Dendam Atas Kematian Ibuku

Dendam Atas Kematian Ibuku
Pov andreas II


__ADS_3

   Andreas terbangun dari tidur nya pukul 4.00 pagi, dan melihat hp nya kembali. Namun lagi dan lagi terdapat banyak notifikasi dari istrinya siska.


 Andreas yang merasa jengah pun, akhirnya membalas pesan siska. Dan, memberikan keputusan untuk siska.


  "Aku akan memberi kamu kesempatan, namun dengan syarat" jawab andreas melalui chat WhatsApp.


  Andreas masih merasa ngantuk, akhirnya memilih untuk melanjutkan tidurnya kembali. Hingga, tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 5.30 pagi.


  Dilain sisi, Siska yang mendapatkan balasan dari andreas merasa senang. Akhirnya, siska masih diberi kesempatan. Dan kembali mengirimi pesan, untuk andreas.


  "Terimakasih mas, apa persyaratannya mas?" -- balas siska


  Kembali lagi ke andreas, kini andreas sudah terbangun dari tidurnya. Dan melihat ada notifikasi dari siska.


  "Aku akan memberitahu mu persyaratan nya apa, nanti ketika aku pulang" -- Balas andreas.


  Andreas, memutuskan segera mandi dan setelahnya menuju lantai bawah ke tempat makan.


Andreas, melihat mama dan papa nya disana.


  "Pagi ma, pa" sapa andreas, janson dan gina pun membalas andreas bersamaan


  "Iya pagi" balas janson dan gina.


  Andreas, ikut bergabung dengan mama dan papa nya untuk sarapan bersama. Setelah selesai sarapan, janson mulai angkat bicara.


  "Kamu mau kemana ndre?" tanya janson, yang melihat anak nya terlihat sudah rapi.


  "Aku mau ke kantor pa, karena aku harus menandatangani kerja sama dengan salah satu perusahaan besar" jelas andreas, janson jelas penasaran andreas bekerja sama dengan perusahaan besar mana.


  "Perusahaan besar mana ndre?" tanya janson yang penasaran.


  "Perusahaan Blue Star Xiare, pa" jelas andreas, yang mampu membuat janson kaget.


  "Serius ndre? itu perusahaan besar kalau perusahaan mu bekerjasama dengan perusahaan itu pasti akan berkembang pesat" jelas janson, andreas hanya manggut-manggut menanggapi ucapan papa.


  "Yaudah pa, ma aku berangkat ya" ucap andreas, seraya beranjak dari kursinya.


   "Iya nak, hati hati ya" ucap gina, kemudian andreas pun berlalu ke garasi dan melajukan mobilnya ke kantor.


  Setelah sampai kantor, andreas bergegas menuju ke ruangannya. Tak lupa, andreas meminta sekertaris nya untuk membuatkan nya kopi.


  Sembari mengecek berkas berkas lain nya, andreas berinisiatif mengirimi pesan untuk alena. Entah apa yang dirasakan andreas saat ini, andreas mencintai istrinya namun disisi lain andreas merasa nyaman jika berada didekat alena.


  "Al...." chat andreas ke alena, yang tidak berselang lama pesan itu langsung dibaca oleh alena.


  "Iya, ada apa an?" balas alena.


  "Kamu lagi apa al?" tanya andreas, yang basa basi.


  "Lagii di butik nih, ada apa sih??" balas alena yg penasaran.


  "Aku mau cerita" jelas andreas


  "Cerita apa nihh?" tanya alena, yang semakin membuatnya penasaran.


   Namun tak berselang lama, terdapat panggilan telefon dari andreas. Yang, kemudian langsung alena angkat.


  "Mau cerita apa and?" tanya alena disambung an telefon.


  "Salah gak ya, kalau aku memberi kesempatan istriku?" tanya andreas diseberang

__ADS_1


  "Emang istrimu buat kesalahan fatal?" tanya balik alena, sembari mengernyitkan alisnya.


  "Istri ku selingkuh" jelas andreas


  "Dia berhubungan dengan pria lain, di rumah kami sendiri" sambung andreas.


  Alena, yang mendengarkan itu terkejut. Disisi lain, alena takut rencana nya yang ini gagal.


alena yang belum juga menyahut ucapan andreas, andreas pun melanjutkan ucapannya.


  "Tapi aku memberi dia persyaratan al, bukan sekedar memaafkan kesalahannya begitu saja" jelas andreas.


  "Persyaratan apa?" tanya alena, yang mencoba bersikap baik baik saja.


  "Dalam waktu 3 bulan, aku tidak akan menyentuhnya. Jika, dia hamil aku akan menceraikan nya begitupun sebaliknya" jelas andreas, pada alena.


  "Begitu? ya gpp itu kan keputusanmu" balas alena.


  "Ohh ya udah dulu ya al, nanti aku telfon lagi. Aku harus bersiap-siap ke perusahaan orang yang akan bekerja sama dengan perusahaan ku" jelas andreas, dan hanya di iyakan oleh alena.


  Andreas pun segera meminta sekertaris nya menyiapkan berkas yang akan dibawa, ke perusahaan seseorang yang bekerja sama dengannya.


