Cukup, Aku Saja Yang Sakit

Cukup, Aku Saja Yang Sakit
7


__ADS_3

1 tahun kemudian


Keadaan dirumah tuan Josh terlihat biasa saja, seolah tidak ada kejadian apa-apa. kegiatan seperti biasa tak ada yang berubah.


Di meja makan ada Tuan Josh duduk melipat kaki seraya membaca koran pagi ini, mama indira duduk disebelah tuan Josh sambil bermain handphone, di seberang ada Reyga dan Gia duduk menunggu sarapan yang sedang disiapkan Lani, Asisten baru bekerja dikediaman tuan Josh. baru 1 bulan yang lalu ia bekerja disana.


" pa, bentar lagi kan Gia sama bang Reyga liburan sekolah, kita liburan yuk pa?" ajak Gia kepada papa nya.


" iya pa, udah lama kita gak liburan" sambung reyga


Lani menyusun piring di atas meja makan, bolak balik dari dapur ke meja makan, walaupun tak terlalu jauh jarak nya, samar samar ia mendengar obralan mereka di meja makan.


Lani tersenyum melihat keharmonisan keluarga Tuan Josh, tidak ada yang salah dari keluarga ini dari pandangan nya selama 1 bulan ia bekerja disini.


Mereka baik kepada Lani, Lani merasa nyaman bekerja di keluarga tuan Josh. Jika dia tidak teringat tujuan dia bekerja di sana mungkin dia sudah terlena dan befikir bahwa keluarga tuan Josh sempurna, tidak ada kesalahan sedikit pun, dan diisi dengan orang orang yang baik.


Benar kata seseorang dulu yang pernah berkata kepada dia, "kadang apa yang kita liat tidak semesti nya juga seperti yang kita liat, bagaikan cermin yang hanya menimbulkan bayangan yang maya, begitu juga kehidupan seseorang, kadang bertolak balik dengan kejadian yang seseorang lihat, luka bisa di tutupi, tetapi rasa tidak bisa di halangi"


Balik ke meja makan, mereka masih membahasa pasal liburan, mama indira setuju untuk liburan, tetapi tuan Josh hanya diam kala Mama Indira bertanua apakah ia setuju atau tidak.


Pandangan tuan josh kosong, seperti mengenang sesuatu, atau memikirkan sesuatu.


Mama, Reyga dan Gia saling melihat, bertanya- tanya apa yang terjadi pada Papa.


"Pa " panggil Mama


Tuan Josh diam tak menyauti.


"Pa " panggil Mama lagi, kesal karena tak di sauti tuan josh, Mama menyenggol lengan tuan Josh dan memanggil Tuan Josh lagi.


" Pa, kenapa sih? dari tadi di panggil malah diam" cerocos Mama karena kesal


" hah apa Ma?" Papa tersentak, linglung memandang Mama dan kedua Anak nya, Reyga dan Gia..


"Papa kenapa ?" tanya Gia kesal.


"Kenapa apanya? Papa gak kenapa-napa" jawab papa


"Papa dari tadi bengong, di panggil berkali kali gak nyaut" jawab Reyga.


"Aduh Papa pusing, Ini soal kerjaan, Papa pergi dulu" Alasan Papa, pergi dengan cepat menghindar dari tatapan aneh ke tiga keluarga nya.


"Papa belom jawab pertanyaan Gia, kita jadi liburan gak?" teriak Gia kesal melihat papa nya pergi menjauh dari meja makan tanpa menjawab pertanyaan perkara liburan tadi.


Entah apa yang pikirkan Papa, sampai sampai kehilangan fokus, padahal sekarang masih pagi.

__ADS_1


Gia menghentakan kaki kesal karena Papa nya, pagi-pagi mood nya sudah turun. Mama dan Reyga sudah pergi tak lama setelah kepergian papa dari meja makan.


hanya tersisa Gia dan Lani disana.


Lani hanya menyaksikan kejadian di depan nya dengan diam.


"Apa lo?" sentak Gia kepada Lani. segera Gia beranjak dari sana.


