
Vyna mengambil tas kerjanya dan segera ke luar dari rumah. Berdiri ia di depan pintu pagar tempat di mana untuk masuk ke rumah tersebut.
Sepertinya ia sedang menunggu taksi yang ia pesan secara online.
Di sisi lain ....
Daniel sedang mengeluarkan mobilnya lalu memanaskan 'nya sebentar. Tak berapa lama ia mulai menaikinya. Mulai berjalan melewati pintu pagar. Daniel memandang ke arah Vyna seperti pandangan mengejek. Bagaimana tidak? Bukannya mengajak Vyna barengan pergi, eh malah ditinggalkan.
'Dasar pria jahat! Sombong dan sok ganteng lagi! Ihh, ngapai lagi ia mandangi aku dengan seperti itu? Hah? Uda pasti dia mengejeki aku yang nggak punya satupun mobil. Ihhh sombong banget tu pria!'
Tak berapa lama 'pun taksi online 'pun telah tiba. Segera Vyna masuk ke dalamnya. Dan taksi tersebut mulai melaju dengan kecepatan rata-rata.
*
Sesampainya di kantor ....
Sekarang Vyna telah berada di bawah gedung kantor di mana ia bekerja. Sebelum ia masuk ia kembali merapikan pakaian 'nya, agar terlihat rapi dan tidak dinilai buruk oleh orang lain.
'Hufftt! Seminggu nggak kerja jadi berasa canggung mau masuk ke dalam. Tapi semangat Vyna! Kamu pasti bisa. Jangan canggung!'
Vyna menarik nafas dan mulai memasuki pintu depan kantor tersebut.
Vyna berusaha berjalan rileks. Walaupun banyak mata memandang Vyna.
"Si Vyna ini ke mana aja ya, selama seminggu ini?" tanya salah seorang karyawan kantor tersebut dengan berbisik kepada temannya.
"Nggak tahu. Tapi enak banget dia bisa libur seminggu berturut-turut. Sedangkan kita hanya bisa tiga hari berturut-turut," jawab temannya sambil menggosipkan Vyna.
"Luh nggak tahu ya?" Sambung salah satu karyawan yang lain.
"Nggak tahu. Emang ada apa? Kepo dong?"
"Ya elah gimana sih? Si Vyna itukan dekat sama boss lama kantor ini. Pasti ada main sesuatu di belakang kita-kita ini," ucap karyawan tersebut menjawab temannya.
"Ah masa? Gue baru tahu kalau si Vyna macem begitu. Wah kalau begini nggak baik didiamkan!"
Sedangkan Vyna merasakan sesuatu ....
__ADS_1
'Kok aku merasa merinding ya? Ihh padahal kantor ini nggak seram.'
Vyna berjalan sambil sesekali memegangi lehernya yang merasa merinding.
*
Sesampainya di ruangan kerja Vyna ....
"Eh Vyna akhirnya kamu masuk kerja juga hari ini. Aku kangen banget sama kamu!" Seseorang tiba-tiba saja memeluk Vyna.
"Eh apa-apaan sih kamu, Melva? Baru seminggu aja uda main kangen-kangenan. Uda lepasi aku. Malu tahu kalau dilihat karyawan lain. Dikirai kita lesbi lagi. Emang kamu mau?" Vyna berusaha melepaskan pelukan dari Melva.
Melva dan Vyna emang berada satu ruangan kerja. Sebenarnya ada tiga orang. Tapi satu orang lagi belum datang atau dia ambil cuti hari ini. Saat itu juga, keadaan ruangan mereka hanya ada dua orang. Yaitu Vyna dan Melva. Tapi, tetap saja. Walaupun sepi bisa jadi ada orang yang akan tiba-tiba masuk ke dalam. Itulah yang ditakutkan oleh Vyna.
Melva menggerutu kesal. "Ihhh kamu ini. Aku beginikan gara-gara aku benar-benar kangen sama kamu. Berarti kamu nggak kangen ya sama aku? Pakai kata lesbi lagi buat menghindariku."
"Hahaha," tawa Vyna, "kamu lucu ya, Melva. Makasih uda kangen sama aku. Ya uda, yuk bekerja!"
Mereka 'pun mulai bekerja dengan semangat.
Vyna yang mendengar itu terdiam sejenak dan berhenti mengetik laptopnya tersebut. Memutar kursinya ke arah Melva. "Hmm, menurutmu?"
"Hmm, menurutku kamu sedang mengalami masalahkah? Atau jangan-jangan kamu liburan tanpa mengajak aku ya? Hayo pasti iyakan?" tanya Melva dengan semangatnya.
"Dih. Pikiranmu hanya ada liburan aja. Emang ada ya, karyawan yang libur seminggu hanya untuk berenang-senang? Nggak mungkin 'kan?" ucap Vyna.
