Dendam Atas Kematian Ibuku

Dendam Atas Kematian Ibuku
Andreas Bercerita


__ADS_3

"Alena, jangan lakukan itu nak. biarkan saja Tuhan yang membalas perbuatannya" ucap suci seraya menghilang dari pandangan alena.


 "Tidakkk buuu... tidakkkkkkkkkk" teriak alena, dan saat itu juga alena terbangun dari mimpinya.


  "Hufftt, untung hanya mimpi. Alena tidak akan membiarkan orang yg membuat ibu meninggal hidup dengan tenang" monolog alena pada dirinya sendiri.


  Alena melihat jam, di nakas sudah menunjukkan pukul 6.30 pagi. Alena bergegas mandi dan setelahnya menggunakan setelan blazer berwarna abu abu dengan rambutnya yang dibiarkan tergerai dengan make up yg natural. Hal itu membuat kesan yg sempurna bagi alena.


  Alena segera turun ke lantai bawah untuk sarapan, pastinya dengan lauk request an alena pada bi inem yaitu udang asam manis.


Alena begitu menikmati sarapannya, sembari mengingat kenangan dengan ibunya.


Disisi lain dirumah Andreas


   "Maaaassssssssss" Teriak siska, yg mampu membuat andreas terkejut ketika andreas sedang menggunakan jas nya.


  "YaAllah, ada apa sis? kenapa teriak teriak?" tanya andreas yang masih berusaha bersikap sabar, terhadap siska.


  "Apa apaan ini ha???? kamu selingkuhh?? iyaaa??" cecar siska dengan penuh pertanyaan,


sembari memperlihatkan hp dari orang yang tidak dikenal mengirimkan foto andreas bersama alena ketika berada di restoran.


  Andreas, yg melihat itu sontak kaget. dan bertanya tanya dalam benaknya siapakah orang yg mengambil foto nya bersama alena. Namun, lamunan itu buyar ketika siska membentak andreas kembali.


  "Hehhh!! Ngaku kamu mas, kamu selingkuh hah???" bentak siska pada andreas lebih keras lagi, jelas hal itu langsung membuat andreas tidak dapat mengontrol emosinya dan


Plaakkkk


  Tamparan keras itu mendarat di pipi siksa, siska yg ditampar oleh andreas merasa kaget karena selama menikah andreas tidak pernah bermain tangan pada nya.


  "Tidak bisakah sopan sedikit pada suamimu siska? Apa ini caramu menghormati suamimu? Kalau ada masalah dibicarakan baik baik, bukan dengan bentakan" Tegas Andreas pada siska, siska yg mendapat jawaban itu dari andreas memalingkan wajah nya.


  Siska yg masih merasa panas di pipinya memilih berlalu meninggalkan andreas, dan berlalu ke kamar tidur utama. Sembari memberi umpatan umpatan pada andreas.


  "Brengsekkk kamu mass" ujar siska seraya berlalu meninggalkan andreas, yg masih berdiri di kamar yg andreas gunakan tidur semalam.


  Andreas yg melihat tingkah istrinya seperti itu memilih pergi ke kantor tanpa sarapan.


Di perjalanan menuju kantor, andreas melamun karena masalahnya dengan istrinya.


namun tiba tiba suara klakson membuat nya kaget.


Tiiinnnnnn


  Suara klakson sepeda motor, mampu membuat andreas tersadar dan segera menancapkan gas.


karena ternyata tadi andreas berada di lampu merah.


   Sesampainya di kantor andreas segera menuju ke ruangannya tidak lupa andreas meminta pada sekertaris nya untuk membuatkan kopi.


Kembali ke Alena


  Sekarang Alena sudah berada di kantornya, tak lupa alena tadi mampir terlebih dahulu ke laundry untuk laundry jas Andreas yang alena gunakan kemarin dengan jasa kilat.


  "An, nanti sibuk tidak?" pesan itu alena kirimkan pada andreas.


  Andreas yg duduk sembari mengecek lembaran data, dibuat emosi dengan notifikasi di hp nya.


namun ketika melihat siapa pengirim pesan itu, andreas langsung tersenyum dan emosi nya tadi seketika hilang.


