Dadakan Jadi Pasutri

Dadakan Jadi Pasutri
Bab 2, Malam Hari:


__ADS_3

Hari tampak mulai gelap. Matahari yang tadinya ada di langit, sekarang telah digantikan dengan cahaya bulan yang indah menerangi malam yang sunyi ini.


Saat ini Vyna sedang sibuk beberes pakaian 'nya. Terdengar suara percikan air dari dalam kamar mandi. Ya, suara itu adalah suara orang yang sedang mandi. Siapa lagi kalau bukan Daniel yang sedang mandi.


'Mumpung dia berada di kamar mandi, lebih baik akun ke bawah saja. Hmm, perutku keroncongan ni.'


Vyna yang telah selesai membereskan pakaian dan barang-barangnya, segera turun ke bawah. Yaitu ke dapur untuk mencari makanan.


Sesampainya di dapur, Vyna membuka lemari es. Betapa terkejutnya ia melihat, bahwa di dalam lemari es tidak ada satu 'pun makanan buat ia makan.


"Hmm, masa lemari es bisa kosong begini isinya. Uda lapar banget lagi. Coba aku lihat di lemari lain," ucap Vyna yang berbicara sendiri di situ.


Vyna memeriksa semua lemari yang ada di dapur tersebut. Sampai ia membongkar semua laci yang paling kecil. Tapi, tetap saja ia tidak menemukan satu 'pun makanan yang dapat ia makan.


"Aduh .... Gimana sih? Kok nggak ada satu 'pun makanan? Ni yang punya rumah pelit banget sih. Sampai satu dapur isinya cuman ada angin yang lewat. Pantesan kaya, ternyata orangnya pelit!" ucap Vyna yang cemberut kesal.


Sedangkan di lain tempat, Daniel baru saja selesai mandi. "Accuuhh!" Daniel tiba-tiba saja bersin. "Kenapa aku tiba-tiba bersin ya? Padahal nggak ada apa-apa. Siapa sih yang ngomongi aku?"


*


Vyna yang kesal dan benar-benar merasa lapar, segera kembali ke kamarnya. "Ah, mendingan aku ke mara saja. Tidur dan menahan lapar. Besok pagi aku akan pergi ke pasar buat belanja makanan."


Vyna yang sudah sampai di atas, segera membuka pintu kamar yang ia tempati. Saat itu, Daniel masih berpakaian. Sontak Vyna terkejut melihat Daniel yang masih pakai handuk di pinggangnya. "Ahhhh! Maaf aku nggak lihat kok!"


Segera Vyna kembali keluar kamar dan menutup pintu kamar tersebut dengan kuat. Daniel yang terkejut dengan kedatangan Vyna merasa sedikit kesal. "Lain kali, kalau mau masuk ke kamar ketuk pintu dulu! Jangan asal masuk."


"Iya, Tuan. Maafi aku. Aku nggak lihat kok!" ucap Vyna yang berbohong.


Padahal Vyna telag melihat tubuh kekarnya Daniel tersebut. Dengan otot yang ada di mana-mana. Perut penuh dengan bentuk kotak-kotak.


Vyna yang membayangkan hal tersebut segera wajahnya mulai merah merona. 'Ya ampun, Vyna! Dasar pikiran mesum! Ngapai pula luh mikiri hal beginian!'


Tak berapa lama kemudian. "Tuan, apakah sudah selesai berpakaian?"


"Sudah," jawab Daniel datar.


Vyna yang mendengar jawaban Daniel, segera masuk ke dalam kamar. Saat itu Daniel sudah berada di atas tempat tidur yang sedang asik memainkan handphone miliknya.

__ADS_1


Sedangkan Vyna yang masih merasa lapar, mengambil ide untuk tidur saja. Segera ia naik ke atas tempat tidur.


Mata Daniel melirik ke arah Vyna. "Ngapai kamu?"


Vyna yang terkejut langsung menjawab, "Ya mau tidur dong."


"Di sini?" Daniel menunjuk ke arah tempat tidur.


"Iya, Tuan!" ucap Vyna sedikit bingung.


