Dendam Atas Kematian Ibuku

Dendam Atas Kematian Ibuku
Diluar Rencana


__ADS_3

   Setelah pulang dari restoran, alena tidak langsung pulang kerumah melainkan berkunjung ke makam ibu dan ayah nya untuk ziarah.


   Tak lupa, alena membacakan doa doa untuk ibu dan ayahnya agar mereka tenang di alam baka. Alena, gadis yang malang. Kini menjadi yatim piatu.


  "Ibuu.. Ayahh. Alena kangen sama ibu sama ayah" ucap alena, sembari mengelus batu nisa ibu dan ayahnya. yg dimana memang makam mereka sejajar tanpa terasa buliran bening menetes dari matanya.


  "Buu, alena janji akan balas dendam sama orang yg telah menabrak ibu" ucap alena, dengan penuh dendam.


   Setelah beberapa saat alena berkunjung, alena bergegas pulang kerumah karena langit begitu tampak mendung.


saat diperjalanan pulang, tiba tiba hujan datang begitu deras, sehingga menutupi pandangan alena.


   Di tengah-tengah hujan deras, sialnya mobil alena mengalami mogok. yg membuat alena kesal, alena pun meraih hp nya. Namun sialnya lagi ternyata hp alena baterainya habis.


   Alena hanya bisa mengumpat dengan kesal, mau tak mau alena turun dari mobil untuk memperbaiki mobilnya, saat alena sedang memperbaiki mobilnya ditengah guyuran hujan. Suara klakson mobil mengangetkan nya dan berhenti tepat di depan mobil alena.


Tiinnnnn


 Alena begitu terkejut sekaligus kesal pada orang yang telah men klaksonnya.


  Namun saat alena melihat, sang pemilik mobil itu keluar alena dibuat semakin terkejut karena yg alena lihat adalah Andreas.


 Di balik rasa terkejut, alena diam diam tersenyum. Bagaimana tidak, ini bukanlah rencana Alena. namun Tuhan, seolah olah merestui rencana balas dendam yg akan alena lakukan.


 Andreas pun menghampiri alena, dengan tubuh yg basah kuyup karena hujan. jelas hal itu menampakkan dada bidang milik andreas di balik kemeja yg andreas pakai.


 "Alena? Kenapa mobilnya?" tanya andreas, pada alena yg masih berusaha mengotak atik mobilnya.


 "Gk tau, tiba tiba aja mogok" ucap alena, andreas yg sedikit paham mencoba membantu alena.


 Belum sempat Andreas membantu memperbaiki mobilnya, suara petir yg menggelegar membuat alena terkejut dan ketakutan dan tanpa sengaja memeluk andreas.


  Dduuuarrr


 Andreas yg melihat alena begitu ketakutan, merasa kasian dan membawa alena ke halte yg memang letaknya sebelah kiri tepat mobil alena mogok.


 Setelah membawa alena berteduh di halte, andreas kembali ke mobil mengambil minum untuk diberikan pada alena.


 "Minumlah dulu al" ucap andreas, memberikan botol berisi air mineral. Alena pun menerima air mineral itu dan langsung meminumnya.


 "Makasih ya and" ucap alena


 "Iya sama-sama, ini mobilmu mogok disini. Susah mau benerin apalagi keadaan hujan begini" Ucap andreas seraya menatap alena, alena yg merasa ditatap berusaha memalingkan wajahnya.


 "Baterai hp ku habis, kalau kamu mau pulang. Pulang saja and" Ucap alena begitu lemah, bagaimana tidak lemah alena begitu kedinginan.

__ADS_1


 Lagi dan lagi, suara petir mampu membuat alena ketakutan. Dan, hal itu semakin membuat andreas tidak tega untuk meninggalkan alena sendirian. Andreas pun berinisiatif untuk mengantarkan alena pulang, alena awalnya menolak tawaran tersebut.


namun andreas mendesak alena agar mau diantarkan pulang dengan alasan kasian terhadap alena. Akhirnya alena mau diantar pulang.