Sekarang hanya tersisa Lani di meja makan, Lani membersihkan meja makan, yang sedikitpun tak disentuh sama mereka makanan yang ada di atas meja.


Ketika membersihkan meja makan, ada koran tergeletak di bawah meja, Lani menunduk mengambil koran tersebut, melihat tampilan awal dari koran tersebut.


Lani tersenyum sinis


" Pantesan" ucap Lani


Ternyata koran tersebut berisi berita kecelakaan yang terjadi satu tahun lalu, yang mengakibatkan korban nya meninggal dunia setelah 2 minggu di rawat dirumah sakit.


Lani melipat koran tersebut dan meletakkan di atas meja tamu. sambil mengawasi disekitar, lengang itu yang terjadi sekarang.


mungkin semuanya ada kegiatan masing masing. Setelah semua pekerjaan selesai Lani beristirahat di kamar nya, disediakan untuk asisten rumah tangga dirumah ini.


"bahkan kamar pembantu aja lebih bagus dari kamar ...." pikiran nya tiba-tiba buyar ketika dering Handphone berbunyi di sudut kamar itu.


" Hallo" kata Lani


" Apa yang lo dapat?" tanya seseorang


" tak terlalu banyak, mereka seperti biasanya seolah tidak terjadi apa-apa, tidak ada kesedihan sedikit pun" jawab Lani


" Lo masih bisa bertahan disana? " tanya orang tersebut sedikit ragu.


" ya, lo tenang aja. sampai saat ini masih baik-baik aja" terang Lani


"kalo ada masalah, segera lo harus hubungi gue"


"iya bawell" jawab lani


"huuh " Lani menghembuskan nafas nya kasar.


"ada apa lo? kenapa? ada yang sakit? gue kesana sekarang!" panik orang diseberang, ketika mendengar hembusan kasar dari seberang nya.


" hey hey gurl, calm down, gue gak papa"


" cuma...."

__ADS_1


"cuma apa? jelasin ke gue sekarang"


"cuma..." Lani menimang apakah ia harus memberitahu sekarang atau nanti saja.


Orang diseberang diam, memasang telinga baik baik, mendengar penjelasan Lani.


" cuma tadi ada yang aneh, Josh, dia aneh setelah melihat berita kecelakaan satu tahun yang lalu" jelas Lani


" Aneh gimana?"


" aneh aja, yang awal nya dia biasa aja, tiba-tiba langsung terdiam , dan yang lebih aneh lagi kenapa itu beriita masih bisa muncul di koran hari ini" huh Lani merasa curiga


" atau jangan - jangan lo yang..." curiga lani kepada orang seberang telepon nya.


"Iya, itu gue, lo kelamaan. setelah satu bulan gak ada pergerakan sedikitpun, apa lo gak cape?" jelas nya


"jadi gimana? apa dia menyesal? " tanya lagi orang tersebut.


" entah lah, gue bingung gimana jelasin nya, entah menyesal atau kesal karena pagi nya sudah di awal dengan berita itu" ragu Lani


"setidak nya setelah ini dia ada tindakan nya"


" semoga saja seperti itu" jawab Lani


" gue harap lo baik baik aja La Lani"


"gue juga berharap gitu ra" jawan Lani.


setelah itu, berbunyi tut tut tut, tanda putus nya panggilan telepon tersebut.


Lani meletakkan Handphone nya kembali di nakas. kembali istirahat terbaring di tempat tidur dan memandang langit-langit kamar. entah apa yang dipikirkan nya sekarang.


Tak lama matanya terpejam dikuti dengkuran halus.


"tolong,,, tolong,, jangan "


entah apa yang Lani mimpikan, seperti nya mimpi buruk, igauan demi igauan terlontar dari bibir manis Lani, tak lupa tangan nya memeluk tubuh nya sendiri seolah menahan rasa sakit yang pernah dia alami.


perlahan Nafas nya putus putus seperti orang sesak nafas.


"hah " tiba tiba Lani terbangun dengan nafas ngos ngosan seolah telah berlari sejauh ribuan kilometer dari mimpi buruk nya itu.


"mimpi itu lagi" desah Lani


Takemegone-@anira_satia

__ADS_1


__ADS_2