
.
aaa keluar kamu dari kamar!!!" teriak andreas, sembari menggedor-gedor pintu kamar siska.
Siska yang berada di balik selimut begitu ketakutan, ketika andreas tidak berhenti menggedor-gedor pintu.
Namun, andreas tak pantang menyerah begitu saja ia langsung mendobrak pintu kamar hingga pintu kamar terbuka dan menampilkan siska yg berada di balik selimut.
Andreas begitu emosi, dia berjalan menghampiri ranjang tempat tidurnya dan membuka selimut yang menutupi tubuh siska. Andreas yg melihat itu, langsung menyuruh siska bangun.
"Bangun kamuuuu" bentak andreas,
Seketika hal itu membuat nyali siska ciut dan beranjak dari ranjangnya.
"Apa apaan ini siska? kamu selingkuh? dan melakukan hubungan terlarang bersama kekasihmu dirumah kita?" tanya andreas, dengan berusaha mengontrol emosinya. Dan menunjukkan foto dan video siska saat berhubungan.
"Ngg...nggakk mas" elak siska, yang jelas jelas bukti sudah ada didepan mata
"Itu bohongg mas, iyaa itu bohong" elak siska lagi, yang tak mau suaminya percaya dengan foto dan video itu.
"Bohong? gila kamu siska, jelas jelas itu kamu dan kamu melakukan hubungan terlarang itu dirumah kita" ucap andreas penuh penekanan, dengan menatap tajam ke arah siska.
"Aaa..aakkuu" ucap siska, yang dipotong terlebih dahulu oleh andreas
"Stop sis, aku rasa itu semua sudah jelas. Jelas jelas kamu yang menghampiri pria itu dan kamu yg memulai hubungan itu" jelas andreas, sakit. Jelas andreas merasakan sakit hati.
"Lebih baik kita cerai" ucap andreas, sebelum pergi meninggalkan siska sendirian dikamar.
"Nggakkk masss... nggakkk, aku gk mauu ceraiii mass aku gk mauuu" tolak siska, sembari menangis meraung-raung.
Namun, andreas yg sudah terlanjur sakit hati dengan pengkhianatan siska memilih pergi meninggalkan siska sendirian, sedangkan andreas memilih pergi ke rumah orangtuanya Janson.
Dalam perjalanan menuju rumah orangtuanya, andreas selalu mengumpat di dalam mobil.
"Arrrggghhh siska!! bisa bisanya kamu berkhianat di belakang ku siskaaa" teriak andreas, yang merasa frustasi dengan keadaan.
"Brengsekk, apa salahku siss apaa???" tak dapat dipungkiri, jika andreas masih mencintai siska namun di sisi lain mulai merasa nyaman akan kehadiran alena.
1 jam berlalu, andreas telah sampai di kediaman orangtuanya. Dengan bergegas satpam di rumahnya, bergegas membuka kan pagar untuk tuan muda nya andreas. Setelah memarkirkan mobil, andreas bergegas menuju dalam rumahnya.
"Maaa.....Paaa...." Teriak andreas, yang memanggil mama dan papa nya.
Janson dan Istrinya Gina yg sedang santai di kamar, terkejut ketika mendengarkan teriakan andreas. Kemudian mereka berlalu, menuju lantai satu. Dan, mendapati andreas berada di ruang tamu.
"Ada apa nak??" tanya Gina seraya berjalan menuju andreas dan duduk di samping andreas.
Andreas yg merasa pusing, tidak menyahut ucapan sang mama melainkan memijat pelipis kepala nya. Gina dan Janson yang melihat anaknya, begitu merasa bingung sendiri. Hingga, akhirnya andreas angkat bicara.
"Siska maa.." ucap andreas, yang tak kuasa ingin melanjutkan ucapannya.
"Kenapa siska nak?" tanya gina yang begitu penasaran.
"Gina selingkuh maa, gina berkhianat" ucap andreas, sontak hal itu membuat gina dan janson terkejut.
__ADS_1
"Apaaaa??? bagaimana bisa???" tanya janson, yg begitu terkejut dengan ucapan andreas.
Bukan menjelaskan, melainkan andreas memperlihatkan foto dan video siska saat berhubungan dengan seorang pria.
Siska dan Janson yang melihat video dan foto itu begitu syok, kenapa bisa begini. Sedangkan janson dan gina tau, bagaimana dulu nya siska yg benar benar mencintai andreas.
"Aku harus apa maa.. paaa?", tanya andreas dengan tatapan nanar nya.
Gina yang melihat kondisi anaknya, begitu terpukul dan menangisi kondisi anak kesayangan nya. Begitu pula dengan janson, yang terlihat dari matanya yang menandakan amarah yang begitu besar.
