
Karena Daniel telah pergi ke kantor. Vyna yang sendiri di rumah langsung segera mandi. Vyna kembali ke atas. Dan masuk ke kamarnya dan Daniel. Mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi.
Tak berapa lama kemudian Vyna telah selesai mandi. Segera ia ke luar dari kamar mandi. Vyna yang masih memakai handuk segera mengambil pakaian 'nya yang ada di lemarinya.
Vyna memilih baju terusan yang berwarna merah muda. Baju itu berwarna merah muda. Vyna langsung memakai pakaian tersebut. Tampak cantik dikenakan oleh Vyna. Vyna juga sedikit merias wajahnya. Memakai liptin berwarna pink peach.
Sebelum ia memakai liptin Vyna telah menabur sedikit bedak di wajahnya.
Benar-benar sangat pas dikenakan oleh Vyna. Baju yang panjangnya selutut selaras dengan warna bibirnya yang seksi.
"Wah ternyata cantik juga aku. Kalau pakai baju beginian. Baru sadar." Vyna berkaca di depan cermin sambil berputar-putar.
*
Vyna kembali turun ke bawah. "Hmm, ngapai ya? Mau kerja tapi, lagi libur seminggu karena pernikahan ini."
Vyna benar-benar merasa bosan. Ia mengambil handphonenya yang ada di saku pakaian 'nya tersebut. "Hmm, uda dua hari aku nggak online di sosmed. Ada yang chat aku nggak ya?"
Vyna menghidupkan datanya. Membuka salah satu aplikasi online. Dan ternyata banyak chat yang masuk. "Aih! Banyak amat chat masuk."
Vyna mulai membaca satu persatu isi chatnya. Dan tibalah ia mendapat beberapa pesan dari teman sekantornya.
Inilah isi pesan dari temannya:
'Vyn! Loh nyesel banget nggak datang ke kantor.'
'Loh tahu nggak? Boss baru kita ganteng bingitss! Masih muda. Dan kaya wkwkwk.'
'Tapi dia dingin banget.'
'Kalau gua lihat dia masih jomblo. Gimana mau punya pacar kalau dingin?'
'Gua mau coba deketi wkwk. Mana tahu jodoh.'
Vyna membaca pesan tersebut. Dan setelah itu ia membalasnya.
'Ya gimana. Kan aku lagi cuti seminggu.'
'Masih ganteng? Nggak tua? Wah enak dong.'
__ADS_1
'Tapi kalau dingin sama aja. Susah didapatkan.'
'Lagian aku nggak bisa lagi mau deketi itu boss baru.'
'Buat elu semangat ya! Tapi hati-hati loh. Mana tahu dia uda punya pasangan. Bisa aja dirahasiakan dari kita.'
Vyna kembali menutup teleponnya. "Ah banyak amat yang chat aku. Tapi semuanya nggak berguna. Kecuali info dari Melva."
Melva adalah teman satu kantor Vyna yang baru saja chat-an dengan Vyna.
*
Vyna mulai berasa bosan lagi. Karena bosan ia pergi ke ruang tamu buat nonton tv. Menyalakan tv dan mulai menonton. "Ahhh! Semua film kebanyakan cerita romantis. Apa nggak ada kek film pertarungan galaksi? Bosan amat sama cerita drama romantis!"
( Netizen: "Padahal cerita kehidupan Vyna adalah cerita romantis. Gimana sih Thor? Kok Vyna nggak suka cerita romantis?" # Author: "Ya gimana ya? Kan Vyna sedikit tomboy. Jadi nggak terlalu suka cerita romantis. Lagian siapa suruh semua film kebanyakan cerita romantis." #Netijen: "Eh iya ya. Di novel juga kebanyakan cerita romantis. Termasuk novel Author loh." #Author: "Hehehe. Kabur ah. Ketahuan!" )
Vyna yang benar-benar merasa bosan segera mematikan tv. Melihat ke arah jam dinding yang masih pukul 11.35 WIB. "Ah lama amat waktu berlalu. Baru dua hari. Udah masuk kantor lima hari lagi. Aduh kebangetan banget pihak kantor ngasih aku libur. Apa nggak sayang tu gaji? Makan gaji buta ni namanya aku."
Vyna yang kebanyakan berpikir lama kelamaan mulai merasa ngantuk. Matanya mulai tertutup secara perlahan. Dan Vyna 'pun tertidur di atas atas sofa.
*
Vyna tetap masih tertidur dengan pulas. Entah mimpi apa yang membuatnya nyaman sampai nggak bangun-bangun.
Di sisi lain ....
Daniel yang masih di kantor melihat ke arah jam dinding yang ada di kantor. Ia berada di dalam ruangan khusus. 'Hmm, sudah jam segini. Aku harus cepat pulang. Karena ada yang ingin aku sampaikan ke wanita aneh itu.'
Daniel segera membereskan barang-barangnya. Setelah itu ia ke luar dari ruang kerjanya dengan menenteng tas kerjanya miliknya.