Melva tertawa cengengesan sambil menggaruki kepalanya yang 'tak gatal itu. "Hehehe. Iya juga sih. Hmmm, lalu apa kalau begitu?"
"Kepo!" ucap Vyna.
"Ihh pelit ah. Vyna pelit! Nanti nggak ada loh pria yang mau menikahi wanita pelit," ucap Melva menakut-nakuti Vyna.
Vyna terdiam dan berpikir sejenak ....
'Tanpa kamu ketahui, aku sudah menikah. Apalagi menikah dengan pria aneh.'
"Hanya ada sedikit masalah, Mel. Dan itu nggak masalah besar kok," ucap Vyna berbohong.
__ADS_1
"Oh oke kalau begitu. Awas ya kalau kamu bohongi aku!" ucap Melva mengancam.
Melva adalah teman kantor Vyna sekaligus sahabat ke dua Vyna setelah Neysha. Maka dari itu, jika ada masalah dengan Vyna, Melva atau Neysha pasti akan ikut membantu.
Tetapi, Vyna hanya memberitahukan masalahnya kepada sahabat pertamanya itu. Yaitu Neysha. Vyna tahu, kalau Neysha orang yang 'tak terlalu sibuk. Sedangkan Melva pekerjaan 'nya banyak banget. Jadi ia 'tak mau merepotkan Melva.
Belum saja Vyna menjawab 'oke' kepada Melva. Tiba-tiba saja, ada seorang wanita masuk ke dalam ruangan mereka. "Ohh, bagus. Di waktu jam kerja malah mengobrol ya? Habis libur seminggu masuk kerja uda buat rugi perusahaan? Enak benar hidupmu!"
Vyna dan Melva berbalik ke arah orang tersebut.
"Sekretaris Gita?!" ucap Vyna dan Melva bersamaan, karena mereka merasa terkejut.
"Iya aku. Kenapa? Terkejut ya?" Gita melipat ke dua tangannya di depan dadanya, sambil berdiri mengetuk-ngetukan ageless di atas lantai tersebut.
Vyna tahu, bahwa yang dimaksud Gita adalah dirinya. Segera ia berbicara, "Maaf. Maafkan saya, Sekretaris Gita. Tapi saya libur telah izin ke perusahaan."
"Oh iyakah? Banyak alasan! Kamu bisa jelaskan di depan bos baru kita. Dia yang menyuruh gue buat panggil kamu langsung. Dan satu lagi. Nggak usah tunjuk-tunjukan keluguan 'mu di depan bos baru. Karena itu nggak bakal berguna. Nggak seperti kamu dengan bos lama. Kamu nggak bakalan bisa! Aku yakin kamu akan dipecat!" ucap Gita dengan percaya diri.
Vyna menelan ludahnya sambil mengigitkan bibirnya. Ia merasa takut dengan ucapan yang dilontarkan oleh Gita tersebut.
Sedangkan Melva menggertakan giginya. Ia hanya bisa melakukan itu. Karena orang yang berada di depannya adalah orang yang kedudukan 'nya lebih tinggi dari mereka berdua.
"Ayo! Ngapai lagi kamu diam mematung di situ? Bos uda menunggumu lama!" ucap Gita lagi membuyarkan lamunan Vyna.
Vyna 'pun mengikuti langkah Gita di belakangnya. Berjalan sambil berpikir apa yang akan terjadi saat ia menemui bos baru mereka. Apakah ia akan dipecat? Atau gajinya akan dipotong? Atau bonusnya akan dipotong? Hanya Tuhan dan Author 'lah yang tahu.
*
Bersambung dulu ya teman-teman!
Semoga bab ini dapat menghibur kalian yang merasa kesal menunggu up novel ini yang sangat lama. Nah, kalian bisa menjawab pertanyaan di atas. Kalian hanya perlu menjawabnya di kolom komentar. Nanti 5 orang yang menjawab dengan benar, Author akan membagikan kotak hadiah kepada kalian (5 orang yang jawabannya benar. Dan 5 orang buat komen jawaban tercepat. Tidak termasuk jawaban yang benar ya!)
Ikuti terus karya Author. Karena Author akan mengadakan event-event kecil seputar novel Dadakan Jadi Pasutri. Kemungkinan Author akan mengadakan event besar (Jika berangkas Author uda banyak wkwkwk). Masuk grup Author jika ingin menanya-nanyakan sesuatu tentang novel ini. Dengan senang hati Author akan menjawab pertanyaan kalian (Jika Author mampu ya, wkwk).
Jangan lupa tinggalkan jejak seperti saran dan kritikan ya! Karena itu adalah salah satu dukungan buat sang Author!
Tunggu episode selanjutnya ya!
__ADS_1