
_______
"Amin ya Allah... AMIN YA RABBAL ALAMIN." Silvia dan Alif menoleh pada asal suara tersebut.
"Di aminin lah, masa gak di aminin. Ya kan ,Vi." Lanjutnya sambil mengedipkan sebelah matanya. Cowok itu berkulit putih dengan rambut acak acakan serta baju seragam yang sengaja tidak ia kancing sehingga menampilkan kaos oblong hitam dengan gambar anak ayam berwarna kuning membuat Silvia dan Alif terkekeh, mengingat baru saja mereka membahas mengenai Rain yang mirip anak ayam ini malah datang dengan gambar aslinya.
"Apaan sih Rain! Eh, gak usah sok kecakepan deh. Lo cuman dijadikan perumpamaan sama Via doang kegeeran. " Sewot Alif.
"Wuuu.. Sewot aja lo. Iri kan lo gak ada yang nyebut nyebut nama lo sampai mau dijadikan PERUMPAMAAN. Ya kan? " Ledek Rain. Ya Rain entah dari mana asalnya tiba-tiba datang dan membuat mood Alif berubah.
"ENAK AJA! CANTIK CANTIK GINI GUE JUGA UDAH PUNYA KEKASIH HATI. HMM. " Sewot Alif lagi sembari mengibaskan rambutnya dengan songong.
"Hueelk." Rain sok mau muntah. "Prettt... Kekasih hati apanya. Upik abu kayak lo mana ada yang mau gebet. Apa tadi lo bilang 'CANTIK CANTIK GINI' (meniru gaya bicara centil Alif) gak kebalik tuh, harusnya kan bilang 'JELEK JELEK GINI'. HAHAHA. " Tawa Rain pecah begitu pula dengan Silvia.
Jika Alif moodnya selalu turun gara-gara Rain, beda halnya dengan Silvia. Rain selalu bisa menghiburnya. Entah itu dengan celotehan nyeleneh nya atau pun perbuatan Rain yang menjadi mood booster tersendiri bagi Silvia, membuatnya merasa bahagia memiliki Rain disisinya.
Silvia teringat awal pertemuannya dengan seorang Rainno Adriansyah. Si lembek man. Dua tahun lalu, tepat saat MPLS . Ketika itu Silvia baru masuk SMA. Hari pertama MPLS Silvia sudah mendapat hukuman karena terlambat.
"Kamu yang kuncir kuda! SINI! " Perintah kakak kelas yang bertugas sebagai ketua OSIS. "Kamu tau kesalahan kamu apa? " Tanyanya.
"Tau.Cuma terlambat kan, itu juga baru lima menit doang. " Jawab Silvia polos membuat mata sang kakak kelas membulat.
"Kamu ini berani banget ya! 'CUMA' kamu bilang? " Kata kakak kelas dengan papan nama 'FAHRI KENCANA' . Silvia terkekeh geli membacanya.
"Kenapa ketawa? "
"Lucu aja. Nama lo Fahri Kencana, kenapa gak sekalian cosplay jadi kereta kencana. " Jawab Silvia. Para siswa yang berbasis dibelakang Silvia ikut tertawa mendengar kata kata Silvia.
__ADS_1
Fahri si ketua OSIS memejamkan mata mencoba untuk tidak emosi lantas mengambil napas dalam-dalam lalu menghembuskannya kemudian membuka matanya kembali.
"Kamu kuncir kuda! Saya hukum keliling lapangan 10 kali terus bersihin seluruh WC sekolah!" Perintah Fahri menggebu.
"BUSET! Banyak amat. Perasaan guru BK kalo kasih hukuman ke muridnya gak segitunya deh. Lo mau bikin gue kena serangan jantung dini. HE! JANGAN MENTANG MENTANG LO KETUA O.S.I.S JADI SEENAKNYA GINI DONG! I'M NOT A ROBOT! (Udah kayak judul drakor aja) . Pekik Silvia dalam hati. " Ini nih yang namanya MENYALAHKAN GUNAKAN KEKUASAAN (sambil menunjuk Fahri). Baru juga jadi ketos udah semena-mena gimana nanti. Kalo udah jadi pejabat negara mungkin jadi pemimpin yang tutup mata tutup telinga. "Kata Silvia mendongak memandang Fahri dengan sengit.
"Gue liat lo TERLAMBAT pake mata gue sendiri dan gue denger lo LEDEKIN nama gue pake telinga gue sendiri. Gue gak BUTA apalagi BUDEG! " Balas Fahri tak kalah sengitnya.
"Gue ngaku kok kalo gue salah karena telat. Dan soal nama lo yang katanya gue ledekin, gue minta maaf. Gue gak tau kalo lo ternyata se sensitif itu soal nama lo. Btw gue cuman becanda dan ternyata lo tipe orang yang gak bisa diajak bercanda." Silvia menarik napas lalu membuangnya dengan kesal kemudian menatap si ketos tepat dikedua bola matanya. "Gue saranin jadi orang jangan terlalu serius banget takutnya lo jadi korban ghosting terus nanges kejer. " Kata Silvia tulus. Bahkan Fahri dapat melihat ketulusan dimata Silvia meski kata katanya menyebalkan.
"Oh ya, apa tadi. Sepuluh kali keliling lapangan trus bersihin WC. Ok. Bakal gue lakuin, tapi inget! Ini pertama dan terakhir kalinya lo perintah gue. Buat kedepannya jangan pernah ngatur ngatur gue. Gue gak sudi diperintah sama pemimpin yang otoriter kayak KAKAK." Lanjut Silvia lagi lalu keluar dari barisan anak anak yang terlambat.