  Tidak membutuhkan waktu lama, 45 menit kemudian andreas telah sampai di perusahaan Blue Star Xier. Andreas pun memasuki perusahaan besar itu, dan menuju resepsionis bersama sekertaris nya.


  "Maaf kak, kami ingin bertemu dengan atasan anda. untuk membahas kerja sama perusahaan kami" ucap sekertaris andreas pada resepsionis.


  "Apa sebelumnya sudah ada janji bu?" tanya resepsionis,


  "Sudah kak" ujar Sekertaris andreas


  "Langsung naik saja ya ke lantai 18, nanti akan ada yang mengarahkan" jelas resepsionis, ketika terdiam beberapa saat.


  Andreas dan sekertaris nya pun beranjak menuju ke lantai 18, menggunakan lift.


  "Itu kaya alena, tapi masa sih itu alena" ucap andreas dalam batin nya


  Disisi lain, alena yang baru ingat ada janji dengan rekan bisnis nya alias andreas bingung. Ia harus gimana, akhirnya alena beranjak dari duduknya dan menuju ruangan manager untuk meminta bantuan nya. Tak lupa, alena meminta sekertaris nya jika nanti rekan bisnis nya datang suruh menunggu.


  Saat alena menuju ke ruang manager, alena tidak tau sama sekali. Jika tadi andreas sempat melihatnya.


  Setibanya andreas di depan ruangan manager,


 Tok tok tok


   "Bu alena, silakan bu" ujar brama mempersilakan alena masuk.


  "Pak brama saya butuh bantuan anda" jelas alena to the poin


  "Bantuan apa bu?" tanya pak brama,


  "Saya minta tolong pak, bapak temui rekan bisnis hari ini untuk kerja sama antar perusahaan. Saya mendadak sekali ada kepentingan, saya percaya bapak amanah" Jelas alena, dan diangguki pak brama


  "Baik bu, sekarang saya akan keruangan ibu". ujar pak brama dan beranjak pamit ke ruangan alena.


kembali ke andreas


  Andreas masih kepikiran, apakah tadi benar benar alena atau orang yang sepintas mirip dengan alena. Andreas ingin memastikan hal itu, dan akan menelfon alena. Namun, sebelum andreas menelfon alena. Pak brama sudah datang dan menyuruh andreas dan sekertaris nya masuk.


  Selama kurang lebih 1 jam pertemuan, dan kerjasama itu deal andreas bergegas pulang dan menyuruh sekertaris nya memesan taksi.


  Sesampainya dirumah, andreas tidak melihat siska sama sekali. Hingga akhirnya memilih mencari siska di kamar mereka yang ada di lantai dua.

__ADS_1


  Tok tok tok


  Andreas mengetuk pintu kamar, yang tak berselang lama siska membukakan pintu kamar. Siska, begitu terkejut dan langsung memeluk andreas.


  "Masss, aku minta maaf aku salah" ucap siska, yang menangis di pelukan andreas


  Bukan membalas pelukan siska, andreas malah melepaskan pelukan itu.


  "Ada syaratnya" balas andreas yang terkesan cuek


  "Apa syaratnya mas? akan aku lakukan asal mas gk ceraikan aku" tanya siska pada andreas


  "Aku tidak akan menyentuhmu selama 3 bulan, jika dalam 3 bulan kamu terbukti hamil. Aku akan menceraikan kamu, namun jika tidak aku akan berusaha memaafkan mu" jelas andreas, yang mampu membuat siska terkejut.


  "Kenapa syarat nya begitu mas?" tanya siska yang merasa keberatan dengan persyaratan nya.


  "Kenapa? kamu keberatan? kl kamu keberatan yaudah, langsung aku ceraikan saja kamu saat ini" jelas andreas, jelas siska tidak mau melewatkan kesempatan yang diberikan andreas tadi.


  "Nggakk mas enggakk, aku nggak keberatan" ucap siska, tanpa memikirkan kedepannya nanti.


  "Oke, mulai sekarang kita tidur di kamar yg berbeda. aku akan tidur di kamar lain", jelas andreas, dan langsung berlalu begitu saja.


  Andreas memilih Membersihkan diri, dan setelahnya tidur siang hingga sore hari.


Andreas terbangun saat suara ketukan pintu menganggunya.


  Tok tok tok


  "Mas sudah sore" ujar siska dibalik pintu.


  "Yaaaaaa" teriak andreas, yang masih setia di ranjangnya


  Andreas pun beranjak ke kamar mandi, untuk mencuci muka. Setelahnya turun ke bawah, andreas melihat siska diruang santai yg menikmati cemilan dan nonton tv.


  Saat itu juga andreas teringat alena, setelah mengambil minum dan camilan. andreas membawa minuman dan cemilan itu ke dalam kamar. Dan, mulai menghubungi Alena.


  Ndrettt Ndreettt Ndreetttt


  Panggilan tidak terjawab, andreas fikir alena sedang sibuk sehingga tidak mau diganggu dulu.


Akhirnya andreas menikmati minuman dan cemilan nya di balkon kamarnya, sembari melihat sunset.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


 Happy Reading❤️


__ADS_2