  Setelah mengambil tas, hp dan kunci mobil alena menuju mobil andreas. Alena kini berada di samping andreas yg sedang menyetir, melihat alena yg kedinginan. Andreas mengambil jas di jok belakang dan diberikan pada alena agar tidak kedinginan.


  "Rumahmu di perumahan mana al?" tanya andreas, dengan tatapan yg masih fokus menyetir mobil.


 "Rumahku di Perumahan Blue Diamond, blok A nomer 012" ucap alena, andreas pun yg mendengarkan pun kaget. pasalnya perumahan yg disebut alena adalah kawasan perumahan elit dengan harga yg fantastis.


 Alena tidak takut memberi tau alamat rumahnya pada andreas, toh selama ini alena maupun ibunya tidak mau mempublish identitas nya sebagai anak dan istri konglomerat.


 "Waahhh, kamu tinggal di perumahan elit?" hebat sekali al" kagum andreas, seraya menatap alena. Alena yg ditatap andreas tersenyum malu


 "Hehehe, iya and" ucap alena malu malu.


 "Oh ya, ngomong ngomong kamu kerja dimana al?" tanya andreas, yg begitu penasaran dengan sosok alena.


  Alena yg ditanya seperti itu nampak bingung, tidak mungkin alena mengatakan kalau alena adalah pemilik dari Perusahaan Blue Star Line. Yg ada Alena nanti akan ketauan, kalau alena adalah anak dari Alexander dan itu akan membuat rencananya gagal.


  Tak mau kehilangan akal, alena memutuskan untuk mengatakan pekerjaan nya yg lain yaitu sebagai owner sekaligus desainer di Butik Allovers.


  "Aa... pekerjaanku ya? aku memiliki butik" ucap alena, sedangkan andreas yg mendengar hanya mengangguk seolah tau butik alena.


  "Boleh lah yaa, kapan kapan mampir hahaha" canda andreas diiringi tawa nya


  "Mari mampir dulu an" tawar alena pada andreas, yg sudah berada di depan gerbang rumahnya.


  "Gk usah repot repot al, aku langsung bergegas pulang saja" andreas menolak halus tawaran alena, namun alena tetap memaksa.


  "Ayo mampir dulu, sebagai tanda ucapan terimakasih ku. Sembari ku buatkan kopi hangat" jelas alena, andreas pun akhirnya menyetujui untuk mampir ke rumah alena terlebih dahulu


  Saat memasuki rumah alena, andreas begitu takjub melihat interior dan desain rumahnya alena yg begitu megah. Hingga, tiba tiba suara alena mengagetkan andreas.


  "An, ini pakai dulu bajuku. Kamu pasti kedinginan" ujar alena, dan memberikan kaos miliknya dan celana milik ayahnya untuk dikenakan andreas.


  Andreas pun menerimanya, dan setelahnya alena menunjukkan kamar mandi untuk tamu agar andreas lekas ganti baju.


setelah mengantarkan andreas, alena tak lupa meminta tolong, bi inem untuk membuatkan kopi untuk andreas dan alena.


  Sama halnya dengan andreas, kini alena bergegas ke kamarnya yg ada di lantai dua. Setelah di kamar alena segera menuju kamar mandi dan mandi dengan begitu cepat setelah selesai ritual mandi alena beranjak ke walk in closet minimalis yg ada di samping kamar mandinya dan mengambil setelan piyama berwarna abu.


  Setelah dirasa cukup lama, alena bergegas turun ke bawah menghampiri andreas. Dan ternyata, andreas masih disitu dengan setelah kaos warna abu dan celana panjang berwarna hitam yg alena berikan tadi.


  "Maaf ya an, lama tadi sekalian mandi" ucap alena, seraya mendudukkan bokongnya di sofa empuk yang berhadapan dengan andreas.