Para murid yang sedang di ospek serta senior yang melihat keberanian Silvia menatap penuh kagum. Pasalnya tak ada yang berani melawan kata kata Fahri Kencana sang ketua OSIS SMA Dharma Wijaya selain anak baru bernama Anita Silvia.
***
Tanpa Silvia sadari ada sepasang mata yang sedari tadi menatapnya dalam barisan murid yang sedang di ospek oleh para senior. Muhammad Haikal. Cowok tinggi berkulit sawo matang tengah menatap Silvia sambil memegangi dada kirinya. "Kayaknya gue jatuh cinta at first sight. " Katanya pelan bahkan tidak ada yang mendengar suaranya.
"OSIS JELEK! FAHRI BEGO! KETOS SOTOY ! KELAUT AJA LO SANA! KAMSEUPAY! MO*YET LO! " Teriak Silvia sambil berlari memutari lapangan. Sumpah serapah Silvia teriakan bahkan kini mulutnya berubah bak hutan rimba, segala macam hewan ia lontarkan dari bibir tipisnya. Lima putaran telah ia selesaikan tinggal setengahnya lagi.
Silvia terpaksa berhenti ketika ada tangan yang menarik kerah punggung bajunya. Membuat si empunya tercekik.
"Uhuk! uhuk! An**** LO GILA YA! PENGEN BUNUH GUE ATAU APA? " kesal Silvia lalu menarik tangan yang ada di belakang lehernya. Tanpa melihat siapa si empunya tangan, Silvia membanting orang itu ke depan kakinya.
"Aduh! (sambil mengusap pantatnya yang terasa perih). Lo jadi cewek kasar banget sumpah. Santai aja bisa gak sih. Selow neng selow. " Kata orang itu.
Silvia menunduk menatap cowok dengan matanya yang membulat.
__ADS_1
"LO MAU INI! (mengepal tangannya di depan wajah cowok tersebut). APA APAAN LO MAIN TARIK BAJU GUE. KECEKEK TAU GAK! LO ADA DENDAM SAMA GUE?" Bukannya merasa bersalah cowok itu malah memegang lalu membuka dan menjabat kepalan tangan Silvia yang sudah terbuka di depan wajahnya kemudian berdiri berhadapan dengan Silvia.
"Kenalin nama gue Rainno Adriansyah alumni SMP Nusa Bangsa. Cowok paling ganteng, kece, dan idolanya cewek cewek. " Ucap Rain. Ya cowok itu adalah Rainno Adriansyah.
"Gak usah SKSD! " Kata Silvia kemudian melanjutkan hukuman berlarinya.
"Btw gue juga di hukum loh. " Ucap Rain lagi dengan langkah cepat mengimbangi lari Silvia. Namun ia berlari mundur sambil bicara pada Silvia.
"So what? " Kata Silvia malas. Dia benar benar sudah malas berdebat dengan orang lain sekarang. Mood Silvia benar benar down.
"Lo Silvia kan. Anita Silvia nama lengkap lo. Lo tinggal di.... Gak tau juga sih gue. Hehe. Sekarang lo sama gue best friend. Ok? " Kata Rain lagi dengan senyuman semanis gula. Lalu mengangkat jari kelingking nya pada Silvia. Entah mengapa Silvia juga ikut membalas dengan menyatukan jari kelingking miliknya dengan Rain.
Sejak saat itu, Rain selalu menempel pada Silvia dan ikut kemanapun Silvia pergi. Dan entah kebetulan atau tidak mereka juga berada di kelas yang sama.
Untuk panggilan 'lembek man' oleh Silvia bukan tanpa alasan. Pernah suatu hari tim medis datang ke sekolah mereka untuk mengambil sampel darah para murid. Rain yang kebetulan takut pada jarum suntik langsung kabur dan menangis tersedu sedu di belakang gudang sekolah saking takutnya. Ia tidak bisa bolos kerena gerbang tengah dijaga oleh satpam serta para guru. Silvia yang mengetahui hal memalukan tersebut terus saja mengejek Rain dengan sebutan 'lembek man' . Karena sebelumnya Rain terus saja sok sokan ingin menantang Silvia. Katanya Rain adalah keturunan Iron Man pembasmi kejahatan.
Begitulah, hingga sekarang mereka berdua bersahabat meski sering adu jotos. Dan ditambah lagi Alif si cewek K-pop juga termasuk dalam tali persahabatan mereka.
Silvia tersenyum mengingat masa masa dua tahun lalu. Menatap kedua yang kini saling menjambak rambut masing-masing sedetik kemudian tertawa sangat puas melihat Rain yang posisinya kini mencium lantai akibat ulah Alif.
Tanpa ada mereka berdua mewarnai masa SMA Silvia mungkin masa remajanya akan membosankan pikirnya. Silvia menggelengkan kepalanya Alif yang masih saja berusaha menjambak rambut Rain kembali lalu melerai Alif serta Rain. Kemudian memeluk keduanya. Ralat. Bukan dipeluk melainkan Silvia menyepik kepala keduanya dibawah ketiaknya.
"Aaaa.... Gue sayang lo berdua. MY BESTIE FRIEND. " Ucap Silvia mengindahkan Rain dan Alif yang mengadu sesak serta jijik karena kepala mereka berada di ketiak Silvia.
****
*see you again*
__ADS_1