Dendam Atas Kematian Ibuku

Dendam Atas Kematian Ibuku
Bertemu Siska


__ADS_3

Pagi yang cerah, namun suram bagi alena. Karena, rencananya gagal.


Tidak masalah bagi alena, toh masih ada kesempatan lainnya.


"Huftt, kenapa sihh harus gagal!!!" geram alena, yang kini berada di balkon kamarnya.


Alena sekarang sedang ingin bermalas-malas an tidak pergi ke kantor, alena akan memanjakan diri sekali sekali ke Mall.


Sebelum beranjak ke kamar mandi, alena membuka hp nya dan mendapati notifikasi dari andreas namun alena abaikan.


Setelah membersihkan diri, kini alena sudah siap dengan setelan dress berwarna hitam dan blazer yang senada dengan warna nya. Tak lupa, Alena dengan rambut yg dikuncir satu, hingga menampakan leher jenjang alena.


Tanpa sarapan, alena bergegas pergi ke mall. pikir alena, alena akan mencari sarapan di mall nantinya. Setibanya di Mall, alena menuju langsung menuju ke toko brand ternama.


"Mbak, tas yang paling bagus yang mana?" tanya alena pada salah satu karyawan toko tersebut.


"Mari kak, ikut saya" ujar sang karyawan, dengan senyuman ramahnya.

__ADS_1


Alena dituntun karyawan tersebut ke tempat tas yg harganya lum


"Ini kak, tas limited edition desainnya bagus dan sangat elegan harganya setara dengan kualitas tas nya hanya Rp. 93.690.000" ujar karyawan


"Saya mau yang itu ya kak" ucap alena, sang karyawan pun langsung menuntun alena ke kasir.


Setelah selesai pembayaran, alena berlalu ke toko berlian saat melihat lihat alena terpaku pada kalung berlian yg memiliki liontin bermata warna biru.


"Kak, saya mau lihat kalung yg ini" ujar alena, karyawan nya langsung gesit menggambil kan.


"Ini kak, silakan" ujarnya


"Cihh Palingan juga liat liat doang, mana mampu beli kaya gitu harganya aja mehong" ujar siska, dengan gaya sombongnya. Namun, alena tidak menggubris nya.


"Ehh lu, gua nggak asing sama muka lu!! bentar, oh gua inget lu cewek yang keganjenan sama suami gua saat di restoran kan" ujar siska dengan judesnya, namun alena masih berusaha sabar


"Wait wait, ohh mas andreas ya? hahaha, maaf ya mbak waktu itu aku gk sengaja makanya suami mbak nolongin aku" ujar alena dengan santainya,

__ADS_1


"Dan kamu bilang apa tadi, aku gk mampu beli? yakin deckk?" ejek alena, sembari menunjukkan black card nya.


"Kak bungkus kalung berlian ini" Sambung alena sembari memberikan kalung berlian yang alena berikan dan langsung diterima.


Siska yang melihat itu terkejut, karena tidak menyangka orang dihadapannya mampu membeli berlian.


"Hellehhh pelakorr ajaa bangga huu" teriak siska, sembari berlalu tanpa membeli apapun karena sudah terlanjur emosi sama alena.


Alena yang melihat itu hanya geleng geleng kepala, dan berfikir kok bisa si andreas nikah sama tuh nenek lampir. Di depan andreas aja kalem, mungkin dibelakangnya bar bar.


"Tolong istrimu di didik!! jangan sembarang ngatain aku pelakor apalagi di tempat umum." pesan singkat itu, alena kirimkan pada andreas.


Setelah membayar kalung berlian, alena menuju lantai bawah untuk mencari sarapan. Karena cacing di perutnya sudah minta makanan.


Alena berada di cafe Mall, dan langsung memesan makanan dan minuman. Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya alena memakan makanan pesanannya.


Dilain sisi, andreas yang berada di kantor sedang metting. Setelah selesai metting, andreas melihat di hp nya ada notifikasi dari alena.

__ADS_1


Saat membaca pesan alena, andreas begitu terkejut sekaligus marah terhadap siska.


"Sisskaaaa!! kurang ajar kamu" geram andreas


__ADS_2