
"DI GEBOY GEBOY MUJAIR NANG NING NONG NANG NING NONG. BAGULI PAK DANG DUNG DING SERRR... "
Lagu geboy mujair dari penyanyi dangdut Ayu Ting-ting yang dinyanyikan oleh Galang sudah bergema disetiap sudut ruangan istirahat damkar. Para anggota damkar tengah asyik menikmati lagu tersebut. Bahkan ada juga yang joget joget saking menikmati lagu-nya.
Karena tidak melakukan apa apa mereka memutuskan untuk karaoke bareng. Tapi mengapa harus lagu dangdut. Surya tidak habis pikir.
Galang sudah cosplay menjadi biduan ala ala. Dengan mic yang memang sepaket dengan spiker besar yang bentuknya mirip koper. Untung kalau suaranya bagus, ini mah boro boro, mungkin lebih mending dengar suara tawa mak Lampir. Daripada suara melengking, fales tidak beraturan Galang.
Leo Park meladeni Galang yang sedang menjadi biduan ala ala. Pria 23 tahun keturunan Korea-Indonesia yang biasanya dingin dan tidak bicara banyak. Kini ikut ikutan Galang yang gesrek. Ia joget bang jali di depan Galang dengan uang dua ribuan yang dibentuk seperti kipas ditangannya, sesekali Galang ia sawer layaknya om om mata keranjang. Galang pun akan menerima uang itu sambil mencolek dagu Leo. Memang kalau sudah mendengar musik dangdut mode kulkas Leo akan berubah menjadi mode gesrek, apalagi kalau sudah ada Galang yang menjadi kompornya.
Rika sendiri hanya duduk manis di bangku sambil menyeruput Coffee Latte panas. Sesekali geleng-geleng kepala melihat kelakuan konyol rekan rekan kerjanya.
Ada Hari, Damar dan anggota damkar lainnya yang ikut berjoget. Hari joget gergaji ala Dewi Persik. Sedangkan Damar goyang ngebor Inul Daratista. Mereka menjadi penari latar Galang yang menjadi biduan.
Kalau kalian bertanya di mana Surya. Dia tentu saja tidak ikutan gesrek. Ia sedang khusyuk menunduk sambil mengetik sesuatu pada layar ponsel nya. Ia tengah bertukar pesan dengan seseorang. Sesekali ia akan terkekeh geli melihat isi lawan pesannya.
Wuwu: YANG.... masa tadi ada kakek kakek ngira aku istrinya.. terus minta peluk ihhhh enak aja.
Surya: hahaha terus
Wuwu: terus aku larilah.. ehh baru juga mau ambil ancang ancang kakek itu malah narik tangan aku sambil bilang..
Surya: bilang apa?
Wuwu: Siti ku, permaisuri ku, bidadari surga ku. AKHIRNYA KITA DIPERTEMUKAN LAGI SETELAH LAMA BERPISAH JARAK DAN WAKTU. JANGAN KEMANA MANA LAGI YAHHH WAHAI SITI ROHAYAH AKU. BANG JALI AKAN RINDU KEMBALI
ihhh masa aku di bilang siti sama kakek itu huft..
Surya: haha terus?
Wuwu: Terus maju kesandung batu kerikil! Kamu kok cuma bilang 'terus terus ' mulu dari tadi gak ada yang lain apa? 😾
Surya: ya terus aku harus bilang apa lagi emang?
Wuwu: auu aaa GELAP
Surya: loh kamu marah?
Wuwu: (•ˋ _ ˊ•)
Surya: kok marah sih.. jangan marah ya nanti cantiknya diambil SITI ROHAYAH lohhh emang kamu mau?
Wuwu: 👿👿
Surya: hahaha iya iya maaf....
__ADS_1
Wuwu: -!!
Surya: Lan.. udahan dong marahan nya ,ya .ya?
Surya: Wulan.. cantik deh..
Surya: Wulan.. Sayang..
"Huft... pasti ngambek lagi. " Surya menarik napas panjang setelah melihat pesan yang ia kirim sudah centang biru yang berarti pesannya hanya dilihat saja.
Saat Surya tengah asyik memandangi sebuah gambar wanita cantik pada layar ponselnya, tiba-tiba ia dikejutkan dengan teriakan Galang. Ia kira telah terjadi sesuatu ternyata Galang sedang menarik suara tinggi karena bernyanyi.
"ABANG PILIH YANG MANA? PERAWAN ATAU JANDA. PERAWAN MEMANG CANTIK, JANDA LEBIH MENARIK.. "
"ABANG PILIH YANG MANA? PERAWAN ATAU JANDA. PERAWAN MEMANG BOHAYYY JANDA LEBIH ADUHAYYY.... "
" TARIKKK SISSS SOMONGKOOO! "
"ASIK ASIK JOSSSS. "
"BUKA SIKITTT JOSSS. "
"KALAU ABANG PILIH PERAWAN MASIH MUDA MASIH SEGELAN .. BELUM DISENTUH ORANG...... BELUM BERPENGALAMAN... "
"EAAAA EAAAA. "
Setelah nada tinggi yang bisa dibilang sebuah teriakkan yang dilakukan Galang, kini giliran Leo yang bernyanyi. Suaranya lumayan bagus beda jauh dengan Galang. Namun lagi lagi lagu yang dinyanyikan masih lagu dangdut. Kali ini lagunya Cita Citata 'Perawan atau Janda' yang dibawakan oleh Leo.
Yang membuat semua orang tertawa bukan masalah lagunya tapi cara Leo membawakan lagu tersebut yang bikin ngakak. Leo seperti begitu menjiwai lagu itu. Ia berlenggak lenggok serta joget centil lalu memegang dada bidang Galang ala ala biduan asli yang menggoda para penonton.
