
Setelah andreas pulang dari kantor, andreas langsung mencari siska ke dalam kamar.
"Siskaaaa!!" teriak andreas, yang kini tepat berada didepan pintu kamar mereka.
Siska yang merasa lelah, ketika mendengar teriakan suami nya langsung terkejut dan berlalu ke pintu untuk membuka pintu yang dia kunci.
"Ada apa mas teriak teriak" ucap siska, berusaha tenang dan menatap suaminya dengan alis nya yang bertautan.
"Maksud kamu apa siska, kamu menjelekkan alena, dan mengatakan alena pelakor??" bentak andreas yang membuat nyali siska menciut.
"Ee..Eenggak mas, pasti fitnah itu" elak siska,
"Dia temanku siska, jangan menjelekkan temanku kamu" tegas andreas dan berlalu ke kamar nya sendiri.
"Aku minta maaf alena, atas perbuatan istriku" pesan itu andreas kirimkan ke alena.
Saat kini andreas benar benar merasa bersalah sekali atas perbuatan istrinya yang sungguh keterlaluan.
*****
Alena lekas kembali pulang, setelah menyelesaikan jalan jalanya seharian ini. Ketika menuju parkiran, alena melihat hp nya yg bergetar dan ada notifikasi chat dari andreas. Namun hanya alena baca.
Alena melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumahnya. Alena juga tak lupa mampir ke toko kue untuk mengambil pesanannya.
Alena kini sudah berada dirumah, tak lupa alena menyuruh bi inem untuk membantunya membawa barang-barang nya ke kamar.
"Makasih ya bi, ini saya ada beli kue untuk bibi" ujar alena, sembari memberikan satu box kue untuk bi inem.
"Ng..nggak usah non ngerepotin" tolak bi inem
"Nggak ngerepotin bi, bibi ambil aja" ucap alena yang memaksa bi inem, hingga akhirnya bi inem menerima kue itu.
"Makasih ya non" ujar bi inem, sebelum beranjak pergi dari kamar alena.
Alena masih merasa lelah untuk membereskan barang barang belanjaannya, kini alena memilih beranjak ke kamar mandi untuk berendam air hangat.
Setelah selesai mandi, alena sudah menggunakan setelan pakaian yang pendek. Dan langsung menuju ke bawah, dan membawa kue yang sebagian masih ada di kamarnya untuk ditaruh fi kulkas.
Saat alena sudah berada di dapur, tak sengaja alena mendengar percakapan bi inem dengan seseorang melalui telfon.
"Iyaa ndukk, sabar ya. ibu belum ada uang buat ngirim biaya berobat mbah" ujar bi inem
"Iya bu, gapapa biar nanti aku sambil jualan donat bu buat berobat si mbah" ujar orang itu diseberang telfon.
Tak ingin menyadari bi inem tau keberadaan nya sekarang, alena bergegas kembali ke ruang makan.
Disana sudah terdapat nasi dan lauk pauknya.
Sesaat setelah alena selesai makan, alena menyuruh bi inem untuk menemui nya ke ruang keluarga setelah pekerjaan nya selesai.
"Ada apa non?" tanya bi inem yang kini sudah ada dihadapannya, dengan kepala menunduk kebawah.
"Bi, coba jelaskan pada saya. Tadi bibi telfon an dengan siapa?" tanya alena, yang langsung to the poin.
Bi inem, yang ditanya alena tersentak seketika. karena ketauan telfon an saat jam kerja, yang pasti fikirnya alena akan marah.
"Maaf non, saya salah. Tidak seharusnya saya telfon an saat jam kerja, saya tadi mendapatkan telfon dari anak saya yang ada dikampung" lirih bi inem, yang semakin merasa bersalah.
"Bi, saya tidak pernah melarang bibi telfon an dengan siapapun dan jam berapapun termasuk saat jam kerja. Kalau bibi ada masalah, bisa bilang pada saya" ucap alena, yang menarik nafas panjang.
"Saya dengar, ibu nya bi inem harus berobat bukan? tapi bi inem nggak ada uang?" sambung alena, yang diangguki bi inem.
Alena berlalu masuk ke kamar meninggalkan bi inem di ruang keluarga sendirian, tak berselang lama alena kembali ke ruang tamu dan membawa amplop putih ditangannya yg berisi uang untuk berobat ibu nya bu inem.
__ADS_1
"Bi, ini ada sedikit rezeki. Kirimkan ke anak bibi, agar ibu nya bibi lekas dibawa berobat" ucap alena, sembari memberikan amplop putih itu.
Bi inem, menolak pemberian alena. Namun alena tetap memaksa agar bi inem menerima amplop itu, dan mengucapkan terimakasih pada alena.
"YaAllah non, saya benar benar terimakasih. Non sudah membantu saya, non bisa potong dari gaji saya non" ucap bi inem dengan suara yang bergetar.
"Nggak perlu bi, udah bibi ambil saja" ucap alena.
Saat sedang asyik nya membaca novel di aplikasi, alena mendapatkan panggilan dari andreas. Alena yang heran mengernyitkan dahinya.
"Hallo al" ucap andreas di seberang.
"Iya kenapa?" jawab alena yang terkesan cuek
Andreas yang bersalah atas kelakuan istrinya, semakin dibuat merasa bersalah dengan jawaban dari alena yang terkesan cuek.
"Al, aku minta maaf ya atas kelakuan siska waktu tadi siang" ujar andreas
"Iya, gapapa santai aja" ucap alena, yang mampu membuat andreas bernafas lega.
"Sebagai permintaan maaf ku, besok aku jalan jalan mau nggak? mumpung weekend" tanya andreas
Bak mendapatkan kesempatan emas, alena tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.
alena akan membuat andreas terpikat olehnya kali ini.
