
Vyna berlari sambil menangis. Ia menuju ke arah taman belakang rumah. Duduk di salah satu kursi taman tersebut.
Vyna berusaha menenangkan diri agar tidak menangis lagi. "Ayolah Vyna! Jangan menagis! Ngapai kamu menagis? Nggak ada guna. Biar aja dia buat perjanjian begitu. Toh juga kamu pasti tidak akan hamil! Kamu nggak usah percaya sama kejadian di malam itu. Itu pasti hanya jebakan. Dan tidak terjadi apa-apa!"
Vyna berbicara sendiri di taman belakang tersebut. "Eh tunggu! Kalau benaran ngelakui sesuatu gimana? Apa aku akan hamil? Tapi aku nggak mau. Ahh!"
Saat itu Dilla sedang membuang sampah di dekat Vyna berada. Dilla penasaran kenapa ada suara teriakan di malam hari. "Hemm, itu suara apa toh? Ada suara hantu? Ah ndak mungkin. Kata mbok mana ada hantu di dunia ini."
Dilla yang penasaran berjalan ke arah suara teriakan tersebut. Yang 'tak lain suara Vyna berteriak.
Sekarang Dilla sudah sampai di dekat Vyna. Berjalan mengendap-endap mendekati Vyna.
'Ini kok rambutnya panjang toh? Kok macem mbak kunti sih? Serem amat.'
Dilla berjalan dengan sangat hati-hati. Tetapi, tetap saja, ia menginjak sesuatu dan membuat keributan.
Segera Vyna berbalik ke arah suara tersebut. Posisi Vyna melihat seperti orang linglung menyeramkan. Sedangakan Dilla saat itu menampakan wajah ekspresi terkejut habis menginjak sesuatu mengakibatkan timbulnya suara.
"Ahhhh!" teriak mereka berdua secara bersamaan.
"Hantu, ada hantu!" lanjut Dilla berteriak.
"Mana hantu? Mana? Hah?" tanya Vyna yang juga ikut mencari-cari keberadaan hantu tersebut.
Tiba-tiba saja Dilla tertawa, "Hahaha! Ternyata, Non Vyna toh. Kirai hantu," ucap Dilla tanpa dosa.
"Hah. Kamu ini ya, Dill. Kirai beneran." Vyna membuang nafasnya dengan kasar.
"Hehehe. Maaf toh, Non. Kan Dilla kirai. Ngomong-ngomong kenapa, Non Vyna berteriak? Dilla sampai kepo nyari-nyari ke sini," ucap Dilla bertanya.
Vyna terdiam sebentar. "Oh nggak apa-apa kok, Dilla. Aku cuman lagi sedikit kesal."
"Oh gitu, Non. Ayuk masuk, Non ini uda malam. Entar ada hantu lagi," ucap Dilla menakut-nakuti.
__ADS_1
"Ah kamu bisa aja. Aku nggak takut sama gituan. Ya udah ayo masuk."
Akhirnya mereka masuk ke dalam rumah setelah berbincang sepatah kata.
*
Dilla kembali masuk ke dalam kamar. Dia terdapat Daniel yang sedang santai memainkan handphone sambil rebahan di atas ranjang.
"Oh udah balik?" tanya Daniel.
Vyna hanya meliriknya sebentar lalu membuangkan wajahnya sambil menunjukan bibir yang mayun ke depan.
'Dih! Ni cewe gila kali ya? Gue baik-baik nanya malah dapat jawaban begitu. Hufft sabar-sabar. Orang ganteng kaya gue harus sabar.'
Vyna mengambil selimut dari lemari dan segera menuju ke sofa. Ia mulai membaringkan tubuhnya di sana. Dan tertidur setelah beberapa menit.
Daniel 'pun akhirnya tertidur setelah bosan memainkan handphonenya.
*
Hari ini adalah hari di mana Vyna akan mulai masuk ke kantornya lagi untuk bekerja. Dengan semangatnya ia bangun jam 05.00 WIB. Sebelum itu ia membantu Dilla menyiapkan sarapan.
Setelah ia membantu Dilla, segera ia kembali ke menuju kamar untuk membersihkan diri.
Di dalam terlihat Daniel yang baru bangun. Ia sedang memegang handuk. Sepertinya ia ingin mandi.
Vyna yang melihat segera mengambil handuknya dan berlari ke arah kamar mandi dalam ruangan tersebut.
Daniel sedikit terkejut melihat tingkah Vyna. Dan ia mulai tersadar bahwa Vyna telah menduluani dirinya masuk ke kamar mandi.
"Eh wanita. Kamu ngapai pagi-pagi begini udah mandi? Biasanya masih molor. Cepat ke luar! Gue mau mandi," ucap Daniel sambil berteriak agar Vyna mendengarnya.
Vyna yang mendengarnya hanya mendiamkan ucapan Daniel.
__ADS_1
"Eh wanita! Dengar nggak? Gue ada rapat penting pagi ini. Jadi tolong cepat!" Daniel mengetok pintu kamar mandi tersebut.
"Apaan sih? Gue juga mau kerja. Hari ini gue uda masuk kerja. Kalau gue nggak mandi, mau kapan lagi gue pergi ke kantor? Nanti bos gue marah lagi," ucap Vyna yang juga berteriak dari dalam kamar mandi.
Daniel menghela nafasnya dengan kasar. Mencoba bersabar menunggu Vyna selesai mandi.
*
Sekarang pukul 06.05 WIB. Akhirnya Vyna baru selesai mandi. Segera ia ke luar dari kamar mandi dengan memakai handuk.
Vyna melihat ke sekeliling kamar. Tapi, ia tidak mendapati Daniel. 'Di mana pria itu? Bukannya katanya dia mau mandi? Apa jangan-jangan dia nggak mandi lagi? Hahaha jorok banget.'
Segera Vyna berpakaian. Dan setelah berpakaian ia turun ke bawah. Saat sampai di ruang makan, ia mendapati Daniel sedang asik sarapan. 'Eh? Pria ini uda berpakaian rapi aja? Apa jangan-jangan beneran nggak mandi? Iss kalau beneran kotor banget sih dia.'
Vyna juga ikut sarapan di sana. Hening tanpa ada kata sepatah katapun saat mereka sarapan.
*
Hai teman-teman!
Episode kali ini sampai sini dulu ya!
Maaf kalau kali ini ceritanya garing amat.
Nggak ada seruhnya.
Mohon tinggalkan kritikan dan saran di kolom komentar ya teman-teman! Maaf kalau episode kali ini juga sedikit.
Tinggalkan jejak seperti like, komen dan juga favorit! Karena itu adalah salah satu dukungan buat sang Author.
Sekian terima kasih buat yang uda baca.
Tunggu episode selanjutnya ya!
__ADS_1