
Bulan telah berganti dengan matahari yang mulai naik dan menyinari bumi. Burung-burung kecil berkicauan. Suaranya merdu dan beriringan.
Vyna membuka mata dari tidurnya. Tampak sayup-sayup ia melihat sekeliling ruangan. Dan mulai jelas ia melihat.
Matanya melihat ke sekeliling penjuru ruangan. Ia lihat ke arah tempat tidur sudah tidak ada lagi Daniel. Melihat ke arah jendela yang hordennya telah dibuka lebar.
"Astaga! Sudah jam berapa ini?" teriak Vyna terkejut.
Segera ia beranjak dari atas sofa. "Eh tunggu dulu. Ini selimut dari mana? Kok ada di aku? Hmm, apa pria itu yang ...? Ah ya sudahlah. Masih punya hati juga ternyata dia."
Vyna melipat selimut tersebut. Membereskan pakaian 'nya yang berantakan. Serta merapikan rambutnya yang acak adul. Setelah itu segera ia turun ke bawah.
Vyna melihat ke sekeliling penjuru ruangan. Namun, 'tak mendapati Daniel. "Ke mana pria itu? Pergi tanpa memberi tahuku? Dasar!"
Vyna teringat bahwa ia masih merasakan lapar. Niatnya mau balik ke kamar untuk mandi dan segera belanja makanan. Eh, tiba-tiba ia mendengar suara pisau yang sedang memotong sesuatu di atas talenan dari dapur.
"Eh ada siapa di dapur?" Vyna berjalan menuju dapur.
Betapah 'tak percayanya ia melihat seorang pria sedang memasak makanan. Yang 'tak lain adalah Daniel.
Lama ia memperhatikan Daniel yang sedang memotongi sayur tersebut. Sampai ketika Daniel merasa ada yang memperhatikan 'nya. Segera Daniel menoleh ke arah belakang. Dan ternyata ada Vyna yang memperhatikan 'nya.
Vyna yang terkagetkan karena Daniel tiba-tiba melihat ke arahnya segera ia berpaling muka. 'Aduh ketahuan sama dia, kalau aku sedang mandangi dia."
Daniel hanya tersenyum kecil. "Enak ya tidurnya?"
"Hmm?" Vyna merasa bingung. Sebenarnya Daniel bicara dengan siapa atau bicara dengannya.
Vyna melihat ke arah samping dan kirinya. Hingga ia melihat ke arah belakangnya. "Aku ya?"
"Ya iyalah, Kamu."
"Hmm hehehe. Tadi aku terlalu lelap. Jadi lama bangunnya," ucap Vyna canggung.
"Oh," ucap Daniel singkat.
'Ilih cuman jawab begitu? Dasar pria dingin!'
Vyna semakin merasa canggung. Ia hanya memperhatikan Daniel yang serius dengan masakan 'nya.
Ada beberapa menit telah berlalu. Tepatnya sekarang sudah pukul 07.00 WIB pas. Daniel telah selesai memasak. Ia menata makanan tersebut di atas meja makan dengan rapi. Harum makanan tersebut membuat Vyna semakin merasa lapar.
Setelah itu Daniel mulai duduk dan menyajikan makanan untuk dirinya sendiri. Vyna hanya memperhatikan 'nya saja. Sesaat Vyna menelan ludahnya karena melihat Daniel memakan makanan 'nya.
Lagi-lagi Daniel menampakkan senyum tipisnya. "Eh, Wanita! Apa kamu nggak makan?"
Vyna hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Benaran?" tanya Daniel.
Vyna mulai menjawabnya dengan perkataan. "Ya habis gimana? Mau makan tapi nggak punya makanan."
Ke sekian kalinya Daniel tersenyum tipis. "Ya ini nggak kamu lihat ada makanan di atas meja?"
"Hmm, apakah boleh?" tanya Vyna malu-malu.
"Ya tentulah! Masa nggak boleh."
"Beneran?" tanya Vyna lagi.
"Kalau kamu masih banyak tanya, aku nggak bakal izinkan kamu makan makanan ini." Tunjuk Daniel ke arah makanan yang ada di atas meja makan tersebut.