"Nggak boleh!" ucap Daniel datar.


Vyna sedikit bingung dan kesal dengan maksud yang Daniel ucapkan. "Kenapa? Apa aku nggak boleh tidur di sini? Inikan kamar aku juga!"


"Eh, kalau dibilang jangan tidur di sini, ya jangan dong!" ucap Daniel.


"Terus aku tidur di mana?" tanya Vyna.


"Tu di sana!" Tangan Daniel menunjuk ke arah sofa yang berada di kamar tersebut.


"Di situ?" tanya Vyna nggak percaya.


"Ya sudah deh! Pelit banget bagi tempat tidurnya. Nggak di bawa mati juga kali, sampai segitunya pelit!" ucap Vyna pelan. Namun, masih bisa didengarkan oleh Daniel.


"Apa tadi kamu bilang?"


"Upss!" Vyna menutup mulutnya karena keceplosan. Segera ia berlari ke arah sofa dan mulai merebahkan badannya di atas sofa tersebut. Mengabaikan ucapan Daniel tersebut.


'Dasar wanita! Ditanyai malah kabur. Hmm, wanita ini emang sulit dimengerti.'


Waktupun berputar dengan cepat. Tepat sekarang telah pukul 11.00 malam. Daniel terbangun dari tidurnya, karena ia ingin pergi ke kamar mandi.


Tak berapa lama kemudian Daniel selesai dari kamar mandi dan segera keluar. Tanpa sengaja ia melihat Vyna yang sedang tertidur. Tubuhnya menggigil kedinginan akibat tidak memakai selimut. Daniel yang sedikit kasihan mengambilkan selimut dari lemari dan menyelimuti tubuh Vyna tersebut.


"Dasar gadis bodoh. Bukannya mengambil selimut, tapi malah tidur kedinginan," ucap Daniel dengan pelan.


Lama ia memandang wajah Vyna yang tertidur. "Cantik juga ni cewe. Tapi sayangnya ia terlalu kotor!"

__ADS_1


Tiba-tiba saja terdengar suara perut Vyna yang kelaparan. Daniel yang mendengar tersebut tertawa kecil, "Benar-benar gadis bodoh! Lapar saja di tahan-tahani."


Segera Daniel beranjak dari tempat ia berdiri. Pergi menuju tempat tidurnya. Mengambil handphone yang ada di atas meja dekat tempat tidurnya tersebut.


Membuka handphone tersebut dan membuka kontak teleponnya. Memilih salah satu nomor dan menelepon nomor tersebut.


'Halo?'


Segera orang dari seberang telepon sana menjawab ucapan Daniel.


'*Ya, Boss. Ada apa ya, telepon saya di tengah malam begini?'


'Tolong besok pagi jam 05.00 WIB antarkan peralatan dapur dan kebutuhan makanan ke rumah saya!'


'Baiklah, Boss. Apakah ke rumah baru Anda?'


'Iya. Dan jangan lupa bawakan satu pengurus rumah tangga yang sudah berpengalaman!'


'Siap, Boss! Apa ada lagi yang Anda perlukan?'


'Tidak. Itu sudah cukup*.'


Segera Daniel mematikan telepon tersebut. Tanpa ada aba-aba apapun. Maklumlah, Daniel adalah boss. Dan yang ia ajak bicara tadi adalah bawahan 'nya. Jadi suka-suka dia mau apa.


Setelah mematikan telepon tersebut, Daniel beranjak ke atas tempat tidurnya. Dan 'tak lama kemudian mulai terbawa ke alam mimpinya.


Malam itupun berlarut dengan cepat beriringan dengan waktu yang berputar dengan cepat.


*


Bersambung dulu ya teman-teman.


Jangan lupa selalu dukung AUTHORnya!


Dukungan dari kalian adalah sebuah motivasi buat sang author.


Gimana cerita kali ini? Seru gak? Kalau seru komentar di bawah ya!

__ADS_1


Tunggu episode selanjutnya ya!


Salam manis dan salam kenal dari Author Ceria Desvany!


__ADS_2