  "Enggak kok al, ada apa al?" centang biru, yg tandanya langsung dibaca oleh alena.


  "Ini, nanti bisa ketemuan nggak? aku mau balikin jas nya"


  "Bisa kok, nanti siang jam 1 ketemuan di restoran yg kemarin ya"


  "Okeeee"


  Pesan itu alena akhiri, karena kebetulan saat ini alena sedang sibuk mengurus berkas untuk projek di luar kota.


  "Yuni, tolong keruangan saya sekarang" ucap alena di sambungan telfon dan langsung mematikan telfon ketika yuni mengiyakan.


  Tak butuh waktu lama, yuni masuk keruangan alena.


  "Ada apa bu?" tanya yuni, pada alena yg masih fokus menatap laptop.


 Kini pandangan alena, teralihkan pada sekertaris nya Yuni yg masih berdiri dihadapannya.


  "Yun, tolong kamu panggilkan Pak Brama untuk keruangan saya ya. Sekalian saya minta tolong, suruh ob buatkan saya kopi" ucap alena pada yuni, dan setelahnya yuni beranjak pergi melakukan perintah bosnya.


  Selama kurang lebih 10 menitan menunggu, akhirnya pak brama sampai di ruangan alena. Pak brama adalah salah satu orang kepercayaan di kantor papanya, namun alena ajak untuk bekerja di kantornya sendiri.


  "Ada apa bu?" tanya pak brama, yang masih debgan posisi berdiri.

__ADS_1


  Alena yang melihat itu, langsung mempersilakan pak brama duduk di kursi yang berhadapan dengannya.


  "Silakan duduk dulu pak" ucap alena pada pak brama, dan pak brama pun langsung duduk na


  "Begini pak, akhir akhir ini saya sangat sibuk sekali. Saya percaya bapak orangnya Amanah dan dapat dipercaya, jadi saya mempercayakan proyek diluar kota ini pada bapak yang menangani nya" sambung alena, sembari memberikan map yang didalamnya berisi berkas.


  "Saya gk berani bu" ucap pak brama.


  "Pak saya percaya, bapak bisa" ujar alena sembari tersenyum pada pak brama.


  Pak brama pun tidak bisa menolak, hingga akhirnya beberapa saat kemudian alena bergegas ke laundry untuk mengambil jas nya. Alena melihat jam di di hpnya sudah menunjukkan pukul 12.00 siang.


   Tak butuh waktu lama, sekitar 20 menitan alena sampai di tempat laundry dan mengambil milik andreas. Setelah selesai membayar, alena mampir dulu ke butiknya yg kebetulan satu arah sama restoran.


   Sesampainya di butik, alena langsung menuju butik dan menemui karyawan kepercayaan nya.


Tak lepas dari pandangan, saat alena menuju ruangan zahra banyak karyawan yang menyapa alena.


Tok tok tok


   Suara ketukan pintu itu, membuat zahra berhenti dari aktivitas nya mengoperasikan laptop.


  "Bu alena?? Silakan masuk bu" zahra yg terkejut, langsung mempersilakan alena masuk.


  Alena yg berjalan di depan zahra langsung duduk di sofa, yg biasa digunakan kalau ada tamu yg ada kepentingan.


  "Bagaimana perkembangan butiknya bulan ini zahra?" tanya alena, pada zahra.


  "Alhamdulillah, perkembangannya begitu pesat bu. Banyak sekali pengunjung yg kemari, untuk memesan ataupun membeli gaun pernikahan" ucap zahra, sembari menunjukkan laptop berisi data grafis penjualan.


  Alena tersenyum, karena Alhamdulillah usahanya maju terus. Tak terasa waktu akan menunjukkan pukul 1 siang, alena bergegas pamit pada zahra. Tak lupa, alena memerintahkan zahra untuk memberikan bonus pada karyawan lainnya karena sudah bekerja dengan baik.


  Kini Andreas sudah sampai di restoran lebih dahulu, melihat alena belum datang. Andreas segera memilih tempat duduk bagian belakang, dan memilih memesan minuman lebih dulu.


