
Vyna masih saja melamun sambil berjalan di belakang Gita. Tanpa sadar Vyna menubruk seseorang karena iya 'tak memperhatikan.
"Auww!" seru Vyna.
Vyna segera memandang orang yang ia tubruk. Begitupula dengan orang itu.
"Kamu?!" ucap mereka berdua bersamaan.
Sedangkan Gita yang melihat kejadian tersebut terkekeh pelan. 'Dasar wanita bodoh! Siap-siap aja kamu dipecat!'
Vyna sedikit terkejut dengan hal itu. Bagaimana tidak? Orang yang dia tubruk adalah Daniel suaminya sendiri. 'Hmm kenapa dia ada di sini? Apa jangan-jangan dia juga bekerja di perusahan ini?'
'Wanita ini ada di mana-mana. Macam hantu aja. Lebih baik aku menghindarinya.'
Gita melihat mereka 'pun membuyarkan lamunan mereka. "Hey, Vyna! Cepat minta maaf! Apa kau 'tak tahu orang yang ada di depanmu siapa?!"
Belum sempat Gita melanjutkan ucapannya, Daniel telah memotongnya. "Nggak usah dijelaskan." Tangan Daniel mengarah ke depan dengan telapak tangan mengarah ke depan mereka berdua.
Setelah itu Daniel berjalan meninggalkan mereka layaknya seorang bos.
'Huh! Dia kira, dia itu siapa? Gayanya sok banget sih!'
Vyna menggerutu kesal. Tapi ia tetap saja merasa kepo, sebenarnya apa hubungan Daniel dengan perusahan ini.
"Hey! Uda selesai melamunnya? Buruan ikut aku! Pagi-pagi uda buat masalah aja. Lihat apa yang akan dilakukan bos untukmu," ucap Gita kesal.
"Baiklah."
*
Sekarang mereka telah berada di depan pintu ruangan di mana sang bos berada. Gita mengetuk pintu itu. "Permisi."
"Masuk," ucap seseorang dari dalam ruangan tersebut.
Mereka berdua 'pun masuk ke dalam. Vyna menggigit bibirnya. Sedangkan Gita tersenyum puas.
"Permisi, Pak ini orang yang Anda cari," ucap Gita.
Vyna semakin lama semakin merasa gugup, takut dan banyak yang ia pikirkan. 'Sebenarnya siapa bos baru ini? Apakah aku akan kena marah? Bahkan apa aku akan dipecat? Aduh bagaiamana ini?'
Orang tersebut berbalik ke arah meraka. Memutar kursi kebesaran 'nya itu. Yang tadinya membelakangi sekarang menghadap ke depan.
'Astaga dia ternyata bos kantor ini? Tidak! Aduh bahaya ini!'
'Hmm bagus. Wanita ini sepertinya ada masalah. Sebaiknya aku memberi dia pelajaran.'
Lagi-lagi Gita menjadi pemecah keheningan di antara mereka. "Hmm permisi, Pak. Sebenarnya ...."
__ADS_1
Gita 'tak dapat melanjutkan ucapan 'nya karena Daniel langsung berbicara. "Jadi kamu ya orangnya? Kalau begitu aku hukum kamu bersihkan semua toilet lantai atas kantor ini!"
'Aduh beneran pria aneh ini yang jadi bos di perusahan ini. ****** aku. Sialan pasti dia ingin mengerjaiku. Ah tapi apa boleh buat. Daripada dipecat lebih baik aku membersihkan lantai atas aja.'
"Tapi, Pak. Bapak 'kan bukan ...."
Gita terhenti dari ucapan 'nya saat Daniel menyuruhnya diam dengan kode tangan.
"Ayo! Kerjakan sekarang hukuman yang aku suruh! Jangan melamun aja!" ucap orang itu yang 'tak lain adalah Daniel. Yang berbicara dengan Vyna.
"Hmm baiklah, Pak," ucap Vyna pasrah.
Belum aja Vyna ke luar dari pintu. Tiba-tiba saja, seseorang ke luar dari dalam ruangan yang ada di dalam ruangan itu. (Kayanya sedikit sulit dibaca ya guys? Atau sulit dimengerti? Maafkan Author ya ^^)
"Ada apa ini, Gita?" tanya orang itu yang 'tak lain adalah seorang pria.
"Itu, Pak ...," ucap Gita ragu-ragu.
"Itu apa? Eh Daniel kamu sudah datang?" ucap pria itu.
Vyna yang mendengar itu segera berhenti di tempat. 'Siapa lagi orang ini? Kenapa berbicara dengan pria aneh itu tanpa hormat? Apa dia nggak tahu kalau pria aneh itu adalah bos di perusahaan ini? Eh tunggu dulu! Kenapa katanya sudah datang? Kok aku jadi punya pirasat buruk tentang hukuman yang diberikan pria aneh itu?'
"Ya sudahlah, Bintang. Apa kau 'tak lihat aku uda ada di depanmu?" jawab Daniel.
