
...****************...
~ISTANA MATAHARI~
Tok . . Tok . . Tok
Suara ketukan pintu terdengar nyaring di kamar FengXing, mereka berteriak memanggil putri yang tertidur sangat pulas
" putri . . Cepat bangun " ucap Xiao Li, yang mengetuk pintu terus menerus
" seperti nya putri kecapean sekali. . " ucap Xiao Hei, berteriak memanggil putri sambil ikut juga mengetuk pintu
FengXing yang mendengar suara itu berusaha untuk tidak menghiraukan nya tetapi ketukan dan teriakkan mereka membuat putri Phoenix tidak kuat lagi
" a a ahh kenapa mereka ini? "
FengXing berjalan sempoyongan membuka pintu kamar nya yang masih ngantuk berat
" ada apa kalian kesini "
" salam putri " ucap Xiao Li dan Xiao Hei
" putri di panggil raja ke istana bulan "
Ia yang tadi nya hanya bersandar di pintu, mendengar di panggil raja langsung segar kembali dan kantuk pun hilang
" apa? Kemarin ayahanda sudah kesini? Ada apa ini? " gumam FengXing dengan pelan
" putri " ucap Xiao Hei
" baik lah, Xiao Li bantu aku bersiap Xiao Hei bantu aku ambil makanan"
" baik putri "
Xiao Hei berbalik arah menuju ke dapur dan Xiao Li menyiapkan air hangat untuk putri mandi
Satu keranjang kelopak bunga mawar di masukan di bak mandi yang terbuat dari kaca kristal putih
" semua sudah siap putri "
FengXing melepaskan pakaian nya dan berendam di bak tersebut, Xiao Li yang berada di samping membantu FengXing mandi
Setelah semua nya selesai, FengXing mengenakan pakaian putri Phoenix berwarna merah campur dengan putih di tambah 7 tusuk rambut yang menghiasi di kepala nya. Terlihat sangat anggun dan elegan bagi seorang putri klan Phoenix api di tambah lagi dengan paras yang sangat cantik.
" putri selalu cantik" puji Xiao Li yang melihat FengXing di cermin
" kamu ini . . berlebihan. Sudah waktunya nya ke istana bulan " ucap FengXing yang berdiri membenarkan pakaian nya sedikit terlipat
...****************...
~ISTANA BULAN~
Raja dan ratu Phoenix duduk di singgasana aula dan di bawah nya ada Fengjie yang sedang berdiri menatap ke arah pintu luar menunggu sang Kakak
FengXing berjalan dengan cepat memasuki aula istana bulan
" salam ayahanda, ibunda. Ada apa ayahanda memanggil FengXing? "
__ADS_1
" Tadi Dewi Chen Wu ngirim surat kilat, kata nya semua murid gunung Nawu harus berkumpul secepatnya "
" guru? Ada apa ya? " gumam FengXing
" kamu berangkat hari ini atau sekarang? " tanya raja
" hari ini ayahanda, lebih cepat lebih baik "
" bagus, kamu memang putri ku sangat sama dengan sifat ku waktu muda " ucap raja yang sedikit tertawa
" kamu saat muda lebih nakal lagi " ucap ratu, menepuk tangan raja yang berada di samping nya
FengXing dan Fengjie tertawa melihat orang tua mereka seperti itu.
" ka, kamu harus hati-hati. Pulang lah secepatnya "
Raja dan ratu turun dari singgasana nya, menghampiri sang putri kesayangan mereka
" putri ku, kamu memiliki tanggung jawab sebagai putri Phoenix. Maaf kan ayahanda tidak bisa memberikan mu kebebasan untuk memilih" ucap raja yang memegang tangan kiri FengXing
" tidak apa, ayahanda,ibunda itu sudah kewajiban FengXing untuk memenuhi tugas sebagai putri Phoenix "
" anak ku, ingat lah untuk pulang. Kami disini menunggu kepulangan mu " ucap ratu
" aku pasti pulang dan makan bersama kalian, cuman ke gunung Nawu saja tidak jauh kok " ucap FengXing yang menenangkan ke khawatir an mereka
" ya sudah, siap siap sana. Jaga dirimu baik-baik " ucap raja
FengXing tidak tahan lagi dan memeluk orang tua nya, Fengjie ikut memeluk juga di samping ratu
FengXing berbalik badan dan berjalan cepat keluar aula istana
" ayahanda, ibunda aku antar Kaka FengXing ke istana nya "
" pergi lah " ucap raja, yang menatap ke luar melihat kedua anak nya pergi meninggalkan aula
" semoga FengXing bisa kembali dengan selamat " ucap ratu sambil menghapus air mata di pipi nya
" pasti, anak kita dari kecil sudah cerdas dan tangguh dalam segala hal"
...****************...
