


"alice apa yang kamu lakukan didepan kelas, berdiri disini lama-lama. Mau jadi model kamu disini?,,cepat duduk" perintah bu fire

__ADS_1


"iih ibuk, tanpa saya jadi model pun saya terkenal kali. Ibuk tau ngak followers instagram saya berapa? Nih buk" alice menujukkan 2 jarinya ke arah buk fire.


"hahahahaha 2 lic? Cuma dua?"


"ho'oh, kenapa buk,? Banyak ini buk"


Tawa buk fire semakin keras melihat wajah bloon si alice.


"2 aja kamu bangga lice, ibuk 500 aja ngak gitu amat"


"yyeeuuui si ibuk dikira 2 , satu dua. Bukanlah buk. Nih ni buk 2 m"


"oo" respon buk fire menutupi rasa malunya.


"cuma oo buk? Ngak ada respon lain?" cengo alice.


"engak"


"aaarrrgghh buk bantuin saya" teriak adam sambil berlari keliling kelas, seperti ada yang mengejarnya.


Buk fire berjalan ke arah adam yang berlari tak tentu arah, membuat kelas berisik seperti pasar minggu.


SRRREEEKKKK


Seketika kelas hening


1 detik


2 detik


3 detik


4 detik


"hahahahahahhahaha" tawa kelas XI IPA 1 menggelegar.


"rok buk fire robek, hahahah"


"ibuk penggemar ben? Hahahha"


"ngak nyangka gue buk fire demen ben"


"DDIIIIIAAAAAAM SEMUUUAAA" Murka buk fire


Alice dan adam bertos ria di sudut ruangan kelas.


***


"mau pesan apa lice?, biar gue pesanin untuk lo sekalian" tanya Adam


"jus wortel plus jeruk dam"


Saat ini mereka berada Di kantin, ramainya Dan berisik keadaan kantin tak membuat Alice mengalihkan pandangannya dari handphone biru yang Ada di tangannya Itu.


Dia terlihat Serius,wajahnya tiba-tiba muram.


Adam yang baru tiba dari memesankan makanan binggung melihat alice yang tiba-tiba berubah murah.


"kenapa lo? " tanya Adam.


Terlihat Alice kaget akan kedatangan Adam.


"ngagetin aja lo"


"mana pesanan gue? Haaauuss nih "


"nih"


"lo kenapa sih? Tiba-tiba sedih gitu? "tanya Adam sekali lagi, Karena tadi dia Di kacangin sama Alice.

__ADS_1


Kalau di perhatikan Secara detail tampak sekali Alice menutupi gelagat sedih nya.


Untung nya Dia susah terbiasa dalam menyembunyikan ekspresinya.


"gue?? "


"yaialah lo, siapa lagi emang?, disini cuman Ada gue sama lo. Masa sama gendorowo di belakang lo"


Memang kantin sudah sepi, 5 menit yang lalu bel telah berbunyi. Tapi di antara mereka tak ada niat sedikitpun untuk beranjak.


"Ngak papa, biasalah lo pasti ngerti"


"mereka lagi? Ngak bosen apa gangguin lo terus? Gua yang liat nya aja udah bosen"


"sudah mendarah daging, mau bagaimana lagi, untung daging sama darah gue ngak lengket yang menyebabkan daging gue mendarah"


"apasih lo, gaje"adam mengeplak kepala alice karna omongan non faedah nya itu.


Cengiran alice timbul karna kekesalan adam.


Memang alice nya jahil suka sekali dengan kekesalan sama orang disekitarnya.


"cabut kuy" ajak adam


"yok lah, bosen juga gue lama lama di sini, ngak ada bagus-bagusnya"


***


Di koridor tampak sepi, hanya beberapa orang yang terlihat berlalu lalang.


Adam dan Alice asik bercanda tanpa peduli beberapa orang mengalihkan perhatian mereka kepada kedua nya.


Hanya sekarang ini alice merasa punya teman, sahabat, keluarga.


Banyak mengira mereka sepasang kekasih, namun penglihatan kita tak selalu benar.


Mata cuma bisa melihat cover, untuk masuk kedalam butuh hati dan perasaan.


Semua yang kita lihat belum tentu itu kebenaran nya, maka hati-hati dengan mata yang bisa menimbulkan fitnah.


Kenyataan nya Alice dan Adam hanya temen seperjuangan.


Seperjuangan dalam kejahilan, seperjuangan dalam keakraban, seperjuangan dalam kebersamaan, seperjuangan dalam keadilan alice, seperjuangan dalam keonaran, seperjuangan dalam kebolosan, dan segala seperjuangan lainnya.


"Adam" panggil seseorang dibelakang mereka.


Serentak Adam dan Alice membalikkan badan melihat siapa yang memanggil prince of kodok ini.


Raut yang tadi nya cerah di muka alice berubah keruh melihat siapa orang yang berani nya mengganggu kebahagiaan nya yang secuil ini.


Ditambah lagi ada sedikit kekesalan pribadi terhadap orang itu.


"eits, santai dong muka lu lice, kayak ngak pernah liat putri salju turun aja"ledek gia


"emang ngak pernah terong"


"ahh ngak gaul lo cabe"


"bukan nya ngak gaul, tapi ngak penting kentang"


"bilang aja lo cupu singkong"


"lo kambing"


"eh lo sapi ya"


"mana ada, lo ayam"


"tekotek kotek kotek, anak ayam turun sekotek" adam tiba tiba menyela percakapan ngak bermutu mereka.

__ADS_1


"kok lo yang jadi ayam dam" serentak kedua nya saat adam melerai perkelahian non faedah antara Alice Dan Gia. Lebih tepat nya saling buli.


Takemetogone-@anira_satia


__ADS_2