"Andreas harus apaa?? haruss apaa maa paaa" tangis andreas pecah begitu saja di pelukan sang mama.
"Sudah nak, tenangkan dulu dirimu" ujar sang mama, yang masih memeluk andreas.
Janson yang melihat andreas menangis, begitu merasa tersayat hatinya. Bagaimana tidak, meskipun janson kejam pada bawahannya janson tetaplah seorang ayah yang sangat menyayangi anaknya.
Janson memilih diam, dan ikut memeluk anaknya. Sungguh malang sekali nasib andreas.
Setelah sesi menangis, gina sang mama memberi wejangan pada anaknya.
"Kalau sakit, lepaskan nak. Biarkan saja dia pergi dengan selingkuhannya" ucap gina pada andreas.
Andreas yang kaget dengan ucapan mamanya, berusaha memastikan kembali ucapan sang mama barusan. Padahal mama nya juga tau kalau hubungan andreas dan siska sudah lama pacaran selama 5 tahun dan berjalannya pernikahan baru 3 tahun.
"Mama tau nak, itu sakit tapi akan lebih sakit lagi kalau kamu dihadapi dengan sifat istrimu yg suka berkhianat" ujar sang mama, mencoba menasehati andreas.
Andreas tidak menjawab ucapan sang mama, melainkan diam dan menatap lurus kedepan. Janson yang ikut mendengarkan ucapan istrinya menyetujui ucapan sang istri.
"Benar apa yang dibilang mama mu ndre" ucap janson, dan sesaat kemudian berlalu karena mendapatkan panggilan dari bawahan nya.
"Kamu sudah dewasa, kamu tau mana yang terbaik buat kamu sendiri nak" ucap sang mama, yang kemudian berlalu ke dapur meninggalkan andreas sendirian di ruang tamu.
Andreas memilih menuju tempat tidurnya, yang tepatnya di lantai 2. Dengan langkah gontai menaiki tangga, sesampainya dikamar andreas langsung merebahkan diri.
Gina yang melihat anaknya diruang tamu tidak ada, segera menuju ke kamar anaknya sembari membawa minuman untuk anaknya.
Tok tok tok
"Nak, kamu didalam?" tanya gina memastikan
"Iya ma, buka aja nggak aku kunci" ucap andreas, masih dalam posisi yang sama
"Ini mama bawakan minum, kamu minum dulu ya. Nanti kalau lapar langsung ke bawah aja minta pelayan buatkan" ujar sang mama yang hanya diangguki andreas.
Bukan gina tidak peka pada andreas, tapi gina ingin memberikan waktu untuk anaknya istirahat dengan fikiran yang tenang.
Sinar Matahari mulai, redup dan diganti petang yg tandanya hari semakin sore.
Andreas pun terbangun, dan melihat jam di nakas sudah menunjukkan pukul 21.20 malam. Andreas pun berjalan ke kamar mandi untuk mandi dan setelahnya turun ke bawah.
Saat berada dibawah, andreas bertemu mama dan papa nya sedang bersantai dan menonton televisi di ruang kelusrga. Andreas pun bergabung dengan mereka.
"Tenangkan dulu dirimu disini ndre, gk usah ini sudah malam" ujar janson, yang mengira andreas akan pulang.
__ADS_1
"Iya pa, lagipula aku kesini juga ingin menenangkan diri" jawab andreas, ditengah tengah acara televisi andreas teringat akan alena.
Andreas pun berlalu dan kembali menuju kamar, mengambil hp nya. Yg sejak tadi belum disentuhnya, saat melihat hp nya terdapat banyak notifikasi dari siska.
"Mass aku gk mau ceraiii"
"Mas pulang, aku bisa jelasin. Aku tetap gk mau cerai"
"Aku cinta kamu mass, aku gk mau cerai"
"Tolong beri aku satu kesempatan lagi mas"
"***Mas***..."
"***Mas***..."
Namun tidak luput dari banyaknya notifikasi dari siska maupun rekan kerjanya, di hp andreas terhadap notifikasi dari Alena.
"Haii, kamu sudah makan belum?".
Dari banyaknya pesan, yang andreas balas hanyalah pesan dari alena.
"Sudah Al, maaf ya baru sempat balas", balas andreas yg langsung centang dua abu abu.
Andreas berfikir, mungkin alena sudah tidur lebih dulu. Hingga akhirnya andreas pun juga memilih untuk tidur kembali.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Segini duluu ya, lanjut lagi besok. Jangan lupa pantengin terus, biar gk ketinggalan ceritanya❤️.