"Em..istrimu siska nanti marah" ucap siska, dan membuat suaranya seolah olah melas.
"Nggak, santai aja siska biar urusanku" ujar andreas.
"Iya dehh mau"
"Besok aku jemput ya dirumah, jam 9 pagi"
Alena gk sabar untuk esok, akhirnya alena memutuskan. tidur lebih awal.
****
Pagi pagi jam delapan, alena sudah mandi dan kini alena berdiri di depan walk in closet di samping kamar mandinya. Alena memilih milih pakaian mana yang cocok untuk jalan sama andreas, akhirnya pilihan alena terjatuh pada dress yang panjang selutut berwarna merah maroon.
Setelah mengenakan dress, alena kini ganti berkutat di meja rias. Berdandan senatural mungkin, namun terlihat fresh. Tak lupa, alena memakai jam tangan bermerk diur di sebelah tangan kanan nya. dan memakai kalung berlian yang baru kemarin dia beli.
Dengan rambut hitamnya yang panjang bermodel curly, semakin menambah kecantikan alena.
dipadukan tas brand ternama dan high heels yg berwarna hitam sangat cocok.
tok tok tok
Suara ketukan pintu itu membuat alena beranjak dari kursi dan menuju pintu.
"maaf non, den andreas sudah ada dibawah" ujar bi inem.
"Ohh iya bi, katakan sebentar lagi ya" ucap alena, yang dia angguki bi inem dan berlalu.
Selang lima menit, alena langsung turun ke bawah. Dan, langsung menghampiri andreas yang ada diruang tamu.
"Lamaa ya maaf ya" ujar alena, sembari mendudukkan bokongnya di sofa empuk.
Andreas yang melihat penampilan alena begitu terpana, bagaimana bisa ada bidadari secantik ini pikirnya.
"Heii kok ngelamun" ucap alena dan menepuk tangan andreas.
Andreas pun merasa terkejut dari lamunannya, dan ketara sekali kalau grogi.
__ADS_1
"Ii..Iiyaa, kamu cantik al" ucap andreas keceplosan.
"Ahh, makasih and" alena tersipu malu malu, saat andreas memujinya.
"Yaudah ayo jalan jalan" ajak andreas, yang alena angguki.
*****
Disepanjang perjalanan, andreas tidak bisa fokus melihat alena yang begitu cantik paripurna.
apalagi memakai dress yang kalau duduk akan melihatkan pahanya yang mulus, gejolak nafsu andreas pun terpancing.
Alena yang merasa, andreas terus melihatnya pun bersorak gembira dalam hati.
"Lihat aku teruss andreas, lihatlah lambat laun kamu akan jatuh ke dalam dekapanku. Dengan begitu aku akan mudah menghancurkan keluarga mu"
Andreas mencoba menepis nafsunya itu, dan melanjutkan perjalanan ke mall. Setelah cukup memarkirkan mobil, andreas dan alena turun dari mobil.
"Ayo alenaa" ajak andreas, seraya mengulurkan tangganya.
Namun siapa sangka, alena bukannya menolak malah menerima uluran tangan andreas. dan bergelayut manja di lengannya.
Sesampainya di dalam mall, andreas mengajak alena ke toko pakaian.
"Alena sini deh" panggil andreas pada alena, alena yang sedang melihat lihat baju langsung menuju andreas.
"Ada apa and?" tanya alena, yang terkejut ketika andreas melekatkan pakaian yang andreas bawa ke tubuh alena.
"Dress ini cocok buat kamu, warna hitam. Terkesan elegan" ujar andreas pada alena.
"Iya bagus, pasti aku cantik pakai ini" ujar alena dengan percaya dirinya sembari berputar putar.
Andreas yang melihat alena bertingkah seperti itu jadi gemas terhadap alena, dan tanpa terasa tangannya terulur untuk mencubit pipi alena.
"Bawa dress itu kalau suka" ujar andreas yang kini menatap alena dengan tersenyum.
"Gk usah aku memang suka, tapi berlebihan ini" ujar alena.
Namun andreas memaksa alena untuk membawanya, maka mau alena membawa dress itu ke kasir dan yang membayarnya tentu andreas.
Alena terkejut dalam hati, ketika andreas mengeluarkan black card.
Setelahnya andreas mengajak alena pergi ke toko perhiasan, dan alena yang diajak terkejut. Mau ngapain ke toko perhiasan. Pikir alena, mungkin andreas mau membelikan perhiasan untuk istrinya.
Namun prediksi alena ternyata salah besar, andreas membawa ke toko perhiasan karena mau membelikan cincin untuk alena. Alena bersikeras menolak, namun andreas dengan 1001 caranya tetap memaksa alena untuk memilih.
Akhirnya pilihan alena jatuh pada cincin, yang memiliki permata berwarna putih. Andreas pun juga menyukai pilihan alena, setelah selesai melakukan pembayaran.
Andreas membawa alena ke cafe, dan makan bersama disana. Sembari bercerita ria.
"wahh ini mahh namanya rejeki nomplok hahahaa" batin alena.
*****
"Masih mau jalan jalan atau pulang?" tanya Andreas, alena yang merasa capek pun memilih pulang.
"Pulang aja yukk" ajak alena pada andreas.
Sesampainya diparkiran, dan masuk mobil alena memilih menyandarkan kepalanya dan tidur disepanjang perjalanan pulang.
Namun lagi lagi hasrat nafsu andreas masih ada, saat menyadari alena tertidur dengan berani andreas menyentuh paha putih mulus alena.
Alena yang menyadari itu, sebenarnya merasa takut. Namun, alena mencoba membiarkan itu. Dan ingin mengetahui apa yang ingin dilakukan andreas selanjutnya.
__ADS_1
Namun saat menunggu, alena terkejut ketika andreas .....