Tak berselang lama 10 menit kemudian, alena sudah sampai di restoran setelah memarkirkan mobilnya alema membawa jas milik andreas yg dikemas di paper bag. Alena melangkahkan kaki menuju restoran, seketika alena dibuat bingung dimana andreas berada.


Hingga lambaian tangan andreas membuat alena tau dimana keberadaan andreas. Alena pun bergegas menuju meja tempat andreas berada.


"Maaf, lama nungguin ya and? btw makasih ya jas nya" tanya alena pada andreas, seraya memberikan paper bag nya pada andreas


"Nggak kok al, santai aja" ucap andreas, dan menerima paper bag yg alena berikan.


"Ini buku menunya, kamu mau pesen apa? biar aku pesankan" tanya andreas, dan menyodorkan buku menu dihadapan nya.


"Kamu pesan apa?" tanya alena


"Samain kaya punya kamu, hahaha" ucap andreas seraya tertawa, yg membuat alena geleng geleng kepala.


Andreas pun memanggil salah seorang pelayan dan memesan makanan yg akan dipesan, disela menunggu pesanan mereka. Andreas pun curhat pada alena.


"Al.." panggil andreas, alena yg merasa dipanggil andreas pun menatapnya.


"Ada apa and?" tanya alena


"Mau cerita boleh gk sih?" tanya andreas, dengan menggaruk kepalanya yg tidak gatal


"Bolehhh, mau cerita apa?" tanya alena, yang kali ini penasaran.


"Bagaimana pendapatmu tentang seorang istri yg selalu marah marah? hal kecil saja di besar besarkan" tanya andreas dengan ekspresi wajah yg sendu


Alena terdiam sebentar, dan diam diam tersenyum karena ini menyangkut rumah tangga andreas dan siska. Dan, inilah kesempatan alena mendekati andreas dengan begitu rumah tangga andreas dan siska akan hancur.


"gk benar itu, sebagai istri harusnya bisa bersikap bijak. Jangan apa apa marah kalau ada masalah ya diselesaikan baik baik, apalagi kalau sampai bicara kasar pada suami itu sudah diluar batas" ucap alena, dengan bijak.


Andreas yg mendengarkan ucapan alena membenarkannya, namun dalam lubuk hati andreas gk mungkin melepaskan siska begitu saja karena andreas masih mencintai istrinya.


"Aku bingung lin, akhir akhir ini sikap istri ku benar benar keterlaluan padaku" ucap andreas, yg tanpa terasa air mata menetes.


Alena sebenarnya kasihan pada andreas apalagi melihat andreas menangis, namun biarlah. Toh, mereka harus membalas atas kematian ibu ku.


Alena pun tanpa malu memegang tangan andreas, berusaha menenangkan andreas. Andreas yang merasa nyaman ketika alena mencoba menenangkan nya, sudah tak menangis lagi.


Setelah beberapa saat, makanan mereka pun datang. akhirnya mereka makan siang, di selingi guyonan dari alena yg mencoba menghibur andreas, andreas yg merasa terhibur pun tertawa ria seolah lupa dengan segala masalahnya.


Di satu sisi


Siska istri andreas, mendapatkan tamu dari seorang kurir yg mengantarkannya paket. Namun siapa sangka, hal ini merupakan rencana alena yg membayar orang untuk menodai Siska.


"Maaf mbak ini ada paket" ucap orang suruhan alena yg berpura pura jadi kang kurir


Siska yang merasa tidak membeli apapun lewat online, menolak paketnya. Namun orang suruhan alena berdalih jika paket ini atas nama andreas, yg kemudian diterima saja oleh siska. Namun sebelum siska pergi ke dalam rumah.


Brukkk

__ADS_1


Orang suruhan alena pura pura pingsan, siska yg melihat itu mencoba menolong dan membawa nya ke dalam rumah.


Siska membawa orang itu ke sofa, dan berlalu ke kamar untuk mengambil minyak kayu putih.