~ISTANA MATAHARI~
" Kaka pergi lama ya? "
" engga, sebentar saja, mungkin guru merindukan kami murid nya. Kamu tidak perlu khawatir" ucap FengXing, yang memeluk adik nya
" aku pergi dulu ya ka, aku akan melindungi ayahanda dan Ibunda selama Kaka pergi "
" adik yang baik, pergi lah "
Fengjie kembali ke istana nya, meninggal kan FengXing yang masih berdiri di depan istana matahari
Perasaan FengXing tidak karuan karena di satu sisi dia tidak mau meninggalkan keluarga nya dan di satu sisi lain dia memiliki tanggung jawab melindungi istana Phoenix
" jaga dirimu Fengjie" ucap FengXing pelan, satu tetes air mata jatuh di pipi nya
__ADS_1
Ia memasuki istana dan berjalan ke arah kamar, tetapi panggilan perut tidak bisa di sembunyikan lagi
Perut FengXing berbunyi berkali kali karena makanan yang di siapkan Xiao Hei belum juga di antar dan matahari sudah ada di puncak kepala
" Xiao Li . . Xiao Li . . " teriak FengXing dengan keras nya
Xiao Li berlari ke tempat dimana FengXing berdiri dengan pakaian yang sedikit kotor terkena arang dapur
" iya putri? Ada apa memanggil? "
" kamu . . Kamu kenapa seperti ini? Apa yang terjadi? "tanya FengXing yang sedikit terkejut melihat Xiao Li
" oh. . . Tadi saya sama Xiao Hei di dapur membuat kue bulan untuk putri tapi . . . Api nya ke besaran jadi nya seperti ini . . . " jawab Xiao Li yang menunduk kan kepala tidak berani menatap
" Xiao Hei . . Xiao Hei . . Xiao Hei " teriak FengXing lagi dengan keras
Ia berlari dengan cepat ke arah putri Phoenix yang dari tadi memanggil.
" iya . . Iya putri, kenapa? "
Xiao Hei masih memegang tutup pengukusan dan sendok besar di tangan nya
" kenapa kamu bawa itu? "
" tadi kan putri panggil saya, jadi Xiao Hei langsung pergi kesini tanpa sadar di tangan ada ini . . " ucap Xiao Hei yang tertawa konyol di depan FengXing dan Xiao Li
" mengapa harus membuat kue? Kan ada kue yang sudah jadi di dapur?"
" kami hanya ingin membuat kue dari tangan kami sendiri walaupun kami tidak bisa masak, tapi kami bisa belajar putri " ucap Xiao Li yang sangat bersemangat
" iya putri . . kami tau putri tidak membiarkan kami memasak karena untuk kebaikan kami, tetapi Xiao Hei dan Xiao Li sangat ingin membuat sesuatu untuk putri "
Mata FengXing berkaca kaca karena ia tidak pernah mendengar ketulusan seperti ini dari mulut mereka
" ya sudah, nanti belajar masak sama bibi Hau di dapur. "
" terimakasih putri " ucap mereka yang sedikit menundukkan badan
" oh iya Xiao Hei, makanan yang aku minta tadi mana? "
" sudah saya antar ke kamar putri "
" baik lah, bersihkan diri kalian "
" tapi putri makanan nya itu sudah dingin " ucap Xiao Hei
" Hmm . . begini saja, makanan yang di kamar di panaskan saja nanti antar lagi terus tambah lagi makanan yang lain "
" bawa mangkok dan sumpit kalian kita makan sama sama " sambung FengXing yang sudah berjalan ke arah kamar
" baik putri "
.
.
( Bersambung. . )
__ADS_1