"Haha kau itu dari dulu emang 'tak pernah berubah. Selalu aja begini. Padahal aku sedang bercanda."
"Oke-okelah. Kalau begitu kapan kau sampai di sini? Apakah sudah dari tadi? Eh tunggu siapa wanita yang barusan saja ke luar?" tanya Bintang yang melihat Vyna ke luar setelah terdiam sejenak di sana.
Gita langsung menjawab pertanyaan Bintang, "Itu, Pak. Dia orang yang sedang, Bapak cari. Orang yang, Bapak suruh aku panggil."
"Eh kenapa ke luar kalau begitu? Suruh dia masuk lagi! Aku mau bicara sesuatu dengannya.
"Baiklah, Pak." Segera Gita berjalan cepat ke luar. Ia langsung segera berlari saat sudah berada di luar ruangan tersebut. Ia mengejar Vyna yang telah berada di ujung ruangan tersebut.
*
Di dalam ruangan itu masih tersisa dua orang. Yang 'tak lain adalah Daniel dan Bintang.
"Kenapa wanita itu? Kenapa kau ingin menghukumnya?" tanya Daniel.
"Ah siapa? Wanita ... maksudmu Vyna?" tanya Bintang balik.
"Heleh. Gua nanya luh. Eh malah eluh nanya balik. Iya-iyalah si wanita gila itu. Siapa lagi kalau bukan itu maksudku."
"Ohh ahaha! Kirai siapa? Ternyata Vyna. Vyna bukan mau aku hukum kale. Tapi aku mau berbicara sesuatu dengan 'nya. Eh jangan-jangan kamu yang usir dia ya? Iyakan?"
"Whehe emang iya. Tapi bukan aku usir tapi aku hukum membersihkan semua toilet di lantai paling atas," ucap Daniel tanpa dosa.
__ADS_1
"Kamu ya! Aduh. Mana ni Gita? Kok lama amat. Keburu bersihkan toilet dia," ucap Bintang khawatir.
"Heleh. Segitu khawatirnya 'kah kau dengannya?" tanya Daniel.
"Hmm sepertinya iya," jawab Bintang sambil tersenyum bahagia.
'Dih ni orang. Gitu aja senyam-senyum. Jangan-jangan dia ....'
Begitulah Daniel dengan Bintang jika berjumpa. Berbicara akrab tanpa mengenal tempat.
*
Di sisi lain ....
"Hey, Vyna! Tunggu aku. Huftt!" teriak Gita sambil ngos-ngosan.
Vyna yang mendengar itu segera berhenti dan berbalik badan ke arah Gita. "Iya ada apa, Sekretaris Gita?"
"Aduh kamu itu ya! Dipanggili dari tadi nggak dengar-dengar. Capai tahu! Itu bos panggil kamu."
'Ah panggil lagi? Emang gila ni pria aneh! Dia kira karena seorang bos di perusahaan ini bisa sesukanya buat aku capai?'
"Hmm baiklah, Sekretaris Gita."
Kembali Vyna mengikuti Gita berjalan di belakangnya.
*
Hai teman-teman episode kali ini telah bersambung! Maaf kalau Author lama upnya.
Menurut kalian sebenarnya siapa sih Bintang itu? Dan Daniel itu apakah benar-benar seorang bos di perusahaan tempat Vyna bekerja? Dan apa yang mau dibicarakan Bintang dengan Vyna? Apa sih hubungan Bintang dengan Vyna? Kuy dijawab ya! Jawaban kalian pada bab kemarin akan Author tambahkan dengan nilai jawaban di bab ini. Tunggu jawaban 'nya di bab selanjutnya! Author akan memberikan hadiahnya bagi pemenang jawaban yang benar! (Masih tetap sama hanya untuk 10 orang tercepat)
Sedikit info dari Author:
Thor mau bilang sesuatu ni buat kalian wkwk. Hmm apa ya🤔 Hehe. Ini loh ....
Buat kalian yang baca novel Author tapi sedikit tidak mengerti cara membacanya, Thor bisa kasih tahu kunci cara buat kalian mengerti dari tanda bacanya wkwkwk.
Ini ni ....
Penggunaan tanda (') di dialog, itu maksudnya dia sedang berbicara dalam hati. Dan ada juga bukan di dalam dialog tapi dalam kalimat. Biasanya itu pemisah tanda kepemilikan setelah kalimat akhir. (Maaf kalau Author salah) Dan ada juga arti dari kalimat yang dipertajam.
Sedangkan penggunaan tanda baca (") adalah untuk kalimat dialog. (Kalian semua pasti sudah tahu dengan yang ini wkwk)
Dan tanda baca (*) untuk pemberitahu kalau ceritanya uda berbeda waktu atau tempat. Bahkan atau cerita yang telah berbeda cerita.
Sekian terima kasih yang uda mau baca penjelasan dari Author🤗
__ADS_1
Tunggu episode selanjutnya ya!