Tanpa siska sadari, saat siska pergi ke kamar di lantai 2, orang suruhan alena bangun dan menaruh sesuatu di minuman siska yg sebelumnya siska sedang bersantai di sofa itu. Siska pun kembali menemui orang tersebut dan mengoleskan minyak kayu putih di hidung orang itu.


Tak berselang lama, orang itu bangun dari pingsan lebih tepatnya pura pura bangun. Dan siska pun izin mengambilkan minuman untuk orang itu, setelah orang itu minum dia tidak beranjak pergi. karena menunggu siska minum, minumannya yg sudah diberi obat perangsang.


Tak berselang lama, siska merasa tubuhnya panas dan merasa gerah. melihat itu, orang suruhan alena tersenyum licik. Sedangkan siska berusaha tenang dalam keadaannya yg tiba tiba begini, seolah haus belaian. Siska menghampiri orang suruhan alena.


Dannn.... dan terjadilah skidipapap antara siska dengan orang suruhan alena tak lupa orang suruhan alena mengambil foto dan video siska saat berhubungan dengannya untuk dikirimkan ke alena.


******* ******* siska membuat orang itu seakan akan gila, dan memacunya begitu cepat hingga saat akan keluar, orang itu mengeluarkan benihnya di dalam rahim siska.


Setelah melakukan tugasnya, orang itu bergegas menggunakan pakaiannya kembali dan pergi. Tak lupa orang itu mengirimkan foto dan videonya ke alena.


Alena yg kebetulan saat itu pergi ke toilet dan mendapatkan notifikasi dari orang suruhannya merasa senang, jahat bukan? ya itulah alena, alena jahat karena orang orang telah jahat pada ibunya.


dan tak lupa juga alena menyuruh orang suruhan itu untuk mengirimkan foto dan videonya nanti ke andreas.


Kembali ke alena, setelah kedatangan alena dari toilet, alena mengajak andreas pulang. Setelah selesai membayar, andreas mengajak alena pergi di luar dan menuju parkiran hingga akhirnya andreas dan alena dipisahkan dengan mereka yg menuju mobil masing masing.


"Hati hati ya al, jangan ngebut. nanti kl sudah sampai kabarin aku ya" ucap andreas pada alena.


"Iya and, kamu juga hati hati dijalan yaa" balas alena, seraya melambaikan tangan pada andreas.


>>Pov Andreas


Andreas kembali ke kantornya, sesampai diruangannya andreas melihat hp nya yang ada notifikasi WhatsApp dari alena.


"Aku sudah sampai And"


"Alhamdulillah kalau udah sampai, aku juga baru sampai ini" balas andreas, dan langsung mendapatkan centang biru dua.


"Iya, istirahat and pasti kamu capek tadi nangis. jangan sedih sedih lagi yaa hehehe" balas alena tak lupa diberi emoticon ketawa di akhir


"Gk boleh nakal ngejek aku kaya gitu al" balas andreas, seolah olah merajuk pada alen


"Hehehe maaf deh" balas alena,


Namun siapa sangka jika andreas membalas pesan alena dengan emoticon love. tapi tidak kunjung dibalas, pikir andreas mungkin alena repot.


Andreas pun masih di kantor hingga pukul 4 sore, hingg tiba tiba notifikasi di hp andreas membuat andreas melihat hp nya. Andreas begitu syok ketika melihat foto dan video istrinya sedang berhubungan dengan orang lain.


Andreas pun bergegas pulang dengan penuh amarah, namun sialnya jalanan macet hingga saat andreas sampai rumah jam menunjukkan pukul 5.15 sore.


Andreas bergegas turun dari mobil yg sudah diparkirkan di garasi dan menuju ke rumah seraya berteriak.


"Siskaaaaaaaaaaaa!!!!!!! Turun kamu" teriak andreas penuh amarah.


Siska yg merasa dipanggil suaminya merasa ketakutan, takut kalau dia akan ketahuan jika habis skidipapap dengan orang lain dirumahnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Cieeee nungguin kelanjutannya yaa, makannya jangan lupa di follow ya. biar nanti kalau aku ada update an terbaru kalian bisa tau.

__ADS_1


__ADS_2