Entah kerasukan biduan apa Leo itu.
"Sur..! Sini ikutan joget bareng! " ajak Galang masih dalam posisi digoda biduan Leo.
"Iya.Sini jangan cuma diem mingkem doang. " ajak Damar juga.
"Bener tuh.. Sur. Cuma lo doang yang masih waras. Liat tuh Si Leo kembaran lo aja udah gak kuat pertahanin mode kulkas nya. Bwahaha. " kata Rika sambil ngakak melihat Galang yang kini sedang membelai rambut Leo romantis.
"Ck.Gak.Gue.Masih pengen waras. " ucap Surya berlalu pergi meninggalkan ruangan yang penuh dengan orang orang yang otak nya gesrek.
"Surya itu emang cuma dia yang paling waras diantara lo semua. " kata Rika.
"Ehh..kita gak gila ya! Cuman dangdutan doang juga dibilang gak waras. " protes Hari.
"Masalahnya bukan dangdutannya itu tapi cosplay lo pada udah kayak orang yang belok. Lo gak belok kan, Yo? Kalo Galang mah mungkin aja. hahaha. " kata Rika lagi.
__ADS_1
"Enak aja lo. " protes Leo lalu berhenti bernyanyi. ia kembali pada mode kulkasnya. Sepertinya kewarasannya sudah kembali.
"Loh.loh.. Yo. Leo! Kok berenti sih? Duit saweran gue belum abis nih. " kata Galang.
"Hmm." Leo mendengus lalu keluar ruangan mengindahkan panggilan mesra Galang yang membuatnya bergidik ngeri setelah mengingat apa yang baru saja dilakukannya beberapa menit lalu.
***
"Udah ya. Lan. Jangan cemberut terus." kata Surya membujuk seorang wanita yang sudah berstatus sebagai kekasihnya itu.
Wulandari. Perawat cantik salah satu rumah sakit besar di Jakarta adalah kekasih hati Surya Pitaloka.
Sudah dua tahun mereka menjalin hubungan. Pertengkaran seperti ini juga sudah biasa mereka lewati. Di taman ini Surya teringat pertama kali mereka bertemu.
Pertemuan mereka tentu saja di rumah sakit pula. Dua tahun lalu ketika Surya lagi lagi menjinakkan api di rumah sakit tempat Wulandari bekerja. Hari itu entah percikan api dari mana yang jelas lantai satu rumah sakit sudah terbakar.
Beruntung karena letak kantor damkar tidak terlalu jauh dari rumah sakit sehingga api dapat cepat dipadamkan sebelum merambat ke lantai atas.
Namun, Surya seperti biasa ia pingsan lagi. Tidak saat itu bukan karena phobia nya akan tetapi karena hal lain.
"Makanya Pak, kalau mau berangkat bekerja itu sarapan dulu biar gak pingsan kayak gini, kan jadinya saya repot. Mana lagi seru serunya nonton drama Korea. Ehhh dipanggil kan? Huft.... belum liat gimana Kim Tae Hyung kok mau maunya berkorban demi Park Seo Joon. Pake lindungin dari serangan pedang kakaknya lagi.Gimana juga nasib percintaan Do Ji Han sama adek perempuan Choi Min Ho yang ribet... Hu hu hu. " Wulandari curhat tentang drama series Korea 'HWARANG' yang di nontonnya sambil memeriksa Surya tanpa sadar kalau yang diperiksa nya sedari tadi memperhatikan omongan Wulandari dengan kening berkerut.
Setelah selesai memeriksa keadaan Surya, Wulandari yang bersiap akan keluar melihat sepasang netra sedang menatap nya bingung. Tanpa sadar entah berapa lama kedua pasang netra itu saling menatap.
Sejak kejadian saling menatap netra mata tersebut, entah kebetulan atau tidak. Namun setiap kali Surya pingsan ketika bekerja pasti Wulandari yang menjadi perawatnya. Dan beginilah mereka sekarang, sepasang kekasih yang saling mencintai.
"Lagian kamu niat gak sih dengerin curhatan aku? Tapi emang salah aku sih. " kata Wulandari masih dengan wajah cemberut nya.
"Apa? Salah kamu emang apa? " tanya Surya.
"Salah aku karena jatuh cinta sama KANEBO KERING kayak kamu. " jawab Wulandari.
Hahaha. Surya tertawa mendengar penuturan kekasih nya itu. Satu-satunya yang menyebutnya KANEBO KERING adalah Wulandari. Mungkin ini yang membuat Surya jatuh hati pada wanita di sampingnya ini. Wulandari adalah wanita yang jujur, apa adanya, tidak neko-neko dan jaim seperti wanita kebanyakan.
"Ya udah deh. Buat balas dendam sama KANEBO KERING ini kamu mau beli es krim gak? " bujuk Surya.
Wulandari memalingkan wajahnya dari Surya. Lalu berkata sesuatu.
"Ok.Tapi, es krim nya harus semua rasa. " kata Wulandari akhirnya.
"Hmmm." Surya bingung, bagaimana ada es krim dengan semua rasa jadi satu.
"RASA CINTA AJA DEH. Hehe. " lanjut Wulandari berhambur ke pelukan Surya. Pun Surya membalas pelukan Wulandari nya.
Saat ini Surya rasanya ingin menghentikan waktu. Ia ingin terus seperti ini saja selalu dengan Wulandari kekasih nya. Namun ia tidak leluasa bertemu pujaan hatinya karena pekerjaan masing-masing yang membuat keduanya sibuk. Bahkan jarang menghabiskan waktu bersama. Bagaimana kisah cinta mereka nanti biarkan Tuhan yang menentukan untuk saat ini mereka hanya ingin menjalani kisah cinta ini dengan cara mereka sendiri.
__ADS_1
****
**See you again **