__ADS_1


 "Iya gpp al, tadi aku juga numpang mandi hehehe" cengir andreas, alena yg melihatnya pun tertawa.


  Tak terasa sudah hampir jam 05.00 sore, andreas bergegas pamit pada alena. Tak lupa, andreas pun memberikan kartu nama nya pada alena. dengan dalih barangkali nanti kl kejadian mobilnya mogok lagi, bisa menghubungi andreas. Alena pun menerima kartu nama yg diberikan oleh andreas.


  Alena mengantarkan andreas hingga depan pintu, setelah andreas dan mobil yg ditumpanginya pergi. Alena bergegas masuk ke dalam kamar, dan tersenyum senang. Karena merasa rencananya benar benar dipermudah.


  Jam menunjukkan pukul 19.40 malam, alena mencoba mengirimi pesan pada andreas.


  "An, ini aku alena. Sekali lagi terimakasih ya kamu sudah menolongku". -- chat yg dikirim alena sudah centang dua abu abu, tandanya sudah masuk namun belum dibaca. Tak berselang lama, ada notifikasi di hp alena


  "Iya sama sama al, aku juga terimakasih karena udah dikasih pinjem baju hihihihi" -- Alena tersenyum senyum sendiri membaca pesan dari andreas, tak dapat alena pungkiri Andreas begitu tampan dengan hidung yg mancung ditambah bentuk bibirnya yg seksi.


  "Jangan lupa minum antangin al, untuk mencegah agar kamu gk masuk angin" Alena belum sempat membalas, namun sudah ada pesan masuk lebih dulu dari andreas.


  "Iya an, kamu juga minum antangin biar gk sakit". perhatian kecil itu, alena berikan pada andreas.


  Andreas yg mendapatkan perhatian kecil dari alena merasa senang, seperti orang yang kembali kasmaran. Memang Pernikahan Andreas dengan Istrinya Siska akhir akhir ini kurang harmonis. Karena, siska yg tak kunjung hamil juga selama 3 tahun pernikahan.


  Apalagi ditambah, kondisi siska yg sekarang gampang sekali uring uringan. Hal itu membuat andreas jengkel terhadap siska.


  Lama andreas dan alena bertukar chat, akhirnya alena memutuskan untuk tidur


  "An, aku sudah ngantuk. Aku tidur duluan ya" -- tidak menunggu lama chat yg dikirim alena langsung centang biru dan mengetik..


  "Iya Al, selamat malam. Semoga mimpi indah" dengan emoticon love diakhir chat, chat yg andreas kirim pun sudah terkirim namun tidak alena balas karena alena hanya melihat dari tampilan notifikasi.


 Melihat itu, lagi lagi alena tersenyum dan menaruh hp nya di atas nakas yg ada di samping tempat tidurnya.


 


Disisi lain, Siska yang melihat suaminya senyum senyum sendiri bertanya pada suaminya.


  "Kenapa kamu senyam senyum?" dengan suara sedikit membentak bertanya pada Andreas.


  Andreas yg dibentak pun menolah pada siska istrinya, dan menatap tajam.


  "Bicara yg sopan pada suamimu siska!!!" tegur andreas pada siska, namun siska yg ditegur justru acuh dengan memalingkan wajahnya.


  "Apasihh biasa aja perasaan deh" nyolot siska, tidak terima suami nya menegur.


  Andreas yg tidak mau ambil pusing pun, berlalu meninggalkan siska sendirian dikamar. Dan, andreas menuju kamar yg lain. Untung saja mereka hanya tinggal berdua tidak dengan orangtua andreas maupun orangtua siska.


  Dikamar yg lain, andreas juga segera memilih tidur menuju alam mimpi. Dan berharap bertemu alena walupun dimimpi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Sampai segini dulu ya teman-teman, insyaallah akan update setiap hari. Namun di jam yg berbeda🙏


__ADS_2