Segera Vyna mengambil makanan yang ada di depannya. Ia melahap makanan tersebut dengan cepat.
Daniel yang melihat tertawa kecil, "Ckckck!"
"Eh kenapa ketawa?" tanya Vyna yang masih mengunyah makanan.
Daniel kembali lagi ke sikap dinginnya. "Tidak apa-apa."
"Hmm, oke."
Vyna tidak terlalu menghiraukan tawa Daniel tersebut. Ia masih melahap makanan yang dibuatkan oleh suaminya tersebut. "Masakan kamu lumayan enak ya!"
"Iya!" jawab Vyna yang berbohong. Sebenarnya makanan yang dimasak oleh Daniel sangatlah enak. Tetapi, Vyna enggan mengatakan 'nya.
"Benaran?" tanya Daniel yang 'tak percaya.
"Iya, Tuan!" ucap Vyna mulai geram dengan pertanyaan Daniel.
Daniel mencoba ulang mencicipi makanan yang ua masak. 'Rasa seperti biasa aku masak kemarin-kemarin kok. Tapi, kenapa wanita ini mengatakan lumayan enak saja? Memang wanita nggak tahu diuntung. Syukur aku masaki dia makanan. Eh malah bilang lumayan, bukannya enak gitu kek.'
Vyna yang sedang memakan makanan 'nya tiba-tiba saja keselek. "Uhuk-uhuk!"
Daniel terkejut dari lamunan 'nya.
Segera Vyna mengambil air minum. Dan langsung meminumnya. "Ahh! Akhirnya nggak keselek lagi. Huh dasar makanan nggak tahu diri! Bisa-bisanya buat aku keselek!"
"Puff!" tawa Daniel pelan.
"Eh kenapa?" tanya Vyna merasa dirinya ditertawai.
"Kamu bodoh ya? Makanan aja kamu marahi. Yang nggak tahu diri itu adalah kamu. Makan nggak pakai spasi," ucap Daniel.
"Hmm, maaf ya, Tuan. Aku yang makan kok Anda yang sewot? Suka-suka saya mau makan gimana. Lagian mana ada makan pakai spasi," kesal Vyna.
__ADS_1
"Seterah deh. Tapi jangan panggil aku dengan sebutan Tuan!" ucap Daniel.
"Terus apa dong? Om gitu?" tanya Vyna.
"Seterah kamu. Asalkan jangan panggil Tuan atau Om!" larang Daniel.
"Hmm okelah. Kalau gitu paman aja ya. Atau pak aja ya?" tanya Vyna yang sengaja membuat Daniel kesal.
"Kalau kamu masih panggil pakai begituan, jangan harap kamu bisa tinggal di rumah ini!" ancam Daniel.
"Ya elah. Jadi apa dong?"
"Kakak aja," ucap Daniel datar.
"Aku mau manggil mas aja!" ucap Vyna yang tiba-tiba ada keberanian buat berbicara seperti itu.
"Bawel banget sih!"
Tak berapa lama, akhirnya mereka selesai sarapan pagi.
Daniel yang sekarang telah selesai makan segera naik ke kamar. Mengambil jasnya dan juga tas kerjanya yang ada di atas.
Sedangkan Vyna memberikan meja makan tersebut. Setelah itu langsung mencuci piring.
Daniel turun dari atas dan setelah itu berjalan mendekati Vyna berada. "Kamu di rumah saja. Aku mau ke kantor. Nanti selesai pulang dari kantor, aku ingin berdiskusi denganmu."
Vyna sedikit berpikir. "Hmm, oke deh."
Daniel yang telah mendengar ucapan Vyna segera pergi.
*
Hai teman-teman!
Episode kali ini bersambung dulu ya!
Jangan lupa selalu dukung AUTHORnya!
Karena dukungan dari kalian adalah sebuah motivasi buat sang author.
Gimana cerita kali ini? Seru gak?
Maaf kalau gak seru. Soalnya Author terburu-buru mengetiknya.
Buat yang belum klik tombol favorit, ayo silakan diklik! Biar Author Ceria Desvany semangat buat upnya!
Tunggu episode selanjutnya ya!
__ADS_1