Semua karyawan menatap ke arahnya.
"Wah ternyata bos baru kita nggak suka lembur ya?" bisik salah seorang karyawan ke temannya.
"Nggak tahu sih. Biasanya bos yang dulu suka lembur." jawab temannya.
"Jangan sampai bos yang ini pemalas ya."
"Bener. Jangan ganteng saja. Tapi, harus teladan juga. Biar bisa dicontoh." Sambung yang lain.
__ADS_1
Mereka membicarakan Daniel dengan berbisik. Tapi, walapun berbisik tetap saja Daniel mendengar. Karena Daniel tidak tuli. Dan lagi, siapa suruh ngomongi bos sendiri yang barusan lewat di depan mereka.
Daniel memandang mereka yang menggosipkan 'nya. Pandangan 'nya penuh arti. Seperti mengisyaratkan untuk diam agar tidak dipecat. Sedangkan meraka yang dipandang Daniel seperti itu, mulai terdiam dan tertunduk takut.
Daniel melanjutkan jalannya. Menuju mobilnya dan segera masuk ke dalamnya. Menyalakan mobil tersebut dan menginjakkan gas dengan kecepatan rata-rata.
Tak lama kemudian Daniel telah sampai di rumahnya. Segera ia turun setelah memarkirkan mobilnya di garasi rumahnya. Rumah sebesar dan semewah ini, sungguh disayangkan jika tidak ada pembantu. Untungnya kemarin Daniel sempat meminta satu pengurus rumah tangga untuk mengurus rumahnya. Tapi itu masih kurang. Ya maklumlah. Rumah inikan baru. Jadi otomatis semuanya belum bisa lengkap. Dikarenakan kesibukan Daniel dengan pekerjaan 'nya. Apalagi dia telah berjabat sebagai bos di Indonesia. Dulu saat dia berjabat di luar negeri tidak sesibuk ini. Karena di luar negeri banyak orang yang handle dapat membantunya untuk mengurus pekerjaan di kantor.
Daniel masuk ke dalam rumah. Berjalan dan sampailah di ruang tamu. Daniel melihat Vyna yang masih tertidur di atas sofa. Melihat ke arah jam dinding yang ada di ruangan tersebut. "Masih jam 14.00 WIB. Ni wanita sudah tidur saja. Baru tidur apa uda dari tadi ya? Padahal niat mau ngomong sesuatu dengannya. Ah biarkan sajalah. Biar dia terbangun sendiri."
Daniel yang niatnya mau naik ke atas. Eh malah tiba-tiba saja punya ide usil buat ngerjai Vyna. 'Hmm, ni cewek kalau dikerjai enak ni. Biar tahu rasa sekalian. Apa ya? Ahhh, aku punya ide!'
Daniel mencoret wajah Vyna dengan sebuah pulpen dari dalam tas kerja miliknya. Entah darimana Daniel jadi sejahil begini. Mungkin dia terlalu kesal dengan Vyna.
Daniel yang asik mencoret wajah Vyna. Tiba-tiba saja Vyna terbangun dari tidurnya dan mendapati Daniel yang berada di depannya, yang masih memegang wajahnya dan juga pulpen.
"Ahhh! Kamu ngapai megang wajah aku?" teriak Vyna dan segera duduk.
Daniel benar-benar terkejut. Seketika mencampakkan pulpennya. "Nggak ada apa-apa kok."
"Bohong! Kamu barusan pegang wajah aku! Mau apa kamu? Jangan-jangan kamu mau itu ya?" tanya Vyna.
"Mau apa? Jangan ge'er kamu! Ah capai berdebat dengan wanita sepertimu. Lebih baik aku ke kamar aja." Daniel berbohong. Dan segera pergi ke atas. Entah kenapa malah Daniel yang jadi marah ke Vyna. Padahal dia yang mengganggu Vyna duluan.
"Dasar pria aneh! Beneran sinting kali ya?" ucap Vyna pelan.
Vyna yang masih merasa kepo dengan wajahnya yang barusan dipegang oleh Daniel, segera pergi ke cermin untuk melihat wajahnya.
Tak lama kemudian Vyna berteriak sekencangnya, "Ahhhhhhhhh!"
Eits bersambung dulu ya teman-teman!
Jangan lupa selalu dukung AUTHORnya!
Dukungan dari kalian adalah sebuah motivasi buat sang author. Gimana cerita kali ini? Nggak seru ya? Maaf ya kalau nggak seru. Dan juga maaf kalau Thor lama up. Soalnya Thor masih kurang dukungan dari kalian.
Buat teman-teman yang belum klik tombol favorit, yuk segera diklik! Supayakalian tahu kalau novel Dadakan Jadi Pasutri telah updet! Kalian boleh juga mampir ke novel aku yang berjudul Menemukan Cinta Sejati.
Tunggu episode selanjutnya ya!
__ADS_1