Dadakan Jadi Pasutri

Dadakan Jadi Pasutri
Bab 1, Menikah:


__ADS_3

Sekarang Vyna dan Daniel berada di dalam mobil pengantin. Mobil itu melaju ke arah gereja di mana mereka akan menikah. Ada beberapa mobil lain yang mengikuti mereka dari belakang. Alunan musik di sepanjang jalan terdengar sangat meriah dan menyenangkan. Tak berapa lama kemudian mereka telah sampai di depan gereja, yang 'tak lain berada di halaman gereja.


Semua orang yang datang bersama dengan Vyna dan Daniel berturunan dari dalam mobil. Dan Vyna dan Daniel juga ikut turun dari dalam mobil tersebut.


Sedangakan di dalam gereja sudah terdapat beberapa orang yang sedang menunggu kehadiran pengantin.


Saat Vyna dan Daniel baru turun dari dalam mobil. Vyna niat menggandeng tangan Daniel agar tampak lebih akrab. Namun Daniel malah menepis tangan Vyna. Dan Daniel berjalan lebih cepat daripada Vyna yang sedang kesulitan berjalan dengan gaunnya yang super panjang ke bawah.


Semua orang banyak yang membisikkan kejadian tersebut. Banyak yang mengatakan bahwa pernikahan mereka benar-benar dilandaskan dengan terpaksa. Bukan karena saling cinta atau apapun itu.


*


Di Depan Pendeta:


Sekarang Vyna dan Daniel sudah berada di depan pendeta, untuk mengucapkan saksi dan janji suci pernikahan.


Pendeta memulai ritual pernikahan tersebut. "Mempelai, Pria. Apakah kamu benar-benar siap untuk menikah dengan mempelai wanita?"


"Saya siap," jawab Daniel datar.


"Baiklah. Apakah mempelai, Wanita benar-benar sudah siap untuk menikah dengan mempelai pria?" tanya sang pendeta lagi kepada Vyna.


"Saya siap, Pendeta," ucap Vyna sedikit gugup.


Pendeta memberikan aba-aba untuk melakukan pertukaran cincin. Vyna melakukan pertukaran cincin dengan lancar. Walapun Daniel terpaksa melakukan 'nya.


Setelah itu pendeta memulai lagi pertanyaan yang merupakan bagian dari ritual pernikahan tersebut. "Saudara, Daniel Mahendra apakah Anda mau menerima saudari Andriana Devyna sebagai istrimu dalam keadaan suka maupun duka, kaya maupun miskin, sakit maupun sehat, cacat maupun tidak?"


Daniel mendecakkan lidahnya. "Saya siap!"


"Baikalah," ucap sang pendeta, "Saudari Andriana Devyna apakah Anda mau menerima saudara Daniel Mahendra sebagai suamimu dalam keadaan suka maupun duka, kaya maupun miskin, sakit maupun sehat, cacat maupun tidak?"


"Saya mau dan siap, Pendeta!" ucap Vyna mencoba berani berbicara tanpa gugup.


"Atas nama Allah yang kudus, kalian berdua diberkati dan disatukan dalam ikatan janji suci ini sebagai pasangan suami istri!" Sang pendeta memberi berkat kepada Vyna dan Daniel.

__ADS_1


Semua orang berdua dan selesai itu, mereka semua bertepuk tangan bahagia.


Vyna tersenyum bahagia, karena acara pernikahan 'nya berjalan dengan lancar. Walapun pernikahan ini dilakukan secara terpaksa. Tetapi ia tetap bersyukur dapat menikah tanpa masalah.


Sedangkan Daniel, lagi-lagi ia mendecakkan lidahnya yang merasa bosan dengan acara pernikahan yang tak ia sukai.


*


Akhirnya acara pernikahan Vyna dan Daniel telah selesai. Daniel yang merasa bosan langsung pergi ke luar.


"Daniel! Kamu mau ke mana?"


Segera Daniel menoleh ke arah suara yang memanggil namanya tersebut. "Ya, Ma? Ada apa lagi sih?"


"Jangan bilang kamu mau pergi? Bawa istrimu juga!" ucap Fitri yang 'tak lain adalah mamanya Daniel.


Nama mamanya Daniel memang sedikit ke jawa-jawaan. Karena mamanya emang keturunan dari suku jawa. Yaitu Nhurul Fitri. Sifat mamanya sangat baik dan ramah. Berbeda dengan anaknya Daniel. Yang sifatnya sedikit dingin dan keras kepala.


"Tapi, Ma ...," ucap Daniel terputus.


"Gak ada tapi-tapian! Bawa istrimu juga! Awas kalau kamu sakiti dia!" ucap Fitri yang sedikit cerewet.


Vyna segera berjalan mendekat ke arah Daniel dan Fitri.


"Gitu dong! Kan bagus. Ya sudah, Nak Vyna ikut sana bareng suamimu!"


"Iya, Tante," jawab Vyna.


"Eh kok panggil sebutan tante sih? Panggil mama saja! Sama seperti Daniel yang panggil mama ke aku. Karena kamu sudah jadi menantuku, Nak Vyna," jelas Fitri.


"Baiklah, Ma!" ucap Vyna sedikit canggung.


"Ya sudah. Ayo ikut aku." Daniel menarik tangan Vyna dan berjalan dengan cepat.


'Akhirnya anakku yang satu ini telah menikah. Nggak sabar aku punya cucu dari mereka. Hehehe.'

__ADS_1


Sekarang Vyna dan Daniel berada dalam mobil. Mobil itu melaju dengan cepat. Suasana dalam mobil itu sunyi seperti 'tak berpenghuni. Daniel sibuk dengan handphone miliknya. Sedangkan Vyna melamun melihat ke arah kaca jendela mobil.


Tak berapa lama, mobil yang mereka naiki telah sampai di depan sebuah rumah yang besar dan luas. Memiliki pekarangan yang luas dan indah. Sungguh pemandangan yang sangat indah jika kalian dapat memandangnya.


Mobil itu berhenti di depan pintu utama masuk rumah tersebut. Setelah itu Daniel turun dari dalam mobil dan disusul oleh Vyna yang kesusahan untuk turun karena gaunnya yang panjang.


Tanpa disadar, gaun Vyna tersangkut di sela-sela mobil. Hingga membuatnya tersungkur ke luar dari dalam mobil. Saat itu Daniel masih berada di dekat mobil. Iya masih subuk memegang handphone miliknya.


Vyna yang tersungkur ternyata mendarat di atas tubuh pria yang kekar. Yang 'tak lain adalah Daniel. Lama mereka saling memandang satu sama lain.


Hingga Vyna tersadar dan langsung berdiri sambil membagusi gaunnya yang berantakan. "Maafi aku, Tuan!"


Daniel segera berdiri dan membersihkan bajunya yang kotor akibat tertindi oleh Vyna di atas tanah. "Lain kali hati-hati. Gunakan mata! Turun dari mobil saja bisa jatuh," ucap Daniel dingin.


"Iya, Tuan. Aku minta maaf. Lain kali aku pasti akan hati-hati." Vyna tertunduk merasa malu.


Daniel tidak memedulikan ucapan Vyna tersebut. Ia langsung berjalan menuju pintu. Membuka pintu tersebut dan segera masuk. Vyna mengikuti Daniel yang masuk ke dalam. Tetapi saat itu, pintu yang dibuka Daniel tiba-tiba tertutup. Membuat Vyna terjeduk.


Kepalanya terasa sakit akibat terjeduk. "Aduh! Sakit bangat!"


Vyna mengelus-elus jidatnya yang sakit. Sedangkan Daniel yang mendengar tersebut tersenyum. 'Dasar gadis bodoh! Bisa-bisanya terjeduk. Lucu juga ternyata dia.'


'Aduh malu bangat aku. Apa ada orang di rumah ini? Jika ada, pasti aku telah dilihat. Aduh benar-benar sungguh memalukan!'


Vyna yang sehabis melihat ke sekeliling penjuru halaman rumah tersebut langsung masuk ke dalam rumah.


*


Hai teman-teman!


Episode kali ini bersambung dulu ya!


Jangan lupa ninggali jejaknya!


Tolong dukung aku, supaya aku semangat buat updetnya!

__ADS_1


Yang mau bergabung dengan grup aku silahkan! Kami akan selalu menerima Anda dengan senang hati. Bisa sama-sama saling sharing pengetahuan juga ya!


Tunggu episode selanjutnya ya!


__ADS_2